Setelah Menonton Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Sebenarnya sewaktu pertama kali mendengar Wiro Sableng akan tayang diangkat ke layar lebar, penulis tidak terlalu menaruh perhatian. Alasannya, penulis kurang memiliki ikatan emosional dengan serial tersebut, berbeda dengan Si Doel.

Ketertarikan mulai muncul ketika tanpa sengaja penulis mengetahui bahwa salah satu penulis idola, Seno Gumira Ajidarma, ikut mengambil peran sebagai penulis skenario.  Setelah itu, penulis banyak membaca testimoni dari orang-orang dan semua tanggapannya positif. Salah seorang kenalan penulis yang bernama Paskah mengatakan:

Pokok (film) Wiro Sabeng enggak bikin nyesel kalau udah nonton. Yang belum tahu asal usul atau kisahnya dijelasin di filmnya.

Maka sewaktu mencari kos di Depok dan menunggu teman, penulis menyempatkan diri menonton film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 yang diperankan oleh Vino G. Bastian tersebut. Penulis menonton di Cinema XXI Margo City (yang harga tiketnya lebih mahal dari harga reguler, padahal teaternya kecil).

Awalnya, penulis sempat takut salah masuk teater. Bagaimana tidak, opening dari film tersebut menunjukkan animasi 20th Century Fox yang terkenal. Ternyata setelah penulis baca, memang film ini diproduksi oleh raksasa dari Amerika Serikat tersebut, bekerjasama dengan Lifelike Pictures.

Lantas apa kesan penulis setelah selesai menonton film? Seperti kata Paskah, penulis jadi mengetahui asal usul Wiro Sableng dan bagaimana keseluruhan ceritanya. Sama sekali tidak ada rasa menyesal sudah menonton walau penulis akui masih ada kekurangan minor.

Penulis secara umum puas dengan film tersebut, melebihi ekspetasi. Akting Vino penulis rasa sudah Wiro Sableng banget, meskipun teman penulis tidak sepakat. Kredit khusus penulis berikan untuk Fariz Alfarazi yang memerankan tokoh Bujang Gila Tapak Sakti. Aktingnya cukup mengocok perut penonton.

Bujang Gila Tapak Sakti (https://www.imdb.com/title/tt6730970/mediaviewer/rm2135249920)

Ada beberapa hal yang mengganjal, seperti beberapa animasi yang kurang halus dan akting beberapa pemainnya sedikit kaku. Sebut saja Sherina yang memerankan tokoh Syahrini Anggini. Penulis terbayang-bayang film Petualangan Sherina sewaktu melihat ia kembali berakting.

Beberapa kebingungan terjadi terkait peran apa yang dimainkan oleh Marsha Timothy. Mengapa ia selalu tiba-tiba muncul dan menjadi penyelamat tanpa dijelaskan siapa dia dan apa tujuannya menolong. Selain itu, terdapat satu tokoh ketika pertarungan di kedai makan di mana ia memiliki gerakan seperti ajaran guru Wiro, Sinto Gendheng, tapi tidak dijelaskan lebih lanjut siapa dia.

Terlepas dari itu semua, film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 sangat menarik untuk ditonton. Film ini menjadi bukti, bahwa film Indonesia semakin berkembang menjadi lebih baik.

Oh ya sebagai tambahan, nampaknya film ini memiliki sekuel karena pada post-credit menunjukkan tokoh yang diperankan Abimana Aryasetya yang akan menjadi musuh Wiro berikutnya,

 

 

Jelambar, 14 September 2018, terinspirasi setelah menonton film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Sumber Foto: http://www.sisidunia.com/2018/02/13/akhirnya-rilis-tanggal-penayangan-film-wiro-sableng/140757

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.