Setelah Menonton Spider-Man: Far From Home

Sama seperti film Avengers: Endgame, penulis menonton film Spider-Man: Far From Home di hari perdananya tayang. Teman menontonnya pun sama, sesama penggemar Marvel.

Sebagai sebuah epilog fase ketiga dari Marvel Cinematic Universe, tentu penulis berharap film ini mampu menjadi jembatan dengan baik. Untungnya, harapan penulis terkabul, bahkan melebihi ekspetasi. SPOILER ALERT!

Jalan Cerita Spider-Man: Far From Home

Setelah perang besar yang membuat Tony Stark menghembuskan napas terakhir karena pengorbanan heroiknya, Peter Parker sang Spider-Man pun mengemban tugas yang berat. Ia kerap dianggap sebagai pengganti Iron Man.

Peter merasa beban itu terlalu berat untuk bocah berusia 16 tahun. Ia hanya ingin menjadi superhero yang menangani masalah-masalah ringan, bukan ancaman luar angkasa seperti Thanos.

Hal itu membuatnya memutuskan untuk meninggalkan kostumnya ketika akan melakukan study tour ke beberapa negara Eropa (walaupun Bibi May tetap memasukkan kostum tersebut ke dalam kopernya).

Peter dan Quentin (Beritagar)

Ketika sedang berada di Venesia, ia melihat adanya sesosok monster air yang berusaha menghancurkan kota. Peter yang kewalahan tiba-tiba mendapatkan bantuan dari Quentin Beck alias Mysterio.

Itulah pertemuan pertama antara mereka berdua. Lantas, pada suatu malam Peter kedatangan Nick Fury dan mengajaknya ke markas rahasia.

Di sana, ia bertemu dengan Mysterio dan mengatakan bahwa ia datang dari semesta lain. Ia memberitahu bahwa planet asalnya telah hancur karena serangan makhluk-makhluk yang disebut The Elementals ini.

Maka dari itu, Peter diminta untuk membantu Mysterio mengalahkan mereka. Peter menolak karena merasa tidak mampu dan hanya ingin menjalani hidup sebagai remaja normal dan mengungkap perasaannya ke MJ.

Night Monkey (CNet)

Awalnya keinginan Peter tersebut dikabulkan oleh Fury. Ternyata, Fury telah membajak acara study tour tersebut dan mereka justru pergi ke sebuah daerah di Ceko.

Sekali lagi, mereka berhadapan dengan salah satu The Elementals dan Mysterio berhasil mengalahkannya. Kejadian tersebut membuat Peter merasa bahwa mungkin Quentin lah yang lebih pantas menjadi the next Iron Man.

Maka dari itu, Peter memutuskan untuk memberikan kacamata EDITH kepada Quentin. Nah, di sinilah plot twist terbesar ini terjadi (meskipun sudah banyak tertebak oleh pembaca komiknya).

Ternyata, Quentin merupakan mantan anak buah Tony yang merasa sakit hati. Ia bersama jajaran mantan anak buah Tony lainnya memang berencana untuk mengambil EDITH dari tangan Peter untuk membuat dirinya menjadi superhero yang dibutuhkan Bumi.

Di sisi lain, ketika Peter sedang berusaha mengungkapkan perasaannya ke MJ, ia menyadari bahwa semua kejadian yang ia alami tidak lebih dari sebuah ilusi dari kecanggihan teknologi semata.

Spidey (GeekTyrant)

Peter pun berusaha memperbaiki kesalahannya tersebut dan mengambil kembali EDITH dari tangan Quantin. Nahas, ia berhasil dikalahkan oleh Quentin bahkan hampir kehilangan nyawanya.

Untunglah, erkat bantuan Happy Hogan, ia berhasil pergi ke London dan memberitahukan situasi terkini kepada Fury. Ia berusaha sekuat tenaga untuk mencegah rencana jahat Quentin untuk memporak-porandakan kota London demi ambisinya.

Setelah pertarungan yang intens antara, Quentin harus tewas karena serangan dronenya sendiri (banyak yang berspekulasi bahwa ia merekayasa kematiannya sendiri).

Lantas, ia bertemu MJ dan berhasil mengungkapkan perasaannya. MJ pun berkata bahwa ia menyimpan perasaaan yang sama. Happy ending…..kah?

Adegan-Adegan yang Mengejutkan

Sebenarnya alur cerita dari film ini bisa dibilang biasa saja. Tidak banyak plot twist yang terjadi karena fans sudah banyak yang tahu bahwa Mysterio merupakan salah satu musuh terbesar Spider-Man.

Mungkin yang sedikit mengejutkan penulis adalah ilusi yang dibuat olehnya menggunakan bantuan teknologi canggih. Penulis awalnya menyangka ilusi yang dibuat sama seperti yang mampu dibuat oleh Doctor Strange.

Walaupun begitu, film ini mampu memberikan efek kejutan di tempat lain. Contohnya adalah adegan ketika kawan Peter, Ned, jadian dengan teman satu sekolahnya setelah berkenalan di atas pesawat.

Tentu saja kejutan terbesar terjadi di akhir film, di kedua post-credit yang dimiliki oleh film ini. Kedua adegan ini membuat penulis dan teman penulis berkata b*****t hampir secara bersamaan.

J.K. Simmons (Syfy)

Yang pertama adalah bagaimana Quentin berhasil memutar balikkan fakta bahwa penjahatnya adalah Peter Parker, bukan dirinya. Yang bikin kaget adalah munculnya kembali J.K. Simmon yang memerankan karakter Jonah Jameson!

Sebelumnya, ia pernah memerankan karakter tersebut di trilogi film Spider-Man versi Sam Raimi. Tentu saja kemunculan yang tak diduga ini membuat heboh satu bioskop.

Selain itu, identitas Spider-Man yang selama ini ia sembunyikan menjadi tersebar ke seluruh kota, bahkan mungkin dunia. Tentu hal ini membuat kita penasaran apa yang akan terjadi di film Spider-Man selanjutnya.

Yang kedua, ternyata Fury dan Maria Hill adalah Talos dan istrinya! Mereka berdua sempat muncul di film Captain Marvel, dan kini kembali ke Bumi untuk menggantikan Fury yang asli.

Banyak yang menganggap Fury berlaku aneh sepanjang film, dan jawabannya muncul dengan adegan post-credit yang satu ini.

Ke mana Fury? Yang jelas ia sedang berada di luar angkasa. Nampaknya, ia sedang merintis organisasi SWORD, pengganti SHIELD yang beroperasi di luar angkasa. Jawabannya akan segera kita ketahui tahun depan, ketika fase keempat dimulai.

Kesan Setelah Menonton Film Ini

Peter dan MJ (Vox)

Penulis sudah menonton semua film MCU, dan menurut penulis film inilah yang paling mampu membuat penulis tertawa lepas. Bahkan, penulis menganggapnya film terlucu dari semua film Marvel.

Tentu saja film ini juga memiliki easter egg yang tersembunyi. Contohnya adalah ketika Peter sedang bertarung di London, ia mengambil beberapa benda yang membuatnya terlihat seperti Captain Amerika lengkap dengan perisai dan Mjolnir.

Seperti yang sudah penulis sampaikan sebelumnya, storyline dari film ini sebenarnya standar saja, tapi efek-efek kejutan yang dibuatnya benar-benar luar biasa.

Efek animasi yang ditampilkan ketika Quentin menjebak Peter juga terasa luar biasa. Mirip sedikit dengan yang dialami Doctor Strange, namun lebih terasa intensitasnya karena Quentin berusaha menyerang mental Peter.

Penulis juga menyukai adegan romantis yang canggung antara Peter dan MJ, mengingatkan penulis kepada Shinichi dan Ran. Hanya saja, chemistry antara Tom Holland dan Zendaya terasa kurang greget.

Film ini menjadi penutup yang manis dari fase ketiga, sekaligus jembatan penghubung ke fase selanjutnya yang menjanjikan banyak cerita dan pertarungan baru.

 

 

Kebayoran Lama, 18 Juli 2019, terinspirasi setelah menonton Spider-Man: Far From Home

Foto: GeekTyrant