Genosida Ala Thanos

Penulis masih belum bisa move on dari film Avengers: Infinity Wars, sehingga terkadang masih terngiang-ngiang di kepala. Salah satu yang masih mengganjal adalah paham yang dianut oleh Thanos, sebut saja Thanosisme.

Thanos percaya, bahwa keseimbangan alam semesta hanya bisa terjadi apabila populasi masyarakat semesta berkurang setengahnya. Alasannya logis, sumber daya alam terbatas, sedangkan manusia (atau makhluk hidup lainnya, bahkan alien sekalipun) tidak pernah berhenti untuk berkembang biak, sehingga alam semesta pun tak lagi mampu untuk menampung mereka.

Misi yang terdengar idealis tetapi brutal ini membuatnya menjelajahi alam semesta (alam semesta yang diciptakan oleh Marvel) untuk mencari keenam Infinity Stones, sehingga ia dapat melaksanakan misinya hanya dengan sentikan jari. Bisa dimaklumi, karena butuh waktu, biaya dan tenaga yang banyak untuk mengunjungi planet satu per satu dan menghabisi setengah populasi mereka.

Infinity Stones (https://www.polygon.com/2017/10/26/16536988/marvel-mcu-infinity-stones-thanos-avengers-movies)

Bahkan Thanos pun menyukai sesuatu yang instan, sama seperti generasi sekarang.

Jika Thanos suka dengan sejarah, mungkin ia terinspirasi oleh Adolf Hitler yang membunuh jutaan umat Yahudi di kamp konsentrasi, atau mungkin juga oleh Amerika Serikat yang hobi menghabisi jutaan umat muslim tak bersalah di Timur Tengah dengan alasan berburu terorisme.

Bedanya, Thanos tidak rasis. Ia tidak memilih siapa yang hidup siapa yang mati, semua acak, mau kaya, mau miskin, mau minoritas, mau mayoritas, semua dipukul sama rata.

Menjaga Keseimbangan Bumi

Benarkah Genosida ampuh untuk menjaga keseimbangan alam semesta? Yang jelas pembela HAM akan menentang keras perbuatan ini karena melanggar hak asasi paling dasar, yakni kehidupan. Hidup ini milik Sang Pencipta, manusia tidak boleh ikut campur di dalamnya.

Peradaban manusia telah berlangsung ribuan tahun, dan hanya sedikit sekali di antara tahun-tahun tersebut yang dilalui tanpa perang. Penulis lupa siapa yang telah melakukan penelitian, tapi ia menyebutkan bahwa dalam rentang waktu 3.000 tahun, hanya sekitar 300 tahun Bumi damai tanpa peperangan.

Adolf Hitler (http://www.tribunnews.com/internasional/2018/03/23/10-fakta-menarik-adolf-hitler-yang-jarang-diketahui-orang-nomor-5-tidak-menyukai-perokok)

Peperangan menjadi salah satu faktor yang dapat mengurangi populasi secara drastis. Faktor lainnya adalah bencana alam dan epidemi penyakit. Hal ini telah ditakdirkan, untuk menjaga keseimbangan di Bumi.

Oleh karena itu, jangan sampai terpengaruh oleh paham Thanosisme. Pasti banyak cara lainnya untuk melestarikan Bumi ini tanpa harus membunuh separuh populasi Bumi.

Mungkin Thanos tidak percaya dengan keberadaan Tuhan, sehingga ia memilih untuk berbuat sesuai dengan keyakinannya, yang jelas tidak disetujui oleh pihak-pihak lain, termasuk kita dan para Avengers.

 

 

Jelambar, 17 Mei 2018, terinspirasi setelah menonton Avengers: Infinity Wars lagi

Sumber Foto: httpshttp://www.vulture.com/2018/05/avengers-infinity-war-is-thanos-hot.html://io9.gizmodo.com/yes-thanos-is-hot-1825931804

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.