<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Jul 2026 08:29:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Saya Habis Kena Tipu, Waspadai Modus Ini</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/saya-habis-kena-tipu-waspadai-modus-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/saya-habis-kena-tipu-waspadai-modus-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 08:27:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[JNE]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[scam]]></category>
		<category><![CDATA[Tokopedia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8755</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejujurnya, Penulis merasa malu ketika menuliskan tulisan ini. Bagi Penulis, ini adalah pengalaman yang memalukan dan seharusnya bisa Penulis hindari. Apalagi, selama ini Penulis dengan angkuhnya merasa tidak mungkin kena penipuan. Namun, setelah dipertimbangkan, ada baiknya Penulis membagikan hal ini agar yang lain tidak menjadi korban seperti Penulis (walau kerugiannya memang tidak seberapa). Ini juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-habis-kena-tipu-waspadai-modus-ini/">Saya Habis Kena Tipu, Waspadai Modus Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sejujurnya, Penulis merasa malu ketika menuliskan tulisan ini. Bagi Penulis, ini adalah <strong>pengalaman yang memalukan </strong>dan seharusnya bisa Penulis hindari. Apalagi, selama ini Penulis dengan angkuhnya merasa tidak mungkin kena penipuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, setelah dipertimbangkan, ada baiknya Penulis membagikan hal ini <strong>agar yang lain tidak menjadi korban</strong> seperti Penulis (walau kerugiannya memang tidak seberapa). Ini juga sebagai pengingat bagi Penulis bahwa <strong>jangan merasa kita pasti tidak akan kena kasus penipuan</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Penulis akan bercerita tentang kronologi kejadiannya selengkap mungkin, sekaligus memberi tanda-tanda mulai mana penipuan bisa dideteksi. Semoga kisah yang memalukan ini bisa menjadi pelajaran bersama.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/setelah-menonton-tfatws-bagian-2-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/setelah-menonton-tfatws-bagian-2-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/setelah-menonton-tfatws-bagian-2-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/setelah-menonton-tfatws-bagian-2-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/setelah-menonton-tfatws-bagian-2-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton The Falcon and the Winter Soldier (Bagian 2)" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-the-falcon-and-the-winter-soldier-bagian-2/">Setelah Menonton The Falcon and the Winter Soldier (Bagian 2)</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Berawal dari Pembelian di Tokopedia</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kejadian penipuan yang Penulis alami terjadi pada hari Jumat, 12 Juni 2026, atau sekitar satu bulan yang lalu. Pada hari itu, sekitar siangnya, kebetulan Penulis membelikan <em>casing </em>untuk <em>smartwatch </em>Huawei milik ayah Penulis karena dimintai tolong melalui Tokopedia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, tiba-tiba malamnya sekitar jam 10, ketika Penulis masih bekerja, tiba-tiba ada pesan WhatsApp masuk. Pesan tersebut mengatasnamakan dari pihak ekspedisi. Kebetulan, waktu itu paket Penulis dikirim oleh JNE.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inti dari pesan tersebut adalah <strong>ada kesalahan pengiriman</strong>, sehingga paket Penulis <em>nyasar </em>ke orang lain. Oleh karena itu, sang penipu mengatakan akan mengganti rugi barang yang salah kirim tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis pun diberi semacam <em>link </em>yang jelas alamatnya tidak jelas. Mengingat nomornya tidak dikenal, harusnya Penulis sudah langsung curiga, bukan? Harusnya begitu, tapi entah mengapa Penulis lengah malam itu dan mengeklik <em>link</em> tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, penulis lengah karena waktu itu sudah malam dan fokus Penulis sudah menurun. Namun, ada satu hal lagi yang membuat Penulis sempat percaya: <strong>pesan WhatsApp tersebut mencantumkan nomor resi paket Penulis beserta nama Penulis secara lengkap</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembali ke <em>link</em>. Jadi, setelah mengeklik <em>link </em>yang diberikan, Penulis melihat semacam halaman yang sangat mirip dengan halaman Tokopedia. Sebenarnya, <strong>beberapa kali <em>link </em>tersebut <em>error </em></strong>dan<strong> memunculkan pesan Malware</strong>. Bodohnya, Penulis mengabaikan peringatan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis pun memasukkan nomor telepon dan PIN Tokopedia-nya di laman tersebut. Lalu, muncullah SMS masuk dari Tokopedia yang memberikan kode OTP (One-Time Password). Setelah sempat beberapa kali lamannya <em>error,</em> <strong>Penulis pun memasukkan kode OTP di laman tersebut</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#930b0f" class="has-inline-color">Di sinilah kebodohan terbesar Penulis, bahkan ketika menuliskan paragraf di atas, rasa malu tiba-tiba muncul begitu hebatnya hingga dada terasa sesak.</mark></em> </p>



<h2 class="wp-block-heading">Berlanjut ke Barcode BCA</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Singkat cerita, intinya laman tersebut berkali-kali <em>error</em>, sehingga pihak penipu mengatakan akan <strong>melanjutkan proses melalui transfer via bank</strong>, bahkan sampai menelepon Penulis. Nah, di sini kecurigaan Penulis mulai muncul kalau ini benar-benar penipu dan secara sadar ingin mengerjai balik. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sang penipu <strong>mengirimkan sebuah kode <em>barcode </em>yang katanya akan mengirimkan uang sejumlah nominal pembelian </strong>Penulis. Ketika ditanya Penulis menggunakan bank apa, Penulis menjawab BCA karena tahu kalau di rekening tersebut hampir tidak ada uangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percobaan pertama, <em>barcode </em>tersebut <em>error</em>, sehingga dikirimlah kode yang baru. Bedanya, kode yang baru ini jelas-jelas<strong> memperlihatkan nominal sekitar Rp9 juta</strong>, yang tentunya kita yang melakukan <em>scan</em>-lah yang melakukan pembayaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, sang penipu mengatakan bahwa itu adalah <strong>jumlah saldo yang mereka miliki</strong>, dan Penulis diminta secara jujur untuk mentransfer hanya sejumlah pembelian Penulis. Tentu ironi, bagaimana <strong>seorang penipu berharap yang ditipu bisa jujur!</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau begitu, Penulis pura-pura terjebak dalam permainannya. Penulis pura-pura tidak tahu kalau kita tidak bisa menerima uang dengan melakukan <em>scan</em>. Penulis pun melakukan <em>scan</em> <em>barcode </em>tersebut hingga memasukkan <em>password </em>di dalam aplikasi mBCA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, apa yang terjadi? Tentu saja muncul notifikasi <strong>SALDO ANDA TIDAK CUKUP! </strong>Notifikasi tersebut Penulis bacakan kepada sang penipu, lalu ia mulai berkelit ini-itu yang intinya mau kirim <em>barcode </em>baru karena yang itu <em>error</em>. Penulis yang merasa cukup pun langsung mematikan telepon tersebut dan memblokir nomor sang penipu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kerugian yang Penulis Alami</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah sampai di situ? Ternyata tidak. Ingat kode OTP yang Penulis masukkan ke <em>link </em>di atas? Penulis baru sadar ketika menelepon <em>bestie </em>Penulis tentang kejadian tersebut, bahwa <strong>akun dan PIN Penulis digunakan untuk <em>login </em>di HP-nya</strong> dan <strong>memasukkan kode OTP</strong> yang Penulis masukkan di <em>link </em>tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, secara garis besar, <em>link </em>yang mereka kirimkan digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai nomor telepon dan PIN ke dalam <em>database </em>mereka, lalu mereka <em>login </em>menggunakan perangkat mereka sendiri menggunakan kode OTP yang Penulis masukkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika Penulis mengecek emailnya (yang sebenarnya memang jarang dicek), ternyata memang ada notifikasi kalau ada<strong> perangkat Android yang mencoba masuk ke akun Tokopedia </strong>Penulis. Sayangnya, Penulis tidak memperhatikan waktu itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untungnya, Penulis tidak menautkan segala jenis Paylater dan lain-lain, hanya ada GoPay. Lumayan, waktu itu tiba-tiba ada pembelian pulsa 50 ribu untuk nomor Axis sebanyak tiga kali, sehingga total kerugian yang Penulis derita adalah sekitar <strong>Rp150 ribu</strong>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, karena Penulis membuat laporan resmi ke pihak Tokopedia, <strong>akun Penulis di Tokopedia pun dinonaktifkan</strong> demi keamanan. Penulis sudah mengganti semua PIN (bahkan termasuk PIN aplikasi mBCA dan <em>password</em> email), tapi ternyata pembekuan akun tetap dibutuhkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga kini, Penulis masih kehilangan akun Tokopedia-nya, karena proses pengembalian akun membutuhkan banyak dokumen penting. Mengingat Penulis baru saja ditipu, ada sedikit trauma sehingga memutuskan untuk membiarkan saja akun Tokopedia-nya tidak bisa digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fakta menarik tambahannya, setelah kejadian tersebut, ada <strong>tiga nomor lain dengan menggunakan modus serupa yang mengirimi pesan WhatsApp</strong> ke Penulis. Karena sudah merasa cukup dengan pengalaman yang sudah dialami, Penulis pun langsung memblokir semuanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah kronologi kejadian bagaimana Penulis, yang selama ini merasa tidak bakal bisa kena tipu, ternyata bisa kena tipu. Dua hal yang meyakinkan Penulis, yakni <strong>nomor resi </strong>dan <strong>UI ala Tokopedia</strong>, ternyata bisa menurunkan kewaspadaan Penulis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis bahkan harusnya masih bisa bersyukur, karena kehilangan uang dalam nominal yang tidak terlalu besar plus akun Tokopedia-nya. Anggap saja akunnya hilang agar tidak impulsif belanja <em>online</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga tulisan di atas bisa menjadi pelajaran dan jangan sampai ada lagi yang tertipu seperti Penulis. Cukup Penulis saja yang mengalami penipuan dengan modus tersebut.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 12 Juli 2026, terinspirasi karena ingin membagikan pengalamannya kena tipu</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-habis-kena-tipu-waspadai-modus-ini/">Saya Habis Kena Tipu, Waspadai Modus Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/saya-habis-kena-tipu-waspadai-modus-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton Supergirl</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-supergirl/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-supergirl/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 01:29:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[DC]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[supergirl]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8745</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bulan Juni hingga Juli akan menjadi waktu-waktu di mana Penulis akan sering ke bioskop. Pasalnya, ada tiga film yang masuk ke dalam daftar tonton Penulis tahun ini, mulai dari Supergirl (24 Juni), The Odyssey (15 Juli), dan Spider-Man: Brand New Day (29 Juli). Nah, meskipun agak telat menulis artikel ulasannya, Penulis sebenarnya telah menonton film [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-supergirl/">[REVIEW] Setelah Menonton Supergirl</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Bulan Juni hingga Juli akan menjadi waktu-waktu di mana Penulis akan sering ke bioskop. Pasalnya, ada tiga film yang masuk ke dalam daftar tonton Penulis tahun ini, mulai dari <em>Supergirl</em> (24 Juni), <em>The Odyssey</em> (15 Juli), dan<em> Spider-Man: Brand New Day </em>(29 Juli).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, meskipun agak telat menulis artikel ulasannya, Penulis sebenarnya telah menonton film <em>Supergirl </em>ketika <em>premiere</em>. Karakternya sendiri sudah sempat muncul sebentar di film <em>Superman </em>yang tayang pada tahun kemarin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah <em>Supergirl</em> berhasil menampilkan film minimal sebagus <em>Superman</em>, atau justru ini menjadi film <em>flop </em>pertama <a href="https://whathefan.com/filmserial/ketika-dc-comics-mengejar-marvel/">DC Studios</a> di bawah arahan James Gunn? Menurut Penulis, singkatnya, <em>this movie was not bad, but not good enough.</em></p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SPOILER ALERT!!!</mark></strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-11_12-17-41-1-300x166.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-11_12-17-41-1-300x166.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-11_12-17-41-1-768x426.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-11_12-17-41-1-1024x568.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-11_12-17-41-1-356x198.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-11_12-17-41-1.jpg 1274w " alt="Pengalaman Menjadi Volunteer Asian Games (Closing Ceremony)" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-menjadi-volunteer-asian-games-closing-ceremony/">Pengalaman Menjadi Volunteer Asian Games (Closing Ceremony)</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Film Supergirl</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Supergirl</em></li>



<li>Sutradara: Craig Gillespie</li>



<li>Cast: Milly Alcock, Eve Ridley, Jason Momoa, Matthias Schoenaerts, David Corenswet</li>



<li>Tanggal Rilis: 24 Juni 2026 (Indonesia)</li>



<li>Durasi: 108 Menit</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Cerita Supergirl?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8748" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Supergirl (<a href="https://www.cgmagonline.com/review/movie/supergirl-2026/">CGMagazine</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan judulnya, <em>Supergirl </em>berfokus pada kehidupan <strong>Kara Zor-El</strong> alias <strong>Supergirl</strong> (Milly Alcock) yang berbeda dengan sepupunya, <strong>Kal-El</strong> alias <strong>Superman</strong> (David Corenswet). Jika Superman bisa melihat kebaikan di setiap orang, ia melihat manusia &#8220;apa adanya&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika Superman hidupnya terkesan lurus, maka Supergirl terasa <em>chaos </em>dan berantakan. Bahkan, ia dengan sengaja pergi ke planet yang mataharinya merah agar dirinya bisa mabuk! Sebagai informasi, makhluk Kryptonian seperti mereka tidak bisa mabuk di planet dengan matahari kuning seperti Bumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nantinya, di pertengahan film akan dijelaskan mengenai perbedaan ini. Berbeda dengan Superman yang dikirim ke Bumi sejak kecil, Supergirl sempat tinggal di Argo City, sebuah kota &#8220;sempalan&#8221; dari planet Krypton yang meledak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, masa hidup kota tersebut tidak bisa bertahan lama karena ternyata mengandung kelemahan mereka semua, yakni Kriptonite. Alhasil, Kara dan anjingnya yang bernama Krypto pun dikirim ke Bumi untuk dititipkan ke Superman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Latar belakangnya yang seperti itulah yang membuat Supergirl terus mencari di mana &#8220;rumahnya&#8221; yang sebenarnya. Ia merasa Bumi tempat Superman tinggal bukan rumah sejatinya, sehingga ia pun kerap berkelana ke berbagai planet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, kebetulan ia sedang berada di sebuah planet saat perayaan ulang tahunnya yang ke-23. Di planet tersebut, kebetulan ada seorang penjahat bernama <strong>Krem of the Yellow Hills </strong>(Matthias Schoenaerts) yang membantai keluarga <strong>Ruthye Marye Knoll</strong> (Eve Ridley) karena alasan yang cukup konyol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ruthye pun punya misi balas dendam dan pergi ke bar untuk mencari orang yang bisa membantunya. Kebetulan (lagi), Supergirl sedang berada di bar tersebut. Walau sempat membantu Ruthye, Supergirl menolak untuk membantunya melakukan balas dendam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, pesawat milik Krem sempat diledakkan oleh keluarga Ruthye. Kebetulan (lagi), mereka menemukan pesawat milik Supergirl. Lebih parahnya lagi, Krem sempat menyuntikkan racun ke Krypto yang akan menewaskannya dalam waktu tiga hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Supergirl pun yang awalnya menolak permintaan Ruthye akhirnya mau tidak mau mencari Krem dan dimulailah petualangan mereka berdua. Oh iya, di film ini ada Jason Momoa sebagai Lobo, tapi jujur perannya tidak terlalu signifikan. Hal ini akan Penulis bahas di poin selanjutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Supergirl</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Semakin dipikirkan, Penulis semakin merasa kalau film ini benar-benar terasa kurang, apalagi jika dibandingkan dengan <em>Superman</em>. Selain terasa <em>fun</em>-nya, film ini begitu generik, penuh klise, <em>villain </em>yang kurang <em>memorable</em>, dan secara <em>overall </em>tidak istimewa. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Sisi Positif Film Supergirl</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8749" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ruthye (<a href="https://thedirect.com/article/james-gunn-hd-look-supergirl-sidekick-ruthye-marye-knoll">The Direct</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mari kita bicarakan dulu dari sisi positifnya. <strong><em>Vibe</em> film ini bagi Penulis mirip</strong> <strong>Borderlands </strong>(salah satu seri <em>game </em>favorit Penulis) yang <em>fun</em>, walau netizen mengatakan film ini perpaduan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-guardians-of-the-galaxy-vol-3/">Guardians of the Galaxy</a> </em>dan <em>Mad Max</em>. Oleh karena itu, Penulis bisa menikmati latar-latar tempatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penampilan para <em>cast</em>-nya tidak buruk, tapi juga tidak terlalu spesial. Penampilan Alcock yang &#8220;kuat di luar, tapi rapuh di dalam&#8221; patut diapresiasi. Schoenaerts sebagai <em>villain </em>yang agak sinting juga cukup menarik, walau memang (sekali lagi) kurang <em>memorable</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagian akhir film ini juga Penulis suka. Setelah menghentikan keinginan Ruthye untuk membunuh Krem, <strong>Supergirl mengotori tangannya sendiri untuk membunuhnya</strong>. Ini salah satu hal yang tidak klise di film ini sekaligus membedakan antara Superman dan Supergirl.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Sisi Negatif Film Supergirl</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8750" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Lobo (<a href="https://variety.com/2026/film/news/jason-momoa-lobo-first-look-supergirl-woman-of-tomorrow-1236639176/">Variety</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, sekarang masuk ke kekurangannya. Mungkin ada Pembaca yang <em>notice </em>bagaimana Penulis menuliskan banyak kata &#8220;kebetulan&#8221; di bagian sinopsis sebelumnya. Itu yang Penulis rasakan karena <strong>memang terlalu banyak kebetulan </strong>di film ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini mungkin bukan tipe film yang banjir <em>plot hole</em>, tapi memang dari sisi cerita seperti <strong>kurang eksplorasi</strong> dan <strong>banyak logika yang tidak masuk</strong>. Inti dari film ini memang sebenarnya tentang penerimaan diri, tapi konfliknya sesederhana mencari <em>antidote </em>untuk Krypto yang keracunan. Tidak lebih dari itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak adegan yang kadang membuat Penulis mengangkat alis. Ketika awal film misalnya, ketika keluarga Ruthye dibantai. Penyebabnya sederhana sekali, karena kakak Ruthye tiba-tiba mengagetkannya (ia pakai <em>headset</em> sehingga tak sadar rumahnya kedatangan tamu yang berbahaya), lalu tiba-tiba dibunuh oleh Krem karena itu!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena anaknya dibunuh, tentu orang tua Ruthye murka dan jadi menyerang Krem dan pasukannya. Tentu saja mereka kalah dengan mudah. Anehnya, Ruthye dibiarkan hidup, padahal <strong>kakaknya pun dibunuh karena alasan yang sepele</strong>!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, di film juga diceritakan kalau Krem dan pasukannya (disebut Brigands) mencari para perempuan untuk melanjutkan keturunan mereka yang terancam punah. Lantas,<strong> kenapa Ruthye tidak diculik</strong>? Memang dia baru remaja, tapi kalau melihat perempuan-perempuan yang mereka culik, rasanya beda usianya tidak terpaut jauh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika Supergirl datang ke markas Krem, ternyata planet tersebut mengorbit di dua matahari, yakni matahari hijau dan kuning. Artinya, Krem tahu kalau matahari hijau adalah kelemahan Kryptonian. Lantas, <strong>mengapa ia tidak mencari planet yang HANYA mengorbit matahari hijau saja</strong>? Pasti ada tata surya seperti itu di semesta DC, Penulis sangat yakin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu hal yang paling mengganggu Penulis bukanlah Ruthye yang terasa sebagai beban sepanjang film, melainkan <strong>keberadaan Lobo</strong>! Lagi-lagi, &#8220;kebetulan&#8221; orang yang ia incar merupakan pasukan dari Krem, sehingga bisa berada di satu tempat yang sama dengan Supergirl dan Ruthye.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, keberadaan Lobo di film ini seolah asal tempel. Seandainya tidak ada Lobo pun rasanya tidak banyak hal yang berubah. Kemunculannya menyelamatkan Supergirl di akhir film juga terasa memaksa, apalagi tiba-tiba ia bawa motornya ke tengah-tengah pasukan Brigands!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Skor: <mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#930b0f" class="has-inline-color">6/10</mark></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhir dari film ini juga memberikan petunjuk tentang film selanjutnya, yakni <em><strong>Superman: Man of Tomorrow </strong></em>yang dijadwalkan rilis tahun depan. Superman mengatakan bahwa ia membutuhkan bantuan Supergirl untuk menghadapi &#8220;musuh yang satu ini&#8221;. Semoga saja film ini bisa lebih baik!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 6 Juli 2026, terinspirasi setelah menonton <em>Supergirl</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-supergirl/">[REVIEW] Setelah Menonton Supergirl</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-supergirl/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Tanjung Verde di Piala Dunia 2026</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/keajaiban-tanjung-verde-di-piala-dunia-2026/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/keajaiban-tanjung-verde-di-piala-dunia-2026/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 11:56:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung Verde]]></category>
		<category><![CDATA[Vozinha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8736</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya, jujur Penulis paling tidak antusias dengan Piala Dunia 2026 (FIFA World Cup 2026). Pasalnya, Penulis menganggap salah satu tuan rumahnya, yakni Amerika Serikat, sangat problematik sejak sebelum turnamen dimulai. Oleh karena itu, Penulis benar-benar melewatkan semua pertandingan di babak grup, meskipun secara jam tayang sebenarnya sangat bisa. Penulis masih menonton highlight [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/keajaiban-tanjung-verde-di-piala-dunia-2026/">Keajaiban Tanjung Verde di Piala Dunia 2026</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya, jujur Penulis paling tidak antusias dengan <strong>Piala Dunia 2026 (FIFA World Cup 2026)</strong>. Pasalnya, Penulis menganggap salah satu tuan rumahnya, yakni <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/">Amerika Serikat</a>, sangat problematik sejak sebelum turnamen dimulai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Penulis benar-benar melewatkan semua pertandingan di babak grup, meskipun secara jam tayang sebenarnya sangat bisa. Penulis masih menonton <em>highlight </em>dan rutin mengecek skor, tapi tidak pernah benar-benar menonton pertandingannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis baru mulai menonton ketika babak 32 besar dimulai. Pertandingan pertama yang ditonton (itu pun baru mulai nonton babak kedua) adalah pertandingan Belanda melawan Maroko, yang berakhir dengan kemenangan Maroko setelah melalui adu penalti.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-banner.jpg 1200w " alt="Mengapa BTS Lagu “A Light That Never Comes” Begitu Saya Sukai" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/">Mengapa BTS Lagu “A Light That Never Comes” Begitu Saya Sukai</a></div></div></div><p></p>


<p class="wp-block-paragraph">Nah, pertandingan utuh yang Penulis tonton pertama kali adalah <strong>Argentina vs Tanjung Verde</strong>. Ini adalah pertandingan antara juara bertahan melawan debutan yang sepanjang babak grup berhasil membuat kejutan dengan menahan imbang Spanyol dan Uruguai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di atas kertas, jelas Argentina dengan <a href="https://whathefan.com/olahraga/ketika-messi-memporak-porandakan-amerika-serikat/">Lionel Messi</a> yang sedang <em>on fire</em> diunggulkan. Namun, siapa sangka kalau Tanjung Verde, negara kecil yang mungkin banyak orang yang baru mendengar namanya, berhasil menahan Argentina hingga menit-menit terakhir.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Negara Kecil yang Menyulitkan Juara Bertahan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/keajaiban-tanjung-verde-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8741" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/keajaiban-tanjung-verde-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/keajaiban-tanjung-verde-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/keajaiban-tanjung-verde-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/keajaiban-tanjung-verde-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Para Pemain Tanjung Verde (<a href="https://www.fifa.com/en/tournaments/mens/worldcup/canadamexicousa2026/articles/argentina-cabo-verde-match-report-highlights">FIFA</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Buat yang belum tahu, Tanjung Verde (disebut juga Cape Verde atau Cabo Verde) sebenarnya bukan negara yang berada di semenanjung seperti Malaysia, melainkan negara kepulauan. Di benderanya ada lambang 10 bintang, bukan? Itu melambangkan 10 pulau utama dari negara tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai perbandingan, luas wilayah daratan Tanjung Verde (4.033 km persegi) lebih kecil dari luas pulau Madura (5.379 km persegi) di Jawa Timur. Di antara semua peserta Piala Dunia 2026, mereka adalah negara terkecil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu dengan kecilnya wilayah negaranya, wajar kalau penduduknya pun sedikit, yakni sekitar 500-600 ribu orang. Argentina yang menjadi lawannya memiliki penduduk sekitar 46 juta jiwa. Bahkan, penduduk Kota Malang lebih banyak, yakni 891 ribu orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah mengapa perjalanan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 ini <strong>berhasil mendapatkan <em>respect </em>dan dukungan yang luar biasa besarnya</strong>. Sebagai debutan, mereka berhasil memperlihatkan <em>fighting spirit </em>yang begitu besar dan menolak untuk kalah begitu saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di pertandingan kemarin, Tanjung Verde berhasil bermain sebagai tim yang sangat solid dan tentu mengejutkan Argentina sebagai salah satu kandidat juara. <a href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Messi</a> memang berhasil mencetak gol terlebih dahulu, tapi Tanjung Verde berhasil menyamakan kedudukan lewat gol cantik dari sudut sempit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertandingan normal yang berjalan 90 menit berakhir dengan skor 1-1 dan memaksa Argentina lanjut ke babak tambahan. Ini juga berarti <strong>Tanjung Verde sama sekali belum pernah kalah di Piala Dunia dalam waktu normal</strong>, walau memang di satu sisi juga tidak pernah menang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, Argentina berubah jadi &#8220;mode Arsenal&#8221; karena dua golnya di babak tambahan ini berawal dari <em>corner kick</em>. Tanjung Verde sempat menyamakan kedudukan lewat gol cantik (kandidat kuat Goal of the Tournament) dari Sidny Lopes Cabral, tapi sayangnya masih belum cukup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanjung Verde boleh pulang dari turnamen ini. Namun, dunia sedang memberi <em>standing ovation </em>kepada mereka yang telah berjuang hingga detik terakhir turnamen. Perjalanan mereka akan menjadi salah satu kejadian yang akan diingat oleh publik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Vozinha sang Pahlawan Tanjung Verde</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/keajaiban-tanjung-verde-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8743" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/keajaiban-tanjung-verde-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/keajaiban-tanjung-verde-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/keajaiban-tanjung-verde-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/keajaiban-tanjung-verde-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Vozinha (<a href="https://www.justjared.com/2026/07/04/what-is-vozinhas-real-name-meaning-of-his-nickname-revealed-amid-2026-world-cup-fame/">Just Jared</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu nama yang paling mencuri perhatian dari Tanjung Verde adalah sang kiper, <strong>Josimar José Évora Dias </strong>atau lebih dikenal sebagai <strong>Vozinha</strong>. Ia menjadi salah satu pemain paling tua yang bermain di Piala Dunia 2026, karena usianya telah mencapai 40 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namanya langsung mencuat sejak pertandingan melawan Spanyol yang berakhir 0-0, di mana ia berhasil mencatatkan 7 <em>save</em>. Bayangkan, ia menjadi salah satu kiper tertua yang berhasil mencatatkan <em>clean sheet </em>di Piala Dunia, bersanding dengan nama legendaris seperti Peter Shilton dan Dino Zoff!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain melawan Spanyol, Vozinha juga berhasil mencatatkan <em>clean sheet </em>kala negaranya bersua dengan Arab Saudi. Artinya, penampilan gemilangnya memang bukan kebetulan, ia benar-benar kiper yang jago!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Permainan yang luar biasa kembali ia perlihatkan ketika menghadapi Argentina. Total, <strong>delapan penyelamatan gemilang berhasil ia catatkan</strong>. Beberapa kali ia harus berhadapan <em>1-on-1 </em>dengan <a href="https://whathefan.com/olahraga/balada-lionel-messi/">Messi</a> dan menepis beberapa tendangan berbahayanya!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia pun mendapatkan pujian dari semua kalangan, bahkan dari <em>fans </em>Argentina sekali pun. Vozinha bahkan dianggap sebagai pahlawan bagi negaranya. Jumlah <em>followers</em>-nya di Instagram pun meroket, dari sekitar 50 ribu hingga kini menjadi lebih dari 25 juta!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, usianya sudah tak lagi muda, sehingga bisa jadi ini akan menjadi Piala Dunia pertama sekaligus terakhirnya. Walau begitu, publik akan terus mengingatnya sebagai salah satu kiper dengan penampilan terbaik di Piala Dunia.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang harus diakui kalau salah satu hal yang menarik dari Piala Dunia adalah momen-momen keajaiban seperti yang dialami Tanjung Verde dan Vozinha ini. Dibandingkan turnamen atau liga lain yang lebih rutin, Piala Dunia seolah punya daya magisnya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa ya, menurut Penulis para pemain yang berlaga di Piala Dunia itu kerap terlihat bermain luar biasa karena bermain dengan bangsanya, bukan karena uang semata. Mereka memberikan segalanya demi mengharumkan nama negaranya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekali lagi, selamat atas perjuangan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 5 Juli 2026, terinspirasi setelah melihat perjuangan heroik timnas Tanjung Verde di Piala Dunia 2026</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/keajaiban-tanjung-verde-di-piala-dunia-2026/">Keajaiban Tanjung Verde di Piala Dunia 2026</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/keajaiban-tanjung-verde-di-piala-dunia-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Start with Why</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-start-with-why/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-start-with-why/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 02:56:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa]]></category>
		<category><![CDATA[self-improvement]]></category>
		<category><![CDATA[Simon Sinek]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8728</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika sedang bingung ingin membeli buku apa, Penulis biasanya mempertimbangkan genre apa yang sedang habis di rumah. Nah, salah satu yang kerap habis adalah buku-buku self-improvement, karena memang biasanya relatif mudah dicerna dan inspiratif. Mengingat buku self-improvement ada begitu banyak macamnya, tentu memilih salah satunya juga menjadi PR tersendiri. Kalau tidak memilih yang sedang Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-start-with-why/">[REVIEW] Setelah Membaca Start with Why</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ketika sedang bingung ingin membeli buku apa, Penulis biasanya mempertimbangkan genre apa yang sedang habis di rumah. Nah, salah satu yang kerap habis adalah <a href="https://whathefan.com/?s=self-improvement">buku-buku <em>self-improvement</em></a>, karena memang biasanya relatif mudah dicerna dan inspiratif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat buku <em>self-improvement </em>ada begitu banyak macamnya, tentu memilih salah satunya juga menjadi PR tersendiri. Kalau tidak memilih yang sedang Penulis rasa butuhkan, maka Penulis akan memilih yang populer dan banyak dibaca orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, ketika mengetahui buku <em><strong>Start with Why </strong></em>dari <strong>Simon Sinek </strong>merilis <strong>&#8220;Edisi 15 Tahun&#8221;</strong>, tentu Penulis jadi penasaran mengapa buku ini bertahan sekian lama di peredaran. Apakah isi bukunya memang sedahsyat itu?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/petrichor-300x193.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/petrichor-300x193.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/petrichor-768x494.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/petrichor-356x229.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/petrichor.jpg 770w " alt="Meresapi Patrikor" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/renungan/meresapi-patrikor/">Meresapi Patrikor</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku Start with Why</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Start with Why (Dengan Materi yang Diperbarui)</em></li>



<li>Penulis: Simon Sinek</li>



<li>Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</li>



<li>Cetakan: Ke-23</li>



<li>Tanggal Terbit: Oktober 2025</li>



<li>Tebal: 366 halaman</li>



<li>ISBN: 9786020628837</li>



<li>Harga: Rp100.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Start with Why</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari judulnya, sebenarnya kita bisa menerka kalau isi buku ini akan mengajak kita untuk mencari <strong>MENGAPA</strong> dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan memiliki MENGAPA yang jelas, kita akan lebih terdorong untuk melakukan sesuatu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara garis besar, buku ini dibagi menjadi lima bagian utama sebagai berikut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Bagian 1: Dunia yang Tidak Dimulai dengan Pertanyaan Mengapa</li>



<li>Bagian 2: Sudut Pandang Alternatif</li>



<li>Bagian 3: Pemimpin Butuh Pengikut</li>



<li>Bagian 4: Cara Menggalang Orang-Orang yang Percaya</li>



<li>Bagian 5: Tantangan Terbesar adalah Sukses</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti kebanyakan buku-buku <em>self-improvement </em>pada umumnya, buku ini juga <strong>diselipi oleh kisah inspiratif dari tokoh-tokoh hebat</strong>. Beberapa yang paling sering diulang adalah Steve Jobs dan Apple, Wright Bersaudara (penemu pesawat terbang), Southwest Airlines, hingga Martin Luther King Jr. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama-nama tokoh yang disebutkan di dalam buku ini diceritakan<strong> selalu memiliki MENGAPA yang jelas</strong>, baik dalam membuat produk hingga mengajak dan menginspirasi orang. Yang melekat pada mereka adalah MENGAPA mereka melakukannya, bukan APA yang dilakukannya. Ini dibahas panjang lebar di Bagian 3 dan 4.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu bagian yang bagi Penulis menarik ada di Bagian 2, Bab<strong> &#8220;Lingkaran Emas&#8221;</strong>. Di dalam bab tersebut, ada tiga lingkaran yang terdiri dari <strong>APA</strong> (lingkaran terluar), <strong>BAGAIMANA</strong> (lingkaran tengah), baru <strong>MENGAPA</strong> (lingkaran terdalam).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebanyakan orang akan berhenti di APA YANG DILAKUKAN, atau paling mentok di BAGAIMANA MELAKUKANNYA. Namun, orang-orang hebat akan selalu memiliki MENGAPA MELAKUKANNYA. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagian lain yang bagi Penulis menarik adalah bagian <strong>Manipulasi vs Inspirasi</strong>. Sederhananya, APA dan BAGAIMANA itu masih bagian dari memanipulasi orang lain, sedangkan MENGAPA sudah masuk ke bagian yang menginspirasi orang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Buku Start with Why</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai pengagum <a href="https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/">Steve Jobs dan Apple</a>, selalu menyenangkan rasanya ketika mereka digunakan sebagai contoh di buku <em>self-improvement</em>. Namun, tidak di buku ini, karena <strong>penggunaan mereka sebagai contoh benar-benar terlalu banyak!</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Hampir di setiap bab, mereka akan dijadikan contoh dalam setiap topik yang sedang dijelaskan. Dengan tebal buku yang mencapai 366 halaman, bisa dibilang contoh <em>public figure </em>atau perusahaan yang digunakan di buku ini kurang dari 10!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini tentu menjadi ironi, karena Sinek seolah menegaskan bahwa <strong>tak banyak kesuksesan karena benar-benar mengandalkan MENGAPA seperti katanya</strong>. Jika contohnya banyak, mengapa tidak dibuat contoh-contoh yang bervariasi?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Penulis merasa kalau buku ini adalah contoh dari apa yang pernah Coach Justin pernah katakan tentang buku-buku Amerika: <strong>inti bukunya satu, dijelasinnya ribuan kali</strong>. Itulah yang Penulis rasakan ketika membaca buku ini, terutama mulai dari bagian pertengahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat awal-awal membaca, Penulis masih bisa menikmati karena diberi <em>insight </em>mengapa MENGAPA itu sangat penting dalam berbagai aktivitas, entah itu di kerjaan maupun keseharian. Penulis akui penting untuk menemukan MENGAPA sebelum melakukan sesuatu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, makin ke belakang, Penulis merasa kalau <strong>isi bukunya hanya berputar-putar di hal yang sama</strong>. Hal ini diperparah dengan contoh yang digunakan juga hanya berputar-putar pada tokoh dan perusahaan yang itu-itu aja, seperti yang sudah Penulis singgung di atas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, sepanjang buku ini Sinek juga seolah <strong>ingin menekankan kalau ingin berhasil, harus punya MENGAPA</strong>. Kalau tidak, pasti akan gagal dengan menyebutkan beberapa contoh, seperti Walmart yang kehilangan MENGAPA-nya sejak meninggalnya sang <em>founder</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis jadi menangkap kalau teori yang ia paparkan menjadi bersifat mutlak, padahal belum tentu juga. Sinek juga terasa terlalu <strong>menyederhanakan penggunaan MENGAPA dalam perusahaan-perusahaan yang sukses</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contoh, Sinek mengatakan kalau orang-orang memilih Apple karena MENGAPA yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Padahal, tidak sesederhana itu. Bisa saja orang membeli produk Apple karena APA yang mereka jual, untuk <em>flexing</em>, dan lain sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, ada banyak sekali <strong>peluang kita tidak menggunakan MENGAPA ketika membeli sebuah produk atau memilih sebuah layanan</strong>. Mungkin kita punya MENGAPA kita memilih mereka, tapi kita kemungkinan tidak terlalu peduli dengan MENGAPA mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika buku ini hanya berfokus pada inti yang ingin disampaikan, mungkin sebenarnya tidak akan butuh lebih dari 100 halaman, bukan lebih dari 300 halaman. Penulis bahkan sudah tidak ingat mayoritas bagian di akhir buku, karena memang sudah terasa membosankan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejujurnya, Penulis tidak terlalu berani merekomendasikan buku ini kepada Pembaca, mengingat jumlah halamannya yang cukup tebal. Nantinya, waktu yang dihabiskan untuk membaca buku ini tidak terasa <em>worth it </em>dengan apa yang didapatkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: <strong>5/10</strong></mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seandainya saja isinya lebih <em>to the point</em>, dengan contoh yang lebih bervariasi, dan isi halaman yang lebih sedikit (yang otomatis membuat harganya lebih terjangkau), mungkin Penulis akan memberikan skor yang lebih tinggi lagi.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 16 Juni 2026, terinspirasi setelah membaca buku <em>Start with Why </em>karya Simon Sinek</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-start-with-why/">[REVIEW] Setelah Membaca Start with Why</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-start-with-why/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anomali Antonelli</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/anomali-antonelli/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/anomali-antonelli/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 16:34:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[kimi antonelli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8711</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika menonton GP Monako, ekspektasi Penulis selalu diturunkan mengingat balapan di sana relatif membosankan. Seringnya, urutan posisi pembalap akan tetap sama dengan posisi ketika start, kecuali ada insiden yang sebenarnya juga jarang terjadi. Untunglah ekspektasi tersebut telah Penulis turunkan, karena kita justru mendapatkan tontonan yang menarik dan chaos di Monako tahun ini! Kita seolah mendapatkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/anomali-antonelli/">Anomali Antonelli</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ketika menonton GP Monako, ekspektasi Penulis selalu diturunkan mengingat balapan di sana relatif membosankan. Seringnya, urutan posisi pembalap akan tetap sama dengan posisi ketika <em>start</em>, kecuali ada insiden yang sebenarnya juga jarang terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untunglah ekspektasi tersebut telah Penulis turunkan, karena kita justru mendapatkan tontonan yang menarik dan <em>chaos </em>di Monako tahun ini! Kita seolah mendapatkan segalanya, kecuali balapan itu sendiri! </p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari semua yang terjadi pada balapan pada hari Minggu (7/6) kemarin, Penulis ingin fokus ke satu &#8220;anomali&#8221; pada sosok <strong>Kimi Andrea Antonelli</strong>, yang kini berhasil mencatatkan lima kemenangan beruntun di musim 2026!</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/antarafoto-letusan-gunung-anak-krakatau-231218-pras-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/antarafoto-letusan-gunung-anak-krakatau-231218-pras-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/antarafoto-letusan-gunung-anak-krakatau-231218-pras-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/antarafoto-letusan-gunung-anak-krakatau-231218-pras-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/antarafoto-letusan-gunung-anak-krakatau-231218-pras-banner-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/antarafoto-letusan-gunung-anak-krakatau-231218-pras-banner.jpg 1280w " alt="Ketika Alam Sudah Berbicara&#8230;" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/renungan/ketika-alam-sudah-berbicara/">Ketika Alam Sudah Berbicara&#8230;</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Menjawab Segala Keraguan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8719" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Toto Wolff (Kiri) dan Antonelli (<a href="https://www.reuters.com/sports/formula1/wolff-hails-unbelievable-antonelli-new-prince-monaco-2026-06-07/">Reuters</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kimi Andrea Antonelli merupakan pembalap asal Italia kelahiran tahun 2006, jadi seumuran dengan <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/">Carmen</a> dan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-netizen-lompat-ke-kesimpulan-dan-merasa-pasti-benar/">Jiwoo</a> dari Hearts2Hearts. Ia menjalani musim debutnya bersama <strong>Mercedes</strong> pada tahun 2025 kemarin, menggantikan posisi Sir Lewis Hamilton yang hijrah ke Ferrari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Waktu itu, keputusan <strong>Toto Wolff</strong> selaku CEO dan Team Principal untuk mendebutkan Antonelli di Mercedes banyak dipertanyakan, mengingat usianya yang masih muda. Sebagai perbandingan, George Russell yang merupakan rekan setimnya &#8220;disekolahkan&#8221; dulu di William selama tiga tahun sebelum akhirnya menjadi pembalap Mercedes.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada yang menyebut kalau keputusan ini didasarkan adanya kekhawatiran kalau potensi Antonelli akan &#8220;menguap&#8221; jika harus bermain untuk tim lain dulu, seperti yang terjadi pada Russell yang terlalu lama menghabiskan waktu untuk William. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di musim debutnya, performa Antonelli bisa dibilang cukup solid, meskipun tidak langsung luar biasa. Di akhir musim, ia bertengger di posisi ke-7 dengan raihan 150 poin dan tiga kali podium. Tidak ada kemenangan di musim perdananya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika musim ini akan dimulai, Mercedes langsung menunjukkan kalau mereka menjadi tim yang berpotensi mendominasi musim 2026. Hal ini langsung terbukti dari balapan pertama GP Australia, di mana <a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-keseruan-musim-2026-setelah-gp-australia/">George Russell berhasil meraih kemenangan</a>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, setelah itu, angin seolah mengarah ke Antonelli karena ia terus memecahkan rekor baru di usianya yang belum genap 20 tahun! Kemenangan di GP Monako kemarin merupakan kemenangan lima kali beruntunnya di musim ini!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Daftar Rekor yang Dipecahkan Antonelli</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8720" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ketika Antonelli &#8220;Digendong&#8221; Senior-Seniornya (<a href="https://thepost.co.za/motoring/f1-grand-prix/2026-05-27-f1-canada-podium-hamilton-verstappen-and-antonelli-capture-the-changing-of-the-guard/">The Post</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di GP China, ia berhasil mencatatkan kemenangan perdananya di F1 dan <strong>menjadi yang termuda kedua sepanjang sejarah setelah Max Verstappen</strong>. Ia juga menjadi <strong>pembalap asal Italia termuda yang meraih Pole Position dan kemenangan di F1</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, ia kembali menang di GP Jepang. Kemenangan tersebut juga membawanya menjadi <strong>pemimpin klasemen termuda di F1</strong>, mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Hamilton. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Anomali berlanjut di GP Miami, ketika ia menjadi <strong>pembalap termuda yang meraih tiga <em>pole position </em>dan kemenangan secara berturut-turut</strong>. Ia juga menjadi <strong>pembalap pertama yang berhasil mengonversi tiga <em>pole position </em>pertamanya menjadi kemenangan</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rekor selanjutnya yang dipecahkan terjadi di GP Kanada, setelah ia menjadi <strong>pembalap termuda dengan memenangkan empat balapan F1</strong> dan mengalahkan rekor Verstappen. Rentetan kemenangan ini pun tetap berlanjut di GP Monako.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa rekor yang ia raih di GP Monako. Selain menjadi<strong> peraih Grand Slam termuda </strong>(dan pembalap kelima yang meraihnya), ia juga menjadi <strong>pembalap termuda yang berhasil menang di sana</strong> (sebelumnya dipegang oleh Hamilton). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak banyak pembalap yang berhasil mencatatkan lima kemenangan beruntun, apalagi berurutan sejak kemenangan perdananya. Kemenangan ini pun membuatnya semakin kokoh di puncak klasemen, meninggalkan rekan setimnya yang justru turun ke peringkat 3.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sekarang Mari Kita Bicarakan GP Monako</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8721" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/anomali-antonelli-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Insiden Leclerc (<a href="https://www.formula1.com/en/video/2026-monaco-grand-prix-home-hero-leclerc-crashes-out-on-the-safety-car-restart.1867350963693815853">Formula 1</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selain berbagai rekor &#8220;termuda&#8221; yang berhasil dipecahkan oleh Antonelli, masih banyak hal menarik yang terjadi sepanjang balapan GP Monako kemarin. Dari lap pertama saja, langsung ada insiden yang membuat Verstappen harus DNF sejak <em>start</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain Verstappen, total ada enam pembalap lain yang juga gagal finis. Mereka adalah Valteri Bottas (Cadillac), Oliver Bearman (Haas), Lando Norris (McLaren), Lance Stroll (Aston Martin), Charles Leclerc (Ferrari), dan Carlos Sainz (William).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin yang paling <em>nyesek </em>adalah Leclerc, mengingat sepanjang balapan ia berhasil mempertahankan posisi 3-nya. Sayangnya, masalah rem dan aspal di tikungan terakhir membuat <em>akamsi </em>yang satu ini harus gagal finis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah insiden yang dialami Leclerc, Red Flag pun dikibarkan untuk dilakukan investigasi dan artinya balapan pun mengalami <em>restart</em>. Sebelum Red Flag, sudah dua kali Yellow Flag dikibarkan. Ini menggambarkan betapa <em>chaos </em>balapan kemarin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal lain yang disorot adalah &#8220;hujan&#8221; penalti yang diberikan kepada para pembalap. Mayoritas penyebabnya adalah <em>speeding in the pit lane</em>. Salah satu yang paling <em>nyesek </em>terjadi pada Pierre Gasly dari Alpine, yang sempat merayakan ketika tahu ia finis di peringkat 3.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Russell juga bisa dibilang mengalami balapan yang menyebalkan. Keputusan tim yang kurang tepat ditambah penalti yang ia dapatkan membuat posisinya di klasemen disalip oleh Hamilton. Kini, ia tertinggal 68 poin dari Antonelli di puncak klasemen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Isack Hadjar juga patut diapresiasi di balapan kemarin. Meskipun mengalami berbagai masalah pada mobilnya, ia menolak menyerah dan berhasil meraih podium perdananya bersama Red Bull.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menarik untuk menanti seperti apa akhir dari musim ini. Apakah Antonelli mampu melanjutkan anomalinya? Apakah Russell mampu bangkit dan merebut gelar dari &#8220;juniornya&#8221; tersebut? Atau ada pembalap lain yang bisa memanfaatkan persaingan antarpembalap Mercedes?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 8 Juni 2026, setelah menonton &#8220;anomali: yang dilakukan oleh Antonelli di musim 2026</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/anomali-antonelli/">Anomali Antonelli</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/anomali-antonelli/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Teka-Teki Gambar Aneh</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-gambar-aneh/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-gambar-aneh/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 15:07:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[detektif]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Uketsu]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8703</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun tidak terlalu terkesan setelah membaca Teka-Teki Rumah Aneh, Penulis memutuskan untuk tetap membeli novel terbaru Uketsu. Kali ini, judulnya adalah Teka-Teki Gambar Aneh. Saat membaca ulasan sekilas yang beredar di media sosia, banyak yang menyebutkan kalau cerita di novel ini lebih gila dibandingkan novel yang pertama. Ekspektasi Penulis pun jadi meninggi, meskipun tetap menyiapkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-gambar-aneh/">[REVIEW] Setelah Membaca Teka-Teki Gambar Aneh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Meskipun tidak terlalu terkesan setelah membaca <em><a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-rumah-aneh/">Teka-Teki Rumah Aneh</a></em>, Penulis memutuskan untuk tetap membeli novel terbaru <strong>Uketsu</strong>. Kali ini, judulnya adalah <em><strong>Teka-Teki Gambar Aneh</strong>.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat membaca ulasan sekilas yang beredar di media sosia, banyak yang menyebutkan kalau cerita di novel ini lebih gila dibandingkan novel yang pertama. Ekspektasi Penulis pun jadi meninggi, meskipun tetap menyiapkan ruang untuk merasa kecewa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untungnya, setelah menamatkan novel ini dalam durasi yang relatif singkat, Penulis bisa mengatakan kalau <em>Teka-Teki Gambar Aneh </em>memang lebih gila dari <em>Teka-Teki Rumah Aneh</em>! Penulis akan jelaskan alasannya pada tulisan kali ini.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SPOILER ALERT!!!</mark></strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton Doctor Strange in the Multiverse of Madness" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Setelah Menonton Doctor Strange in the Multiverse of Madness</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku Teka-Teki Gambar Aneh</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Teka-Teki Gambar Aneh</em></li>



<li>Penulis: Uketsu</li>



<li>Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</li>



<li>Cetakan: Ke-2</li>



<li>Tanggal Terbit: Februari 2026 </li>



<li>Tebal: 312 halaman</li>



<li>ISBN: 9786020687209</li>



<li>Harga: Rp99.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Teka-Teki Gambar Aneh?</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan judulnya, kali ini kita akan disuguhi banyak gambar aneh yang jika dilihat sekilas tidak memiliki makna yang berarti. Memang, denah rumah bisa disebut sebagai &#8220;gambar&#8221; juga, tapi ini <em>literally </em>gambar berbagai macam hal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melansir dari sinopsis resminya, ada <strong>gambar yang dibuat seorang wanita hamil di internet</strong>, <strong>gambar yang dibuat seorang anak kecil sebagai hadiah Hari Ibu</strong>, dan<strong> gambar yang dibuat seorang korban pembunuhan di saat-saat terakhirnya</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cerita dibagi menjadi ke dalam empat bab, yang pada awalnya tidak terlihat seperti terhubung satu sama lain. Alurnya sendiri maju mundur, karena satu bab ke bab lainnya tidak linear dalam satu lini masa. Berikut adalah judul dari keempat bab di novel ini:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Gambar Wanita Berdiri Diterpa Angin</li>



<li>Gambar Kabut yang Menutupi Unit Mansion</li>



<li>Gambar Terakhir Guru Seni Rupa</li>



<li>Gambar Pohon Pelindung Burung Gelatik</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, setidaknya akan ada empat gambar berbeda yang akan menjadi pusat dari masing-masing cerita, karena masih ada gambar-gambar lainnya juga. Yang menggambar pun juga berbeda-beda, tapi tidak akan Penulis jelaskan di sini karena berpotensi <em>spoiler</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis telah sering mengatakan kalau format seperti ini adalah salah satu favoritnya, apalagi kalau keterhubungannya benar-benar tak terpikirkan. Nah, novel ini pun begitu, di mana tiap-tiap cerita memiliki karakter yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di cerita pertama misalnya, ceritanya berpusat pada karakter <strong>Sasaki</strong> dan <strong>Kurihara</strong> (orang yang sama di novel pertama), yang sama-sama merupakan anggota dari kelompok <em>occult</em>. Mereka berdua mendiskusikan sebuah blog yang terasa janggal bernama <strong>&#8220;Catatan Hati Nanashino Ren&#8221;</strong>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di blog tersebutlah mereka menemukan sekumpulan gambar aneh yang berusaha mereka pecahkan, apalagi jika membaca tulisan-tulisan pemilik blog. Total ada lima gambar yang terlihat tidak memiliki hubungan sama sekali di cerita pertama ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Fun Fact: Blog tersebut benar-benar ada! Pembaca bisa mengaksesnya di <a href="https://nanashinoren.blog.jp/"><strong>https://nanashinoren.blog.jp/</strong></a></mark></em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu di cerita kedua, <em>angle</em>-nya bergeser ke seorang anak bernama <strong>Yuta</strong> yang baru akan menginjak usia enam tahun. Di cerita ketiga, bergeser lagi ke kematian seorang guru seni rupa bernama <strong>Miura</strong>. Bisa dibayangkan, bukan, bagaimana cerita-cerita di buku ini seolah berdiri sendiri?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang bisa Penulis katakan adalah, gambar-gambar aneh di novel ini bukanlah sekadar gambar biasa. Gambar-gambar di sini adalah sebuah petunjuk, baik untuk mengetahui watak seseorang, pesan kematian, hingga petunjuk tentang adanya kasus pembunuhan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Teka-Teki Gambar Aneh</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis cukup terperangah setelah menamatkan novel ini.<strong> <em>Plot twist </em>yang dimiliki benar-benar mengejutkan </strong>dan sama sekali tak terpikirkan. Bahkan, Penulis bisa bilang kalau setiap bab memiliki <em>twist-</em>nya sendiri. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Keterhubungan antara empat bab di novel ini sebenarnya <strong>berpusat pada satu karakter</strong>, yang tidak akan Penulis ungkap di sini. Namun, kita tidak akan menyadarinya hingga akhir bab kedua, atau bahkan ketika akhir bab tiga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Begitu semuanya terungkap, kita baru menyadari betapa besarnya skema kriminal yang terjadi sepanjang novel ini. Tulisan dan gambar-gambar aneh di blog yang ditemukan Sasaki dan Kurihara ternyata hanya <em>tip of the iceberg</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, motif tiap pembunuhan yang terjadi di novel ini pun bukan karena dendam, harta, atau hal-hal yang kerap kita jumpai pada cerita-cerita detektif pada umumnya. Ketika motifnya terkuak di bab empat, kita akan sulit memercayainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, keberadaan pihak polisi baru muncul menjelang akhir cerita. Artinya, kejahatan yang dilakukan oleh pelaku berhasil ia sembunyikan dengan baik selama bertahun-tahun, walau pada akhirnya ada seseorang yang berhasil membongkar semuanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Pace </em>cerita di sini pun cukup cepat</strong>, apalagi jika mengingat ada empat cerita yang berbeda. Itulah yang membuat Penulis hanya membutuhkan waktu singkat untuk menamatkannya, karena selalu ada hal yang menimbulkan rasa penasaran. Mungkin juga karena terjemahan buku ini mudah untuk dicerna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis bersyukur bahwa <strong>konklusi dari novel ini tidak memiliki keterkaitan dengan dunia okultisme</strong>, seperti yang Penulis temukan di <em>Teka-Teki Rumah Aneh</em>. Penulis merasa cukup puas dengan penjelasan akhirnya yang lebih ke sisi psikologis yang <em>mindblowing</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika disuruh membicarakan kekurangannya, jujur Penulis kesulitan menemukannya. Penulis tidak menemukan <em>plot hole </em>atau hal ganjil yang membuat Penulis tidak puas dengan novel ini. Penulisannya rapi dan tertata, sehingga semua hal telah mendapatkan penjelasan yang cukup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, justru <strong>motif pelaku di novel ini menjadi tanda tanya besar bagi Penulis</strong>. Benarkah ada orang yang tega melakukan pembunuhan-pembunuhan dengan motif seperti itu? Apakah itu karena sang pelaku seorang psikopat yang sadis sekaligus <em>overprotective</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesimpulannya, Penulis menikmati novel ini dan merekomendasikannya kepada Pembaca yang menyukai kisah detektif yang di permukaan terlihat sederhana, tapi memiliki kerumitan di dalamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: <strong>9/10</strong></mark></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 6 Juni 2026, terinspirasi setelah membaca <em>Teka-Teki Gambar Aneh </em>karya Uketsu</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-gambar-aneh/">[REVIEW] Setelah Membaca Teka-Teki Gambar Aneh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-gambar-aneh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Sherlock Holmes Diolok-olok Detektif Lain</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 14:24:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[detektif]]></category>
		<category><![CDATA[Hercule Poirot]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Sherlock Holmes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8693</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seri Sherlock Holmes adalah cerita detektif pertama yang Penulis baca. Penulis pernah membahas tentang bagaimana awal mula bertemu Sherlock di tulisan lama, jadi Penulis tidak akan mengulangnya pada tulisan ini. Nah, belakangan ini, Penulis melakukan re-read cerita-cerita Sherlock Holmes dan juga Agatha Christie, yang terpicu dari sebuah diskusi dengan teman. Ketika dibaca ulang, metode Sherlock [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/">Ketika Sherlock Holmes Diolok-olok Detektif Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Seri Sherlock Holmes adalah cerita detektif pertama yang Penulis baca. <a href="https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/">Penulis pernah membahas tentang bagaimana awal mula bertemu Sherlock di tulisan lama</a>, jadi Penulis tidak akan mengulangnya pada tulisan ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, belakangan ini, Penulis melakukan <em>re-read </em>cerita-cerita Sherlock Holmes dan juga Agatha Christie, yang terpicu dari sebuah diskusi dengan teman. Ketika dibaca ulang, metode Sherlock yang terlihat keren kok jadi agak mengkhayal dan terlalu dipaksakan, hahaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Hercule Poirot di novel <em>The Big Four</em> (<em>Empat Besar</em>), yang kebetulan juga sedang Penulis baca lagi. Tak hanya itu, tokoh di novel <em>The Tokyo Zodiac Murders </em>juga membongkar kejanggalan dari metode Sherlock!</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/napoleon-300x175.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/napoleon-300x175.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/napoleon-356x207.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/napoleon.jpg 728w " alt="Kekalahan Terburuk Napoleon Bonaparte" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">Kekalahan Terburuk Napoleon Bonaparte</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Ketika Hercule Poirot Mengolok-olok Sherlock Holmes</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8696" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Hercule Poirot dalam Sebuah Adaptasi The Big Four (<a href="https://greatoldmovies.blogspot.com/2014/07/the-big-four.html">GREAT OLD MOVIES</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di antara 80 novel Agatha Christie yang Penulis miliki, <em><strong>The Big Four </strong></em>adalah salah satu favorit Penulis. Penulis masih ingat pertama kali membaca novel ini di perpustakaan Kota Malang sewaktu kuliah, tapi waktu itu Penulis tidak membacanya sampai tuntas sebelum akhirnya memilikinya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di novel ini, <strong>Hercule Poirot </strong>adalah bintang utamanya dan seperti biasa kita akan mengikuti petualangannya melalui kacamata sahabatnya, <strong>Arthur Hastings</strong> (seperti John Watson di seri Sherlock Holmes). Ada banyak kasus &#8220;mini&#8221; di novel ini, tapi semua terhubung ke organisasi The Big Four yang disebut menguasai dunia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, di halaman 9, ada bagian cerita yang menurut Penulis seperti &#8220;menyindir&#8221; metode yang dilakukan oleh Holmes. Waktu itu, Hastings menyebut bahwa Poirot selalu menolak metode yang umumnya dilakukan oleh detektif, seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Manusia berlagak seperti anjing pemburu</li>



<li>Memakai berbagai samaran hebat untuk mencari jejak penjahat</li>



<li>Berhenti pada setiap jejak untuk mengukurnya</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau Pembaca familier dengan cerita-cerita Sherlock Holmes atau pernah menonton adaptasi filmnya yang dibintangi oleh Robert Downey Jr., pasti memahami kalau poin-poin yang disebutkan di atas memang kerap dilakukannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;<em>Teratur, bermetode, ditambah dengan &#8216;sel-sel kecil kelabu&#8217;. Sambil duduk nyaman di rumah kita sendiri pun, kita bisa melihat hal-hal yang mungkin tak terlihat oleh orang lain, dan kita tidak mengambil kesimpulan terlalu cepat seperti Japp (polisi di cerita ini) yang jempolan itu,</em>&#8221; ungkap Poirot di novel ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ironisnya, <em>The Big Four </em>adalah novel Hercule Poirot yang paling &#8220;Sherlock Holmes&#8221; menurut Penulis. Jika Poirot biasanya hanya mengandalkan sel-sel kelabunya dan &#8220;kurang gerak&#8221;, di novel ini justru kita akan melihat berbagai aksinya ke sana kemari dalam membongkar kejahatan organisasi The Big Four.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ketika Tokoh di Novel The Tokyo Zodiac Murders Mengolok-olok Sherlock Holmes</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8697" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Novel The Tokyo Zodiac Murders (<a href="https://www.gramedia.com/products/pembunuhan-zodiak-tokyo-the-tokyo-zodiac-murders">Gramedia</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Serangan&#8221; Poirot kepada Holmes di novel <em>The Big Four </em>masih sopan dan tidak menyebut nama. Lain halnya dengan tokoh di novel <em>The Tokyo Zodiac Murders </em>yang baru saja Penulis tamatkan. Selain terang-terangan menyebut Holmes, metode dan ketidaklogisannya dibongkar total!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Novel ini mengambil sudut pandang orang kedua melalui mata <strong>Kazumi Ishioma</strong>, yang berusaha memecahkan misteri Pembunuhan Zodiak Tokyo yang terjadi sekitar 40 tahun lalu. Ia pun berdiskusi dengan temannya, <strong>Kiyoshi Mitarai</strong>, seorang astrolog sekaligus detektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, kejadian yang ingin Penulis bahas terjadi di halaman 168. Ceritanya, Kazumi merupakan penggemar Sherlock Holmes. Ketika progres mereka memecahkan misteri tersebut buntu, ia mengatakan kalau Holmes pasti bisa memecahkannya dengan mudah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mendengar hal tersebut, Kiyoshi langsung menyebut kalau detektif asal Inggris tersebut adalah &#8220;pembohong, barbar, dan pecandu kokain yang selalu keliru membedakan antara kenyataan dengan khayalan.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu Kazumi langsung panas mendengar idolanya dihujat seperti itu dan minta menjelaskan. Kiyoshi meminta Kazumi menyebutkan satu kasus favorit yang dipecahkan Holmes, dan dijawab kasus &#8220;Lilitan Bintik-Bintik&#8221; dari buku <em>The Adventure of Sherlock Holmes</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebetulan, Penulis juga baru membaca ulang cerita tersebut, sehingga langsung paham dengan apa yang akan dibahas oleh Kiyoshi. Menurutnya, jika pelaku dalam kasus tersebut menyimpan ular dalam brankas, harusnya ular tersebut mati kehabisan oksigen! Anehnya lagi, ular tersebut diberi semangkuk susu, padahal ular tidak minum susu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, metode pelaku yang memanggil ular dengan siulan juga janggal, karena ular tidak memiliki telinga! Karena hal tersebut, Kiyoshi menyebutkan bahwa antara Dokter Watson hanya mengarang cerita atau Holmes sedang berada di bawah pengaruh kokain ketika menceritakan hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemampuan Holmes dalam menebak berbagai macam hal hanya melalui pengamatan juga diolok-olok oleh Kiyoshi karena banyak yang tidak masuk akal jika dipikirkan ulang. Penyamaran Holmes menjadi berbagai macam wujud juga dianggap tidak realistis. </p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah Penulis marah karena detektif favoritnya diolok-olok oleh penulis lain? Tentu tidak, karena seperti yang sudah Penulis singgung di awal tulisan, Penulis juga merasakan hal yang sama ketika membaca ulang cerita-cerita Sherlock Holmes!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau begitu, Penulis tetap menyukai cerita-cerita Sherlock Holmes. Ketika menikmati sebuah cerita, sering kali kita memisahkannya dengan realita. Kalau terus dihubungkan dengan logika, keseruannya malah jadi berkurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sherlock Holmes telah menjadi bagian dari masa kecil dan remaja Penulis, sehingga sangat <em>memorable</em> dan tak tergantikan. Meskipun belakangan suka membaca <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-malice-catatan-pembunuhan-sang-novelis/">cerita-cerita detektif dari penulis Jepang</a> (termasuk <em>The Tokyo Zodiac Murders</em>), Sherlock akan selalu di hati.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 3 Juni 2026, terinspirasi setelah membaca dua novel detektif yang sama-sama &#8220;mengolok-olok&#8221; metode Sherlock Holmes</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/">Ketika Sherlock Holmes Diolok-olok Detektif Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game #33: King of Tokyo: Duel</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 13:26:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[duel]]></category>
		<category><![CDATA[King of Tokyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8684</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain membeli Splendor Duel sewaktu jalan-jalan ke Grand Indonesia (GI), Penulis juga membeli satu lagi board game bertema &#8220;duel&#8221; untuk dimainkan dua orang, yakni King of Tokyo: Duel. Sebenarnya, Penulis tidak berencana membelinya. Namun, karena terlihat menarik, Penulis memutuskan untuk membelinya sekalian. Penulis tidak punya King of Tokyo versi besarnya, tapi punya King of New [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel/">Koleksi Board Game #33: King of Tokyo: Duel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Selain membeli <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-32-splendor-duel/">Splendor Duel</a> sewaktu jalan-jalan ke Grand Indonesia (GI), Penulis juga membeli satu lagi <em>board game </em>bertema &#8220;duel&#8221; untuk dimainkan dua orang, yakni <strong>King of Tokyo: Duel</strong>. Sebenarnya, Penulis tidak berencana membelinya. Namun, karena terlihat menarik, Penulis memutuskan untuk membelinya sekalian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis tidak punya King of Tokyo versi besarnya, tapi punya <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-6-king-of-new-york/">King of New York</a> yang Penulis beli <em>second</em>. Jadi, mekanisme dasarnya pun Penulis sudah mengerti, meskipun di sini ada sedikit perbedaan yang mudah untuk dipelajari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dibandingkan dengan Splendor Duel yang lebih &#8220;damai&#8221; karena hanya rebutan <em>resource</em>, King of Tokyo: Duel jelas lebih rusuh dan memang harus saling senggol antarpemain. Apalagi, cara untuk menangnya ada beberapa cara!</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/20240101_201320_0000-300x169.png" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/20240101_201320_0000-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/20240101_201320_0000-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/20240101_201320_0000-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/20240101_201320_0000.png 1280w " alt="Ini adalah Tulisan Pertama Whathefan di Tahun 2024" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-tahun-2024/">Ini adalah Tulisan Pertama Whathefan di Tahun 2024</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game King of Tokyo: Duel</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: King of Tokyo Duel</li>



<li>Desainer: Richard Garfield</li>



<li>Publisher: IELLO</li>



<li>Tahun Rilis: 2024</li>



<li>Jumlah Pemain: 2 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 20 menit</li>



<li>Rating BGG: 7,1</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 2,08/5</li>



<li>Harga: Rp350.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain King of Tokyo: Duel</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="King Of Tokyo: DUEL - How To Play" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/wEEQa5-XSHU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="King Of Tokyo: DUEL - How To Play" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/wEEQa5-XSHU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="King of Tokyo DUEL -  How to Play in 7 minutes" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/QrFi8WfYKFE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8686" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><a href="https://boardgamegeek.com/image/8394704/king-of-tokyo-duel">Board Game Geek</a></figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat King of Tokyo: Duel memiliki cukup banyak komponen permainan, Penulis akan coba bahas satu per satu secara umum. Tidak terlalu mendetail, tapi cukup untuk mendapatkan gambaran bagaimana permainannya berjalan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Karakter-Karakter di King of Tokyo: Duel</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Permainan dimulai dengan memilih karakter yang akan digunakan. Tidak ada cara tertentu untuk menentukan siapa yang memilih karakter duluan. Total, ada 6 karakter yang bisa dipilih oleh pemain, dengan masing-masing memiliki kemampuan yang unik. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, ini salah satu hal yang membedakan King of Tokyo: Duel dengan versi orisinalnya, di mana karakternya tidak memiliki kemampuan spesial. Nyawa tiap karakter pun berbeda-beda. Keenam karakter yang bisa dipilih oleh pemain adalah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Gigazaur</strong> (Nyawa 14 | Kesulitan 1): Bisa menarik <em>marker </em>Fame maupun Destruction dengan menggunakan setidaknya dua dadu [!]</li>



<li><strong>Alienoid</strong> (Nyawa 14 | Kesulitan 1): Bisa menggunakan 2-3 dadu [!] untuk menjadi simbol dadu apa pun</li>



<li><strong>Space Penguin</strong> (Nyawa 13 | Kesulitan 2): Bisa menghasilkan token dadu untuk mendapatkan dadu tambahan untuk setiap dadu [!]</li>



<li><strong>Meka Dragon</strong> (Nyawa 12 | Kesulitan 2): Bisa mengalikan dadu Smash sebanyak jumlah dadu [!] yang muncul</li>



<li><strong>Cyber Kitty</strong> (Nyawa 13 | Kesulitan 3): Bisa menggunakan dadu [!] untuk mendapatkan <em>cube </em>untuk membeli kartu Power</li>



<li><strong>The King</strong> (Nyawa 15 | Kesulitan 3): Bisa menggunakan dua dadu [!] untuk meletakkan token Buzz yang akan menghambat pergerakan <em>marker </em>Fame maupun Destruction ke area lawan</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">Penjelasan Dadu King of Tokyo: Duel</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, mungkin Pembaca akan kebingungan membaca deskripsi kemampuan di atas, karena Penulis belum menjelaskan dadu yang digunakan di <em>board game </em>ini. Sama seperti versi orisinalnya, ada enam dadu utama yang digunakan tiap ronde, tapi mata dadunya sedikit berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut penjelasan untuk setiap mata dadunya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Smash</strong> (bergambar cakar): Mengurangi nyawa lawan (satu serangan per dadu Smash)</li>



<li><strong>Heal</strong> (bergambar hati): Menambah nyawa kita sendiri (satu <em>heal </em>per dadu Heal)</li>



<li><strong>Energy</strong> (bergambar petir): Memberi kita satu <em>cube </em>Power yang bisa digunakan untuk membeli kartu Power (satu <em>cube </em>per dadu Energy)</li>



<li><strong>Fame</strong> (bergambar bintang): Untuk setiap tiga dadu Fame, gerakkan <em>marker </em>Fame di papan permainan sebanyak satu <em>space</em> ke arah kita</li>



<li><strong>Destruction</strong> (bergambar gedung hancur): Untuk setiap tiga dadu Destruction, gerakkan <em>marker </em>Destruction di papan permainan sebanyak satu <em>space</em> ke arah kita</li>



<li><strong>Special Power</strong> (bergambar tanda seru [!]_: Mengaktifkan kemampuan spesial karakter, seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Peraturan mengocok dadu pun sama seperti versi orisinalnya, di mana pemain memiliki kesempatan untuk melakukan<em> reroll </em>hingga dua kali untuk mengganti mata dadu yang tidak diinginkan. Ada dua dadu tambahan, yang bisa digunakan jika mengaktifkan efek kartu atau karakter tertentu.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Penjelasan Kartu Power King of Tokyo: Duel</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sekarang Penulis akan membahas tentang kartu Power. Di King of New York yang Penulis miliki, salah satu kesulitan dalam membeli kartu adalah harganya yang mahal. Apalagi kalau mau membuang semua pilihan kartu yang ada, harus membuang dua <em>cube </em>Power.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mekanik tersebut sedikit diperbaiki di King of Tokyo: Duel. Pertama, jika tidak melakukan pembelian, kita otomatis mendapatkan satu tambahan <em>cube</em>. Kedua, kartu yang terletak di sebelah paling kanan (total 3 kartu yang bisa dibeli pemain) selalu lebih murah 1 <em>cube</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jenis kartunya pun masih sama, di mana dibagi menjadi <strong>Keep</strong> (aktif terus selama permainan berlangsung) dan <strong>Discard</strong> (hanya aktif sekali). Beberapa kartu memiliki simbol tertentu, yang akan mengaktifkan token untuk ditempatkan di papan permainan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Cara Menang di King of Tokyo: Duel</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Di King of New York, cara memenangkan permainan adalah dengan mengurangi semua nyawa pemain lain atau mencetak skor Fame hingga 20. Nah, kalau di King of Tokyo: Duel, ada tiga cara untuk menang, yakni:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Nyawa lawan mencapai angka 0</li>



<li>Kedua <em>marker </em>Fame maupun Destruction berada di Spotlight Zone kita (di papan akan ada bagian yang terlihat seperti disorot lampu)</li>



<li>Salah satu antara <em>marker </em>Fame maupun Destruction berada di <em>space </em>Victory kita (<em>space </em>paling dekat dengan kita)</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, pemain akan memulai permainan dengan memilih karakter, lalu mengocok dadu setiap giliran mereka, dengan kesempatan <em>reroll </em>hingga dua kali. Setelah itu, masing-masing akan mengandalkan strategi (dan tentunya keberuntungan) untuk bisa meraih kemenangan dengan salah satu cara di atas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain King of Tokyo: Duel</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8687" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><a href="https://boardgamegeek.com/image/8569429/king-of-tokyo-duel">Board Game Geek</a></figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa dibilang, King of Tokyo: Duel adalah <em>board game </em>yang mengusung <strong>mekanisme <em>tug-of-war </em>alias tarik tambang</strong>. Kedua pemain akan saling berusaha menarik <em>marker</em> untuk berada di wilayahnya, baik Fame maupun Destruction. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu, ada sentuhan keberuntungan lemparan dadu yang sudah jadi ciri khas waralaba ini. Meskipun ada kesempatan <em>reroll </em>hingga dua kali, tetap saja kita tidak selalu berhasil mendapatkan mata dadu yang kita butuhkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dibandingkan dengan King of New York maupun King of Tokyo versi aslinya, jelas King of Tokyo: Duel <strong>memiliki durasi bermain yang relatif cepat</strong>. Satu kali duel mungkin hanya butuh waktu 15 hingga 20 menit, sehingga pas dimainkan sembari menanti giliran main <em>EA Sports FC 26. </em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Adanya <em>cube </em>Power gratisan dan pengurangan <em>cost </em>membuat <strong>pembelian kartu Power lebih terjangkau</strong>. Walau begitu, bisa dibilang kartu-kartu ini tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan. Masalah serupa juga Penulis temukan di King of New York.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu hal yang sangat Penulis sukai dari King of Tokyo: Duel adalah<strong> karakternya yang masing-masing memiliki kemampuan unik</strong>. Apalagi, <em>skill </em>mereka juga cukup <em>overpowered </em>sehingga pemilihan karakter bisa menentukan pemenang permainan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk harganya yang 300 ribuan, <strong>komponen-komponen yang dimiliki oleh <em>board game </em>ini terbilang solid</strong>. Baik papan permainan, token, papan karakter, piringan yang mengindikasikan nyawa kita, hingga dadu memiliki kualitas yang sepadan dengan harganya. Mungkin ketebalan kartunya saja yang menurut Penulis terlalu tipis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Desain kartu, papan permainan, dan karakter-karakter yang bisa kita gunakan juga mempertahankan ciri khas dari waralaba ini. Penulis sendiri menyukai desain <em>rulebook</em>-nya yang mirip desain <em>cover </em>majalah. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sepanjang permainan, Penulis <strong>merasakan tekanan dalam menentukan jalur strategi mana yang harus diambil untuk meraih kemenangan</strong>. Menarik <em>marker </em>ke wilayah kita tak semudah yang terlihat. Mau menghabisi nyawa lawan juga ada dadu Heal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, itulah salah satu faktor yang membuat <em>board game </em>ini <strong>terasa seru dan intens </strong>seperti bermain catur. Langkah demi langkah harus dipikirkan secara matang, sembari memantau strategi yang dipilih oleh lawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sama seperti Splendor Duel, entah mengapa Penulis justru jarang menang ketika bermain King of Tokyo: Duel. Padahal, kan Penulis yang menjelaskan peraturannya kepada teman-teman Penulis.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor:<strong> 8/10</strong></mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah ini, rasanya <em>board game </em>yang satu ini akan jadi tulisan terpendek dalam seri Koleksi Board Game. Pasalnya, ini adalah permainan yang paling gampang penjelasannya dan semua orang bisa memainkannya dengan mudah. Kebetulan, Penulis juga membelinya di GI. <em>Board game </em>tersebut adalah <strong>Vendespil Memory Game</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 2 Juni 2026, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri&nbsp;<em>board game&nbsp;</em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel/">Koleksi Board Game #33: King of Tokyo: Duel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-33-king-of-tokyo-duel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MBG adalah Program Kerja Paling Janggal yang Pernah Saya Lihat</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/mbg-adalah-program-kerja-paling-janggal-yang-pernah-saya-lihat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/mbg-adalah-program-kerja-paling-janggal-yang-pernah-saya-lihat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 11:41:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[mbg]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[program kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8664</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belum genap dua tahun. Namun, entah mengapa Penulis merasa sudah lebih banyak ngomel terkait masa kepemimpinannya dibandingkan sepuluh tahun era Joko Widodo (Jokowi) dulu. Salah satu kebijakan atau program kerja yang paling sering membuat Penulis geleng-geleng kepala adalah Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang memang sudah digembar-gemborkan sejak masa pemilu, bahkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/mbg-adalah-program-kerja-paling-janggal-yang-pernah-saya-lihat/">MBG adalah Program Kerja Paling Janggal yang Pernah Saya Lihat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://whathefan.com/politik-negara/menyorot-kebijakan-prabowo-gibran-dari-makan-siang-gratis-hingga-300-fakultas-kedokteran/">Masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto</a> belum genap dua tahun. Namun, entah mengapa Penulis merasa sudah lebih banyak ngomel terkait masa kepemimpinannya dibandingkan sepuluh tahun era Joko Widodo (Jokowi) dulu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu kebijakan atau program kerja yang paling sering membuat Penulis geleng-geleng kepala adalah <strong>Makanan Bergizi Gratis (MBG)</strong>, yang memang sudah digembar-gemborkan sejak masa pemilu, bahkan <strong>Badan Gizi Nasional (BGN)</strong> disahkan sejak era Jokowi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain karena masalah salah sasaran dan anggaran yang jumbo, <strong>penyalahgunaan anggaran yang bisa dibilang <em>ngaco</em></strong><em> </em>berhasil memancing emosi publik, termasuk Penulis. Mari kita bahas beberapa di antaranya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan.jpg 1280w " alt="Chapter 79 Pertemuan yang Tidak Direncanakan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-2/chapter-79-pertemuan-yang-tidak-direncanakan/">Chapter 79 Pertemuan yang Tidak Direncanakan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Beberapa Anggaran MBG yang Bisa Dianggap Ngawur</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8674" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kaos Kaki MBG (<a href="https://jatim.beritabaru.co/harga-tak-wajar-pengadaan-kaos-kaki-miliaran-mbg-dipertanyakan/">Berita Baru</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jika berbicara tentang perencanaan anggaran, kita sudah sering melihat bagaimana pengadaan barang atau <em>budgeting </em>dari pemerintah sering ngawur. Kalau <em>mark-up </em>harga, enggak kira-kira, seolah kita semua ini dianggap bodoh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">MBG juga salah satunya, apalagi program kerja ini menjadi salah satu yang paling disorot oleh masyarakat saat ini. Beberapa waktu lalu, mencuat anggaran-anggaran yang dianggap tidak masuk akal bagi sebagian netizen, termasuk Penulis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melansir dari akun Instagram <em>BBC</em>, realisasi pengadaan barang Badan Gizi Nasional (BGN) banyak yang membuat geleng-geleng kepala. Total, BGN menganggarkan <strong>Rp6,31 triliun</strong> untuk tahun 2026. Berikut rinciannya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Kendaraan (roda 2 dan 4): <strong>Rp1,38 triliun</strong></li>



<li>Pembangunan SPPG: <strong>Rp936,7 miliar</strong></li>



<li>Elektronik (tablet, laptop, printer: <strong>Rp826,4 miliar</strong></li>



<li>Pakaian dan Aksesoris: <strong>Rp623 miliar</strong></li>



<li>Pelatihan dan Sosialiasi:<strong> Rp225,8 miliar</strong></li>



<li>Jasa Event Organizer: <strong>Rp112,8 miliar</strong></li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu kategori yang paling disorot oleh <em>BBC</em> adalah pakaian dan aksesoris. Banyak yang terlihat janggal, karena urgensinya yang patut dipertanyakan. Berikut beberapa di antaranya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Pakaian Dinas: <strong>Rp384,02 miliar</strong></li>



<li>Sepatu:<strong> Rp153,74 miliar</strong></li>



<li>Kaos: <strong>Rp16,58 miliar</strong></li>



<li>Ransel: <strong>Rp15,17 miliar</strong></li>



<li>Sweater: <strong>Rp14,64 miliar</strong></li>



<li>Topi:<strong> Rp8,67 miliar</strong></li>



<li>Kaos Kaki: <strong>Rp6,94 miliar (</strong>atau Rp100 ribu per pasang)</li>



<li>Celana:<strong> Rp6,34 miliar</strong></li>



<li>Sabuk: <strong>Rp5,08 miliar</strong></li>



<li>Handuk: <strong>Rp3,77 miliar</strong></li>



<li>Hijab: <strong>Rp2,17 miliar</strong></li>



<li>Semir dan Sikat: <strong>Rp1,58 miliar</strong></li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dari kategori elektronik, tablet (beli merek Samsung Tab Active 5) menjadi yang paling besar dengan Rp508,5 miliar, atau per unit dihargai sekitar <strong>Rp18 juta</strong>. Padahal, di pasaran harganya hanya sekitar Rp9 jutaan. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8675" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"> Motor Listrik EMMO (<a href="https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/105322/motor-listrik-mbg-rp50-an-juta-intip-spesifikasi-hingga-fitur">Bloomberg Technoz</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pengadaan motor listrik mencapai Rp1,38 triliun, atau setiap motor dihargai <strong>Rp42 juta</strong>. Mereknya EMMO (pernah dengar?) yang hak patennya pun baru diajukan setelah mereka menang vendor. Jika tujuannya untuk menjangkau daerah tertinggal, emang listrik di sana sudah mencukupi untuk <em>ngecas</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oh, jangan lupakan juga anggaran sistem dan aplikasi MBG bernama<strong> Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN)</strong> yang mencapai angka Rp550 miliar (dari total Rp1,2 triliun anggaran IT), yang entah untuk apa tujuan dan urgensinya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau begitu, <strong>Dadan Hindayana</strong> selaku Kepala BGN tetap bersikeras kalau ini bukan pemborosan anggaran. Menurutnya, barang-barang di atas diberikan untuk Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), yang nantinya mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat pemasukan negara paling besar dari pajak, ini uang kita lho yang digunakan! Lebih mirisnya lagi, gaji guru honorer justru dipotong karena anggarannya digunakan untuk membiayai barang-barang di atas!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Distribusi yang Kurang Adil</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8676" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Harusnya Diutamakan di Daerah 3T (<a href="https://infopublik.id/kategori/prioritas-nasional/932683/program-mbg-di-daerah-3t-pemerintah-dorong-pemanfaatan-pangan-lokal">InfoPublik</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi pemerataan distribusi juga dianggap masih butuh banyak perbaikan. Data dari profesor Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan bahwa <strong>semakin tertinggal suatu daerah, justru semakin sedikit sekolah yang kebagian MBG</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika memang tujuan utama MBG adalah mencegah <em>stunting</em>, bukankan daerah-daerah miskin dan tertinggal justru harus menjadi sasaran utama? Apa karena margin keuntungannya tipis karena sulitnya akses, mereka jadi justru tidak kebagian?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih menariknya lagi, sekitar<strong> 58% penerima MBG justru di Jawa</strong>, dengan lebih dari 9 ribu dapur MBG. Sebagai perbandingan, di Kalimantan hanya terdapat sekitar 700 dapur, sedangkan di Maluku dan Papua justru hanya di kisaran angka 200 dapur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah pengadaan motor listrik yang ada di poin sebelumnya bertujuan untuk meningkatkan jumlah penerima di daerah terpencil? Jujur, Penulis merasa skeptis. Justru ini membuka pertanyaan baru: <strong>bukankah ini menunjukkan sebelum makan gratis, infrastrukturnya yang harus dibenahi dulu?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika memang harus dilaksanakan, Penulis akan mendukung MBG jika difokuskan ke daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) terlebih dahulu, karena merekalah yang paling berpotensi terkena <em>stunting </em>dibanding siswa-siswi yang tinggal di perkotaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Janji yang Tinggal Janji</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8677" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gibran Rakabumingraka Ketika Meninjau MBG (<a href="https://www.antaranews.com/berita/4854677/gibran-tekankan-pentingnya-mbg-bentuk-kebiasaan-hidup-sehat-sejak-dini">ANTARA News</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sewaktu masa kampanye, Penulis ingat betul janji Wakil Presiden Gibran Rakabumingraka terkait MBG. Kala itu, ia menyuruh kita membayangkan betapa banyaknya anggaran dari pemerintah yang mengalir ke UMKM-UMKM milik rakyat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, janji di masa kampanye tersebut seolah terlupakan begitu saja. Pasalnya, kini terlihat yang menikmati guyuran dana MBG bukan UMKM, melainkan<strong> oknum-oknum yang (mungkin) punya relasi dengan penguasa</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, keberadaan MBG justru membuat <strong>UMKM atau pedagang kecil kehilangan omset, karena siswa mendapatkan jatah makanan</strong>. Tante Penulis sendiri yang bercerita bagaimana susahnya berjualan makanan di sekolah sekarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sudah begitu, <strong>kualitas makanan yang diberikan pun jauh dari janji atau presentasi orang-orang BGN di depan presiden</strong>. Anak-anak dari teman-teman Penulis kebagian jatah MBG, tapi dengan kualitas yang seolah ala kadarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kualitas gizinya buruk, lantas apakah tujuan program ini untuk mencegah <em>stunting </em>(yang kerap dikritik juga sebenarnya karena dianggap terlambat) bisa tercapai? Sulit untuk mengukur keberhasilan program ini. Selain karena butuh waktu lama, parameter yang bisa digunakan juga terbatas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Evaluasi MBG dari Pemerintah</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8678" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-5.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Prabowo Subianto Meninjau MBG (<a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/6251664/prabowo-klaim-program-mbg-9999-berhasil-tapi-masih-ada-penyimpangan">Liputan6</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Memang, ada evaluasi dari pemerintah dengan mengurangi distribusi MBG, dari enam kali menjadi &#8220;hanya&#8221; lima kali per minggu. Pemotongan satu hari ini bisa menghemat anggaran hingga 40 triliun rupiah per tahun menurut Menteri Keuangan Purbaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kita tetap merasa angka tersebut masih terbilang kecil dan belum efisien, karena jumlah hari distribusinya bukan inti masalah yang kerap kita kritik. Selain evaluasi target penerimanya, banyak sekali <strong>pos anggaran yang patut dievaluasi</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan dapur SPPG yang tutup sementara masih tetap mendapatkan insentif Rp6 juta per hari, menurut Ketua BGN. Banyak yang menganggap kalau pengeluaran-pengeluaran seperti inilah yang seharusnya dipangkas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, <strong>jargon efisiensi yang kerap digembar-gemborkan Presiden Prabowo seolah tak berlaku untuk MBG</strong>. Justru, kita jadi melihat kalau efisiensi yang dilakukan demi berjalannya MBG, dan mungkin program lainnya seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mahkamah Konstitusi (MK) sempat melakukan sidang untuk Permohonan No. 100/PUU-XXIV/2026 yang diajukan oleh koalisi <strong>MBG Watch</strong> karena menganggap program ini menjadi bukti &#8220;penyalahgunaan kewenangan fiskal&#8221; yang dilakukan oleh pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, sejujurnya Penulis merasa bahwa semua usaha kita untuk menghentikan MBG tidak akan pernah terwujud, meskipun untuk sementara waktu. Bahkan, telah muncul anekdot bahwa kalau malam ini kiamat, paginya MBG masih harus didistribusikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak yang membela dengan sudut pandang, jika SPPG ditutup atau bahkan secara ekstrem MBG dihentikan, bagaimana dengan nasib para pekerjanya? Justru masalahnya di sana. Menciptakan lapangan pekerjaan yang tergantung kebijakan pemerintah jelas bukan fondasi yang solid.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan: Program Mulia dengan Eksekusi Berantakan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-6-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8679" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-6-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-6-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-6-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-program-janggal-6.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Semoga Ada Perbaikan dan Perubahan (<a href="https://www.setneg.go.id/baca/index/mendukung_terselenggaranya_program_makan_bergizi_gratis_mbg_di_papua">Sekretariat Negara</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selain beberapa poin yang telah disebutkan di atas, masih banyak masalah yang menyelimuti MBG. Keracunan pada siswa, mitra MBG yang terafiliasi dengan partai politik, minimnya transparansi, hingga keterlibatan Polri dan TNI menjadi topik-topik permasalahan yang tidak Penulis bahas secara mendalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan survei yang dilakukan Policy Research Center pada Maret 2026, mayoritas menilai kalau program ini lebih menguntungkan pihak <strong>Elite &amp; Pejabat Politik (44,5%) </strong>dan <strong>Pengelola dan Mitra SPPG (44%)</strong>. Penerima MBG justru hanya berada di angka 6,5%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa hal yang juga disorot oleh para pengisi survei, termasuk <strong>rawan dikorupsi (87% setuju)</strong>, <strong>lebih banyak dinikmati oleh elite dan pemilik dapur MBG (89% setuju)</strong>, hingga <strong>kualitas makanan yang sengaja diturunkan demi keuntungan oknum (79% setuju)</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, menghentikan (setidaknya untuk sementara) sebuah program kerja yang dianggap bermasalah bukanlah sebuah aib. Justru, itu menunjukkan kebesaran hati pemerintah dalam mendengarkan masukan dari rakyatnya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">MBG adalah program ambisius yang niatnya baik. Akan tetapi, niat baik saja tidak cukup. Pelaksanaan di lapangan menjadi kunci. Jangan sampai MBG justru menjadi lahan basah yang dikuasai segelintir orang untuk memperkaya dirinya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang namanya program kerja dari pemerintah, tentu <strong>tidak bisa dinilai dari intensinya</strong>. Kalau niatnya baik, tapi pelaksanaannya bermasalah dan kerap dikritik, ya dievaluasi. <a href="https://whathefan.com/politik-negara/pemerintah-selalu-benar-yang-salah-selalu-rakyat/">Jangan malah jadi kepala batu dan menutup telinga</a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 1 Juni 2026, terinspirasi setelah melihat banyak sekali kejanggalan di MBG</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.instagram.com/p/DXMGB2DCR-f/?img_index=1">BGN Belanja Tablet, Motor, Kaos, sampai Semir Sepatu Senilai Triliunan Rupiah &#8211; Akun Instagram BBC</a></li>



<li><a href="https://www.instagram.com/p/DW5eMTWDz2s/?img_index=1">Peneliti: Semakin Rawan Pangan Suatu Daerah, Semakin Jarang Program MBG &#8211; Akun Instagram @ngomonginuang</a></li>



<li><a href="https://www.instagram.com/p/DXEtPw8k_tg/?img_index=4">Apakah MBG Nguntungin Anak-anak? &#8211; Akun Instagram @kokbisa</a></li>



<li><a href="https://www.instagram.com/p/DWoN20wEnmm/">Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dinilai Jadi Bukti Penyalahgunaan Kewenangan Fiskal &#8211; Akun Instagram Mahkamah Konstitusi</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/mbg-adalah-program-kerja-paling-janggal-yang-pernah-saya-lihat/">MBG adalah Program Kerja Paling Janggal yang Pernah Saya Lihat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/mbg-adalah-program-kerja-paling-janggal-yang-pernah-saya-lihat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton Project Hail Mary</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 12:30:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[astronot]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[luar angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Project Hail Mary]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8651</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak menonton trailernya tahun lalu, Penulis sudah meniatkan diri untuk menonton Project Hail Mary. Selain karena Penulis lumayan astrophile (pecinta luar angkasa), Penulis punya feeling film ini akan bagus. Penulis pun akhirnya menontonnya pada hari Sabtu minggu kemarin di MOPIC Malang, sekalian mencoba pengalaman menonton di bioskop tersebut. Harusnya film ini rilis secara global ketika [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/">[REVIEW] Setelah Menonton Project Hail Mary</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sejak menonton trailernya tahun lalu, Penulis sudah meniatkan diri untuk menonton <em><strong>Project Hail Mary</strong></em>. Selain karena Penulis lumayan <em>astrophile</em> (pecinta luar angkasa), Penulis punya <em>feeling </em>film ini akan bagus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis pun akhirnya menontonnya pada hari Sabtu minggu kemarin di MOPIC Malang, sekalian mencoba pengalaman menonton di bioskop tersebut. Harusnya film ini rilis secara global ketika lebaran, yang sayangnya harus tergeser karena slotnya digunakan untuk menayangkan film horor lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah film ini berhasil memenuhi ekspektasi Penulis? Apakah benar kata orang-orang yang memuji film ini setinggi langit? Singkat kata, Penulis menyukainya dengan beberapa catatan yang membuat skornya tidak terlalu tinggi.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SPOILER ALERT!!!</mark></strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/pembubaran-panitia-17-an-kali-ini-agak-berbeda-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/pembubaran-panitia-17-an-kali-ini-agak-berbeda-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/pembubaran-panitia-17-an-kali-ini-agak-berbeda-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/pembubaran-panitia-17-an-kali-ini-agak-berbeda-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/pembubaran-panitia-17-an-kali-ini-agak-berbeda-banner.jpg 1280w " alt="Pembubaran Panitia Tahun Ini Sedikit Berbeda" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-tahun-ini-sedikit-berbeda/">Pembubaran Panitia Tahun Ini Sedikit Berbeda</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Film Project Hail Mary</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Project Hail Mary</em></li>



<li>Sutradara: Phil Lord, Christopher Miller</li>



<li>Cast: Ryan Gosling, Sandra Hüller, James Ortiz, Lionel Boyce</li>



<li>Durasi: 156 Menit</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Cerita Project Hail Mary?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Project Hail Mary - Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/m08TxIsFTRI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Project Hail Mary</em> diangkat dari sebuah novel karya Andy Weir berjudul sama. Buat yang merasa familier dengan nama tersebut, beliau adalah penulis buku <em>The Martian</em>, yang juga diangkat menjadi film dan dibintangi oleh Matt Damon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Premis <em>Project Hail Mary </em>sebenarnya sederhana, di mana sebuah misi penyelamatan bumi sedang dilakukan oleh seorang guru sains di sebuah SMP bernama <strong>Ryland Grace</strong> (Ryan Gosling).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ceritanya, matahari di tata surya kita sedang sekarat karena alien bernama <strong>Astrophage</strong> (pemakan bintang). Makhluk tersebut berkembang biak di matahari dan membuatnya meredup. Otomatis, suhu di bumi pun langsung <em>drop.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang sama terjadi di tata surya lain kecuali satu, yakni <strong>Tau Ceti</strong>. Perjalanan antariksa pun dilakukan untuk mengetahui apa yang membuat tata surya tersebut selamat. Misi tersebut, disebut Project Hail Mary, dipimpin oleh <strong>Eva Stratt </strong>(Sandra Hüller).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Awalnya, Grace direkrut bersama banyak ilmuwan lainnya untuk meneliti Astrophage yang berhasil ditangkap. Nah, Grace-lah yang berhasil menemukan alasan mengapa alien tersebut sampai membentuk garis antara matahari dan Venus (disebut <strong>Petrova Line</strong>).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimana seorang guru SMP bisa terjebak dalam pesawat ruang angkasa? Nanti di bagian akhir cerita akan dijelaskan, karena film ini menggunakan POV Grace yang mengalami amnesia. Ketika sadar, ia sudah berada di dalam pesawat tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nantinya sepanjang cerita, kita akan dibawa maju-mundur karena ingatan Grace perlahan kembali. Jadi, akan ada dua lini waktu di film ini, yakni ketika Grace masih di bumi dan direkrut oleh Strat, serta ketika ia telah berada di luar angkasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam misinya tersebut, ketika pesawat Grace sudah mendekati Tau Ceti, ia melihat pesawat alien. Ternyata di dalamnya ada sesosok alien berbentuk batu dengan lima kaki (atau lengan, tergantung digunakan untuk apa).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, ternyata alien tersebut juga merupakan satu-satunya yang tersisa di pesawat tersebut, sama seperti Grace. Mereka berdua pun jadi menjalin persahabatan karena tujuan mereka sama, yakni meneliti mengapa Tau Ceti bisa selamat. Grace memberi nama alien tersebut <strong>Rocky</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena menurut Penulis filmnya sangat layak untuk ditonton, Penulis tidak akan bercerita lebih jauh dari ini. Intinya, mereka berdua pun bekerja sama untuk menyelamatkan planet mereka masing-masing dari kepunahan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Project Hail Mary</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah menonton <em>Project Hail Mary</em>, Penulis memahami mengapa film ini begitu dicintai oleh para penontonnya. <strong>Visual dan <em>scoring</em>-nya benar-benar memanjakan mata dan telinga</strong>. Sayang, Penulis tidak menonton film ini di IMAX.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada banyak hal yang ingin Penulis bahas tentang film ini, termasuk kekurangan yang cukup mengganggu Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Protagonis yang Mirip Mark Watney</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8655" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mark Watney (Kiri) dan Ryland Grace (<a href="https://the-martian.fandom.com/wiki/Mark_Watney/Film">Fandom</a>) </figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat sumbernya sama, wajar jika <em>Project Hail Mary </em>memiliki kemiripan dengan <em>The Martian</em>. Tidak hanya tema <em>sci-fi </em>yang diusung, kepribadian dan situasi yang harus dihadapi oleh protagonisnya pun mirip.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, Grace dan Mark Watney (protagonis di The Martian) sama-sama <strong>terjebak di luar angkasa sendirian</strong>. Bedanya, Watney masih &#8220;dekat&#8221; karena di Mars, sedangkan Grace sudah beda semesta. &#8220;Mainnya&#8221; Grace lebih jauh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun berada di kondisi yang sulit, mereka berdua sama-sama <strong>tetap optimis dan berusaha ceria</strong>. Selain itu, fokus cerita kedua film juga sama-sama ke protagonisnya yang harus bisa keluar dari krisis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Hangatnya Hubungan Grace dan Rocky</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8656" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rocky (<a href="https://projecthailmary.fandom.com/wiki/Rocky">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dibandingkan dengan <em>Interstellar</em> yang lebih mikir, <em>Project Hail Mary</em> lebih <strong>menonjolkan sisi dramanya dibandingkan sainsnya</strong>. Memang banyak istilah fisika, kimia, dan biologi di film ini, tapi masih dalam taraf yang mudah dipahami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu unsur drama yang paling menarik sepanjang film adalah <strong>hubungan Grace dan Rocky yang terasa hangat</strong>. Kita tidak bisa tidak menyukai kedua karakter tersebut, terutama Rocky.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan desain yang unik dan sebenarnya tidak menggemaskan (karena <em>literally </em>berbentuk batu), ia berhasil <strong>membuat penonton merasa ingin ikut melindunginya</strong>, apalagi setelah krisis di <em>act three </em>film ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu momen paling mengharukan sepanjang film adalah ketika <strong>Rocky bilang bisa memberikan bahan bakar Astrophage agar Grace bisa pulang ke Bumi</strong>. Project Hail Mary awalnya adalah <em>one way ticket</em>, sehingga Grace sudah menerima bahwa ia tak akan pernah pulang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Harapan yang diberikan oleh Rocky, dengan mengorbankan waktu kepulangannya yang lebih lama, <strong>membuat Grace (dan penonton) menangis</strong>. Momen ini berhasil disajikan dengan sangat baik. Kita ikut merasakan apa yang dirasakan oleh karakter di dalam film.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Interaksi antara keduanya juga menyenangkan untuk dilihat. Mengingat keduanya terjebak di kondisi yang mirip, wajar jika akhirnya mereka memiliki hubungan yang dekat, bahkan Grace rela menunda kepulangannya ke Bumi demi menyelamatkan Rocky.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rasanya semua yang sudah menonton film ini bisa sepakat, kalau kita sama-sama sayang Rocky.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Plot Armor Grace</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8657" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Grace dalam Misi Penyelamatan Bumi (<a href="https://www.slashfilm.com/2096092/project-hail-mary-footage-description-potential-best-2026-sci-fi-movie/">SlashFilm</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun sudah banyak menyebutkan kelebihannya, ada beberapa kekurangan di film ini yang mengganjal Penulis. Pertama adalah latar belakang Grace yang hanya guru dan ilmuwan<strong> tanpa pernah ada latar sebagai <a href="https://whathefan.com/pengalaman/perjalanan-cita-cita-saya/">astronot</a></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di <em>The Martian</em>, Watney memang seorang astronot, sehingga wajar jika ia tahu bagaimana cara bertahan hidup di luar angkasa karena memang sudah dibekali. Nah, beda cerita dengan Grace yang harus dibius dan dibuat koma dulu (karena ia sebenarnya menolak) sebelum dipaksa menjalankan misi Project Hail Mary.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Grace memang pintar, tapi mau sepintar apa pun ia, rasanya sulit diterima <strong>ia bisa melanjutkan misi tersebut seorang diri</strong>, meskipun memang <a href="https://whathefan.com/renungan/bagaimana-manusia-diperbudak-oleh-ciptaannya-sendiri/">dibantu AI</a> di sana. Belum lagi masalah kondisi fisik astronot yang harus ditempa bertahun-tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi, dua rekannya justru sudah meninggal dunia, meskipun Andy Weir selaku penulis novelnya mengatakan bahwa penyebab kematian mereka memang masih disimpan untuk &#8220;potensi sekuel.&#8221; </p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk orang yang dipaksa menjalankan misi (sendirian pula), <strong>Grace terlalu mulus menyelesaikan Project Hail Mary nyaris tanpa cacat</strong>. Memang ia hampir tak selamat, tapi ujungnya kehadiran Rocky berhasil menyelamatkan nyawanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Bahasa Rocky yang Terlalu Mudah Dipahami</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain masalah <em>plot armor</em> yang dimiliki oleh Grace, salah satu hal yang Penulis sorot adalah <strong>mudahnya ia dalam menerjemahkan bahasa yang dimiliki oleh Rocky</strong>. Sebagai perbandingan, kata atasan Penulis, film <em>Arrival</em> (2016) mampu menggambarkan sulitnya hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang, masalah durasi membuat hal tersebut disederhanakan. Hanya saja, kembali lagi, <strong>Grace yang manusia biasa terasa jadi punya <em>superpower</em></strong> yang bisa melakukan ini itu dengan cepat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan lupakan bagaimana Grace mampu membuat alat yang bisa menerjemahkan bahasa Rocky secara <em>live</em> dengan alat seadanya. Jika memang semudah itu, harusnya kita juga bisa membuat alat penerjemah bahasa kucing atau paus dengan mudah.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Bagi Penulis, Film Ini Terlalu Happy Ending</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Peringatan <em>spoiler</em>, film ini bagi Penulis <strong>terlalu <em>happy ending</em>. </strong>Akhir film ini terlalu sempurna. Grace dan Rocky sama-sama berhasil menyelamatkan planet mereka, Grace yang tak punya siapa-siapa di bumi juga mendapatkan tempat di Erid, planet asal Rocky.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau mengikuti selera Penulis, harapannya adalah <strong>salah satu antara Grace atau Rocky harus mati karena keadaan</strong>. Misal, Rocky mati setelah menyelamatkan Grace, yang membuat Grace pergi ke Erid untuk menyelamatkan planet tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Toh, Grace sudah membuat alat penerjemah, sehingga ia bisa berkomunikasi dengan penduduk Erid lainnya. Nilai pengorbanan yang dilakukan Rocky akan berdampak besar bagi Grace, tanpa melupakan misi Project Hail Mary.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari beberapa kekurangan yang Penulis sebutkan, <em>Project Hail Mary </em>tetap menjadi film yang bagus dan <em>enjoyable</em>. Penulis sangat senang karena film pertama yang ditonton di tahun ini sebagus ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika disuruh merangkum, ada tiga kata Rocky yang bisa menggambarkan perasaan Penulis setelah selesai menonton film ini: <em><strong>amaze, amaze, amaze</strong></em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SKOR: 8/10</mark></strong></p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 18 April 2026, setelah menonton film <em>Project Hail Mary</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/">[REVIEW] Setelah Menonton Project Hail Mary</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
