Cinta Tak Boleh Dipaksakan

“Kalau dipaksakan, namanya bukan cinta, tapi minta.”

Gara-gara tamat membaca komik Nisekoi yang berjumlah 229 chapter, penulis jadi banyak merenungi kembali hakikat cinta. Apa itu cinta, kepada siapa ia layak diberikan, dan pertanyaan lainnya sering menjadi bahan pemikiran menjelang tidur.

Salah satu yang mengganjal di pikiran penulis adalah cinta yang dipaksakan. Contohnya, ketika kita dipaksa oleh pihak keluarga untuk menikahi calon yang telah mereka pilihkan. Latar belakang keluarga yang bersahaja bisa menjadi salah satu faktornya.

Apakah yang demikian selalu disebut pemaksaan? Belum tentu. Bisa jadi kita merasa srek dengan calon yang dipilihkan dan sama sekali tidak merasa dipaksakan oleh orangtua.

Yang namanya dipaksakan, berarti membutukan pihak yang merasa terpaksa. Entah salah satu atau malah kedua-duanya. Hubungan yang dipaksakan jarang sekali yang langgeng. Kalaupun langgeng, belum tentu mereka bahagia menjalani kehidupan yang seperti demikian.

Selain dari faktor eksternal, seperti contoh orangtua di atas, ada pula faktor internal yang dapat menimbulkan keterpaksaan dalam hubungan. Contoh, karena rasa iba ketika melihat seseorang jomblo mulai lahir menyatakan perasaannya, membuat kita terpaksa menerimanya. Atau contoh lain, karena butuh uang kita terpaksa menikah dengan kakek-kakek kaya.

Alasan-alasan yang menyebabkan keterpaksaan ini, apabila telah hilang, membuat hubungan pun akan terasa hampa. Bagaimana tidak, kita sudah tidak memiliki lagi alasan untuk membalas perasaan orang tersebut. Yang ada, hanya akan saling menyakiti diri satu sama lain.

Cinta memiliki keterkaitan yang erat dengan ketulusan. Penulis meyakini bahwa dalam mencintai seseorang, terutama lawan jenis, kita harus mencintainya karena Tuhan. Kita mencintainya karena ingin menjalankan perintah-Nya, menyempurnakan agama. Dengan niat yang demikian, insyaAllah ketulusan akan hadir dalam hubungan kita.

Oleh karena itu, cinta tak dapat dipaksakan. Ia mengalir begitu saja karena cinta hadir berkat petunjuk-Nya bagi yang meyakini. Cinta tak pernah dan tak akan hadir karena keterpaksaan. Ia bukan benda mati yang dapat diminta begitu saja.

 

 

Lawang, 26 Juni 2018, terinspirasi setelah membaca komik Nisekoi

Sumber Foto: https://www.huffingtonpost.com/alicia-armeli-msed-msn-rdn-chlc/relief-for-depression-the_b_9595340.html

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.