Asleep or Dead: My Chemical Romance

Jika ditanya apa band favorit setelah Linkin Park, penulis akan menyebut nama My Chemical Romance (MCR) tanpa ragu. Penulis sudah suka dengan band ini sejak SMP setelah berkenalan dengan lagu berjudul Helena.

Pada awalnya, penulis sama sekali tak terkesan dengan lagu ini, B aja. Akan tetapi setelah menonton video klipnya, penulis jadi jatuh cinta dengan lagu tersebut. Apalagi sang vokalis Gerard Way masih berpenampilan emo.

Setelah lagu tersebut, tentu penulis mencoba lagu-lagu lainnya. Penulis tidak ingat bagaimana urutan lagu-lagu dari MCR yang penulis dengar, yang jelas penulis mencoba untuk mendengarkan tiga album pertama dari band ini.

Album-Album My Chemical Romance

Helena merupakan lagu dari album Three Cheers for Sweet Revenge yang dirilis pada tahun 2004. Selain Helena, penulis juga menyukai lagu The Ghost of You, Cemetery Drive dan I’m Not Okay pada album tersebut.

Seperti kebiasaan penulis, ketika sudah menyukai suatu album, maka penulis akan mencoba untuk mendengarkan album-album lainnya. Karena itulah penulis mencoba untuk mendengarkan album pertamanya, I Brought You My Bullets, You Brought Me Your Love yang dirilis pada tahun 2002.

Sayangnya, penulis sama sekali tidak cocok dengan album ini. Lagu-lagunya terkesan “berantakan” dan sama sekali tidak enak didengar. Sama sekali tidak ada satupun lagu dari album ini yang penulis sukai.

Akan tetapi, semua berubah ketika penulis berkenalan dengan album The Black Parade yang dirilis pada tahun 2006. Album inilah yang menjadi favorit penulis, bahkan memilih album ini menjadi salah satu album terbaik yang pernah penulis dengarkan.

Hampir semua lagu yang ada pada daftar ini penulis masukkan ke dalam daftar favorit, tetapi yang paling penulis dengarkan adalah Cancer, Sleep, Disenchanted, dan Famous Last Word yang menjadi lagu favorit penulis dari MCR.

Tentu penulis juga mendengarkan lagu-lagu populer seperti Welcome to the Black Parade dan I Don’t Love You. Hanya saja, penulis lebih menyukai empat lagu yang telah penulis sebutkan di atas.

Yang unik dari album ini adalah kostum para personilnya yang muncul di dua video klip, yakni Welcome to the Black Parade dan Famous Last Word. Bahkan dulu penulis berangan-angan untuk memiliki baju seperti itu.

Ketika penulis SMA, MCR merilis album keempat yang berjudul super panjang, yakni Danger Days: The True Lives of the Fabulous Killjoys. Konsep seragam marching band yang telah menjadi ciri khas mereka di album sebelumnya berubah total.

Sebenarnya, lagu-lagu seperti Na Na NaSummertime, SING, hingga S/C/A/R/E/C/R/O/W enak didengar. Hanya saja, entah mengapa penulis merasa bosan dengan lagu-lagu ini. Dari album ini, tinggal tersisa lagu Destroya yang masih masuk ke dalam playlist penulis.

Penulis melihat video klip Na Na Na dan SING yang menurut penulis cukup unik (dan aneh). Kedua video klip tersebut bersambung, menceritakan tentang penculikan anak dan upaya penyelamatannya, di mana pada akhir video klip SING semua personil MCR tewas.

Pada album ini juga pertama kalinya MCR tampil berempat setelah sang drumer memutuskan untuk hengkang. Ketika mengetahui hal ini, penulis menjadi sedikit resah atas keberlangsungan band ini.

Benar saja, tak lama setelah mengeluarkan kompilasi album Conventional Weapons pada tahun 2012, band ini memutuskan bubar pada tahun 2013, meninggalkan duka mendalam bagi penggemarnya, termasuk penulis.

Penutup

Di awal, penulis menyebutkan bahwa tanpa ragu menunjuk MCR menjadi band favorit kedua setelah Linkin Park. Akan tetapi, beberapa waktu ke depan bisa jadi predikat tersebut bisa berubah.

Bisa jadi Panic! At the Disco atau One OK Rock yang akan menggusur MCR, mengingat kedua band tersebut masih aktif sekarang dan terus produktif dalam mengeluarkan album.

Akan tetapi, MCR akan selalu punya tempat di telinga penulis. Suara Gerard Way yang khas akan selalu menjadi favorit penulis. Oleh karena itu, penulis tetapi mendengarkan lagu-lagu MCR meskipun band tersebut sudah lama bubar, entah asleep atau dead seperti yang terdapat pada lirik lagu Famous Last Word.

 

 

Kebayoran Lama, 10 Februari 2019, terinspirasi setelah mendengarkan lagu-lagu My Chemical Romance

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.