Di Mana Ada Peristiwa, Di Situ Ada Hoax

Berita yang menjadi isu nasional memang sangat menggoda bagi para pembuat berita palsu (hoax). Bersamaan dengan adanya banjir informasi mengenai kejadian yang sama, mereka bisa menyelipkan hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Media yang paling rawan untuk penyebaran hoax tentu melalui grup-grup chatting seperti Whatsapp maupun Line. Cukup beberapa kali mengirim, tersebarlah informasi yang telah mereka karang.

Penulis yakin semua masyarakat yang berpikiran matang menyadari bahwa penyebaran hoax berbahaya dan harus dihentikan. Ringkus siapapun yang menyebarkan hoax, sudah ada payung hukumnya.

Akan tetapi, kita pun bisa melakukan pencegahan masuknya informasi yang masuk begitu saja. Caranya, tentu mengecek validitas berita tersebut. Manfaatkan Google semaksimal mungkin.

Mencari Informasi (http://elearning.britishgasenergytrust.org.uk/business-work/receptionist-admin-pa-secretarial/easytype-typing-tutor)

Sebagai contoh, peristiwa teror bom di Surabaya kemarin. Dalam waktu beberapa jam, sudah tersebar beberapa broadcast di Whatsapp, seperti satu orang telah ditangkap di Malang karena kedapatan membawa bom.

Karena beritanya sedang panas-panasnya, tentu banyak orang yang memercayai begitu saja. Apalagi, Malang dekat dengan Surabaya sehingga potensi untuk itu sangat mungkin terjadi.

Seberapapun terlihat meyakinkan, kita tetap harus mengecek kebenaran informasi tersebut. Caranya ketik keyword di Google. Contoh: pelaku teror tertangkap di Malang. Kita lihat hasil yang ditampilkan oleh Google, ada atau tidak berita seperti yang disebarkan melalui broadcast Whatsapp. Jika tidak ada, berarti hoax.

Cara lain adalah, bagi yang memiliki kenalan di kepolisian, adalah menanyakan langsung informasi tersebut, seperti yang dilakukan oleh salah satu netizen ini:

Contoh Klarifikasi (www.twitter.com)

Selain itu, tegurlah teman-teman atau keluarga yang turut menyebarkan informasi-informasi tersebut. Beritahu langkah-langkah mengantisipasi hoax dan apa akibat dari penyebaran hoax. Jika kita bersikap kritis terhadap informasi yang masuk, hoax tidak akan menyebar seperti wabah.

 

 

Jelambar, 16 Mei 2018, setelah betebaran hoax terkait teror bom di Surabaya

Sumber Foto: https://www.jagoanhosting.com/blog/bersiap-sambut-aplikasi-whatsapp-untuk-bisnis-online/

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.