Setelah Membaca Hidup Apa Adanya

Ketika membeli sebuah buku, Penulis biasanya akan mencari yang padat akan tulisan. Penulis sama sekali tidak tertarik dengan buku yang didominasi oleh gambar dan tulisan-tulisan fancy.

Cerita berubah ketika Penulis menemukan buku Hidup Apa Adanya yang ditulis oleh Kim Suhyun, walau bukunya memang lebih berisi dibandingkan, katakanlah, buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Buku ini menganggap dirinya sebagai sebuah kumpulan to-do-list yang harus kita lakukan dalam menghadapi dunia yang makin keras ini. Dengan tema self-care yang diangkat, ternyata buku ini sangat related dengan kehidupan kita.

Apa Isi Buku Ini?

Meskipun terlihat sedikit tebal, kita bisa menghabiskan buku ini secara cepat karena isinya yang tidak terlalu padat. Buku ini dibagi menjadi enam bagian utama. yakni:

  • Agar bisa hidup dengan menghormati diri sendiri
  • Agar bisa hidup sebagai diriku sendiri
  • Agar tidak tenggelam dalam rasa cemas
  • Agar bisa hidup bersama dengan yang lainnya
  • Untuk dunia yang lebih baik
  • Untuk kehidupan yang lebih berarti dan juga lebih baik

Bisa dilihat dari judul-judul bagiannya, buku ini berusaha membahas berbagai permasalahan yang kerap melanda generasi milenial. Setiap bagian terdiri dari beberapa subbagian yang terkadang hanya terdiri dari dua halaman.

Bagian pertama mengajak kita untuk lebih mencintai diri sendiri tanpa perlu memedulikan perkataan orang lain. Di zaman dengan social pressure yang begitu tinggi seperti sekarang, kita sering melupakan hal-hal fundamental.

Ada beberapa tips yang diberikan oleh Kim, seperti menghapus berbagai angka dalam kehidupan dan tidak terpengaruh perkataan orang lain.

Bagian kedua mengajak kita untuk menjadi diri sendiri tanpa terpengaruh orang lain. Kita jangan sampai tunduk begitu saja pada anggapan umum atau standar masyarakat pada umumnya.

Bagian ketiga membahas mengenai rasa insecure yang kerap melanda kita yang masih muda ini. Dengan tingginya intesitas kita bermain media sosial, secara tidak langsung kita akan membandingkan diri kita dengan orang lain.

Padahal, kebanyakan orang hanya akan memposting sisi bahagia mereka atau justru hanya sekadar pencitraan semata. Kita tidak benar-benar tahu bagaimana kehidupan orang lain.

Bagian empat membahas bagaimana kita hidup bersosial dengan lebih baik di masyarakat. Bagian lima membahas bagaimana kita harus menghadapi dunia ini dan bagian enam memberi beberapa tips agar kehidupan yang kita jalani menjadi lebih baik.

Setelah Membaca Buku Hidup Apa Adanya

Isi dari buku ini merupakan hasil pemikiran dari Kim Suhyun atas kehidupannya sendiri. Ia sering berpikir buruk tentang dirinya sendiri, sesuatu yang mungkin juga sering kita lakukan.

Ia pun berusaha menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan hasilnya adalah buku ini. Penulis menganggap buku ini sebagai buku motivasi dengan gaya yang berbeda.

Buku ini mengajak kita untuk menikmati hidup ini apa adanya agar kita bisa bahagia dengan mudah. Bagi orang-orang yang kerap merasa insecure, buku ini hadir sebagai pelipur lara.

Sang penulis buku ini hanyalah seorang biasa yang menjalani rutinitas hidupnya seperti manusia kebanyakan (setidaknya itu yang terlihat dari buku ini).

Oleh karena itu, buku ini terasa amat dekat dan related dengan kehidupan kita yang biasa-biasa ini. Apalagi, bahasa yang digunakan juga bahasa sehari-hari yang ringan dan mudah dicerna.

Salah satu poin yang kerap dibahas di buku ini adalah tidak memedulikan pendapat atau penilaian orang lain yang judgemental. Kita tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang, jadi jangan terlalu terpengaruh dengan kata orang lain.

Pikiran Penulis menjadi menjadi lebih terbuka tentang bagaimana menikmati hidup, menjadi diri sendiri, hingga menerima keadaan yang sedang dijalani.

Direkomendasikan untuk semua orang yang kerap merasa insecure terhadap dunia yang makin kejam.

Nilainya: 4.4/5.0

 

 

Kebayoran Lama, 8 Maret 2020, terinspirasi setelah membaca buku Hidup Apa Adanya karya Kim Suhyun