Peremehan Tuhan Paling Fatal

Sebenarnya ini bukan murni pemikiran penulis, melainkan milik dalang edan Sujiwo Tejo. Ia mengemukakan hal ini dalam acara Indonesia Lawyers Club beberapa waktu yang lalu. Penulis merasa sepakat dengan pemikiran beliau.

Jadi, apa bentuk peremehan Tuhan paling fatal? Menurut beliau, ketika kita takut besok tidak bisa makan adalah jawabannya. Ketika muncul keraguan terhadap kehadiran Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang untuk membantu hambanya yang sedang kesusahan, itu sama artinya dengan meremehkan Tuhan.

Dengan catatan, diiringi oleh usaha dan doa. Tidak mungkin kita memiliki keyakinan tersebut, lantas hanya bermalas-malasan menunggu bantuan-Nya datang sendiri. Tidak! Jangan memahami kalimat tersebut mentah-mentah.

Keyakinan bahwa Tuhan akan menolong kita harus diiringi usaha dan doa yang seimbang. Logikanya, Tuhan itu Maha Baik, apa mungkin membiarkan umat-Nya yang telah berpeluh keringat dan selalu menyebut nama-Nya di setiap doa dibiarkan begitu saja? Tidak mungkin.

Apabila yang kita minta tidak dikabulkan, jangan langsung berburuk sangka kepada-Nya. Bisa saja, Tuhan menunggu waktu yang tepat untuk mengabulkan keinginan kita, atau bahkan mungkin memberi yang sebenarnya lebih kita butuhkan.

Ingat, Tuhan memberikan apa yang terbaik untuk kita, bukan apa yang kita inginkan. Manusia dengan kemampuannya yang terbatas sangat mungkin salah dalam mengira apa yang dibutuhkan olehnya. Tuhan lah yang mengetahui kebutuhan kita.

Oleh karena itu, janganlah pernah meremehkan Tuhan dengan takut kebutuhan kita tidak akan terpenuhi setelah kita berusaha dan berdoa kepada-Nya. Kita ini hanya manusia yang hina, jangan berani meremehkan Tuhan yang telah menciptakan kita di dunia ini.

 

 

Lawang, 27 Maret 2018, setelah mengajar di SWI Mengajar

Sumber Foto: http://www.islamicsom.org/?p=1545

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.