<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DragonForce Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/dragonforce/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/dragonforce/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Oct 2022 13:46:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>DragonForce Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/dragonforce/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DragonForce, Guitar Hero, dan Legasi yang Ditinggalkan</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/dragonforce-guitar-hero-dan-legasi-yang-ditinggalkan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/dragonforce-guitar-hero-dan-legasi-yang-ditinggalkan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2022 13:54:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[DragonForce]]></category>
		<category><![CDATA[Guitar Hero]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6008</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai penggemar musik rock, mungkin tidak mengejutkan jika Penulis menyebutkan DragonForce adalah salah satu band favoritnya. Bukan penggemar keras yang menyukai semua lagunya, tetapi cukup tahu beberapa lagu dari album-albumnya. Jika dibandingkan dengan band favorit Penulis lainnya, bisa dibilang &#8220;pertemuan&#8221; Penulis dengan DragonForce adalah yang paling beda. Alasannya, Penulis mengetahui band ini melalui sebuah video [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/dragonforce-guitar-hero-dan-legasi-yang-ditinggalkan/">DragonForce, Guitar Hero, dan Legasi yang Ditinggalkan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebagai penggemar <a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">musik <em>rock</em></a>, mungkin tidak mengejutkan jika Penulis menyebutkan <strong>DragonForce </strong>adalah salah satu <em>band </em>favoritnya. Bukan penggemar keras yang menyukai semua lagunya, tetapi cukup tahu beberapa lagu dari album-albumnya.</p>



<p>Jika dibandingkan dengan <em>band </em>favorit Penulis lainnya, bisa dibilang &#8220;pertemuan&#8221; Penulis dengan DragonForce adalah yang paling beda. Alasannya, Penulis mengetahui <em>band </em>ini melalui sebuah<em> video game</em>!</p>



<p>Karena kebetulan Penulis tanpa sengaja mendengarkan lagu DragonForce lagi ketika bekerja, Penulis pun jadi berkeinginan untuk menulis tentang <em>band </em>yang terkenal karena selalu menyelipkan permainan gitar yang cepat hampir di setiap lagunya ini.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Perkenalan Awal Melalui Guitar Hero</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="DragonForce - Through the Fire and Flames (Official Video)" width="740" height="555" src="https://www.youtube.com/embed/0jgrCKhxE1s?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebagai anak PlayStation (PS), salah satu <em>video game </em>yang Penulis gemari adalah <em><strong>Guitar Hero</strong></em>.  Itu pun tanpa sengaja karena ada teman sekolah yang menyarankan untuk memainkannya. Siapa sangka, Penulis jadi ketagihan bermain <em>game </em>bergenre ritme tersebut.</p>



<p>Oleh karena itu, ada banyak versi <em>Guitar Hero </em>yang Penulis mainkan. Salah satunya adalah <em><strong>Guitar Hero Xtreme Vol. 2</strong></em>. Ini merupakan versi <em>mod </em>dari <em>Guitar Hero 2</em>, sehingga beberapa judul lagu tidak sesuai dengan lagu yang ada di dalamnya.</p>



<p>Nah, <em>opening </em>dari <em>game </em>tersebut merupakan video klip dari DragonForce yang berjudul <em><strong>Through the Fire and the Flames</strong></em>. Di dalam <em>game</em>, lagu ini ada dengan judul <em>Freya</em>. Entah bagaimana dulu Penulis bisa menemukannya.</p>



<p>Melihat video klipnya, Penulis benar-benar kagum dengan duo gitarisnya,<strong> Herman Li</strong> dan <strong>Sam Totman</strong>, yang mampu bermain gitar dengan sangat cepat. Selain itu, sang vokalis <strong>ZP Theart</strong> memiliki suara tinggi yang unik.</p>



<p>Mungkin Pembaca bisa membayangkan seberapa tinggi kesulitan yang dimiliki oleh lagu ini jika dijadikan sebagai lagu untuk <em>Guitar Hero</em>. Sulit parah dan hampir tidak masuk akal. Persentase keberhasilan Penulis dalam memencet tombol hanya di kisaran 50% saja. </p>



<p>Jari yang rasanya keriting setelah memainkan lagu ini di dalam <em>game </em>ternyata justru membuat Penulis jatuh cinta dengan lagunya. Sebagai penggemar musik <em>rock</em>, rasanya lagu ini benar-benar berhasil membuat Penulis <em>mencak-mencak </em>dan menggelorakan jiwa <em>rock</em>-nya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menemukan Lagu Favorit Lainnya&#8230; Lewat Guitar Hero Juga</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="amv one piece dragonforce fury of the &quot;king of pirates&quot;" width="740" height="555" src="https://www.youtube.com/embed/TiKpLjCbImI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis adalah tipe orang yang jika sudah menemukan lagu sebuah <em>band </em>terdengar enak, Penulis akan berusaha untuk mencari lagu-lagu lain dari <em>band </em>tersebut. Itu juga yang terjadi pada Dragon Force.</p>



<p>Setelah coba mencari-cari di situs resmi DragonForce, Penulis menemukan 2 lagu lainnya, yaitu <em><strong>My Spirit Will Go On</strong> </em>yang rasanya seperti lagu Power Rangers dan <em><strong>Valley of the Damned </strong></em>yang lagunya terpotong karena <em>download-</em>nya kurang sempurna.</p>



<p>Kedua lagu tersebut oke, tapi tidak sampai jadi lagu favorit Penulis. Justru, lagu favorit dari DragonForce lainnya kembali Penulis temukan di <em>Guitar Hero </em>lagi. Kali ini, dari judul <em><strong>Guitar Hero Xtreme Vol. 4</strong> </em>yang <em>cheat</em>-nya hanya perlu menekan bundar berkali-kali.</p>



<p>Lagu tersebut adalah <em><strong>Fury of the Storm</strong></em>, yang sewaktu mencari video klipnya di YouTube malah dipakai sebagai AMV anime <em>One Piece</em>. Berbeda dengan lagu <em>Through the Fire and the Flames</em>, lagu ini masih cukup &#8220;manusiawi&#8221; untuk dimainkan di dalam <em>game</em>.</p>



<p>Ketika memainkan lagu ini, skor ratusan ribu dengan persentase keberhasilan menekan tombol di atas 90% berhasil Penulis dapatkan. <em>Fury of the Storm </em>menjadi lagu <em>Guitar Hero </em>favorit Penulis hingga saat ini dan sesekali masih memainkannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menjelajahi Album-Album Dragon Force</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="DragonForce - The Last Journey Home (Official Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/CM0JXnKVwPI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah tahu cara <em>download </em>lagu, Penulis lantas mulai mencari album-album DragonForce. Waktu itu, <em>band </em>ini sudah punya 4 album, yakni <em><strong>Valley of the Damned</strong></em> (2003), <em><strong>Sonic Firestorm</strong></em> (2004), <em><strong>Inhuman Rampage</strong></em> (2005), <em><strong>Ultra Beatdown</strong></em> (2008).</p>



<p>Pada album pertama, tidak ada lagu yang Penulis favoritkan. Di album kedua, setidaknya masih ada lagu <em><strong>My Spirit Will Go On </strong></em>dan <em><strong>Fury of the Storm </strong></em>yang sudah Penulis ketahui dulu sebelum mengenal albumnya.</p>



<p>Album ketiga sangat terkenal dengan lagu <em><strong>Through the Fire and the Flame</strong> </em>yang bisa dibilang melegenda. Selain itu, Penulis juga menyukai lagu <strong><em>Operation Ground and Pound</em> </strong>dan <strong><em>Trail of Broken Hearts</em></strong>.</p>



<p>Pada album keempatnya, lagu <em>Heroes of our Times </em>jadi <em>single </em>utama, tapi Penulis tidak terlalu menyukainya. Justru, Penulis sangat menyukai lagu <em><strong>The Last of Journey Home</strong>,</em> yang sayangnya, kualitas videonya benar-benar buruk dan kacau!</p>



<p>Ada beberapa kesamaan dari lagu-lagu yang dibuat oleh DragonForce. Selain menonjolkan permainan gitar yang cepat, semuanya memiliki durasi yang cukup panjang (rata-rata) di atas 6 menit. Bahkan, beberapa lagu bisa berdurasi lebih dari 8 menit.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Berhenti Mengikuti DragonForce</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6010" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>DragonForce dengan Vokalis Baru (<a href="https://www.textbookleague.org/dragonforce-personil-saat-ini-serta-berkembangnya-karir/">Text Book League</a>)</figcaption></figure>



<p>Saat Penulis sedang suka-sukanya mengikuti DragonForce, tiba-tiba sang vokalis <strong>ZP Theart memutuskan keluar dari <em>band</em></strong> dengan alasan &#8220;perbedaan pendapat musik yang tidak dapat diatasi&#8221;.</p>



<p>DragonForce pun langsung mencari vokalis pengganti dan menemukan sosok <strong>Marc Hudson</strong>. Sayangnya, bagi Penulis suara Theart sudah terlalu melekat dengan DragonForce, sehingga Penulis sama sekali tidak bisa menikmat DragonForce lagi dengan vokalis barunya.</p>



<p>Dengan begitu, <em>Ultra Beatdown </em>menjadi album DragonForce terakhir yang Penulis dengarkan. Penulis pernah mencoba memberi &#8220;kesempatan&#8221; dengan mendengarkan suara dari vokalis baru, tetapi Penulis tidak pernah bisa mendengarkannya hingga selesai.</p>



<p>Hanya saja, Penulis merasa kalau DragonForce, terutama Herman Li dan Sam Totman, akan meninggalkan legasi bagi industri musik berkat permainan mereka yang ikonik. Mereka telah menjadi legenda hidup yang akan terus diingat oleh pecinta musik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Ketika pertama kali mengenal DragonForce, Penulis mengira kalau <em>band </em>ini adalah <em>band </em>jadul karena rambut personelnya yang gondrong-gondrong. Ternyata, <em>band </em>ini dibentuk pada tahun 1999, dan lagu <em>Through the Fire and the Flame </em>rilis pada tahun 2006.</p>



<p>Meskipun sudah tidak mengikuti lagu-lagu terbaru mereka lagi, Penulis masih setia mendengarkan lagu-lagu lama mereka yang telah disebutkan di atas. Kadang Penulis mencari video <em>cover </em>lagu-lagu mereka, seperti yang dilakukan oleh Cole Rolland dengan sangat keren.</p>



<p>Yang jelas, <em>band </em>bergenre metal ini akan selalu memiliki tempat khusus di telinga Penulis. Mungkin sesekali merasa bosan karena durasi lagunya yang panjang-panjang, tapi Penulis akan tetap memasukkan DragonForce ke dalam <em>playlist </em>Penulis.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 13 Oktober 2022, terinspirasi setelah mendengarkan lagi lagu-lagu dari Dragon Force</p>



<p>Foto: <a href="https://www.loudersound.com/news/dragonforce-say-songs-are-faster-heavier-than-ever">Louder Sound</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/dragonforce-guitar-hero-dan-legasi-yang-ditinggalkan/">DragonForce, Guitar Hero, dan Legasi yang Ditinggalkan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/dragonforce-guitar-hero-dan-legasi-yang-ditinggalkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
