<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>berpikir positif Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/berpikir-positif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/berpikir-positif/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Oct 2019 20:58:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>berpikir positif Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/berpikir-positif/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Motivasi Itu Omong Kosong</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/motivasi-itu-omong-kosong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2019 16:24:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[negatif]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<category><![CDATA[toxic positivity]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2907</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernah mendengar atau membaca kalimat hidup tak semudah cocote Mario Teguh? Penulis yakin mayoritas dari pembaca pernah mengetahuinya, setidaknya satu kali. Mario Teguh terkenal sebagai seorang motivator ulung yang pandai berkata-kata. Setiap kalimat yang meluncur dari mulutnya seolah menggambarkan betapa idealnya kehidupan dengan menerapkan nasehatnya. Lantas, ia tertimpa masalah keluarga dan hancurlah reputasi tersebut. Semua kalimat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/motivasi-itu-omong-kosong/">Motivasi Itu Omong Kosong</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah mendengar atau membaca kalimat <em>hidup tak semudah cocote Mario Teguh</em>? Penulis yakin mayoritas dari pembaca pernah mengetahuinya, setidaknya satu kali.</p>
<p>Mario Teguh terkenal sebagai seorang motivator ulung yang pandai berkata-kata. Setiap kalimat yang meluncur dari mulutnya seolah menggambarkan betapa idealnya kehidupan dengan menerapkan nasehatnya.</p>
<p>Lantas, ia tertimpa masalah keluarga dan hancurlah reputasi tersebut. Semua kalimat manisnya seolah tak bisa ia terapkan untuk dirinya dan kehidupannya sendiri.</p>
<p>Penulis bukan penggemarnya, sehingga tidak merasakan apa-apa. Tapi, bagaimana dengan orang-orang yang sangat percaya dengan kata-katanya?</p>
<p><em>Apakah mereka menjadi kecewa dan mengatakan motivasi itu omong kosong?</em></p>
<h3><em>Toxic Positivity</em></h3>
<div id="attachment_2909" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2909" class="size-large wp-image-2909" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/toxic-positivity-motivasi-itu-omong-kosong-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/toxic-positivity-motivasi-itu-omong-kosong-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/toxic-positivity-motivasi-itu-omong-kosong-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/toxic-positivity-motivasi-itu-omong-kosong-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/toxic-positivity-motivasi-itu-omong-kosong-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2909" class="wp-caption-text">Toxic Positivity (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@blancotejedor">Aarón Blanco Tejedor</a>)</p></div>
<p>Rekan kantor memperkenalkan istilah <em>toxic positivity,</em> yang secara sederhana kurang lebih berarti motivasi positif bisa menjadi racun untuk kita.</p>
<p>Menurut penulis, istilah tersebut ada benarnya. Alasannya, tidak ada yang baik dengan berlebihan, termasuk memelihara pikiran untuk selalu positif dalam keadaan apapun.</p>
<p>Masalahnya, kita hanya manusia biasa lengkap dengan segala kekurangannya. Di saat lapang mungkin mudah untuk berpikir positif, namun di saat sempit? Susahnya bukan main, dan Mario Teguh telah membuktikan hal tersebut.</p>
<p>Penulis mengambil contoh <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/belajar-waspada-dari-punahnya-burung-dodo/">kepunahan burung Dodo</a> yang legendaris untuk menggambarkan betapa bahayanya memiliki pola pikir yang terlalu positif.</p>
<p>Ketika manusia datang ke pulau tempat mereka tinggal, burung Dodo tidak menaruh curiga apapun. Mereka berpikir positif bahwa manusia adalah makhluk yang baik. Akibatnya? Mereka punah karena habis diburu oleh manusia.</p>
<p>Pikiran-pikiran negatif pasti datang menghampiri kita pada saat-saat tertentu. Terkadang, mengusirnya dengan pikiran positif justru makin memperparah keadaan tersebut.</p>
<p>Ini juga berlaku terhadap orang lain. Jika ada yang mengeluhkan permasalahannya ke kita, jangan asal menyemburkan kalimat penyemangat.</p>
<p>Lihat dulu situasi, kondisi, dan karakteristik orang yang bercerita. Tidak semua orang mampu menangkap energi positif ketika sedang terpuruk. Yang ada, mereka akan menjadi semakin <em>down </em>(<em>dan penulis sering melakukan kesalahan tersebut</em>).</p>
<h3><em>Lantas, apakah motivasi itu omong kosong?</em></h3>
<p>Kembali ke permasalahan utama, apakah motivasi itu omong kosong? Jawabannya adalah iya, jika hanya sekadar berbentuk teori tanpa ada praktek.</p>
<p>Semua kata-kata Mario Teguh terasa sebagai omong kosong karena yang mengucapkannya sendiri tidak mampu mempraktekkannya hingga menghancurkan kehidupannya sendiri.</p>
<p>Semua tulisan penulis yang berbau motivasi di <em>Whathefan</em> ini juga akan menjadi omong kosong jika tidak penulis terapkan untuk kehidupannya sendiri.</p>
<p>(<em>Salah satu alasan mengapa penulis sering menulis tulisan berbau motivasi adalah agar dirinya terpacu untuk melakukan apa yang ditulis. Itu juga sebagai terapi menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang berlebihan</em>)</p>
<p>Motivasi itu perlu dan dibutuhkan manusia untuk melanjutkan hidup. Orang yang tidak memiliki motivasi hidup biasanya hidupnya terombang-ambing tanpa arah yang jelas.</p>
<p>Akan tetapi, motivasi yang berlebihan (mungkin dari motivator ataupun buku) juga tidak baik untuk kita. Terlalu banyak motivasi bisa memicu efek <em>toxic positivity </em>kepada diri kita.</p>
<p>Penulis pun masih berusaha menemukan formula bagaimana kita harus menyeimbangkan antara pikiran positif dan negatif dalam diri. Butuh banyak referensi dan diskusi untuk bisa menemukan jawabannya.</p>
<p>Yang jelas, hidup dengan pikiran yang selalu positif juga kurang baik untuk kita. Kita akan menjadi makhluk yang naif dan mudah dikecoh oleh orang-orang yang berniat jahat ke kita.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis merupakan orang yang suka membaca buku-buku motivasi, mulai John C. Maxwell hingga Anthony Robbins. Ada beberapa yang berusaha penulis terapkan dalam kehidupan sehari-hari, walau ada juga yang sulit untuk dipraktekkan.</p>
<p>Sekarang, penulis mulai mengurangi membaca buku-buku motivasi. Alasannya, penulis merasa cukup dan memutuskan untuk lebih banyak bertindak daripada memakan teori-teori melulu.</p>
<p>Namun, jika ada buku motivasi yang menarik, mengapa tidak? Penulis masih ingin membaca buku karya Stephen R. Corey yang berjudul <em>The 7 Habits of Highly Effective People. </em>Akan tetapi untuk sekarang, penulis merasa cukup.</p>
<p>Penulis tidak pernah menganggap motivasi itu omong kosong. Sama seperti baterai, kehidupan ini terkadang juga butuh diisi ulang dan salah satu caranya adalah dengan menggunakan motivasi dari mana pun asalnya.</p>
<p>Akan tetapi, jika diisi berlebihan hingga melebihi kapasitas, yang ada adalah ledakan, <em>BOOM!</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 Oktober 2019, terinspirasi dari banyak macam hal seputar motivasi</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjxv9eY2KvlAhWrgUsFHdKNALAQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.nbforum.com%2Fnbreport%2Fjohn-c-maxwell-great-leaders-never-walk-alone%2F&amp;psig=AOvVaw0F_kZ7b-Z9Spns6LgEA4Gy&amp;ust=1571690143589376">Nordic Business Forum</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/motivasi-itu-omong-kosong/">Motivasi Itu Omong Kosong</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Hari untuk Pikiran Negatif</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/satu-hari-untuk-pikiran-negatif/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/satu-hari-untuk-pikiran-negatif/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2018 08:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[negatif]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[self-improvement]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1355</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selalu usahakan untuk berpikir positif, apapun yang terjadi karena semua peristiwa memilih hikmah di baliknya. Tak peduli badai setinggi apa, tak peduli masalah seberat apa, kita harus tetap maju dengan optimisme tinggi. Ya, kurang lebih seperti itulah yang sering dikatakan para motivator, pun yang tertulis di buku-buku self-improvement yang sering penulis baca. Apakah salah memiliki pola pikir [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/satu-hari-untuk-pikiran-negatif/">Satu Hari untuk Pikiran Negatif</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selalu usahakan untuk berpikir positif, apapun yang terjadi karena semua peristiwa memilih hikmah di baliknya. Tak peduli badai setinggi apa, tak peduli masalah seberat apa, kita harus tetap maju dengan optimisme tinggi.</p>
<p>Ya, kurang lebih seperti itulah yang sering dikatakan para motivator, pun yang tertulis di buku-buku <em>self-improvement </em>yang sering penulis baca. Apakah salah memiliki pola pikir selalu positif seperti itu? Entahlah, penulis sendiri belum bisa berada di posisi seperti itu.</p>
<p>Penulis tentu berusaha untuk mengaplikasikan pola hidup selalu berpikir positif. Malu dong jika buku bacaannya macam Awaken the Giant Within-nya Anthony Robbins tapi suka berpikir negatif tentang dirinya sendiri. Hanya saja, penulis membutuhkan satu hari untuk membuang pikiran-pikiran yang menumpuk di sudut kepala penulis.</p>
<p>Realistis saja, penulis tentu masih sering berpikir negatif, seperti &#8220;duh kok gak dapet-dapet kerja ya&#8221; atau &#8220;kok hidup gini banget ya&#8221;. Nah, dengan menerapkan hidup positif, ketika pikiran tersebut muncul, otak kita akan segera meminggirkannya ke pinggir-pinggir. Persis ketika kita sedang menyapu rumah.</p>
<p>Apa yang akan kita lakukan jika kotoran sudah menumpuk? Tentu membuangnya ke tempat sampah. Lantas, di mana kita bisa membuang pikiran-pikiran negatif yang sudah menumpuk tersebut?</p>
<p>Jika levelnya sudah level ahli ibadah, ia akan &#8220;menumpahkan&#8221; semuanya ke Tuhan. Lewat alunan doa ia curhat kepada Sang Pemilik Hidup. Setelah mencurahkan segala macam yang membebaninya, ia akan merasa lebih segar dan siap untuk menjalani hidup lebih baik.</p>
<div id="attachment_1372" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1372" class="size-full wp-image-1372" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/aliko-sunawang-784391-unsplash.jpg" alt="" width="1000" height="669" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/aliko-sunawang-784391-unsplash.jpg 1000w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/aliko-sunawang-784391-unsplash-300x201.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/aliko-sunawang-784391-unsplash-768x514.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/aliko-sunawang-784391-unsplash-356x238.jpg 356w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p id="caption-attachment-1372" class="wp-caption-text">Curhat ke Tuhan (Photo by Aliko Sunawang on Unsplash)</p></div>
<p>Bagaimana jika belum? Kalau penulis, belum bisa seratus persen seperti contoh di atas. Penulis masih membutuhkan orang-orang yang penulis percayai untuk mendengarkan segala keluh kesah yang penulis rasakan. Penulis masih membutuhkan orang-orang yang bisa mendengarkan dengan penuh empati dan berusaha untuk membangkitkan kembali semangat penulis. Penulis masih membutuhkan orang-orang yang peduli dan berusaha memberi motivasi untuk penulis.</p>
<p>Penulis akan merasa <em>plong </em>setelah membuang segala pikiran negatif yang telah tertumpuk tersebut. Penulis akan merasa lebih baik dan kembali semangat menjalani hidup. Penulis juga merasa, penulis tidak boleh mengecewakan orang-orang yang telah mendukung kita dengan sepenuh hati.</p>
<p>Kapankah satu hari tersebut? Tergantung. Penulis melakukannya kapan saja selama pikirannya sudah terasa penuh hingga penulis bingung mau melakukan apa. Asal jangan terlalu sering juga, misal dua hari sekali. Semakin lama jangka waktunya, penulis rasa semakin bagus.</p>
<p>Jika pembaca termasuk orang yang sudah bisa menerapkan konsep berpikir positif secara menyeluruh, kalian luar biasa. Untuk yang belum, mungkin saja cara penulis bisa ditiru, walaupun cara tersebut belum teruji secara klinis dan tidak pernah melewati serangkaian uji labotarium.</p>
<p>Mengalokasikan satu hari untuk membuang segala pikiran negatif murni berdasarkan pengalaman penulis pribadi, hasil perenungan bukan penelitian. Semoga saja dengan menuliskan hal ini bisa membawa kebaikan untuk pembaca sekalian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 22 September 2018, terinspirasi setelah awal bulan ini menggunakan satu hari untuk mengeluarkan segala keluh kesah kepada seorang kawan</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/akT1bnnuMMk?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Eric Ward</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/sad?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/satu-hari-untuk-pikiran-negatif/">Satu Hari untuk Pikiran Negatif</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/satu-hari-untuk-pikiran-negatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
