Ketika DC Comics Mengejar Marvel

Ketika penulis masih duduk di bangku sekolah dasar, superhero dari Marvel yang paling terkenal adalah Spiderman, yang waktu itu diperankan oleh Tobey Maguire. Selain itu, mungkin hanya Fantastic Four dan X-Men yang dikenal oleh khalayak umum.

Penulis lebih mengetahui superhero dari DC Comics karena ada film kartunnya, Justice League Unlimited. Banyak sekali superhero yang terdapat pada kartun animasi tersebut, mulai yang mainstream seperti Superman, Batman, Wonderwoman hingga The Flash, Green Latern, dan Martian Manhunter.

Ketika kecil, rasanya begitu keren melihat banyaknya superhero yang menyelamatkan Bumi dari serangan penjahat maupun alien. Dan kekerenan ini kini telah direbut oleh Marvel semenjak Ironman rilis pada tahun 2008. Semenjak itu, Marvel Cinematic Universe mulai menguasai pasar superhero.

Dalam 10 tahun, terdapat 19 film yang diproduksi oleh Marvel, yang sama artinya dengan 18 film yang dibutuhkan sebelum Avengers: Infinity Wars rilis. Jika dirata-rata, Marvel mengeluarkan film setiap enam bulan sekali.

Lantas, di mana DC Comics ketika Marvel begitu produktif?

Sebagai rival abadi, DC tentu juga mengeluarkan filmnya sendiri. Jika mengacu pada film Justice League yang rilis pada tahun 2017, DC Universe dimulai tahun 2013 dengan mengeluarkan film Man of Steel. Total, hingga rilisnya Justice League, hanya terdapat tiga film yang berkaitan dengan Justice League (tidak termasuk trilogi Batmannya Christopher Nolan).

Justice League (https://www.forbes.com/sites/erikkain/2017/11/26/the-5-biggest-problems-with-justice-league/#3ee7c1b31463)

Bandingkan dengan film Avengers pertama, yang didahului lima film. Memang hanya selisih satu film, bedanya pada lima film tersebut terselip pula superhero lainnya seperti Black Widow, Falcon, hingga musuh utama, Loki.

Kurangnya film yang menceritakan tiap-tiap superhero membuat penonton kurang mendapatkan feel-nya ketika menonton. Sebelum Avengers: Infinity Wars, total terdapat 9 karakter yang mendapatkan filmnya sendiri.

Penulis melihat DC seperti terburu-buru mengejar ketertinggalan dari Marvel, sehingga kualitas film yang dihasilkan pun tidak sebagus yang dihasilkan Marvel. Film Justice League hanya mendapatan nilai 6.7 di IMDB, sedangkan Avengers mendapatkan 8.1. Bahkan, Avengers: Infinity Wars mendapatkan nilai 9.0.

Dari pemasukan? Penjualan tiket film Avengers: Infinity Wars selama tiga hari menyamai penjualan tiket Justice League selama lima bulan. Bahkan, Avengers: Infinity Wars meraih rekor atas tingginya pemasukan di pekan-pekan awal penayangannya.

Sebenernya ada rasa kasihan yang timbul melihat kondisi DC. Bagaimanapun, DC berhasil menyuguhkan kartun yang epik ketika penulis masih kecil. Semoga saja, DC bisa menyusul kesuksesan Marvel, meskipun itu hal yang susah untuk dilakukan.

 

 

Jelambar, 4 Mei 2018, terinspirasi oleh ketertinggalan DC Comics terhadap Marvel

Sumber Foto: https://kisscartoon.bz/cartoon-series/justice-league-unlimited/

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.