<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>daily routine Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/daily-routine/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/daily-routine/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Oct 2021 10:41:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>daily routine Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/daily-routine/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rutinitas Pagi Harian (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2020 11:28:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[daily routine]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4143</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menyadari bahwa kita harus memiliki kebiasaan baik sudah sering muncul sejak dulu. Hanya saja pada praktiknya, niat tersebut sering pudar karena berbagai alasan. Agar tidak lengah dan bisa konsisten menjalani rutinitas, ada beberapa poin yang harus kita perhatikan. Sedikit Demi Sedikit Keinginan untuk berubah lebih baik sering muncul dari dalam diri Penulis. Sayangnya, selama ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-2/">Rutinitas Pagi Harian (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menyadari bahwa kita harus memiliki kebiasaan baik sudah sering muncul sejak dulu. Hanya saja pada praktiknya, niat tersebut sering pudar karena berbagai alasan. Agar tidak lengah dan bisa konsisten menjalani rutinitas, ada beberapa poin yang harus kita perhatikan.</p>
<h3>Sedikit Demi Sedikit</h3>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Keinginan untuk berubah lebih baik sering muncul dari dalam diri Penulis. Sayangnya, selama ini keinginan untuk berubah itu hanya bertahan sebentar. Setelah beberapa hari, Penulis kembali ke kebiasaan lama.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Setelah dipikir-pikir, hal itu terjadi karena dua hal. Satu, <strong>kurangnya tekad</strong>. Dua, <strong>perubahan yang terlalu mendadak</strong>.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Ada sebuah buku yang berjudul <em>Atomic Habit</em>. Penulis belum membacanya, tapi Penulis menangkap maksud buku tersebut. Perubahan kebiasaan itu dilakukan secara sedikit demi sedikit, tidak langsung banyak.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Untuk masalah bangun pagi misalnya. Kalau Penulis memaksakan diri untuk bangun jam 4 pagi, mungkin tubuh Penulis akan merasa kaget sehingga ujung-ujungnya akan kembali bangun siang.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Daripada seperti itu, Penulis memilih untuk bangun jam 4.45. Nanti secara perlahan, waktu bangunnya akan dimajukan secara pelan-pelan.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Begitu pula dengan kebiasaan olahraga. Penulis tidak memaksakan diri untuk langsung lari sepuluh putaran. Lebih baik hanya tiga putaran, tapi rutin setiap pagi. Nanti perlahan-lahan jumlahnya ditambah.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph --><!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Seperti kata peribahasa yang sering kita dengar ketika SD, <em>sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit</em>.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<h3>Menghilangkan Distraksi</h3>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Salah satu hal yang mendukung Penulis untuk melakukan rutinitas paginya adalah <strong>tidak membuka media sosial dan game</strong> hingga pukul tujuh pagi.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Kebanyakan dari kita memiliki kebiasaan buruk untuk mengecek HP setelah bangun tidur. Akhirnya, kita malah terlena dan baru beraktivitas beberapa jam setelah bangun.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Penulis termasuk salah satu di antaranya. Biasanya kalo weekend, Penulis bisa menghabiskan waktu berjam-jam di atas kasur setelah bangun. Tak jarang selepas Dhuhur baru beraktivitas yang lain.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Untuk mendisplinkan diri, Penulis menggunakan aplikasi bantuan bernama <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=cz.mobilesoft.appblock"><strong>AppBlock</strong></a>. Dengan ini, aplikasi-aplikasi yang Penulis pilih tidak akan bisa dibuka dalam jangka waktu tertentu.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Sebagai tambahan, Samsung memiliki fitur untuk membatasi penggunaan aplikasi (AppBlock sebenarnya juga memiliki fitur ini). Dengan fitur ini, Penulis bisa membatasi penggunaan media sosial sehingga harinya bisa menjadi lebih produktif.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Aplikasi yang Penulis batasi adalah media sosial seperti Instagram, Twitter, Pinterest, dan Quora. Masing-masing Penulis beri jatah <strong>15 menit</strong>. Untuk YouTube dan TikTok, Penulis batasi <strong>30 menit</strong> per hari.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p><a href="https://whathefan.com/pengalaman/istirahat-dari-media-sosial/">Jauh dari hingar bingar media sosial</a> sebenarnya memberikan banyak manfaat. Penulis sudah pernah membahas ini di tulisannya yang lain.</p>
<h3>Menjaga Konsistensi</h3>
<p>Hingga kini, rutinitas pagi ini telah berlangsung selama kurang lebih 20 hari. Ada yang mengatakan, rutinitas akan menempel pada diri kita setelah <strong>dilakukan 40 hari berturut-turut</strong>. Harapannya, Penulis bisa menjaga rutinitas ini hingga hari ke-40 dan seterusnya.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Apakah selama 20 hari itu Penulis melakukan rutinitasnya tanpa terputus? Tentu tidak. Ketika sakit, Penulis tidak akan melakukan lari pagi ataupun mengaji. Anggaplah hari itu sebagai <em>cheat day</em>, tapi jangan sampai lebih dari dua hari.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Ada teori yang mengatakan<strong> kebiasaan akan terhenti jika rutinitas tidak dilakukan selama dua hari berturut-turut</strong>. Dibutuhkan upaya yang besar agar kita bisa memulai lagi kebiasaan yang ditinggalkan. Penulis sudah sering mengalaminya, sehingga kali ini berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<h3>Penutup</h3>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Dengan menerapkan kebiasaan pagi ini, Penulis merasakan banyak dampak positif. Sekarang, Penulis <strong>bisa tidur cepat</strong> dan <strong>jarang mengalami insomnia</strong>. Selain itu, Penulis juga<strong> rutin buang air besar</strong> setiap hari. Padahal, dulu bisa 3-4 hari sekali.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Walaupun begitu, masih banyak hal yang perlu Penulis tingkatkan. Penulis masih sering tidur lagi setelah melakukan rutinitas pagi. Targetnya, tidur bisa dilakukan setelah Dhuhur saja.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Selain itu, memiliki rutinitas pagi seharusnya bisa meningkatkan produktivitas hari itu. Penulis masih sering tidak menggunakan waktunya secara bijaksana.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph --><!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Semoga dengan menuliskan artikel ini, Penulis bisa lebih konsisten dalam menjalankan rutinitasnya sembari memperbaiki apa yang masih kurang.    </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 23 November 2020, terinspirasi dari upaya dirinya sendiri agar memiliki rutinitas pagi harian</p>
<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@dsmacinnes">Danielle MacInnes</a></p><p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-2/">Rutinitas Pagi Harian (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rutinitas Pagi Harian (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2020 13:42:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[daily routine]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4141</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tulisan sebelumnya, Penulis telah mengatakan bahwa dirinya ingin melakukan recovery diri selama di Malang. Salah satu hal yang ingin dilakukan adalah memiliki hidup yang lebih produktif. Mulai awal November, Penulis berusaha menjaga rutinitas pagi harian (daily morning routine) yang sedang dibangun hingga hari ini. Dari banyak sumber, kebiasaan baik ini akan memberikan banyak dampak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">Rutinitas Pagi Harian (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada tulisan sebelumnya, Penulis telah mengatakan bahwa dirinya ingin melakukan <strong><em>recovery </em>diri</strong> selama di Malang. Salah satu hal yang ingin dilakukan adalah memiliki hidup yang lebih produktif.</p>



<p>Mulai awal November, Penulis berusaha menjaga <strong>rutinitas pagi harian</strong> (<em>daily morning routine</em>) yang sedang dibangun hingga hari ini. Dari banyak sumber, kebiasaan baik ini akan memberikan banyak dampak positif untuk diri kita.</p>
<p>Agar lebih termotivasi untuk konsisten melakukannya, Penulis memutuskan untuk menuliskan dan membagikannya di sini.</p>



<h3>Diawali dengan Bangun Pagi dan Ibadah</h3>



<p>Salah satu hal yang ingin Penulis ubah dalam hidup adalah kebiasaan buruknya bangun siang. Sewaktu di Jakarta, Penulis kerap bangun mepet dengan jam masuk kantor.</p>



<p>Akibatnya, beberapa kali waktu Shubuh Penulis terlewat. Badan pun rasanya sering lesu dan kurang berenergi. Hal ini diperparah dengan pola tidur yang berantakan dan insomnia yang kerap melanda.</p>



<p>Mumpung di Malang, Penulis ingin rutin bangun pagi ketika Shubuh dan tidak tidur lagi. Apalagi, ada orangtua yang kerap membangunkan jika Penulis tidur lagi setelah mematikan alarm.</p>
<p>Biasanya Penulis <strong>bangun pukul 4.45</strong>. Selain alarm HP, ada pula alarm dari jam meja. Alhamdulillah sekarang begitu terbangun, rasa kantuk tiba-tiba lenyap seketika. Setelah sholat Shubuh, Penulis menyempatkan diri untuk <strong>mengaji</strong>.</p>
<p>Awalnya Penulis ingin membaca buku setelah sholat, namun jika dipikir-pikir lagi lebih baik membaca Alquran sebelum memulai hari. Kurang lebih 15 menit Penulis mengaji.</p>



<h3>Latihan Otak dan Berbagai Pencatatan</h3>
<p>Aktivitas selanjutnya adalah &#8220;<strong>latihan otak</strong>&#8221; menggunakan aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wonder&amp;hl=en&amp;gl=US"><strong>Elevate</strong></a> yang bisa didownload secara gratis di Play Store. Aplikasi ini menyediakan berbagai latihan soal dalam empat kategori, yakni <em>Writing</em>, <em>Listening</em>, <em>Reading</em>, dan <em>Math</em>.</p>
<p>Penulis sudah lama memiliki aplikasi ini. Hanya saja, dulu belum rutin dan kerap berhenti untuk jangka waktu yang lama. Kadang bisa berbulan-bulan Penulis tidak membuka aplikasi ini.</p>







<p>Setelah itu, Penulis akan mencatat beberapa hal seperti <strong>mencatat kegiatan</strong> kemarin (dengan aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.google.android.calendar"><strong>Google Calendar</strong></a>), <strong>mencatat kebiasaan</strong> apa saja yang berhasil dilakukan (dengan aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.isoron.uhabits"><strong>Loop Habit Tracker</strong></a>), dan <strong>mencatat pemasukan dan pengeluaran keuangan</strong> (dengan aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.droid4you.application.wallet"><strong>Wallet</strong></a>).</p>



<p>Sebenarnya kebiasaan ini telah Penulis lakukan selama bertahun-tahun. Hanya saja, kebiasaan ini sempat berhenti lama (kurang lebih 4 bulan) tahun ini karena suatu hal. Oleh karena itu, Penulis berusaha mengembalikan kebiasaan ini.</p>



<h3>Olahraga Pagi dan Membaca Buku</h3>



<p>Selain susah bangun pagi, apa yang ingin Penulis perbaiki adalah kurangnya Penulis berolahraga. Badan ini rasanya sangat malas jika disuruh bergerak, apalagi di pagi hari yang dinginnya menggigit.</p>
<p>Ketika akan memulai, rasanya berat sekali. Untunglah ada tetangga Penulis bernama Paskah yang sangat rajin mengajak Penulis untuk lari pagi. Akhirnya, sekarang Penulis mulai <strong>rutin lari pagi </strong>setiap hari.</p>



<p>(Sekarang Paskah sudah masuk bintara, sehingga sekarang Penulis lari pagi sendirian)</p>



<p>Tidak jauh jarak yang Penulis tempuh, hanya tiga putaran lari dan satu putaran jalan kaki sebagai pendinginan. Jarak totalnya kurang lebih 2.5 kilometer. Lumayan untuk orang yang jarang berolahraga.</p>



<p>Aktivitas <strong>membaca buku</strong> Penulis lakukan setelah selesai berolahraga dan menyapu halaman. Sekalian meluruskan kaki yang baru saja digunakan untuk berlari. Biasanya, Penulis akan membaca sekitar 30 sampai 45 menit.</p>



<p>Setelah itu, barulah Penulis melakukan aktivitas lainnya seperti beres-beres rumah, kerja, ataupun membuat materi Whathefan. Jika diringkas, maka rutinitas pagi harian Penulis akan terlihat seperti ini:</p>
<p>04:45-05:00 Sholat Shubuh<br />05:00-05:15 Mengaji<br />05:15-05:30 Latihan Otak + Berbagai Pencatatan<br />05:30-06:00 Lari Pagi + Sapu Halaman<br />06:00-06:30 Baca Buku</p>
<h3>Hal Penting Lainnya</h3>
<p>Dalam menjaga rutinitas harian, ada beberapa hal yang perlu diingat seperti jangan memulai kebiasaan baru dengan porsi yang langsung besar, mengurangi distraksi, hingga menjaga konsistensi.</p>
<p>Untuk poin-poin ini, akan Penulis bahas pada tulisan berikutnya agar tulisan ini agar <del>mengurangi jatah menulis untuk minggu ini</del> tidak menjadi terlalu panjang dan membuat Pembaca merasa jenuh.</p>



<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 23 November 2020, terinspirasi dari upaya dirinya sendiri agar memiliki rutinitas pagi harian</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@gervynlouis">Gervyn Louis</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">Rutinitas Pagi Harian (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
