<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fokus Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/fokus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/fokus/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Jan 2021 10:31:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>fokus Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/fokus/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Udah, Gitu Aja?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2019 16:48:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[fokus]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[panik]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>
		<category><![CDATA[tenang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2099</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis termasuk tipe orang yang tertutup. Hanya kepada orang-orang tertentu saja penulis kerap berbagi cerita walaupun juga tak terlalu sering. Semenjak menulis blog ini, penulis juga belajar untuk lebih terbuka melalui tulisan-tulisannya. Pertanyaan Balik yang Mencerahkan Salah satu di antara sedikitnya orang-orang tersebut adalah, tentu saja, orang tua penulis. Apalagi semenjak penulis bekerja di ibu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/">Udah, Gitu Aja?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis termasuk tipe orang yang tertutup. Hanya kepada orang-orang tertentu saja penulis kerap berbagi cerita walaupun juga tak terlalu sering. Semenjak menulis blog ini, penulis juga belajar untuk lebih terbuka melalui tulisan-tulisannya.</p>
<h3>Pertanyaan Balik yang Mencerahkan</h3>
<p>Salah satu di antara sedikitnya orang-orang tersebut adalah, tentu saja, orang tua penulis. Apalagi semenjak penulis bekerja di ibu kota, tentu saja penulis sering bercerita bagaimana kehidupan dan kerja penulis di sini.</p>
<div id="attachment_2101" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2101" class="size-large wp-image-2101" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de-1024x683.jpg" alt="" width="800" height="534" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2101" class="wp-caption-text">Telepon Orang Tua (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@hazardos">Hassan OUAJBIR</a>)</p></div>
<p>Yang namanya merantau ke kota orang tentu ada saja permasalahan yang muncul. Ketika masalah tersebut muncul, terbit keinginan untuk berbicara kepada orang tua agar hati terasa lebih tenang.</p>
<p>Pernah ketika pulang kantor, penulis menelepon ayah untuk mendiskusikan masalah yang sedang dihadapi. Masalah tersebut penulis anggap cukup berat dan susah dicari jalan keluarnya.</p>
<p>Setelah berbicara panjang lebar, ayah penulis hanya bertanya balik:</p>
<blockquote><p>Udah, gitu aja?</p></blockquote>
<p>Begitu mendengar pertanyaan tersebut, secara otomatis penulis langsung berpikir &#8220;iya juga ya, cuma gitu aja masalahnya&#8221;. Penulis pun hanya tertawa hambar karena merasa tercerahkan.</p>
<h3>Fokus Pada Solusi</h3>
<p>Memang, tidak semua masalah yang kita hadapi termasuk kategori &#8220;udah, gitu aja&#8221;. Akan tetapi, dari pertanyaan ayah tersebut penulis mengambil kesimpulan, bahwa masalah apapaun yang kita hadapi, jangan pernah dibesar-besarkan dan berfokus pada penyelesaian.</p>
<div id="attachment_2100" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2100" class="size-large wp-image-2100" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a-1024x683.jpg" alt="" width="800" height="534" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2100" class="wp-caption-text">Fokus Pada Solusi (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@pawelskor">Paul Skorupskas</a>)</p></div>
<p>Penulis adalah orang yang mudah panik, sehingga sangat jarang bisa menyikapi suatu permasalahan dengan tenang. Menyadari kekurangan tersebut, tentu harus ada solusinya. Salah satunya, ya jangan mudah panik ketika menghadapi masalah.</p>
<p>Beberapa tahun terakhir ini, penulis berusaha menerapkan prinsip hidup <strong>fokus kepada solusi</strong>. Jadi, ketika kita sudah tahu masalah apa yang sedang dihadapi, jangan <em>mbulet </em>dengan masalahnya. Bukannya mencari solusi, kita malah sibuk mendebat permasalahannya.</p>
<p><em>Wah kok bisa muncul masalah gini sih, wah seharusnya enggak boleh ada masalah kayak gini, wah ini gara-gara dia sampai timbul masalah berat</em>.</p>
<p>Begitu menghadapi masalah, seharusnya kita langsung fokus pada apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki keadaan. Memang, yang namanya manusia biasa pasti merasa <em>down</em>-nya ketika berjumpa dengan masalah. Itu wajar, selama tak berlebihan.</p>
<p>Ketika sudah menemukan solusi, kita curahkan perhatian dan tenaga untuk melaksanakan solusi tersebut. Bagaimana jika ternyata solusi tersebut tidak berhasil? Ya coba cari solusi lain yang belum dicoba. Terus begitu hingga kita benar-benar menemukan caranya.</p>
<p><em>Tapi kan ada masalah yang begitu berat hingga tidak bisa ditemukan solusinya? </em></p>
<p>Penulis <em>sih </em>meyakini janji Tuhan, bahwa Ia tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan makhluk-Nya. Berbekal keyakinan tersebut, penulis percaya akan selalu ada jalan keluar dari setiap permasalahan yang ada.</p>
<h3>Memanfaatkan &#8220;Udah Gitu Aja&#8221;</h3>
<p>Sekali lagi, tidak semua permasalahan bisa dijawab dengan &#8220;udah, gitu aja?&#8221;. Ada beberapa permasalahan yang tidak bisa disepelekan, walaupun tetap harus segera dicarikan solusi terbaiknya dengan ketenangan.</p>
<p>Pertanyaan &#8220;udah gitu aja&#8221; bisa digunakan sebagai rem ketika kita mulai membesar-besarkan masalah yang sebenarnya tidak terlalu besar. Ketika pikiran mulai merumitkan diri, coba urai permasalahannya hingga kita bisa melontarkan pertanyaan tersebut kepada diri sendiri.</p>
<p>Ambil analogi bermain rubik. Ketika melihat posisi tiap kotaknya yang berantakan, mungkin kita akan mengeluh dan merasa tidak tahu harus berbuat apa agar warnanya menjadi teratur dan seragam di tiap sisinya.</p>
<p>Namun, begitu melihat tutorialnya di internet, mungkin kita akan berujar &#8220;oh, udah gitu aja?&#8221;. Ketika kita bisa bertanya seperti itu, tandanya kita sudah lebih tenang dan bisa berfokus kepada penyelesaian masalah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 26 Januari 2019, terinspirasi setelah bercerita tentang suatu permasalahan kepada ayah penulis.</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@olav_ahrens">Olav Ahrens Røtne</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/">Udah, Gitu Aja?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mendebatkan Hal yang Kurang Penting</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/mendebatkan-hal-yang-kurang-penting/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/mendebatkan-hal-yang-kurang-penting/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2018 09:20:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Asian Games]]></category>
		<category><![CDATA[debat]]></category>
		<category><![CDATA[fokus]]></category>
		<category><![CDATA[gempa Lombok]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Mice Cartoon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1174</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di Twitter (dan media sosial lainnya), sedang hangat perdebatan mengenai aksi presiden Jokowi dalam pembukaan Asian Games (18/08) kemarin. Bagaimana tidak, presiden mengendarai motor gede (moge) menuju lokasi upacara pembukaan even olahraga terbesar di Asia tersebut. Yang membuat ricuh adalah kenyataan bahwa presiden menggunakan stuntman dalam aksinya. Yang kontra Jokowi mengatakan bahwa beliau telah melakukan penipuan, sedangkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/mendebatkan-hal-yang-kurang-penting/">Mendebatkan Hal yang Kurang Penting</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di Twitter (dan media sosial lainnya), sedang hangat perdebatan mengenai aksi presiden Jokowi dalam pembukaan Asian Games (18/08) kemarin. Bagaimana tidak, presiden mengendarai motor gede (moge) menuju lokasi upacara pembukaan even olahraga terbesar di Asia tersebut.</p>
<p>Yang membuat ricuh adalah kenyataan bahwa presiden menggunakan <em>stuntman </em>dalam aksinya. Yang kontra Jokowi mengatakan bahwa beliau telah melakukan penipuan, sedangkan pendukungnya membela dengan berkata mana mungkin lah seorang presiden melakukan atraksi berbahaya seperti itu.</p>
<div id="attachment_1176" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1176" class="size-full wp-image-1176" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/jokowi-moge_20180819_073323.jpg" alt="" width="700" height="393" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/jokowi-moge_20180819_073323.jpg 700w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/jokowi-moge_20180819_073323-300x168.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/jokowi-moge_20180819_073323-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-1176" class="wp-caption-text">Aksi Presiden (http://www.tribunnews.com/seleb/2018/08/19/aksi-presiden-pakai-moge-ke-asian-games-pukau-bule-australia-jokowi-disebut-seperti-tom-cruise)</p></div>
<p>Memang secara logika, jelas tidak mungkin seorang presiden benar-benar melakukan aksi yang dapat mengancam nyawanya. Bahkan jika Valentino Rossi seorang presiden, jelas tidak mungkin ia akan melakukan hal tersebut. Ini bukan kata saya, tapi penulis lupa siapa yang bilang seperti itu.</p>
<p>Tujuan penampilan yang dilengkapi dengan <em>teaser </em>tersebut mungkin bertujuan untuk memukau para penonton dan tamu-tamu penting yang duduk di bangku VIP. Jarang bukan seorang pemimpin negara melakukan pertunjukan yang anti <em>mainstream </em>seperti itu.</p>
<p>Masalahnya, mengapa hal tersebut harus didebatkan?</p>
<p>Salah satu komikus favorit penulis, Mice, mendeskripsikan permasalahan ini dengan sangat indah melalui komiknya yang ia unggak ke akun Instagramnya (<a href="https://www.instagram.com/p/BmsfSfKHXbD/?taken-by=micecartoon.co.id">https://www.instagram.com/p/BmsfSfKHXbD/?taken-by=micecartoon.co.id</a>).</p>
<div id="attachment_1175" style="width: 761px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1175" class="size-full wp-image-1175" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-21_160418.jpg" alt="" width="751" height="541" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-21_160418.jpg 751w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-21_160418-300x216.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-21_160418-354x255.jpg 354w" sizes="(max-width: 751px) 100vw, 751px" /><p id="caption-attachment-1175" class="wp-caption-text">Kritik Tajam (https://www.instagram.com/p/BmsfSfKHXbD/?taken-by=micecartoon.co.id)</p></div>
<p>Mice merasa prihatin dengan kondisi bangsa ini, mengapa kita mendebatkan hal-hal yang kurang penting dan justru mengabaikan saudara kita yang sedang terkena bencana di Lombok?</p>
<p>Yang senang dengan adegan presiden kemarin, janganlah terlalu melebih-lebihkan. Kita tidak memilih presiden karena dia bisa naik moge bukan?</p>
<p>Yang kurang senang, jangan terlalu nyinyir kepada pemimpin negara kita tersebut. Mungkin saja reaksi negatif tersebut terpicu dengan pernyataan pemerintah yang menyebutkan bahwa penetapan bencana nasional di Lombok akan berpotensi mengganggu sektor pariwisata.</p>
<p>Lebih baik, kita curahkan waktu dan tenaga kita untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti mendoakan saudara-saudara kita di Lombok.</p>
<p><em>Halah, emang lu udah ngapain buat bantu masyarakat Lombok? Sok bijak lu!</em></p>
<p>Justru dengan menulis tulisan ini, penulis berharap dapat memotivasi diri sendiri agar dapat memberikan konstribusi kepada para korban. Minimal, mendoakan dan mengajak para pembaca sekalian untuk berbuat hal yang sama, bahkan berbuat lebih.</p>
<p>Kurangilah debat-debat yang kurang penting, jangan berfokus kepada hal yang kurang tepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Grand Metropolitan Mal, Bekasi, 21 Agustus 2018, terinspirasi dari komik Mice</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://time.com/money/4509419/presidential-debate-television-ads-commercials/">http://time.com/money/4509419/presidential-debate-television-ads-commercials/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/mendebatkan-hal-yang-kurang-penting/">Mendebatkan Hal yang Kurang Penting</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/mendebatkan-hal-yang-kurang-penting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
