Setelah Menonton Johnny English Strikes Again

Rowan Atkinson akan selalu menjadi aktor idola penulis sampai kapanpun. Wajar jika penulis langsung menontong film Johnny English Strikes Again pada hari perdana penayangannya di Indonesia. Ini merupakan serial Johnny English ketiga, setelah serial pertama tayang pada tahun 2003 dan Johnny English Reborn pada tahun 2011.

Tayang kembali setelah kurang lebih tujuh tahun tentu membuat penulis berekspetasi tinggi. Sayang, ekspetasi tersebut harus diakhiri dengan kekecewaan yang mendalam.

Mengulang Pola yang Sama

Pertama, film ini mengulang pola yang sama dengan kedua film sebelumnya, terutama dengan Johnny English (JE) yang pertama:

  1. Menjadi satu-satunya agen yang bisa dimintai tolong
  2. Mendapatkan rekan yang lebih pintar dari English
  3. Bertemu wanita cantik yang nantinya jadi partner
  4. Mencurigai orang yang benar
  5. Orang lain tidak percaya dengan kecurigaan English
  6. Berbuat konyol sehingga diberhentikan dari tugas
  7. Membuktikan bahwa ia benar
  8. Penjahatnya tertangkap/tewas
  9. Nama baiknya pulih

Kedua, karena polanya sama tentu membuat film ini dengan sangat mudah tertebak. Sama sekali tidak ada plot twist yang terjadi di film ini (mungkin ada satu). Selain itu, penulis menebak bahwa murid-murid English yang tampil pada awal film akan membantu untuk menyelesaikan misi, dan ternyata hal tersebut tidak terjadi.

Sekarang mari kita bahas pengulangan pola yang telah disebutkan di atas. English yang sudah pensiun menjadi satu-satunya agen yang bisa dimintai tolong setelah data MI7 telah diretas. Pada JE pertama, English menjadi satu-satunya agen yang tersisa setelah semua agen tewas.

JE Pertama (https://www.themoviedb.org/movie/9486-johnny-english/images/backdrops)

Pola kedua, English ditemani oleh Bough kembali (setelah pada JE kedua English berpartner dengan orang lain). Setelah itu, mereka bertemu dengan wanita cantik yang awalnya dicurigai sebagai musuh dan berakhir sebagai partner (Natalie Imbruglia pada JE 1 dan Olga Kurylenko pada JE 3).

Pada JE 1, English bisa menebak dengan benar siapa dalang pencurian mahkota kerajaan Inggris. Pada JE 3, dengan bantuan Bough, English mengetahui siapa dalang dalam peretasan yang menyerang Inggris. Sayangnya, tidak ada yang percaya dengan asumsi ini, selain Bough tentunya.

Karena tidak dipercaya, English mati-matian membuktikan bahwa ia benar. Sayangnya, kekonyolan yang ia buat membuatnya diberhentikan dari tugasnya. Dengan bantuan Bough dan partner wanitanya, akhirnya English berhasil membuktikan bahwa ia benar dan nama baiknya pun pulih kembali.

Lihat, pada paragraf terakhir di atas penulis tidak perlu menyebutkan JE yang ke berapa karena memang ending-nya sama-sama seperti itu.

Kesimpulan

Hal yang sedikit berbeda pada JE 3 adalah pengetahuan English tentang alat-alat. Ia sudah lumayan mengetahui apa fungsi suatu alat, berbeda dengan dua JE sebelumnya yang sering sok tahu. Mungkin karena sudah memasuki usia pensiun.

Selain itu di awal film, ketika pensiunan mata-mata sedang berkumpul, penulis kaget karena mendengar suara Albus Dumbledore. Benar saja, ternyata Michael Gambon menjadi cameo pada film tersebut.

Pendapat pribadi penulis, sekuel keduanya yang berjudul Johnny English Reborn masih lebih baik dari sekuel ketiganya ini. Setidaknya, polanya tidak terlalu mirip dengan seri pertamanya dan mampu lumayan buat tegang penontonnya ketika English terpengaruh obat untuk membunuh perdana menteri.

Film ini tetap memiliki kelucuan yang sanggup mengocok perut penontonnya, walaupun tidak sampai terpingkal-pingkal. Setidaknya, film ini bisa menjadi kerinduan penulis melihat akting aktor favortinya, Rowan Atkinson.

 

 

Jelambar, 29 September 2018, terinspirasi setelah menonton Johnny English Strikes Again

Sumber Foto: https://teaser-trailer.com/johnny-english-strikes-again-movie-trailer/

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.