Connect with us

Musik & Film

One Band One Man: Panic! At the Disco

Published

on

Sekitar awal tahun 2000, lagu I Write Sins Not Tragedies mungkin hampir ada di semua playlist remaja saat itu. Sebuah lagu dari Panic! at the Disco yang cukup terkenal waktu itu.

Brendon Urie sebagai vokalis memiliki karakter vokal yang unik, sesuatu yang membuat kita menyadari bahwa “ini lagunya Panic! At the Disco”.

Pertemuan Penulis dengan Panic! At the Disco

Penulis termasuk penggemar band yang satu ini, namun penulis mulai menyukainya setelah mendengarkan lagu Nine in the Afternoon yang berasal dari album Pretty Odd yang rilis pada tahun 2008. Lagunya yang cukup unik namun membuat hati gembira telah memikat penulis untuk mengunduh keseluruhan album.

Banyak lagu yang enak untuk didengar, seperti Do You Know What I’m SeeingThat Green Gentleman (Things Have Changed) hingga She Had World. Puas dengan album ini, penulis pun mengunduh pula album sebelumnya, A Fever You Can’t Sweat Out, dengan lagu favorit Build God, Then We’ll Talk.

Komposisi Personil Awal (http://ticketcrusader.com/panic-at-the-disco-presale-password/)

Pada album pertama tersebut, penulis menemukan keunikan lain dari band ini selain suara vokalisnya. Banyak judul lagu yang panjangnya tidak kira-kira. Judul terpanjangnya adalah:

There’s a Good Reason These Tables Are Numbered Honey, You Just Haven’t Thought Of It Yet

Jika judul tersebut dibuat password, pasti akan susah untuk menjebolnya.

Vices & Virtues: Album Favorit

3 tahun setelah Pretty Odd rilis, Panic! At the Disco merilis album anyarnya, Vices & Virtues. Pada album ketiganya, ini, personil band hanya tersisa dua personil, Brendon Urie dan Spencer Smith sang drummer. Perbedaan ideologi dalam bermusik mengakibatkan perpisahan ini.

Album ini keluar dengan single andalan The Ballad of Monalisa, yang video klipnya mengambil sedikit cuplikan dari gereja yang tayang di video klip I Write Sins Not Tragedies.

Brendon & Smith (https://www.billboard.com/articles/columns/pop-shop/6523850/panic-at-the-disco-spencer-smith-leaves-drummer)

Secara umum, saya menyukai semua lagu di album ini. Saya tidak terlalu paham musik, namun dapat saya katakan bahwa album ini memberikan warna yang berbeda dari dua album sebelumnya. Hal ini ditunjukkan dari lagu-lagu yang ada di dalamnya, mulai dari Trade Mistakes, Sarah Smiles, Nearly Witches hingga Bittersweet.

Nilai tambah dari album ini adanya mini-movie teaser berjudul The Overture, di mana adegan awal nampak Urie bercakap dengan dua bayangan, yang bagi sebagian penggemar dianggap representasi dari Ross and Walker, dua personil yang telah meninggalkan band.

Dari seluruh isi album, penulis paling gemar mendengarkan Ready to Go (Get Me Out of My Mind). Apalagi, konsep video klipnya yang unik menambah daya tarik lagu ini. Bisa dicari di Youtube terdekat.

Album Terburuk (Versi Saya) dan Lagu Favorit

Vices & Virtues telah meninggikan harapan saya kepada album selanjutnya, Too Weird To Live, Too Rare To Die, yang rilis pada tahun 2013. Sayang, setelah mendengarkan keseluruhan album, tidak ada lagu-lagu yang benar-benar saya sukai. Hits-hits seperti This is Gospel dan Miss Jackson hanya bertahan sebentar di perangkat penulis.

Karena pernah kecewa itulah, penulis tidak terlalu antusias ketika tahun 2017 Panic! At the Disco meluncurkan album terbarunya berjudul Death of a Bachelor. Mendengar sepintas, memang tidak bisa menyamai lagu-lagu di Vices & Virtues,

Akan tetapi, setelah didengar baik-baik, ternyata banyak sekali lagu enak yang terkandung di album ini. Diawali LA Devotee yang memamerkan suara tinggi Urie, hingga Don’t Threaten Me With a Good Time yang lebih memamerkan lagi kemampuan sang vokalis.

Don’t Threat Me With a Good Time (https://vimeo.com/166399133)

Bisa dibilang, lagu yang disebut terakhir menjadi lagu favorit penulis dari semua lagu Panic! At the Disco lainnya. Nadanya yang membuat semangat sekaligus menghabiskan suara ketika menyanyikannya di tempat karaoke menjadi latar belakangnya.

Satu Personil Tersisa

Ketika iseng melihat YouTube, terdapat salah satu video yang berjudul A Day with Panic! At the Disco, saya menyadari satu keganjilan. Mengapa hanya Brendon Urie yang muncul menjelaskan rumahnya? Apakah sang drumer juga memutuskan untuk hengkang?

Benar saja, ternyata Smith pun memutuskan untuk keluar. Alasannya, sedang menjalani rehab dalam rangka menghilangkan ketergantungannya dari obat-obatan (andai Chester melakukan hal yang sama daripada harus gantung diri).

Brendon Urie (https://dontboreus.thebrag.com/brendon-urie-new-panic-disco-album-recorded/)

Sebelum rilis album terakhir, Urie sempat mempertimbangkan untuk tidak menggunakan nama Panic! At the Disco. Namun pada akhirnya, ia tetap menggunakan nama band, meskipun hanya seorang diri bersama additional player. Bisa dibilang, kini Urie menjadi satu-satunya personil dalam band, sama seperti Adam Young di Owl City.

 

 

Lawang, 22 Februari 2018, setelah video call dengan Vicky bersama anak-anak ketika SWI Mengajar.

Sumber Foto: https://panicatthedisco.com/#home

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Musik & Film

Setelah Menonton WandaVision Episode 9 (Bagian 3)

Published

on

By

Karena ini episode terakhir, wajar jika sampai mempunyai tiga bagian yang terpisah. Jika ditotal, ada sekitar 2.200 kata dan ditulis hampir dua jam.

Walaupun begitu, Penulis merasa kalau serial ini layak mendapatkan ulasan sebanyak ini dari Penulis.

Untuk yang belum membaca bagian kedua, bisa dibaca melalui tautan di bawah ini:

Setelah Menonton WandaVision Episode 9 (Bagian 2)

Perpisahan dengan Keluarga

Harus Berpisah

Pertempuran telah usai, Wanda dan keluarga pun kembali ke rumahn bernomor 2800. Tidak hanya itu, Hex pun mulai mengecil dan mengembalikan semuanya kembali ke kondisi semula.

Setelah mengantar anak mereka tidur, Wanda dan Vision berbicara untuk terakhir kalinya. Vision bertanya, sebenarnya apa dirinya?

Wanda menjawab kalau Vision terlahir dari bagian Mind Stone yang hidup di dalam dirinya. Vision adalah manifestasi dari kesedihan dan harapan Wanda.

Lebih dari itu, Vision adalah cinta sejati Wanda. Hex semakin mengecil, waktu berpisah telah tiba. Sebelum detik-detik terakhir, Vision meneteskan air mata.

Setelah Hex menghilang, Westview pun kembali dalam wujud aslinya. Wanda yang berjalan menghampiri Monica harus mendapatkan penglihatan tak terima dari seluruh penduduk Westview.

Hal tersebut normal, siapa yang suka berada di bawah pengaruh orang lain untuk jangka waktu yang panjang?

Setelah mengucapkan terima kasih ke Monica, Wanda pun terbang ke suatu tempat entah di mana untuk mendalami kemampuan barunya.

Monica, Skrull, dan Nick Fury

Segera Bertemu Nick Fury?

Bukan Marvel kalau tidak memiliki post credit yang bikin gemas. Kali ini, ada dua adegan post credit. Yang pertama adalah ketika Monica dipanggil oleh asisten Hayward.

Ternyata, ia adalah salah satu bangsa Skrull yang setia kepada ibu Monica. Ia membawa Monica ke sebuah gedung bioskop dan mengatakan kalau dirinya sedang ditunggu oleh teman ibunya.

Di sini tidak ditunjukkan siapa orang tersebut, tapi kemungkinan besar adalah Nick Fury. Jika maksudnya adalah Captain Marvel, harusnya Monica jadi cemberut seperti di episode-episode sebelumnya.

Selain itu, ketika Monica bertanya di mana orang tersebut, bangsa Skrull tersebut menunjuk ke arah atas yang menjadi petunjuk kalau Monica diajak bergabung dengan Fury yang sedang ada di luar angkasa.

Scarlet Witch Benar-Benar Jadi Villain?

Kok Horor?

Post credit kedua menunjukkan kalau Wanda tengah berada di suatu daerah yang tenang. Ia terlihat sedang berusaha hidup dengan damai sembari menikmati secangkir teh.

Akan tetapi, ketika kita melihat kamar Wanda, kita bisa melihat kalau ada sosok Scarlet Witch yang sedang mempelajari Darkhold!

Selain itu, kita juga akan mendengar suara jeritan Billy dan Tommy. Hex telah musnah, bagaimana bisa ada suara mereka?

Sepertinya mempelajari buku jahat seperti Darkhold bisa membuat orang kehilangan akal sehatnya dan mengubah sifatnya.

Penulis berpendapat kalau Scarlet Witch akan menjadi Dark Phoenix-nya MCU. Scarlet Witch bisa menjadi main villain di film Marvel selanjutnya.

Apakah mungkin Wanda menggunakan buku tersebut agar bisa menghidupkan kembali kedua anaknya? Bisa jadi, bahkan jika harus melakukan perjanjian dengan iblis.

Kesempatan Mephisto untuk muncul masih terbuka lebar!

Teori-Teori yang Bertumbangan

Belum, Belum Multiverse (Pinterest)

WandaVision memang serial yang memuaskan, setidaknya bagi Penulis yang memang sangat jarang mengikuti serial. Rasanya benar-benar pas sebagai pemuas dahaga setelah di tahun 2020 kemarin sama sekali tidak ada film Marvel di bioskop.

Hanya saja, banyak kekecewaan yang muncul dengan berakhirnya serial ini. Selain karena kehabisan tayangan yang disukai, ada banyak sekali teori fans yang tidak terwujud.

Yang paling menyebalkan mungkin adalah Paul Bettany. Ia sempat menggaungkan kalau akan ada cameo yang lebih mengejutkan dari kemunculan Evans Peters.

Ternyata, cameo-nya adalah dirinya sendiri! Jika tujuan Bettany adalah membuat prank, maka ia sukses besar. Padahal kita sudah bertanya-tanya siapa kira-kira karakter yang dimaksud.

Penulis sendiri sangat berharap dengan kemunculan Doctor Strange karena di WandaVision ada banyak sekali sihir. Bahkan, Penulis berharap Wanda datang ke tempat Strange dan minta diajari menggunakan kekuatannya.

Evans Peters adalah wujud kekecewaan yang lain. Banyak sekali penggemar yang berharap kalau ia adalah Quicksilver yang diambil dari dimensi lain. Sayangnya, ia hanya mendapatkan peran sebagai warga Westview biasa.

Mephisto juga tidak menunjukkan tanda-tanda kehadirannya sama sekali. Mungkin, di film-film Marvel berikutnya ia baru muncul. Atau, Marvel lebih suka memunculkan villain lain?

Penutup

Rasanya baru kali ini Penulis menikmati sensasi menunggu episode demi episode setiap minggu. Ternyata, rasanya menyenangkan.

WandaVision telah berakhir dan itu fakta yang tak akan bisa ditolak. Selanjutnya kita akan melihat The Falcon and the Winter Soldier.

Hanya saja kalau boleh jujur, Penulis kurang bersemangat melihat serial tersebut. WandaVision telah membuka fase 4 dengan baik, sehingga menjadi patokan untuk serial selanjutnya.

Semoga saja MCU di fase empat ini bisa semenarik bagian pembukanya.

 

 

Lawang, 7 Maret 2021, terinspirasi setelah menonton WandaVision episode 9

Continue Reading

Musik & Film

Setelah Menonton WandaVision Episode 9 (Bagian 2)

Published

on

By

Artikel ini merupakan artikel lanjutan dari artikel sebelumnya. Selain itu, artikel ini juga masih akan bersambung ke bagian tiga.

Untuk yang belum membaca bagian pertama, silakan baca melalui tautan berikut ini:

Setelah Menonton WandaVision Episode 9 (Bagian 1)

Ketegangan Semakin Memuncak

Robot Lawan Robot

Vision dan White Vision bertempur di perpustakaan. Sekali lagi White Vision mengatakan kalau ia diprogram untuk menghancurkan Vision.

Namun Vision mengatakan kalau dirinya bukanlah Vision yang sejati. Dirinya hanya Vision karena keadaan.

Karena pernyataan tersebut, White Vision meminta penjelasan yang lebih detail tentang maksud perkataan tersebut. Nampaknya AI alias robot akan selalu berpikir secara rasional.

Di sisi lain, Agatha menggunakan sihirnya untuk membanting personel S.W.O.R.D., namun berhasil dihentikan oleh Wanda.

Wanda meminta anaknya untuk mengatasi pasukan tersebut, sedangkan dirinya akan berhadapan dengan Agatha.

Penulis menyukai teknik menghilang yang dilakukan Wanda di sini. Sebelumnya, ia belum pernah melakukan hal tersebut.

Bisa jadi ia melihat teknik Agatha ketika menghilang di bangku studio di episode 8, lantas menirunya. Apakah Wanda memiliki Sharingan seperti Sasuke?

The Twins dan Monica

Apa Kekuatan Monica?

Billy dan Tommy berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Dengan kekuatannya, Billy mengendalikan pasukan tersebut dan Tommy merebut semua senjatanya dengan kecepatan yang dimiliki.

Adegan ini membuat kita teringat adegan Quicksilver di film X-Men ketika berusaha mengeluarkan Magneto dari penjara.

Walaupun multiverse sudah terbantahkan, setidaknya adegan ini bisa menjadi pelipur lara.

Hayward yang emosi keluar dari kendaraannya dan berusaha menembak bocah-bocah tersebut.

Monica berusaha menggunakan tubuhnya untuk melindungi mereka, tapi kekuatannya tiba-tiba muncul sehingga peluru tersebut berhasil dihentikan.

Sampai di sini, kita masih belum mengetahui secara jelas kekuatan apa saja yang dimiliki oleh Monica.

Kemungkinan besar, kita baru bisa mengetahuinya di film Captain Marvel 2 dan ia telah menggunakan nama superhero Photon.

Hayward berusaha kabur dari lokasi, namun kendaraannya diterjang oleh Darcy secara keras.

Filosofi Antar Robot

Disadarkan Oleh Filosofi

Vision dan White Vision berhenti bertarung dan justru sedang berfilosofi. Vision menyebutkan tentang The Ship of Theseus sebagai topik utama, sebuah artifak yang berada di museum.

Pembahasannya agak berat, tapi intinya jika bagian kapal diganti, apakah kapal tersebut tetap kapal Theseus?

Jawaban White Vision adalah keduanya bukan kapal Theseus, tapi kedua kapal tersebut adalah kapal Theseus.

Entahlah, Penulis tidak terlalu paham, yang jelas intinya seperti itu.

Vision menggunakan analogi tersebut untuk menjelaskan kalau White Vision lah yang sejatinya Vision, bukan dirinya.

Vision yang ada di dalam Hex hanyalah buatan Wanda, sedangkan White Vision dibuat dari bagian-bagian tubuh Vision walaupun tidak memiliki Mind Stone.

Secara filosofis, White Vision lebih Vision daripada Vision yang ada di dalam Hex.

Vision pun menawarkan White Vision untuk mendapatkan memorinya kembali. Kita pun melihat kilas balik dari berbagai kejadian yang pernah dialami oleh Vision di film-film sebelumnya.

Mata White Vision berubah dan ia mengatakan kalau dirinya adalah Vision. Setelah itu, ia terbang pergi entah ke mana.

Jika ia dibuat untuk menghancurkan Vision, apakah ia akan menghancurkan dirinya sendiri? Atau ia akan kembali muncul di film-film Marvel selanjutnya setelah melakukan kontemplasi diri?

Kembali ke 1693

Vision terbang menuju tempat anak-anaknya. Mereka diawasi oleh Agatha dari atas. Tiba-tiba Wanda muncul dari belakang dan berusaha mempengaruhi Agatha.

Ia membawa Agatha kembali ke tahun 1693, ketika Agatha hendak dieksekusi oleh penyihir-penyihir lainnya. Para mayat yang sudah mati tiba-tiba bangkit seperti zombie.

Hanya saja, Agatha mampu membalik keadaan dan membuat Wanda ditangkap. Di saat seperti itu, tiba-tiba muncul semacam mahkota di kepala Wanda, mahkota Scarlet Witch.

Agatha lagi-lagi meminta kekuatan tersebut dari Wanda, tapi Wanda melepaskan diri dari pengaruhnya dan mereka kembali ke masa kini.

Pertempuran terakhir pun dimulai.

Lahirnya Scarlet Witch Sempurna

Perfect Scarlet Witch

Wanda terlihat melontarkan serangan secara membabi buta ke arah Agatha. Semakin Wanda mengeluarkan kemampuannya, semakin memburuk keadaannya. Apalagi, Agatha bisa menyerap kekuatannya.

Di saat Wanda terlihat akan kalah dan kondisinya terlihat mengenaskan, Agatha yang telah mendapatkan banyak kekuatan berusaha menyerang Wanda dengan sihirnya. Akan tetapi, tidak ada yang terjadi. Sihir Agatha tidak muncul.

Adegan ini mengingatkan Penulis ketika Thanos menjentikkan jarinya di film Avengers: Endgame dan tidak terjadi apa-apa karena Ironman berhasil merebut semua Infinity Stone-nya.

Wanda sendiri kondisinya telah pulih seperti semula. Ternyata di balik serangan membabi buta Wanda ke segala arah, ia membuat rune yang sebelumnya ia lihat di ruang bawah tanah Agatha.

Hal ini membuktikan kalau Wanda sangat cepat mempelajari hal baru dan bisa langsung mempraktikkannya.

Kostumnya Keren

Mahkota Scarlet Witch muncul lagi dan Wanda menyerap kembali semua energi yang telah diserap Agatha. Ia pun menjadi Scarlet Witch sempurna, lengkap dengan kostumnya yang menurut Penulis sangat keren.

Kita juga melihat kembali siluet yang kita lihat di episode 8, ketika Wanda mendapatkan kekuatan dari Mind Stone. Bisa jadi, waktu itu Wanda sedang melihat dirinya di masa depan.

Agatha terus mengatakan kalau Wanda tidak tahu apa yang sudah ia lakukan/lepaskan, menunjukkan kalau ada sesuatu yang berbahaya dengan munculnya Scarlet Witch sempurna ini.

Selain itu, Wanda membuat Agatha terkurung di Westview dengan menjadikannya sebagai si tetangga berisik, Agnes.

 

Bersambung ke Bagian 3…

 

 

Lawang, 7 Maret 2021, terinspirasi setelah menonton WandaVision episode 9

Continue Reading

Musik & Film

Setelah Menonton WandaVision Episode 9 (Bagian 1)

Published

on

By

Akhirnya serial WandaVision mencapai episode terakhirnya! Sempat merasa khawatir akan berakhir dengan mengecewakan, Penulis merasa puas dengan ending-nya.

Secara keseluruhan, Penulis merasa kalau WandaVision menjadi pembuka yang bombastis untuk fase empat.

Lucunya dapat, penasarannya dapat, ceritanya dapat, plot twist-nya dapat, tegangnya dapat. Tentu ada kekurangan di sana-sini, tapi secara keseluruhan Penulis sangat menikmati serial ini.

Nah, apa saja yang terjadi di episode 9? Bagaimana WandaVision membawa Marvel Cinematic Universe di fase empat ini?

Pertempuran Dimulai

Awal Episode

Melanjutkan cerita di episode 8, kita melihat bagaimana Agatha masih memprovokasi Wanda dengan menyandera kedua anaknya.

Ternyata, ia sengaja membawa Wanda keluar rumah agar dirinya bisa menyerap kekuatannya. Setelah saling melempar sihir, Agatha menghilang dan hanya menyisakan sepatunya.

Adegan ini sangat mirip dengan cerita The Wizard of Oz yang legendaris, ketika penyihir jahat tertimpa sebuah rumah dan akhirnya mati.

Tiba-tiba, muncul White Vision. Wanda sempat terlihat senang, sebelum kepalanya hendak diremukkan oleh humanoid buatan Hayward itu.

Untunglah Vision datang tepat waktu dan menyelamatkan nyawanya. Akhirnya, mereka pun berpencar. Wanda melawan Agatha, Vision melawan White Vision.

Di sisi lain, ternyata Monica masih disandera oleh Pietro palsu. Ia berupaya untuk kabur, namun berhasil dihalangi.

Rencana Hayward Terbongkar

Di luar Hex, Agent Woo terlihat tertangkap oleh pasukan Hayward. Mereka berdua terlibat pembicaraan dan Hayward menjelaskan rencananya ke Woo.

Dengan lihainya, ia mengambil ponsel yang ada di atas meja dan berusaha menggertak Hayward untuk menyerah pada misinya.

Di sini kita bisa mendengar dengan jelas apa rencana busuk Hayward sesungguhnya. Mereka ingin melimpahkan semua kesalahan kepada Wanda

Mereka juga akan mengumumkan kepada publik kalau White Vision adalah Vision yang dibuat oleh Wanda dengan mencuri tubuh Vision di markas S.W.O.R.D.

Padahal, White Vision adalah murni buatan S.W.O.R.D. dengan memanfaatkan energi Wanda. Untunglah Woo berhasil melepas borgolnya (trik sulap lainnya?) dan menghubungi rekan FBI-nya.

Darkhold

Kitab Terkutuk?

Wanda mencari keberadaan Agatha di tengah-tengah Westview yang terlihat damai sebelum mendapatkan serangan dari belakang.

Di sini Agatha menyebutkan mengenai Darkholdsalah satu buku ajaib (dan terkutuk?) di dunia Marvel. Jika dilihat dari modelnya, nampaknya buku ini bukan buku yang hilang di Kamar Taj. 

Bahkan, buku ini terlihat jauh lebih tua dari buku-buku yang ada di sana. Bisa saja Darkhold akan muncul lagi di film Doctor Strange in the Multiverse of Madness.

Agatha menjelaskan mengenai Scarlet Witch dan bagaimana ia tercipta. Wanda terus menyangkal kalau ia adalah orang yang dimaksud dan ia benar-benar tidak paham.

Untuk membuktikan hal tersebut, Agatha melepas pengaruh sihir Wanda ke Dottie, yang ternyata bernama Sarah.

Begitu sadar, Sarah menghampiri Wanda dan meminta anaknya untuk dilepaskan dari pengaruh sihir Wanda.

Masih terus dibantah, akhirnya Agatha menyadarkan semua orang yang ada di sekitar mereka dan menciptakan tekanan untuk Wanda.

Multiverse yang Terbantahkan

Penduduk Westview Biasa

Monica yang masih terperangkap bersama Pietro palsu menyadari kalau orang yang sedang menangkapnya ternyata bernama Ralph Bohner.

Kalau kita ingat, Agatha saat menjadi Agnes kerap menyebutkan kalau nama suaminya adalah Ralph (jadi, Ralph bukan jelmaan Mephisto).

Lantas, ia berhasil membanting dirinya dan dengan kekuatan matanya ia bisa mengetahui kalau Ralph dipengaruhi oleh Agatha menggunakan kalung sihir.

Bagian ini pasti mengecewakan banyak orang karena dengan otomatis teori multiverse langsung terbantah.

Evans Peters di sini memainkan peran sebagai penduduk Westview biasa yang dimanfaatkan oleh Agatha.

Tidak jauh di sana, kita bisa melihat kalau Billy seperti mendapatkan penglihatan apa yang terjadi pada ibunya.

Anehnya, ia melihat adegan yang belum terjadi, menandakan kalau ia memiliki kekuatan untuk melihat masa depan.

Melepas Warga Westview

Setelah Agatha melepaskan kendali Wanda ke orang-orang Westview, mereka menekan Wanda untuk melepaskan pengaruhnya. Satu persatu berbicara kepada Wanda

Wanda mengatakan kalau seharusnya mereka merasa damai, tapi kenyataannya mereka semua tersiksa dan merasakan kesedihan yang dirasakan Wanda.

Karena terus ditekan, Wanda tanpa sengaja menggunakan sihirnya untuk mencekik semua orang hingga mereka kesulitan untuk bernapas.

Ketika sadar perbuatannya, ia segera melepaskan sihir itu. Agatha berkata kalau pahlawan tidak akan menyiksa orang, sehingga Wanda mulai membuka Hex agar mereka bisa lari.

Keluarga Superhero

Keluarga Superhero

Dengan terbukanya Hex, Vision yang sedang bertarung dengan White Vision pun kehilangan kekuatannya dan jatuh ke tanah.

Pasukan S.W.O.R.D. yang nampaknya sudah menantikan momen ini juga segera masuk ke dalam Hex untuk menuntaskan misi mereka.

Vision yang jatuh ke tanah pun tubuhnya mulai tercerai berai. Billy dan Tommy yang menyusul ke TKP pun juga mengalami hal yang sama.

Desain dari kejadian ini sangat terinspirasi dari komik House of M yang sangat terkenal. WandaVision memang banyak terpengaruh dari komik tersebut.

Melihat hal tersebut, Wanda pun segera menutup kembali Hex, mungkin setelah memastikan semua penduduk Westview berhasil keluar dengan selamat.

Vision dan kedua anaknya pun selamat, namun tiba-tiba Agatha mengeluarkan serangannya. Wanda melindungi keluarga mereka dengan menciptakan semacam tameng.

Sayangnya, Agatha menyerap tameng tersebut untuk menambah kekuatannya. Di saat genting, White Vision dan S.W.O.R.D. datang mengepung mereka dari segala penjuru.

Mereka berempat pun berpose ala film The Incredibles dan bersiap untuk bertempur melawan semua musuh mereka.

 

Bersambung ke Bagian 2…

 

 

Lawang, 7 Maret 2021, terinspirasi setelah menonton WandaVision episode 9

Continue Reading

Sedang Trending

Copyright © 2021 Whathefan