<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Books Arsip - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/books/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/books/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jun 2025 08:46:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Books Arsip - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/books/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Iblis Tidak Pernah Mati</title>
		<link>https://whathefan.com/books/iblis-tidak-pernah-mati/</link>
					<comments>https://whathefan.com/books/iblis-tidak-pernah-mati/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2025 08:45:48 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?post_type=books&#038;p=8292</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kumpulan cerita Iblis Tidak Pernah Mati pertama kali terbit pada 1999. Isinya ditulis dari tahun 1994 sampai 1999. Artinya, kronologi penulisan cerita-cerita dalam buku ini melalui momen historis Reformasi 1998, rangkaian peristiwa yang menjadi penanda peralihan zaman. Susastra menjadi dunia alternatif dari realitas faktual, tetapi realitas faktual tak terhindarkan keberadaannya dalam ruang imajinasi. Jika hubungan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/books/iblis-tidak-pernah-mati/">Iblis Tidak Pernah Mati</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kumpulan cerita Iblis Tidak Pernah Mati pertama kali terbit pada 1999. Isinya ditulis dari tahun 1994 sampai 1999. Artinya, kronologi penulisan cerita-cerita dalam buku ini melalui momen historis Reformasi 1998, rangkaian peristiwa yang menjadi penanda peralihan zaman. Susastra menjadi dunia alternatif dari realitas faktual, tetapi realitas faktual tak terhindarkan keberadaannya dalam ruang imajinasi. Jika hubungan susastra, politik, dan sejarah perlu diperiksa, Iblis Tidak Pernah Mati menawarkan perbincangan yang selalu kontekstual.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/books/iblis-tidak-pernah-mati/">Iblis Tidak Pernah Mati</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/books/iblis-tidak-pernah-mati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Haji Murad</title>
		<link>https://whathefan.com/books/haji-murad/</link>
					<comments>https://whathefan.com/books/haji-murad/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2025 08:42:19 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?post_type=books&#038;p=8290</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manusia telah menaklukkan segalanya ,tetapi yang satu ini tetap tidak mau tunduk.Haji Murad, pejuang Muslim dari Pegunungan Kaukasus yang karismatik dan disegani Kekaisaran Rusia, terperangkap di antara dua despot yang tengah berperang: Kaisar Nicholas I dan Imam Syamil. Namun, kemudian dia bergabung dengan Rusia, berharap dapat menghancurkan Syamil yang memburu Haji Murad dan menyandera keluarganya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/books/haji-murad/">Haji Murad</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia telah menaklukkan segalanya ,tetapi yang satu ini tetap tidak mau tunduk.Haji Murad, pejuang Muslim dari Pegunungan Kaukasus yang karismatik dan disegani Kekaisaran Rusia, terperangkap di antara dua despot yang tengah berperang: Kaisar Nicholas I dan Imam Syamil. Namun, kemudian dia bergabung dengan Rusia, berharap dapat menghancurkan Syamil yang memburu Haji Murad dan menyandera keluarganya. Di tengah negosiasi alot untuk membebaskan keluarganya, Haji Murad menempuh jalan lain. Dia mesti menuntaskan perjuangannya meski harus mempertaruhkan segalanya, termasuk nyawanya.Leo Tolstoy, raksasa sastra Rusia, menulis kisah epik ini di akhir masa hidupnya. Haji Murad baru terbit setelah Tolstoy wafat pada 1912. Dengan pengisahannya yang memikat mengingatkan kita pada novel-novel awalnya seperti War and Peace dan Anna Karenina, Haji Murad sebagaimana yang diungkapkan kritikus sastra, Harold Bloom, merupakan cerita terbaik di dunia hingga mengukuhkan Leo Tolstoy sebagai yang termasyhur dari semua novelis.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/books/haji-murad/">Haji Murad</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/books/haji-murad/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Welcome To The Hyunam-Dong Bookshop</title>
		<link>https://whathefan.com/books/welcome-to-the-hyunam-dong-bookshop/</link>
					<comments>https://whathefan.com/books/welcome-to-the-hyunam-dong-bookshop/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2025 08:37:49 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?post_type=books&#038;p=8288</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Kisah orang-orang yang berjuang untuk menjalin hubungan baru dan menyembuhkan diri melalui buku dan toko buku terungkap secara mendalam.” Toko buku di lingkungan biasa, yang berdiri di antara rumah-rumah di mana tidak banyak orang datang dan pergi. Inilah toko buku di Hyunam-dong! Selama beberapa bulan pertama, pemilik toko buku, Young-joo, yang wajahnya tidak menunjukkan antusiasme, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/books/welcome-to-the-hyunam-dong-bookshop/">Welcome To The Hyunam-Dong Bookshop</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kisah orang-orang yang berjuang untuk menjalin hubungan baru dan menyembuhkan diri melalui buku dan toko buku terungkap secara mendalam.” Toko buku di lingkungan biasa, yang berdiri di antara rumah-rumah di mana tidak banyak orang datang dan pergi. Inilah toko buku di Hyunam-dong! Selama beberapa bulan pertama, pemilik toko buku, Young-joo, yang wajahnya tidak menunjukkan antusiasme, seperti seseorang yang selalu larut dalam kesedihan, duduk diam dan membaca buku seolah-olah dia adalah seorang pelanggan. Da menghabiskan setiap hari di toko buku dengan perasaan seperti mendapatkan kembali hal-hal yang hilang satu per satu. Perasaan lelah dan hampa dalam batin perlahan menghilang. Sejak saat itu, toko buku di Hyunam-dong menjadi tempat yang benar-benar baru. Ruang tempat orang berkumpul, berbagai emosi berkumpul, dan cerita tiap individu. Prolog: Seorang pelanggan datang tanpa mengetahui jam buka toko buku yang sebenarnya dan dia hanya berkeliling di luar toko buku. Kemudian dia membungkuk sambil mengintip ke dalam toko buku. Yeong-ju langsung mengenali pelanggan yang selalu mampir sepulang kerja dengan setelan jas setiap dua atau tiga kali seminggu itu. “Halo.” Pria itu dikejutkan oleh suara yang terdengar tiba-tiba dan menoleh untuk melihat Yeong-ju. Pria itu mengenali Yeong-ju dan buru-buru menurunkan tangannya, kemudian menegakkan punggungnya sambil tersenyum malu. “Aku biasa datang di malam hari. Ini pertama kalinya aku datang di jam segini.” Yeong-ju hanya tersenyum tanpa berkata apa pun dan pria itu berkata. “Aku benar-benar iri denganmu yang bekerja di siang hari.&#8221;</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/books/welcome-to-the-hyunam-dong-bookshop/">Welcome To The Hyunam-Dong Bookshop</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/books/welcome-to-the-hyunam-dong-bookshop/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sang Alkemis (The Alchemist)</title>
		<link>https://whathefan.com/books/sang-alkemis-the-alchemist/</link>
					<comments>https://whathefan.com/books/sang-alkemis-the-alchemist/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2025 08:33:22 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?post_type=books&#038;p=8286</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap beberapa puluh tahun, muncul sebuah buku yang mengubah hidup para pembacanya selamanya. Novel Paulo Coelho yang memikat ini telah memberikan inspirasi bagi jutaan orang di seluruh dunia. Kisah yang sangat sederhana, namun menyimpan kebijaksanaan penuh makna, tentang anak gembala bernama Santiago yang berkelana dari rumahnya di Spanyol ke padang pasir Mesir untuk mencari harta [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/books/sang-alkemis-the-alchemist/">Sang Alkemis (The Alchemist)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap beberapa puluh tahun, muncul sebuah buku yang mengubah hidup para pembacanya selamanya. Novel Paulo Coelho yang memikat ini telah memberikan inspirasi bagi jutaan orang di seluruh dunia. Kisah yang sangat sederhana, namun menyimpan kebijaksanaan penuh makna, tentang anak gembala bernama Santiago yang berkelana dari rumahnya di Spanyol ke padang pasir Mesir untuk mencari harta karun terpendam di Piramida-Piramida. Di perjalanan dia bertemu seorang perempuan Gipsi, seorang lelaki yang mengaku dirinya Raja, dan seorang alkemis––semuanya menunjukkan jalan kepada Santiago untuk menuju harta karunnya. Tak ada yang tahu isi harta karun itu, atau apakah Santiago akan berhasil mengatasi rintangan-rintangan sepanjang jalan. Namun perjalanan yang semula bertujuan untuk menemukan harta duniawi berubah menjadi penemuan harta di dalam diri. Kaya, menggugah, dan sangat manusiawi, kisah Santiago menunjukkan kekuatan mimpi-mimpi dan pentingnya mendengarkan suara hati kita.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/books/sang-alkemis-the-alchemist/">Sang Alkemis (The Alchemist)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/books/sang-alkemis-the-alchemist/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Toko Kelontong Namiya</title>
		<link>https://whathefan.com/books/keajaiban-toko-kelontong-namiya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/books/keajaiban-toko-kelontong-namiya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2025 08:21:41 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?post_type=books&#038;p=8278</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika tiga pemuda berandal bersembunyi di toko kelontong tak berpenghuni setelah melakukan pencurian, sepucuk surat misterius mendadak diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat. Surat yang berisi permintaan saran. Sungguh aneh. Namun, surat aneh itu ternyata membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu, menggantikan peran kakek pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memberikan nasihat tulus [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/books/keajaiban-toko-kelontong-namiya/">Keajaiban Toko Kelontong Namiya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika tiga pemuda berandal bersembunyi di toko kelontong tak berpenghuni setelah melakukan pencurian, sepucuk surat misterius mendadak diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat. Surat yang berisi permintaan saran. Sungguh aneh. Namun, surat aneh itu ternyata membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu, menggantikan peran kakek pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memberikan nasihat tulus kepada orang-orang yang meminta bantuan. Hanya untuk satu malam. Dan saat fajar menjelang, hidup ketiga sahabat itu tidak akan pernah sama lagi&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/books/keajaiban-toko-kelontong-namiya/">Keajaiban Toko Kelontong Namiya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/books/keajaiban-toko-kelontong-namiya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
