Mr. Bean: Adegan yang Kita Ingat (Bagian 1)

Dalam tulisan penulis sebelumnya sudah pernah disampaikan perihal kesukaan penulis terhadap serial komedi Mr. Bean yang diperankan oleh Rowan Atkinson, yang berimbas dengan munculnya mimpi penulis untuk pergi ke UK. Tulisan kali ini penulis khususkan untuk membahas Mr. Bean yang tak lekang oleh waktu tersebut.

Banyak sebenarnya adegan-adegan di Mr. Bean yang penulis yakin diingat oleh penontonnya. Dari 14 episode yang ada, selalu ada momen yang paling mengena di hati kita sebagai penonton.

Episode 1

Pada episode pertama ini, ada tiga scene yang berbeda. Yang pertama menampilkan tentang Mr. Bean yang sedang mengikuti ujian (mungkin matematika, karena soalnya membahas trigonometri dan kalkulus). Episode ini tidak boleh ditiru oleh pelajar, karena banyak sekali aksi-aksi konyol Mr. Bean dalam berusaha melihat jawaban teman sebangkunya, hingga ia tertidur.

Adegan favorit penulis pada scene ini adalah ketika Mr. Bean menggeser posisi duduknya dengan posisi tubuh atas seolah-olah tidak bergerak. Beberapa kali penulis mencoba trik ini ketika duduk di bangku yang cukup panjang.

Scene kedua berlokasi di pantai yang gersang, sangat berbeda dengan pantai-pantai yang ada di Indonesia. Jelas adegan yang paling memorable di sini adalah ketika Mr. Bean berusaha mengganti celana dalamnya tanpa melepas celananya. Penulis sudah sering melakukan hal ini ketika kondisi darurat, dan terbukti berhasil.

Scene terakhir yang berlokasi di gereja adalah bagian yang tidak disukai penulis, karena penulis meyakini tempat ibadah agama apapun tidak seharusnya menjadi tempat tertawaan.

Episode 2: Good Night Mr. Bean

Sama seperti episode perdananya, episode ini terdiri dari tiga scene, dimana scene pertama menjadi favorit penulis. Adegan Mr. Bean ketika naik eskalator sering penulis tiru, bahkan hingga sekarang. Penulis ingat ada film Doyok dan Kadir yang banyak meniru adegan-adegan di scene pertama ini.

Adegan selanjutnya, termasuk yang paling saya suka, adalah ketika Mr. Bean berada di restoran dan memesan semacam stik daging. Adegan ini cukup membuat saya penasaran karena ingin tahu bagaimana rasa dari daging tersebut dan ingin mencoba makan di restoran semacam itu.

Sebagai penutup, Mr. Bean akan bertemu ratu Inggris. Yang menjadi pertanyaan, siapakah Mr. Bean hingga memiliki kesempatan bersalaman dengan ratu Inggris? Ini masih menjadi misteri, setidaknya bagi saya.

Episode 3: The Curse of Mr. Bean

Episode pertama Mr. Bean di mana Rowan Atkinson harus telanjang karena celana dalamnya hanyut. Siapapun pasti mengingat bagaimana takutnya Mr. Bean ketika hendak melompat dari papan yang cukup tinggi. Karena gengsi, ia pun akhirnya terjun, secara perlahan. Makanya, kalau hidup jangan kebanyakan gengsi!

Scene selanjutnya juga tak kalah lucu, dan kasihan, karena setelah bersusah payah membuat sandwich, Mr. Bean harus bersin hingga semuanya semburat. Untunglah, orang yang duduk di sebelahnya (yang pada scene pertama menjadi penjaga kolam renang) mau berbaik hati berbagi sandwich-nya.

Sebagai penutup, Mr. Bean menonton bersama pacarnya (?). Mr. Bean menunjukkan kepada kita beberapa trik ketika merasa takut dalam menonton film horor. Ini juga pertama kalinya Matilda Zielger muncul pada serial Mr. Bean.

Bersambung…

 

 

Jelambar, 9 Maret 2018, setelah mengurus proyek dari Sofri

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.