Setelah Menonton Avengers: Endgame (Bagian 2: Plot Holes)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya. Kalau pembaca belum membacanya, silahkan mampir terlebih dahulu. Pada tulisan kali ini, penulis akan membahas tentang banyaknya plot holes yang ada pada film Avengers: Endgame.

Plot Holes

Thanos (ScreenGeek)

Bantuan datang di saat yang kritis. Penulis paling tidak suka pola seperti itu karena sudah terlalu mainstream. Itulah yang terjadi di film Endgame.

Di saat para Avengers sudah terdesak, tiba-tiba terdengar kata “On your left” dari Falcon. Lalu, muncullah Black Panther dan pasukan Wakandanya, disusul semua pasukan yang bisa dikumpulkan.

Pertanyannya, ketika portal terbuka, posisi Falcon masih di Wakanda, bukan? Lantas bagaimana ia bisa menghubungi kapten? Apakah teknologi komunikasi mereka sudah lintas benua?

Pertanyaan lainnya, bagaimana bisa Wong dan Doctor Strange menghubungi semua pasukan itu dan para Avengers lainnya, termasuk Pepper Potts. Apakah Wong memiliki alamat mereka semua? Tunggu, Strange bisa membuka portal antar planet?

Belum lagi adegan ketika para wanita berkumpul menjadi satu demi melindungi Peter Parker. Adegan itu terasa sangat memaksa dan dibuat seolah-olah hanya untuk fans service.

Apakah masih ada plot holes lainnya? Banyak, termasuk bagaimana Captain America bisa mendapatkan tamengnya di masa lalu, lantas diberikannya kepada Falcon.

Ah iya, di awal film, bagaimana Captain Marvel bisa tahu posisi Tony dan Nebula? Apakah ia memiliki kekuatan untuk mencari pesawat antariksa yang tersesat di luasnya alam semesta? Bisakah Captan Marvel menerima sinyal S.O.S?

Hal yang mengganjal lagi adalah Thanos yang overpowered bahkan tanpa Infinity Gauntlet-nya. Tapi penulis menemukan jawabannya: Karena Thanos belum tergantung sama kekuatan batunya, sehingga ia masih mengandalkan dirinya sendiri yang pada dasarnya sudah kuat.

Oh satu lagi, tentang bagaimana Thanos bisa ke masa depan sedangkan Pym Particle-nya digunakan oleh Nebula. Penjelasan terbaik adalah Ebony Maw, salah satu anak buah Thanos, berhasil memuat tiruannya untuk jumlah yang masif.

Dari semua itu, munculnya portal yang dikeluarkan oleh Doctor Strange, Wong, dan lain-lain menjadi plot holes terbesar menurut penulis sepanjang film berlangsung.

Penulis berusaha mencari jawaban ketika menemukan plot holes, tapi untuk masalah portal yang satu itu sama sekali tidak ada keterangan yang bisa menjelaskan.

Sebagai film yang dinantikan oleh banyak orang, tentu banyak yang berharap akan kesempurnaan film ini. Maka wajar jika banyak fansnya, termasuk penulis, yang mempermasalahkan plot holes tersebut.

Terlepas dari berbagai plot holes tersebut, penulis tetap merasa film ini layak mengalahkan Avatar sebagai film Box Office nomor satu sepanjang masa.

Ter-spoiler Diri Sendiri

Iron Man (geeksoncoffee.com)

Yang paling menyedihkan dari pengalaman menonton film ini adalah penulis melakukan spoiler sejak jauh-jauh hari sebelum film ini rilis. Kok bisa? Kan nontonnya udah jam 5 pagi?

Sebagai penulis konten kreatif, penulis sering menulis tentang Marvel. Ketika Endgame akan tayang, penulis sering melakukan riset untuk menebak alur cerita film Endgame.

Ternyata, banyak dari yang penulis tulis terbukti benar. Mulai dari munculnya Profesor Hulk hingga tewasnya Iron Man setelah menggunakan Infinity Stones.

Tentu hal itu membuat keterkejutan menonton film ini jadi berkurang. Mungkin bagian yang mengagetkan dari film ini adalah matinya Black Widow yang sama sekali tidak disangka orang karena ia akan memiliki filmnya sendiri.

Bahkan, film ini tidak memiliki plot twist sama sekali, salah satu unsur film yang penulis sukai. Mungkin ada satu, ketika Thor berubah menjadi gendut dan gemar bermain Fortnite.

Kalau pembaca ingin membaca artikel-artikel penulis seputar Marvel di tempat kerja, bisa mengunjungi tautan yang ada di bawah ini:

Penutup

Avengers: Endgame adalah sebuah film pamungkas Marvel Cinematic Universe yang luar biasa, baik dari kualitas filmnya maupun antusiasme penontonnya.

Terlepas dari beberapa kekurangannya, film ini mampu menghipnotis penontonnya dengan baik. Bahkan, membuat penontonnya menangis tersedu-sedu.

Salah satu unsur yang penulis sukai dari film ini adalah banyaknya callback atau referensi ke film sebelumnya. Contoh, on your left-nya Falcon, munculnya Natalie Portman yang mengejutkan, dan hail hydra yang diucapkan di lift oleh Captain America.

Sebagai satu rangkaian MCU, penulis akan memberikan nilai 8.9 kepada film ini. Sebagai film tunggal? Maaf Marvel, penulis hanya bisa memberikan nilai 8.0.

Ynag jelas, penulis hanya bisa berkata some people watch this movie and move on, but not us…

 

 

Kebayoran Lama, 12 Mei 2019, terinspirasi setelah menonton film Avengers: Endgame

Foto: LAzone.id