<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Budiman Sudjatmiko Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/budiman-sudjatmiko/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/budiman-sudjatmiko/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Feb 2019 00:37:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Budiman Sudjatmiko Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/budiman-sudjatmiko/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Semburan Dusta</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/semburan-dusta/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/semburan-dusta/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2019 00:37:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[bohong]]></category>
		<category><![CDATA[Budiman Sudjatmiko]]></category>
		<category><![CDATA[dusta]]></category>
		<category><![CDATA[Firehose of Falsehood]]></category>
		<category><![CDATA[obyektif]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2164</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah seorang kubu 01 yang penulis kagumi, Budiman Sudjatmiko, menyatakan bahwa kubu 02 tengah menerapkan strategi Firehose of Firehood demi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap semua pasangan calon. Sebenarnya, apa itu Firehose of Firehood? Sejauh yang penulis pahami, istilah tersebut merujuk pada semburan dusta yang dilakukan berulang-ulang secara masif agar publik menjadi apatis. Kebohongan tersebut diproduksi secara massal tanpa peduli [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/semburan-dusta/">Semburan Dusta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah seorang kubu 01 yang penulis kagumi, Budiman Sudjatmiko, menyatakan bahwa kubu 02 tengah menerapkan strategi <em><strong>Firehose of</strong> </em><strong><em>Firehood</em> </strong>demi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap semua pasangan calon.</p>
<p>Sebenarnya, apa itu <em>Firehose of Firehood</em>? Sejauh yang penulis pahami, istilah tersebut merujuk pada <em>semburan dusta yang dilakukan berulang-ulang secara masif agar publik menjadi apatis</em>.</p>
<p>Kebohongan tersebut diproduksi secara massal tanpa peduli benar atau tidaknya informasi yang disampaikan. Selain itu, kebohongan juga harus bisa membakar emosi masyarakat agar menyebar secara cepat bagaikan virus.</p>
<div id="attachment_2165" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2165" class="size-full wp-image-2165" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/DynvJ_3UwAI8GbZ.jpg" alt="" width="1000" height="1000" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/DynvJ_3UwAI8GbZ.jpg 1000w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/DynvJ_3UwAI8GbZ-150x150.jpg 150w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/DynvJ_3UwAI8GbZ-300x300.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/DynvJ_3UwAI8GbZ-768x768.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p id="caption-attachment-2165" class="wp-caption-text">Firehood of Falsehood (<a href="https://twitter.com/budimandjatmiko/status/1092667351885963265">Twitter</a>)</p></div>
<p>Ciri-ciri lainnya adalah soal inkonsisten. Seringkali pernyataan yang dilontarkan satu orang dengan orang lain tidak selaras, padahal mereka satu tim di mana seharusnya memiliki informasi yang sama.</p>
<p>Setelah kebohongan tersebar di masyarakat dan menimbulkan ketakutan, akan muncul sesosok &#8220;pahlawan&#8221; yang akan hadir untuk mengusir rasa ketakutan tersebut. Pola seperti ini terus diulang-ulang dengan topik yang berbeda-beda.</p>
<p>Tujuannya, ya seperti yang telah penulis katakan tadi, membuat publik merasa bahwa kedua pasangan calon sama-sama gemar berbohong dan membuat mereka malas untuk berpartisipasi dalam pemilu.</p>
<p>Katanya, strategi ini juga diterapkan oleh beberapa pemimpin dunia. Sebut saja Donald Trump dari Amerika Serikat dan Jair Bolsonaro dari Brazil.</p>
<div id="attachment_2166" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2166" class="size-large wp-image-2166" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/download-1-1024x622.jpg" alt="" width="800" height="486" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/download-1-1024x622.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/download-1-300x182.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/download-1-768x467.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/download-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2166" class="wp-caption-text">Jair Bolsonaro (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.reuters.com/article/us-g20-summit-usa-brazil/u-s-s-bolton-says-will-meet-brazils-bolsonaro-in-rio-idUSKCN1NQ2EP" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwihi_Tes7LgAhVCK48KHQWnD1kQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Reuters</span></a>)</p></div>
<p>Nah, yang menjadi pertanyaan, apakah kubu 02 benar-benar gemar menyebar kebohongan dengan strategi tersebut?</p>
<p>Dari yang beberapa penulis baca, memang beberapa telah banyak beredar di media massa. Sebut saja <a href="http://whathefan.com/sosialpolitik/dia-dan-kebohongannya/">kasus Ratna</a>, selang cuci darah, dan surat suara 7 kontainer yang menjadi <em>headline </em>berita.</p>
<p>Tentu ini bukan hal yang baik bagi alam demokrasi kita. Mengajari publik dengan politik kebohongan hanya akan menyesatkan kita dan menimbulkan ketidakpercayaan kepada orang-orang politik.</p>
<p>Penulis mengikuti Budiman di Twitter sehingga sering melihat <em>tweet-tweet </em>beliau. Akan tetapi, karena memang dia anggota partai politik, wajar jika ia hanya menyorot kebohongan lawan dan menyamarkan kebohongan yang ada di pihaknya.</p>
<p>Hal yang sama akan dilakukan oleh kubu satunya. Jadi, ya sebenarnya sama saja. Kedua pihak mungkin sama-sama mengeluarkan kebohongan dan sama-sama menuding lawan berbohong, bagaikan dua ekor rubah yang saling menyalak satu sama lain.</p>
<p>Adalah tugas kita untuk bisa melihat semuanya secara obyektif. Caranya? Tidak perlu menjadi <a href="http://whathefan.com/sosialpolitik/akar-fanatisme-membabi-buta/">pendukung fanatik</a>. Jika condong ke salah satu pasangan calon, silahkan. Itu adalah hak setiap warga negara, memilih pemimpin yang diinginkan.</p>
<p>Yang harus diingat adalah jangan sampai kita terlalu mengkultuskan calon kita sehingga seolah-olah ia tak memiliki kesalahan dan kekurangan. Tidak ada yang sempurna di dunia ini.</p>
<p>Dengan menempatkan diri di luar kotak atau berada di tengah, kita akan bisa melihat kelebihan dan kekurangan secara berimbang. Bukankah hidup ini memang harus seimbang, seperti yang dikatakan oleh <a href="http://whathefan.com/sosialpolitik/genosida-ala-thanos/">Thanos</a>?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 11 Februari 2019, terinspirasi dari banyaknya kebohongan yang beredar di media massa</p>
<p>Foto:</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/semburan-dusta/">Semburan Dusta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/semburan-dusta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setitik Debu di Ujung Sepatumu</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/setitik-debu-di-ujung-sepatumu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/setitik-debu-di-ujung-sepatumu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2018 11:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Budiman Sudjatmiko]]></category>
		<category><![CDATA[cibiran]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[kawan]]></category>
		<category><![CDATA[lawan]]></category>
		<category><![CDATA[Rocky Gerung]]></category>
		<category><![CDATA[sepatu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1656</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau boleh jujur, penulis jarang merasa bisa menemukan sosok yang kalimatnya menginspiratif dari kubu pendukung petahana. Yang selama ini sering tampil di media massa adalah orang-orang seperti Poltak si Raja Medan (yang sekarang sepertinya sudah jarang muncul). Akan tetapi, sekarang penulis sudah menemukannya pada sosok Budiman Sudjatmiko, seorang aktivis yang gencar mengirimkan kritik ketika Indonesia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/setitik-debu-di-ujung-sepatumu/">Setitik Debu di Ujung Sepatumu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau boleh jujur, penulis jarang merasa bisa menemukan sosok yang kalimatnya menginspiratif dari kubu pendukung petahana. Yang selama ini sering tampil di media massa adalah orang-orang seperti Poltak si Raja Medan (yang sekarang sepertinya sudah jarang muncul).</p>
<p>Akan tetapi, sekarang penulis sudah menemukannya pada sosok <strong>Budiman Sudjatmiko</strong>, seorang aktivis yang gencar mengirimkan kritik ketika Indonesia masih dikuasai oleh rezim Orde Baru hingga beberapa kali masuk penjara.</p>
<div id="attachment_1658" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1658" class="size-large wp-image-1658" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/1587x1080_23a1afeb77867433a1dd77508fd550f72c2303bc-1024x697.jpg" alt="" width="1024" height="697" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/1587x1080_23a1afeb77867433a1dd77508fd550f72c2303bc-1024x697.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/1587x1080_23a1afeb77867433a1dd77508fd550f72c2303bc-300x204.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/1587x1080_23a1afeb77867433a1dd77508fd550f72c2303bc-768x523.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/1587x1080_23a1afeb77867433a1dd77508fd550f72c2303bc-356x242.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/1587x1080_23a1afeb77867433a1dd77508fd550f72c2303bc.jpg 1587w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1658" class="wp-caption-text">Budiman Sudjatmiko (beritagar.com)</p></div>
<p>Sewaktu menonton acara diskusi (atau debat?) di salah satu stasiun televisi swasta, ia dan <a href="http://whathefan.com/tokohsejarah/rocky-gerung-profesor-tanpa-gelar/">Rocky Gerung</a> dihadirkan untuk membahas tentang &#8220;<strong>Riuh Intrik di Ruang Publik</strong>&#8221; menjelang pemilihan presiden tahun depan.</p>
<p>Menurut pendapat penulis sebagai pemirsa, diskusi tersebut cukup berimbang. Budiman dan Rocky memiliki kemampuan berargumen yang seimbang, sehingga tidak terlihat pincang sebelah.</p>
<p>Nah, ada kalimat bagus yang dilontarkan oleh Budiman ketika menjelang acara berakhir. Kurang lebih seperti ini:</p>
<blockquote><p>Orang-orang akan mempermasalahkan satu titik kecil debu di sepatumu, tanpa melihat berapa langkah yang sudah kamu tempuh sehingga kamu mendapatkan debu tersebut.</p></blockquote>
<p>Secara sederhana, penulis menerjemahkannya sebagai suatu ungkapan untuk menyadarkan kita bahwa ada orang-orang yang mempermasalahkan hal sepele tanpa menghiraukan jerih payah yang kita lakukan sebelumnya.</p>
<p>Contoh, orang mencibir kita sebagai orang yang boros ketika membeli sebuah jam tangan baru. Mereka tidak tahu bagaimana perjuangan kita membanting tulang agar mampu membeli jam tersebut.</p>
<p>Kebanyakan manusia hanya menilai dari luarnya saja tanpa melihat dalamnya. Mereka hanya melihat hasil tanpa mengetahui betapa panjangnya proses.</p>
<p><strong>Menghadapi Cibiran dan Fitnah</strong></p>
<p>Tenang, jika itu terjadi pada kita, hadapi dengan senyuman. Tidak usah menghiraukan suara-suara bising yang sama sekali tidak bermanfaat untuk kita. Lebih baik fokus memberikan yang terbaik dalam hidup kita, baik dalam keseharian, pendidikan, maupun dunia kerja.</p>
<p>Akan selalu ada orang-orang yang tidak menyukai keberhasilan kita, dan itu wajar. Kita harus membiasakan diri menghadapi segala bentuk kedengkian yang ditujukan kepada kita.</p>
<p>Bagaimana jika bentuk iri tersebut menjurus kepada perbuatan yang mencelakakan kita? Nah, <a href="http://whathefan.com/tips-motivasi/belajar-waspada-dari-punahnya-burung-dodo/">ini yang perlu kita waspadai</a>. Bisa saja ada orang yang ingin menjatuhkan kita dengan menyebarkan fitnah yang terstruktur, seperti banyak yang terjadi saat ini.</p>
<div id="attachment_1657" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1657" class="size-large wp-image-1657" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/val-vesa-607987-unsplash-1024x717.jpg" alt="" width="1024" height="717" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/val-vesa-607987-unsplash-1024x717.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/val-vesa-607987-unsplash-300x210.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/val-vesa-607987-unsplash-768x538.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/val-vesa-607987-unsplash-356x249.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/val-vesa-607987-unsplash.jpg 1428w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1657" class="wp-caption-text">Photo by Val Vesa on Unsplash</p></div>
<p>Kita perlu mengetahui siapa kawan siapa lawan. Kawan untuk membela kita, sedangkan lawan kita perlukan untuk dijadikan kawan kita. Lo kok begitu? Karena siapa <em>sih </em>yang ingin punya musuh di dalam hidupnya? Mungkin ada, tapi mayoritas manusia menghindari hal tersebut.</p>
<p>Coba kita ajak diskusi &#8220;lawan&#8221; yang tidak menyukai kita tersebut. Kita coba berikan penjelasan terbaik atau menanyakan apa alasan mereka tidak menyukai kita. Jika ia menjawab, jadikan hal tersebut sebagai masukan untuk kehidupan kita, jangan tersinggung.</p>
<p>Kalau memang orang tersebut hanya murni membenci kita hanya karena rasa dengki tanpa bisa disadarkan, ya sudah jauhi orang-orang seperti itu. Buatlah hubungan baik dengan orang lain agar kita memiliki banyak kawan yang bersedia membantu kita di kala susah.</p>
<div id="attachment_1659" style="width: 985px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1659" class="wp-image-1659 size-full" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/jorge-saavedra-716885-unsplash.jpg" alt="" width="975" height="622" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/jorge-saavedra-716885-unsplash.jpg 975w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/jorge-saavedra-716885-unsplash-300x191.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/jorge-saavedra-716885-unsplash-768x490.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/jorge-saavedra-716885-unsplash-356x227.jpg 356w" sizes="(max-width: 975px) 100vw, 975px" /><p id="caption-attachment-1659" class="wp-caption-text">Photo by Jorge Saavedra on Unsplash</p></div>
<p>Seperti pada tulisan penulis yang berjudul &#8220;<a href="http://whathefan.com/renungan/untuk-apa-kita-ada/">Untuk Apa Kita Ada?</a>&#8220;, penulis mengajak semua pembaca untuk fokus berbuat baik selama masih diberi hidup. Alasan eksistensi kita di dunia ini adalah berlomba pada kebaikan, bukan berlomba pada keburukan.</p>
<p>Jadi, jika kita masih dikelilingi orang-orang yang mencibir pencapaian kita, abaikan. Jika mendapatkan fitnah yang menjatuhkan, hadapi dengan bantuan kawan-kawan yang setia. Jika kita masih memiliki lawan, ubahlah menjadi kawan.</p>
<p>Akan selalu ada orang yang akan membicarakan <strong>setitik debu di ujung sepatumu</strong>, tanpa bertanya berapa langkah yang sudah kamu tempuh hingga bisa mendapatkan debu tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 10 November 2018, terinspirasi dari sebuah <em>quote </em>dari Budiman Sudjatmiko</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/WlB8TsI_th0?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Radek Skrzypczak</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/shoes?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/setitik-debu-di-ujung-sepatumu/">Setitik Debu di Ujung Sepatumu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/setitik-debu-di-ujung-sepatumu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
