<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Apple Pencil Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/apple-pencil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/apple-pencil/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Sep 2018 14:36:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Apple Pencil Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/apple-pencil/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Andai Steve Jobs Masih Hidup</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2018 08:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Apple Pencil]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akankah ia akan merilis sebuah ponsel bernama iPhone Xs Max? Akankah ada inovasi yang lebih hebat dari sekedar dual-sim? Akankah muncul produk-produk yang nantinya akan ditiru oleh perusahaan lain? Banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika penulis memperhatikan perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak bernama Apple tersebut. Penulis, dan kebanyakan orang, merasa Apple semakin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Andai Steve Jobs Masih Hidup</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Akankah ia akan merilis sebuah ponsel bernama iPhone Xs Max? Akankah ada inovasi yang lebih hebat dari sekedar <em>dual-sim</em>? Akankah muncul produk-produk yang nantinya akan ditiru oleh perusahaan lain?</p>
<p>Banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika penulis memperhatikan perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak bernama Apple tersebut. Penulis, dan kebanyakan orang, merasa Apple semakin miskin inovasi semenjak meninggalnya Jobs pada tahun 2011 karena kanker.</p>
<p><strong>Apple Pencil</strong></p>
<p>Penulis pernah menulis tentang Apple Pencil ketika dirilis pada tahun 2015. Tentu hal tersebut membuat penulis mengangkat alis karena keheranan. Bukankah Steve Jobs membenci <em>stylus</em>, walapun diberi nama pensil?</p>
<p>Singkat cerita, ketika Steve Jobs kembali ke Apple pada tahun 1996 (setelah perusahaan tersebut terus menerus mengalami kerugian), Apple telah terjun ke pasar <em>Personal Digital Assistant </em>(PDA) dengan nama Newton. Ketika Jobs pada akhirnya naik jabatan, ia langsung menghentikan produksi Newton (dan berbagai produk lainnya yang dianggap Jobs sebagai sampah).</p>
<div id="attachment_1388" style="width: 778px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1388" class="size-full wp-image-1388" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213.jpg" alt="" width="768" height="213" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213-300x83.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213-356x99.jpg 356w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><p id="caption-attachment-1388" class="wp-caption-text">Apple Pencil (http://www.idownloadblog.com/2017/05/24/apple-patent-pencil-iphone/)</p></div>
<p>Ketika iPhone pertama rilis pada tahun 2007, ia dengan secara gamblang menyatakan ketidaksukaannya akan <em>stylus</em>. Alasannya sederhana, kita telah dianugerahi <em>stylus </em>terbaik, yakni jari -jari kita.</p>
<p>Berdasarkan fakta itu, penulis jelas berpendapat bahwa adanya produk tersebut jelas bertentangan dengan filosofi yang dianut oleh Jobs. Beda cerita seandainya Jobs meralat ucapannya, sesuatu yang nampaknya sangat jarang terjadi karena ia memiliki keyakinan dan insting yang bagus.</p>
<p><strong>Ke Mana Apple Mengarah?</strong></p>
<p>Visi Jobs dengan Apple sangat jelas, menciptakan pasar. Hampir semua produk yang dirilis di bawah komandonya menjadi pionir. Sebutkan saja iPod, iPhone, hingga iPad. Walaupun pada kenyataannya, produk Apple jarang menjadi yang pertama dalam menciptakan inovasi tersebut.</p>
<p>Sekarang, apa yang menjadi inovasi pada Apple di bawah pimpinan Tim Cook? Coba dibandingkan dengan Samsung dengan layar lengkungnya ataupun Oppo dengan kamera naik turunnya. Mungkin hal inovatif terakhir yang dilakukan oleh Apple adalah Face ID, walaupun penulis yakin pengembang <em>smartphone </em>lainnya juga sudah lama menyiapkan hal tersebut.</p>
<div id="attachment_1387" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1387" class="size-large wp-image-1387" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1387" class="wp-caption-text">Inovatif (youtube.com)</p></div>
<p>Yang menjadi pertanyaan, akankah Apple berubah haluan dari pencipta pasar menjadi mengikuti arus pasar seperti yang dilakukan oleh John Sculley (mantan CEO Apple yang memecat Jobs) dulu? Apakah Apple membutuhkan penyegaran seperti yang dilakukan Microsoft dengan menuntuk Satya Nadella sebagai CEO menggantikan Steve Balmer?</p>
<p>Mari kita amati bersama-sama perkembangan Apple dan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya ke depannya. Tentu yang bisa kita harapkan, perkembangan teknologi yang mereka kembangkan bisa membawa kebaikan untuk kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 23 September 2018, terinpirasi setelah penulis membutuhkan portofolio untuk tes kerja di Mainspring Technology</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://time.com/3757765/steve-jobs-biography/">http://time.com/3757765/steve-jobs-biography/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Andai Steve Jobs Masih Hidup</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
