<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>adaptasi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/adaptasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/adaptasi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Oct 2022 03:25:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>adaptasi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/adaptasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Menonton Rurouni Kenshin The Beginning</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2021 11:15:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[live action]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Rurouni Kenshin]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>
		<category><![CDATA[sinema]]></category>
		<category><![CDATA[The Final]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5205</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awalnya Penulis sempat bingung, kenapa yang judul The Final lebih tayang dulu daripada yang The Beginning. Ternyata, yang The Beginning merupakan prekuel dari film-film Rurouni Kenshin. Beberapa adegan membuat film ini terlihat melakukan proses syuting bersamaan dengan film Rurouni Kenshin yang pertama. Padahal, proses syuting-nya dilakukan bersamaan dengan The Final. Jika film-film sebelumnya lebih banyak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/">Setelah Menonton Rurouni Kenshin The Beginning</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Awalnya Penulis sempat bingung, kenapa yang judul <em>The Final </em>lebih tayang dulu daripada yang <em>The Beginning</em>. Ternyata, yang <em>The Beginning </em>merupakan prekuel dari film-film <em>Rurouni Kenshin</em>.</p>



<p>Beberapa adegan membuat film ini terlihat melakukan proses <em>syuting </em>bersamaan dengan film <em>Rurouni Kenshin </em>yang pertama. Padahal, proses <em>syuting</em>-nya dilakukan bersamaan dengan <em>The Final</em>.</p>



<p>Jika film-film sebelumnya lebih banyak adegan <em>action</em>-nya, <em>The Beginning </em>mampu menyajikan formula yang berbeda dengan drama yang cukup bikin sesak dada. <strong>SPOILER ALERT!!!!</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita <em>Rurouni Kenshin: The Beginning</em></h2>



<p>Film ini bercerita tentang masa lalu <strong>Kenshin Himura</strong> (Takeru Satoh) ketika ia masih menjadi seorang <em>Battousai</em> demi era baru Jepang. Jujur, Penulis tidak terlalu paham politik di film ini, tapi Penulis masih bisa memahaminya.</p>



<p>Satu ketika, Kenshin menghabisi beberapa orang yang pro dengan Keshogunan Tokugawa di Kyoto. Ada satu orang yang tidak ingin mati karena ada wanita yang akan dinikahinya. Berkat tekadnya, ia berhasil meninggalkan goresan di pipi Kenshin.</p>



<p>Suatu malam, Kenshin melindungi seorang wanita dari gangguan beberapa laki-laki yang mengaku sebagai patriot. Ternyata, yang ia lindungi adalah <strong>Yukishiro Tomoe</strong> (Kasumi Arimura). Sebagai tanda terima kasih, ia bekerja dan tinggal di tempat penginapak Kenshin.</p>



<p>Singkat cerita, tempat persembunyian Kenshin dan kelompoknya diketahui oleh kelompok <em>Shinsengumi </em>pimpinan <strong>Saitō Hajime</strong> (Yōsuke Eguchi). Ia pun harus kabur dari Kyoto dan tinggal bersama Tomoe karena mereka berdua saling jatuh cinta.</p>



<p>Ternyata, Tomoe merupakan calon istri dari orang yang meninggalkan luka di pipi Kenshin. Tomoe dimanfaatkan oleh kelompok <em>Yaminobu </em>pimpinan <strong>Tatsumi </strong>(Kazuki Kitamura).</p>



<p>Mengetahui fakta tentang Tomoe akan menghancurkan perasaan Kenshin. Meskipun berhasil mengalahkan beberapa orang <em>Yaminobu</em>, kekuatan Kenshin banyak berkurang dan penglihatannya terganggu ketika berhadapan dengan Tatsumi.</p>



<p>Saat Tatsumi hendak menghabisi Kenshin, Tomoe datang menghalangi dan tanpa sengaja Kenshin menebas mereka berdua secara bersamaan. Saat sekarat, Tomoe meninggalkan bekas luka di pipi kiri Kenshin, membuat simbol X yang legendaris.</p>



<p>Pada akhir perang, restorasi akhirnya terlaksana di Jepang. Semenjak itu, Kenshin bersumpah tidak akan membunuh lagi seumur hidupnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton <em>Rurouni Kenshin: The Beginning </em> </h2>



<p>Entah hanya perasaan Penulis saja, tapi rasanya film <em>Kenshin </em>yang terakhir ini menjadi yang paling sadis dan berdarah-darah. Fokusnya pada masa lalu Kenshin ketika masih menjadi seorang <em>Battousai</em> mungkin menjadi alasannya, terutama di adegan pembuka.</p>



<p>Hanya ada 2 karakter lama yang muncul di film ini, yakni Kenshin dan Saitō. Tomoe muncul beberapa kali di film <em>The Final</em>, tapi hanya dalam adegan <em>flashback</em>. </p>



<p>Melihat masa lalu Kenshin begitu menarik, di mana hatinya yang tulus berlawanan dengan tekadnya untuk membentuk era baru Jepang. Hal tersebut membuat ia terkadang menjadi ragu jika harus membunuh.</p>



<p>Drama yang dimiliki film ini cukup mengena bagi Penulis, karena seorang wanita yang ingin balas dendam atas kematian kekasihnya harus jatuh cinta dengan pembunuh kekasihnya. Ia justru harus menerima fakta bahwa dirinya hanya dijadikan alat semata.</p>



<p>Dari segi cerita, Penulis paling menyukai <em>The Beginning</em> dibandingkan empat film lainnya. Jika mencari adegan <em>action-</em>nya, Penulis lebih menyukai film keduanya, <em>Kyoto Inferno</em>.</p>



<p>Sayang sekali film ini akan menjadi seri terakhir dari <em>live-action Rurouni Kenshin</em>. Tidak apa-apa, daripada dipaksakan untuk membuat seri barunya tapi mengorbankan kualitas seperti <em>franchise </em>yang identik dengan <em>family </em>itu.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 9 Agustus 2021, terinspirasi setelah menonton <em>Rurouni Kenshin: The Beginning</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.netflix.com/id-en/title/81313229">Netflix</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/">Setelah Menonton Rurouni Kenshin The Beginning</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Rurouni Kenshin: The Final</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2021 11:08:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[live action]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Rurouni Kenshin]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>
		<category><![CDATA[sinema]]></category>
		<category><![CDATA[The Beginning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5198</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika ditanya apa film live-action terbaik yang mengadaptasi anime, kebanyakan orang akan menjawab trilogi Rurouni Kenshin. Penulis sangat sepakat dan rasanya belum ada adaptasi anime yang levelnya menyamainya. Penulis menonton Rurouni Kenshin atau Samurai X sejak kecil, meskipun tidak terlalu ingat dengan detail ceritanya. Penulis hanya ingat beberapa karakternya yang ikonik, di mana trilogi film [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/">Setelah Menonton Rurouni Kenshin: The Final</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika ditanya apa film <em>live-action </em>terbaik yang mengadaptasi anime, kebanyakan orang akan menjawab trilogi <em>Rurouni Kenshin</em>. Penulis sangat sepakat dan rasanya belum ada adaptasi anime yang levelnya menyamainya.</p>



<p>Penulis menonton <em>Rurouni Kenshin </em>atau <em>Samurai X </em>sejak kecil, meskipun tidak terlalu ingat dengan detail ceritanya. Penulis hanya ingat beberapa karakternya yang ikonik, di mana trilogi film tersebut dapat menggambarkannya secara cukup presisi.</p>



<p>Oleh karena itu, ketika mendengar kabar kalau <em>live-action Rurouni Kenshin </em>akan merilis 2 film baru, Penulis menjadi sangat bersemangat untuk menontonnya. Bagaimana pendapat Penulis tentang keduanya? <strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita <em>Rurouni Kenshin: The Final</em></h2>



<p><em>The Final </em>bercerita tentang konflik antara <strong>Kenshin Himura</strong> (Takeru Satoh) dan adik iparnya, <strong>Yukishiro Enishi</strong> (Mackenyu Arata) yang merupakan ketua gang mafia di Shanghai, China. Enishi juga yang menjadi penyuplai senjata untuk Shisio Makoto. </p>



<p>Di awal film kita melihat adegan <em>action </em>yang <em>epic </em>ketika pihak kepolisian pimpinan <strong>Saitō Hajime</strong> (Yōsuke Eguchi) menangkap Enishi di stasiun, walau pada akhirnya ia bisa dibebaskan berkat campur tangan Shanghai.</p>



<p>Ternyata, Enishi memiliki dendam terhadap Kenshin karena ia menganggapnya sebagai pembunuh kakak perempuannya, <strong>Yukishiro Tomoe</strong> (Kasumi Arimura). Ia pun memiliki rencana untuk membuat hidup Kenshin menderita.</p>



<p>Menyadari siapa musuhnya, Kenshin memutuskan untuk bercerita tentang masa lalunya kepada teman-temannya, termasuk kisahnya dengan Tomoe yang merupakan mantan istrinya. Kisah ini akan lebih dijelaskan di film berikutnya.</p>



<p>Konflik antara keduanya pun terus berlangsung, hingga akhirnya Enishi menculik <strong>Kamiya Kaoru</strong> (Emi Takei). Kenshin pun berusaha menyelamatkan Kaoru dengan berusaha menerobos markas Enishi dengan bantuan beberapa orang.</p>



<p>Ada sedikit kejutan di mana <strong>Seta Sōjirō</strong> (Ryūnosuke Kamiki) tiba-tiba muncul dan membantu Kenshin. Pertarungan akhir pun terjadi antara Kenshin melawan Enishi secara sengit.</p>



<p>Kenshin bahkan membiarkan dirinya ditikam oleh Enishi dan meminta maaf atas kematian Tomoe. Pada akhinrya, Enishi masuk penjara dan mendapatkan <em>diary </em>dari kakaknya, membuatnya memahami apa yang dirasakan kakaknya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton <em>Rurouni Kenshin: The Final </em></h2>



<p>Dibandingkan dengan tiga film sebelumnya, rasanya film ini masih berada di bawahnya. Alur ceritanya sedikit <em>dragging </em>dan terlalu banyak adegan <em>flashback </em>yang diulang-ulang sehingga terasa sedikit membosankan.</p>



<p>Adegan <em>action</em>-nya, terutama adegan Enishi di kereta api, memiliki koreografi yang keren dan menjadi salah satu favorit Penulis. Pertarungan terakhir antara Kenshin dan Enishi juga keren.</p>



<p>Penulis agak merasa ganjil dengan kemunculan <strong>Sōjirō</strong> di film ini. Penulis menyukai karakternya dari dulu, tapi rasanya kemunculannya di sini agak sedikit dipaksakan.</p>



<p>Ketika mengecek <em>rating</em>-nya di IMDb, film ini memiliki nilai paling rendah jika dibandinkan empat film lainnya, yakni 7.2. Mungkin, <em>The Final </em>sedikit terbanting dari film-film sebelumnya.</p>



<p>Terlepas dari kekuarangan dan sedikit rasa tidak puas, Penulis cukup menikmati film ini. <em>The Final </em>masih menjadi adaptasi anime yang sangat layak untuk ditonton.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 9 Agustus 2021, terinspirasi setelah menonton <em>Rurouni Kenshin: The Final</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.polygon.com/22540609/rurouni-kenshin-the-final-review-netflix">Polygon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/">Setelah Menonton Rurouni Kenshin: The Final</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beradaptasi dengan Lingkungan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/beradaptasi-dengan-lingkungan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/beradaptasi-dengan-lingkungan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jun 2018 03:23:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pergaulan]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=859</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Ah, kayaknya aku gak bakal deh diterima sama mereka.&#8221; &#8220;Ah, kalo aku gabung ke situ paling aku cuma diem.&#8221; &#8220;Ah, mereka kayaknya enggak suka sama aku.&#8221; &#8220;Ah, aku enggak butuh mereka, aku lebih suka sendiri.&#8221; Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran yang menggantung di dalam hati kita ketika kita merasa ragu untuk bergabung dalam pembicaraan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/beradaptasi-dengan-lingkungan/">Beradaptasi dengan Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Ah, kayaknya aku gak bakal deh diterima sama mereka.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, kalo aku gabung ke situ paling aku cuma diem.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, mereka kayaknya enggak suka sama aku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, aku enggak butuh mereka, aku lebih suka sendiri.&#8221;</p>
<p>Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran yang menggantung di dalam hati kita ketika kita merasa ragu untuk bergabung dalam pembicaraan yang telah dimulai oleh sekelompok orang. Penulis bisa berkata demikian karena penulis alami sendiri :).</p>
<p>Kita terlalu rumit dengan pikiran kita sendiri hingga menjustifikasi orang lain seenak kita. Padahal, belum tentu praduga-praduga tersebut terbukti. Bukankah membuat kesimpulan tanpa data adalah kesalahan besar?</p>
<p>Bisa berbaur dengan lingkungan baru merupakan salah satu teknik adaptasi yang dibutuhkan dalam kehidupan bersosial. Syarat pertama agar bisa melakukan hal tersebut, ya membuang segala prasangka-prasangka tersebut.</p>
<p>Coba bayangkan situasi sebagai berikut:</p>
<p><em>Budi baru saja pindah ke Sumber Wuni. Di hari pertamanya, ia mencoba untuk bermain ke lapangan untuk mengenal teman-teman sekampungnya. Ketika sampai di lapangan, ia melihat sekumpulan remaja sedang bercengkerama di pinggir lapangan. Apa yang harus dilakukan Budi?</em></p>
<p>Jika yang ada di benak Budi adalah pikiran-pikiran yang ada di awal tulisan, tentu ia akan memutuskan untuk balik badan. Atau minimal, duduk agak jauh dari tempat mereka berkumpul, menunggu diajak bergabung oleh mereka.</p>
<p>Akan tetapi, karena Budi adalah anak yang berpikir positif, maka ia berusaha untuk langsung bergabung dengan mereka dan memperkenalkan diri. Dan ternyata, remaja-remaja tersebut sangat <em>welcome </em>terhadap Budi.</p>
<p>Ketika awal-awal, mungkin kita akan lebih banyak diam mendengarkan pembicaraan mereka, dan ini sangat normal. Sebagai orang baru, tentu kita harus mengetahui dulu bagaimana kebiasaan, sifat, gaya bahasa teman-teman baru kita. Jangan sampai kita sok membaur dengan gaya kita sendiri karena hal tersebut dapat membuat risih orang lain.</p>
<p>Misalkan saja, orang Jakarta pindah ke Malang, tentu ia tidak dapat menggunakan bahasa <em>gue lo </em>dalam tempo cepat terhadap orang Jawa yang menggunakan <em>aku awakmu </em>yang bertempo lambat. Anak baru tersebut kemungkinan besar akan dicap &#8220;mentang-mentang dari Jakarta jadi sombong&#8221;.</p>
<p>Beradaptasi tentu memerlukan waktu untuk penyesuaian. Manfaatkanlah waktu-waktu di awal perkenalan sebagai momen untuk mengobservasi orang-orang di lingkungan baru. Ketika merasa sudah bisa menyesuaikan diri, cobalah untuk bergabung lebih dalam lagi dengan mereka.</p>
<p>Idealnya, kita yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kita, bukan sebaliknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 10 Juni 2018, terinspirasi ketika malam setelah pemilihan ketua Karang Taruna periode 2018-2021</p>
<p>Sumber foto: <a href="http://www.tv3.ie/xpose/article/lifestyle/258356/Signs-your-childs-lonely-and-10-tips-on-how-to-help-them">http://www.tv3.ie/xpose/article/lifestyle/258356/Signs-your-childs-lonely-and-10-tips-on-how-to-help-them</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/beradaptasi-dengan-lingkungan/">Beradaptasi dengan Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/beradaptasi-dengan-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
