<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>evolusi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/evolusi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/evolusi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2021 11:27:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>evolusi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/evolusi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Evolusi Princess Disney</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/evolusi-princess-disney/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Feb 2020 10:06:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[Ariel]]></category>
		<category><![CDATA[Aurora]]></category>
		<category><![CDATA[Belle]]></category>
		<category><![CDATA[Cinderella]]></category>
		<category><![CDATA[Disney]]></category>
		<category><![CDATA[evolusi]]></category>
		<category><![CDATA[Jasmine]]></category>
		<category><![CDATA[Mulan]]></category>
		<category><![CDATA[princess]]></category>
		<category><![CDATA[Snow White]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3452</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berawal dari diskusi awal mengenai trailer film Mulan yang baru tayang beberapa waktu lalu, Penulis jadi merasa penasaran dengan evolusi princess Disney dari masa ke masa. Dari pengamatan Penulis, ada tiga masa yang memiliki perbedaan cukup signifikan. Kita akan melihat bagaimana karakter princess Disney yang awalnya tak berdaya tanpa bantuan seorang laki-laki menjadi perempuan mandiri yang tangguh. Fase Pertama: [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/evolusi-princess-disney/">Evolusi Princess Disney</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berawal dari diskusi awal mengenai trailer film <em>Mulan </em>yang baru tayang beberapa waktu lalu, Penulis jadi merasa penasaran dengan evolusi <em>princess </em>Disney dari masa ke masa.</p>
<p>Dari pengamatan Penulis, ada tiga masa yang memiliki perbedaan cukup signifikan. Kita akan melihat bagaimana karakter <em>princess</em> Disney yang awalnya tak berdaya tanpa bantuan seorang laki-laki menjadi perempuan mandiri yang tangguh.</p>
<h3>Fase Pertama: Tak Berdaya Tanpa Laki-Laki (1937-1959)</h3>
<p>Sebelum menjadi raksasa seperti sekarang, Disney merupakan studio animasi yang tak seberapa besar. Didirikan oleh Walt Disney, kita mengenal banyak sekali karakter kartun seperti Mickey Mouse, Donald Duck, dan kawan-kawan.</p>
<p>Tak hanya membuat karakter binatang kartun yang lucu, Disney juga mulai memproduksi film-film animasi dengan durasi yang lebih panjang. Yang pertama adalah <strong>Snow White</strong>.</p>
<div id="attachment_3459" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3459" class="size-large wp-image-3459" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3459" class="wp-caption-text">Snow White (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.disneyplus.com/movies/snow-white-and-the-seven-dwarfs/7X592hsrOB4X" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiZ9-iL1MHnAhWRV30KHZkGDQ0QjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Disney+</span></a>)</p></div>
<p>Ketika tayang pertama kali pada tahun 1937, banyak penonton yang merasa terharu dengan jalan ceritanya. Hanya saja jika film tersebut tayang sekarang, pasti akan banyak dikritik oleh SJW feminisme.</p>
<p>Bagaimana tidak, ia muncul sebagai stereotipe <em>princess </em>Disney yang cantik, baik hatinya keterlaluan, cenderung naif, dan membutuhkan seorang pangeran untuk menolongnya.</p>
<div id="attachment_3456" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3456" class="size-large wp-image-3456" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3456" class="wp-caption-text">Cinderella (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.disneyplus.com/movies/cinderella-1950/VJPw3bEy9iHj" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiw_oCR1MHnAhUNcCsKHawUDboQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Disney+</span></a>)</p></div>
<p>Pola ini terulang lagi pada film <strong>Cinderella</strong>, seorang wanita yang tersiksa bersama keluarga tirinya. Berkat bantuan ibu peri, ia bisa berubah menjadi seorang putri dan berdansa dengan pangeran.</p>
<p>Setelah kehilangan sebelah sepatu kacanya, pada akhirnya ia bisa keluar dari rumah tersebut setelah sang pangeran menjemput dan melamarnya. Agar bisa bahagia, ia butuh tinggal bersama laki-laki penguasa kerajaan yang kaya raya.</p>
<div id="attachment_3457" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3457" class="size-large wp-image-3457" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3457" class="wp-caption-text">Aurora (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://disney.fandom.com/wiki/Sleeping_Beauty_(song)" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiqw8WZ1cHnAhVOXn0KHZIJCtIQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Disney Wiki &#8211; Fandom</span></a>)</p></div>
<p>Bagaimana dengan <strong>Aurora</strong> dari film <em>Sleeping Beauty</em>? Lebih parah lagi, ia tertidur selama ratusan tahun tanpa berbuat apa-apa sebelum ada seorang pangeran datang untuk menyelamatkannya.</p>
<p>Untungnya, Aurora adalah karakter <em>princess </em>pasif terakhir yang dimunculkan oleh Disney, digantikan oleh <em>princess-princess </em>yang lebih memiliki pendirian dan sikap.</p>
<h3>Fase Kedua: Wanita-Wanita Pemberontak (1989-1992)</h3>
<p>Setelah sekitar 30 tahun hiatus, Disney kembali mengeluarkan karakter <em>princess </em>melalui kemunculan <strong>Ariel </strong>pada film <em>The Little Mermaid.</em></p>
<div id="attachment_3458" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3458" class="size-large wp-image-3458" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3458" class="wp-caption-text">Ariel (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://mickeyblog.com/2018/02/21/part-world-little-mermaid/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiC48em1MHnAhWHV30KHe5sAEAQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">MickeyBlog.com</span></a>)</p></div>
<p>Ia digambarkan sebagai seorang perempuan yang sedikit pemberontak dari kekangan ayahnya, penuh rasa ingin tahu, dan tak takut melakukan petualangan.</p>
<p>Tidak hanya itu, ia juga tidak butuh diselamatkan oleh pangeran untuk menemukan kebahagiaannya. Justru ialah yang menyelamatkan seorang pangeran hingga dua kali.</p>
<p>Hanya saja, Ariel memutuskan untuk menjual suaranya agar bisa mendapatkan sepasang kaki dan bertemu dengan pangeran. Hal ini membuat ia terlihat seperti <a href="https://whathefan.com/karakter/jangan-jadi-bucin/">seorang <em>bucin</em></a>.</p>
<div id="attachment_3460" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3460" class="size-large wp-image-3460" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-5-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-5-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-5-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-5-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3460" class="wp-caption-text">Belle (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.insider.com/belle-best-disney-princess-2016-9" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiGmrms1MHnAhVIYysKHYfODWwQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Insider</span></a>)</p></div>
<p>Tren ini dilanjutkan oleh <strong>Belle </strong>dari film <em>The Beauty and the Beast</em>. Sama seperti Ariel, ia juga menyelamatkan seorang pangeran (yang berbentuk seperti monster) lepas dari kutukan yang ia derita.</p>
<p>Selain itu, Belle juga menjadi karakter pertama yang <a href="https://whathefan.com/animekomik/cinta-tak-pandang-rupa-ala-ore-monogatari/">mencintai seseorang tanpa memedulikan penampilan fisiknya</a>, walau ujung-ujungnya sang buruk rupa berubah menjadi seorang pangeran tampan.</p>
<p>Walaupun tidak punya sikap pemberontak, Belle cukup berani untuk membuat keputusan sendiri demi melindungi sang ayah tercinta.</p>
<div id="attachment_3455" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3455" class="size-large wp-image-3455" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-6-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-6-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-6-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-6-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-6.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3455" class="wp-caption-text">Jasmine (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwiFpvvr1cHnAhUEfX0KHce7CGUQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.themarysue.com%2Fprincess-jasmine-is-15-years-old%2F&amp;psig=AOvVaw1NgpTNIYMt_gSvxxsH3X7N&amp;ust=1581241523042174" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiFpvvr1cHnAhUEfX0KHce7CGUQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">The Mary Sue</span></a>)</p></div>
<p><em>Princess </em>terakhir pada masa ini adalah <strong>Jasmine </strong>dari film <em>Aladdin</em>. Ia memiliki sifat pemberontak yang sama seperti Ariel karena sama-sama putri tunggal penguasa kerajaan.</p>
<p>Tidak hanya itu, Jasmine juga menjadi <em>princess </em>kulit berwarna pertama yang dimiliki oleh Disney, setelah sebelumnya didominasi oleh perempuan-perempuan berkulit putih.</p>
<h3>Fase Ketiga: Wanita-Wanita Tangguh (1995-Sekarang)</h3>
<p>Selanjutnya mulai dari film <em>Pocahontas</em> (1995) hingga <em>Frozen 2 </em>(2019), kita akan melihat Disney mengembangkan karakter-karakter <em>Princess</em>-nya. <strong>Pocahontas</strong>, seperti yang kita ketahui, bahkan bisa menghentikan perang demi melindungi sukunya.</p>
<div id="attachment_3461" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3461" class="size-large wp-image-3461" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-7-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-7-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-7-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-7-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-7.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3461" class="wp-caption-text">Mulan (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.syfy.com/syfywire/52-thoughts-i-had-while-watching-mulan-as-an-adult" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiT4o3B1MHnAhUSfSsKHZQ6BmYQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Syfy Wire</span></a>)</p></div>
<p>Film <strong>Mulan </strong>yang tayang pada tahun 1998 menunjukkan bagaimana seorang wanita bisa sama kuatnya dengan kaum laki-laki. Ia dengan gagah berani bertempur di medan perang bersama para tentara.</p>
<p><em>Princess-princess </em>seperti <strong>Tiana</strong>, <strong>Rapunzel</strong>, <strong>Merida</strong>, <strong>Vanellope</strong>, <strong>Anna</strong>, <strong>Elsa</strong>, hingga <strong>Moana</strong> mengirimkan pesan serupa kepada para penontonnya. Tidak ada lagi karakter wanita tak berdaya yang membutuhkan uluran tangan seorang pangeran.</p>
<p>(Penulis tidak bisa bercerita banyak tentang nama-nama yang disebut terakhir karena belum pernah menonton ataupun membaca ceritanya)</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Kesetaraan gender menjadi salah satu isu yang paling menyedot masyarakat. Sudah bukan zamannya lagi melakukan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin.</p>
<p>Disney, salah satu pemain besar di dunia hiburan, menyadari hal ini sehingga secara bertahap mengubah karakter-karakter <em>princess</em>nya. Tentu mereka tidak ingin mendapatkan kritik karena selalu menggambarkan karakter wanita yang lemah.</p>
<p>Evolusi karakter dari Snow White hingga Anna dan Elsa menjadi topik yang menarik, sehingga Penulis memutuskan untuk mengangkatnya menjadi sebuah tulisan (walau sempat kebingungan akan dimasukkan ke dalam kategori apa).</p>
<p>Patut kita amati bersama, bagaimana <em>princess-princess </em>baru Disney akan ditampilkan di masa depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 8 Februari 2020, terinspirasi setelah berdiskusi dengan teman kantor tentang evolusi <em>princess</em> Disney</p>
<p>Foto: <a href="https://medium.com/@bryanhavoc/starbucks-orders-of-different-disney-princesses-9ff0cec81c6">Medium</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://ew.com/movies/disney-princesses-evolution/">EW</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/evolusi-princess-disney/">Evolusi Princess Disney</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Deeper Deeper: One Ok Rock</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2019 04:57:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[evolusi]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[One OK Rock]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3114</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah merasa kurang puas dengan album Ambition yang rilis pada tahun 2017 karena dianggap kurang keras, penulis menaruh harapan pada album baru One Ok Rock berjudul Eye of the Storm yang rilis pada tahun ini. Sayangnya sama seperti album sebelumnya, album ini juga kurang menunjukkan kesan rock. Tidak ada lagu-lagu yang memiliki scream seperti yang ditunjukkan pada lagu-lagu seperti [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/">Deeper Deeper: One Ok Rock</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah merasa kurang puas dengan album <em><strong>Ambition</strong> </em>yang rilis pada tahun 2017 karena dianggap kurang keras, penulis menaruh harapan pada album baru <strong>One Ok Rock</strong> berjudul <strong><em>Eye of the Storm </em></strong>yang rilis pada tahun ini.</p>
<p>Sayangnya sama seperti album sebelumnya, album ini juga kurang menunjukkan kesan <em>rock</em>. Tidak ada lagu-lagu yang memiliki <em>scream </em>seperti yang ditunjukkan pada lagu-lagu seperti <strong><em>Cry Out </em></strong>dan <strong><em>One By One </em></strong>dari album <strong><em>35XXXV</em></strong>.</p>
<p>Ada yang enak seperti <em><strong>Change</strong> </em>yang rilis duluan ataupun <em><strong>Worst in Me</strong> </em>yang liriknya seputar orang yang berhasil <em>move on</em>. Tapi tetap saja, kesan rock dari album ini sama sekali tak terasa.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis memutuskan untuk mengeksplorasi album-album lama One Ok Rock yang jarang penulis dengarkan. Siapa yang menyangka, penulis menemukan banyak lagu yang membuat penulis melakukan <em>headbang</em>.</p>
<h3><em>Jinsei X Boku</em> (2013)</h3>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/tcBBNB5JTOQ" width="1080" height="240" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p>Album pertama yang penulis dalami adalah album <em><strong>Jinsei X Boku </strong></em>yang dirilis pada tahun 2013. Album ini terkenal karena lagu <em><strong>The Beginning</strong> </em>yang terkenal.</p>
<p>Penulis sebenarnya sudah mengetahui cukup banyak lagu dari album ini seperti <strong><em>Be the Light</em></strong>, <em><strong>Ending Story</strong>, </em>hingga<em><strong> 69</strong>. </em>Ketika didengarkan ulang, penulis menemukan dua lagu yang enaknya <em>enggak ketulungan</em>.</p>
<p>Dua lagu tersebut adalah <em><strong>Deeper Deeper</strong> </em>dan <em><strong>Onion</strong>. </em>Kedua lagu bertempo cepat dan memamerkan kekuatan suara Taka. Penulis tak terlalu paham makna lagunya. Maklum, penulis termasuk orang yang menikmati lagu karena musiknya, bukan liriknya.</p>
<p>Hingga sekarang, penulis tak pernah bosan mendengarkan kedua lagu tersebut. Ada pula lagu <em><strong>Juvenile</strong> </em>yang dilengkapi dengan teriakan Taka.</p>
<h3><em>Zankyo Reference</em> (2011)</h3>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/C-xF2MAFw5s" width="1080" height="240" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Album selanjutnya adalah <em><strong>Zankyo Reference</strong> </em>yang sebelumnya belum pernah penulis dengarkan. Padahal, penulis sudah mendengarkan album yang lebih lama. Entah kenapa penulis <em>skip </em>dengan album yang satu ini.</p>
<p>Karena belum pernah mendengarkan sama sekali, penulis butuh waktu yang cukup lama untuk bisa menemukan lagu yang cocok dengan selera penulis.</p>
<p>Pertama, menemukan lagu <em><strong>Pierces</strong> </em>yang <em>slow </em>dan <em><strong>Re:Make</strong> </em>yang lumayan nge-<em>rock</em>. Hanya saja, rasanya masih biasa-biasa saja dan belum memuaskan penulis.</p>
<p>Lantas, penulis menemukan lagu <em><strong>No Scared</strong> </em>yang liar banget! Mulai dari awal sampai akhir, kita akan mendengar Taka berteriak-teriak. Penulis pernah menyanyi lagu ini ketika karaoke, dan itu membuat tenggorokan penulis sakit.</p>
<p>Tapi yang terbaik dari album ini menurut penulis adalah <em><strong>C.h.a.o.s.m.y.t.h</strong>. </em>Lagu ini memang cenderung <em>mellow </em>walau tetap bertempo cepat. Akan tetapi, lagu ini berhasil membuat penulis merinding.</p>
<p>Penulis memang berkata tidak terlalu peduli dengan makna lagu, tapi tema persahabatan yang terkandung pada lagu ini berhasil menggugah hati penulis.</p>
<h3><em>Niche Syndrome</em> (2010) dan Album-Album Lainnya</h3>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/NWDAjOsTYC8" width="1080" height="240" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Album <em>Niche Syndrome</em> merupakan album pertama dari One Ok Rock yang penulis miliki. Walaupun begitu, penulis tetap bisa menemukan lagu baru yang tak disadari ternyata sangat enak untuk didengarkan.</p>
<p>Lagu tersebut adalah <strong><em>Kanzen Kankaku Dreamer </em>(<em>完全感覚Dreamer</em>) </strong>yang mungkin untuk sekarang menjadi lagu favorit penulis dari One Ok Rock. Penulis susah mendeskripsikan lagu ini, yang jelas <em>mantul</em>!</p>
<p>Penulis juga mencoba untuk mendengarkan album-album yang lebih lama. Penulis menikmati lagu <em><strong>Living Dolls</strong> </em>dari album <strong><em>Kanjō Effect</em></strong> yang rilis pada tahun 2008.</p>
<p>Sayangnya, penulis tidak menemukan lagu lain yang bisa dinikmati dari dua album yang lebih lama, yakni <em><strong>Beam of Light</strong></em> (2008) dan <em><strong>Zeitakubyō</strong></em> (2007).</p>
<h3>Evolusi One Ok Rock</h3>
<p>Mendengarkan semua lagu One Ok Rock dari album pertama hingga yang terbaru membuat penulis bisa melihat evolusi band ini. Album-album awal masih cukup <em>J-Rock </em>seperti L&#8217;Arc~en~Ciel sehingga penulis kurang bisa menikmatinya.</p>
<p>Genre mereka mulai berubah pada album <em>Niche Syndrome </em>dan mulai rajin menyisipkan lirik-lirik berbahasa Inggris. Album ini hingga album <em>Jinsei X Boku </em>menurut penulis adalah era di mana One Ok Rock menemukan jati dirinya.</p>
<p>Mereka mulai merilis dua versi album (<em>International </em>dan <em>Japanese version</em>) pada <em>35XXXV</em>. Genre mereka juga sedikit bergeser ke arah <em>pop-rock</em>, meskipun masih mempertahankan nuansa <em>rock </em>di beberapa lagu.</p>
<p>Pada album <em>Ambitions</em> dan <em>Eye of the Storm, </em>band ini telah berevolusi seutuhnya. Penulis menduga hal ini mereka lakukan agar lebih diterima di pasar internasional. Penulis harus mengucapkan tinggal kepada <em>scream </em>Taka dan dentuman musik yang serba cepat.</p>
<p>Evolusi seperti ini sebenarnya biasa saja, mengingat band seperti Linkin Park dan 30 Second to Mars pun melakukan hal yang sama. Tidak salah, namun penulis jadi merasa kehilangan.</p>
<p>Kalau kata teman penulis, musik <em>rock </em>memang perlahan mulai menghilang dan digantikan genre musik lain seperti EDM. Penulis akan mengulas masalah ini lebih dalam pada tulisan selanjutnya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Untuk pertama kalinya dalam <em>playlist </em>penulis, ada penyanyi atau band yang jumlah lagunya lebih banyak dari Linkin Park. Sekarang, ada 32 lagu One Ok Rock di <em>playlist </em>penulis, berbanding 22 lagu dari Linkin Park.</p>
<p>Hal ini menunjukkan bahwa selera musik yang dibawakan oleh band asal Jepang ini cocok dengan selera penulis, meskipun jumlah lagu tersebut juga dipengaruhi rasa bosan mendengarkan lagu Linkin Park (bayangkan, mulai SMP!).</p>
<p>Yang jelas semakin dalam penulis mendengarkan lagu-lagu One Ok Rock, semakin suka penulis terhadap grup band asal Jepang yang satu ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 November 2019, terinspirasi setelah menemukan banyak lagu One Ok Rock yang asyik di album-album lamanya</p>
<p>Foto: <a href="https://www.roundhouse.org.uk/whats-on/2019/one-ok-rock/">Roundhouse</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/">Deeper Deeper: One Ok Rock</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
