<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ibadah Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/ibadah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/ibadah/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2021 11:29:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>ibadah Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/ibadah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Untuk Apa Kita Ada?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-kita-ada/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-kita-ada/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2018 08:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[ada]]></category>
		<category><![CDATA[berbuat baik]]></category>
		<category><![CDATA[eksistensi]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[keberadaan]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Rene Descartes]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sering insomnia membuat penulis kerap kali overthinking tentang kehidupan yang penulis jalani. Banyak muncul pertanyaan-pertanyaan filosofis yang muncul, salah satunya adalah mengapa penulis ada di dunia ini? Cogito ergo sum Rene Descartes Filsuf asal Perancis, Rene Descartes, menyatakan bahwa dengan kita berpikir, maka itu menunjukkan eksistensi kita di dunia ini. Ya itu memang penerjemahan paling dangkal, tapi setidaknya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-kita-ada/">Untuk Apa Kita Ada?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sering insomnia membuat penulis kerap kali <em>overthinking </em>tentang kehidupan yang penulis jalani. Banyak muncul pertanyaan-pertanyaan filosofis yang muncul, salah satunya adalah mengapa penulis ada di dunia ini?</p>
<blockquote><p>Cogito ergo sum</p>
<p>Rene Descartes</p></blockquote>
<p>Filsuf asal Perancis, Rene Descartes, menyatakan bahwa dengan kita berpikir, maka itu menunjukkan eksistensi kita di dunia ini. Ya itu memang penerjemahan paling dangkal, tapi setidaknya itu membuktikan tidak ada yang salah dengan berpikir.</p>
<p>Penulis termasuk orang yang doyan berpikir. Mulai hal yang penting sampai yang sepele penulis pikirkan. Makanya, penulis membeli buku <a href="http://whathefan.com/2018/09/28/motivasi-anti-mainstream-pada-sebuah-seni-untuk-bersikap-bodo-amat/">Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat</a> untuk mengetahui bagaimana cara menyingkirkan pikiran-pikiran yang tidak penting dan berfokus pada hal-hal penting.</p>
<p>Mempertanyaan keberadaan di dunia termasuk golongan yang mana? Menurut penulis masih termasuk penting, tapi juga jangan terlalu lama dipikir. Apalagi jika sudah menemukan jawabannya.</p>
<p>Apakah penulis sudah menemukannya? Penulis pernah menemukannya pada buku tulisan ustad Felix Siauw yang berjudul <strong>Beyond the Inspiration</strong>. Pada buku tersebut, beliau mengutip Al-Quran bahwa kita diciptakan di dunia tidak lain dan tidak bukan hanya untuk beribadah kepada Tuhan.</p>
<p>Penulis membaca buku tersebut ketika kuliah. Ketika itu penulis masih belum merasa mantap dengan jawaban tersebut. Penulis belum merasa puas dengan jawaban tersebut karena dalam bayangan penulis ibadah adalah kegiatan-kegiatan ritual seperti sholat dan puasa.</p>
<p>Sekarang, penulis sadar bahwa makna dari ibadah itu sangat luas. Berbuat baik adalah ibadah. Memberi senyum adalah ibadah. Tidak menyakiti binatang adalah ibadah. Membuang sampah pada tempatnya adalah ibadah.</p>
<p>Artinya, kita ini ada untuk berlomba berbuat kebaikan. Kita ada bukan semata-mata hanya untuk beribadah dengan menyembah-Nya, tapi juga berbuat baik terhadap sesama manusia dan makhluk hidup.</p>
<p>Terlebih lagi, kita telah diamanahkan untuk menjadi pemimpin di Bumi karena kita adalah makhluk yang paling sempurna di antara makhluk-makhluk lain. Sudah sepantasnya jika kita melaksanakan tugas tersebut dengan baik, sehingga pengerusakan terhadap alam harus dihindari semaksimal mungkin.</p>
<p>Dengan memaknai alasan keberadaan kita di dunia ini, semoga kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 3 September 2018, terinspirasi ketika insomnia melanda</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/0LU4vO5iFpM?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Greg Rakozy</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/people-alone?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-kita-ada/">Untuk Apa Kita Ada?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-kita-ada/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemanasan Menjelang Ramadhan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/pemanasan-menjelang-ramadhan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/pemanasan-menjelang-ramadhan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 May 2018 15:28:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar]]></category>
		<category><![CDATA[pemanasan]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=783</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebetulnya tulisan ini diposting sebelum bulan Ramadhan, tapi karena beberapa alasan jadi harus tertunda. Sudah sewajarnya apabila kita memasuki bulan yang suci ini dengan berbagai persiapan, terutama persiapan secara rohani. Sebelumnya, salah satu anggota Karang Taruna berbagi video yang menarik. Isinya tentang pemanasan-pemanasan yang perlu dilakukan sebelum puasa. Link-nya akan penulis share di bawah, tapi penulis juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/pemanasan-menjelang-ramadhan/">Pemanasan Menjelang Ramadhan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebetulnya tulisan ini diposting sebelum bulan Ramadhan, tapi karena beberapa alasan jadi harus tertunda. Sudah sewajarnya apabila kita memasuki bulan yang suci ini dengan berbagai persiapan, terutama persiapan secara rohani.</p>
<p>Sebelumnya, salah satu anggota Karang Taruna berbagi video yang menarik. Isinya tentang pemanasan-pemanasan yang perlu dilakukan sebelum puasa. Link-nya akan penulis <em>share </em>di bawah, tapi penulis juga akan berusaha mentransfer isi video tersebut ke dalam sebuah tulisan dengan analogi yang berbeda.</p>
<p>Karena sebentar lagi Piala Dunia, penulis akan menganalogikannya dengan sepak bola. Seorang pemain bola yang berharap dipanggil oleh Timnas, tentu membutuhkan persiapan bukan? Apalagi even sebesar Piala Dunia tentu menjadi cita-cita semua pemain bola, termasuk kapten Tsubasa.</p>
<p>Lalu apa yang akan ia lakukan? Tidak mungkin bukan <em>ujug-ujug </em>ia dipanggil oleh pelatih? Ia harus banyak berlatih agar fit dan memenuhi syarat agar dipanggil. Ia harus bermain dengan baik di klub ia bermain, lebih-lebih menghasilkan prestasi.</p>
<p>Latihan apa yang harus kita lakukan sebelum memasuki bulan Ramadhan? Tentu memperbanyak ibadah, seperti melaksanakan sholat shunah, menjalani puasa sunnah, menambah bacaan Al-Quran, dan lain-lain. Sehingga, ketika kita sudah masuk bulan Ramadhan, kita telah terbiasa melaksanakan ibadah-ibadah tersebut.</p>
<p>Bayangkan seorang Neymar yang baru saja cedera parah, tiba-tiba langsung masuk <em>line up </em>pertandingan pertama Brazil melawan Swiss, pasti ia tidak akan bermain sebagus biasanya bukan? Sesuatu yang dipaksakan secara tiba-tiba seringkali akan membawa hasil yang buruk.</p>
<p>Perbedaan antara Piala Dunia dan bulan Ramadhan adalah, Piala Dunia hanya memiliki satu tim juara, sedangkan bulan Ramadhan tidak terbatas. Semua bisa memenangkannya, asalkan dapat menjalaninya dengan baik, apalagi jika ditambah amalan-amalan yang telah rutin dilakukan sebelum Ramadhan.</p>
<p>Jika bingung dengan tulisan ini, mungkin video dari Yufid TV ini bisa membantu memahami apa yang ingin penulis sampaikan. Selamat menjalani ibadah puasa di bulan penuh berkah!</p>
<p><iframe src="https://www.youtube.com/embed/C68V1StKj-I" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 17 Mei 2018, setelah melihat video yang di-<em>share </em>Daffa</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://runningmagazine.ca/must-bother-proper-warm-cool/">https://runningmagazine.ca/must-bother-proper-warm-cool/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/pemanasan-menjelang-ramadhan/">Pemanasan Menjelang Ramadhan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/pemanasan-menjelang-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Sholat Jum&#8217;at di Masjid Cut Meutia</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-sholat-jumat-di-masjid-cut-meutia/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-sholat-jumat-di-masjid-cut-meutia/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2018 11:01:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Cut Meutia]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Istiqlal]]></category>
		<category><![CDATA[nasi padang]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=527</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada hari Jum&#8217;at kemarin, tanggal 13 Maret 2018, penulis berencana untuk melaksanakan ibadah sholat Jum&#8217;at di masjid Istiqlal. Mumpung lagi di Jakarta, kata batin penulis. Agar mendapatkan tempat, penulis meluncur keluar dari rumah eyang di Jelambar pukul 10.30. Salah Naik Kereta Penulis berencana naik KRL untuk menuju masjid Istiqlal. Dilihat dari rutenya, penumpang yang ingin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-sholat-jumat-di-masjid-cut-meutia/">Pengalaman Sholat Jum&#8217;at di Masjid Cut Meutia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari Jum&#8217;at kemarin, tanggal 13 Maret 2018, penulis berencana untuk melaksanakan ibadah sholat Jum&#8217;at di masjid Istiqlal. Mumpung lagi di Jakarta, kata batin penulis. Agar mendapatkan tempat, penulis meluncur keluar dari rumah eyang di Jelambar pukul 10.30.</p>
<p><strong>Salah Naik Kereta</strong></p>
<p>Penulis berencana naik KRL untuk menuju masjid Istiqlal. Dilihat dari rutenya, penumpang yang ingin menuju ke sana harus menjalani dua kali transit. Pertama, dari stasiun Grogol menuju stasiun Duri. Setelah itu dari stasiun Duri menuju stasiun Manggarai. Baru dari stasiun Manggarai kita menuju ke stasiun Gambir yang dekat dengan masjid Istiqlal.</p>
<p>Akan tetapi, ketika penulis tanya kepada petugas loket, ternyata KRL tidak berhenti di stasiun Gambir. Maka penulis menanyakan, stasiun mana yang terdekat dengan stasiun Gambir? Petugas tersebut menjawab stasiun Gondangdia. Akhirnya, penulis pun meluncur menuju stasiun tersebut.</p>
<div id="attachment_529" style="width: 610px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-529" class="size-full wp-image-529" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/MU12tLySjm1425453271.jpg" alt="" width="600" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/MU12tLySjm1425453271.jpg 600w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/MU12tLySjm1425453271-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/MU12tLySjm1425453271-340x255.jpg 340w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><p id="caption-attachment-529" class="wp-caption-text">Stasiun Manggarai (https://merahputih.com/post/read/stasiun-manggarai-stasiun-transit-penumpang-commuter-line)</p></div>
<p>Malang tak bisa ditolak, penulis kurang fokus ketika transit di stasiun Manggarai. Bukannya naik KRL jurusan ke Jakartakota, penulis justru naik KRL yang menuju ke Bogor. Alhasil, penulis harus turun di stasiun Tebet dan kembali lagi ke stasiun Manggarai.</p>
<p><strong>Berpindah Tujuan</strong></p>
<p>Karena salah naik kereta ini, penulis telah membuang cukup banyak waktu, sehingga keinginan sholat di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut harus diurungkan. Penulis mencari-cari masjid yang dekat dengan stasiun Gondangdia, dan alhamdulillah ada Masjid Cut Meutia yang berlokasi dekat dengan stasiun Gondangdia.</p>
<p>Ketika sampai di stasiun dan berjalan menuju masjid, penulis diherankan oleh banyaknya orang yang berjualan koran bekas. Untuk apa koran tersebut?</p>
<p>Pertanyaan tersebut langsung terjawab ketika penulis memasuki area masjid. Saat penulis sampai di masjid, adzan baru saja berkumandang, tapi jamaahnya sudah sampai parkiran dan penuh. Ternyata koran bekas tersebut digunakan sebagai sajadah.</p>
<p>Sewaktu melihat ada rombongan anak kecil membawa koran, penulis memutuskan untuk membeli dari mereka. Harganya? <strong>DUA RIBU RUPIAH </strong>untuk <strong>DUA LEMBAR KORAN</strong>. Padahal, koran Surya yang baru saja harganya hanya seribu. Mungkin itulah yang dinamakan mencari kesempatan dari kesempitan orang lain.</p>
<p>Tidak apa-apa, mumpung hari Jum&#8217;at.</p>
<p><strong>Kejutan Selanjutnya</strong></p>
<p>Penulis merasakan untuk pertama kali bagaimana sholat dibawah terik matahari secara langsung. Untunglah ada sweater yang dapat mereduksi panasnya matahari.</p>
<p>Setelah selesai sholat, penulis masih dikagetkan lagi oleh sesuatu yang belum pernah dialami. Belum selesai jamaah berdoa, tiba-tiba banyak orang membawa karung-karung. Awalnya penulis kira orang tersebut hendak memunguti koran-koran yang banya dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya.</p>
<p>Ternyata, mereka berjualan! Karung yang mereka bawa adalah barang dagangan mereka. Tidak peduli masih ada pengunjung masjid yang berdoa, mereka mulai mengeluarkan barang-barang mereka, mulai dari pakaian hingga aksesoris. Karena langka, penulis merekam kejadian ini.</p>
<p><iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/R0XOAscLeyc?ecver=1" frameborder="0" allow="autoplay; encrypted-media" allowfullscreen></iframe>Suasana Setelah Sholat Jum&#8217;at di Masjid Cut Meutia</p>
<p><strong>Paket Lengkap dengan Harga Terjangkau</strong></p>
<p>Perut penulis kosong ketika berangkat. Setelah Jum&#8217;atan, penulis langsung mengincar rumah makan Padang yang terletak di sebelah masjid. Rendang di siang hari nampak nikmat di benak penulis.</p>
<p>Ketika berjalan menuju tempat makan tersebut, ada sepasang dan bapak ibu yang berjualan nasi kotak di dalam area masjid. Ketika penulis intip, ternyata nasi kotak tersebut berasal dari rumah Padang yang hendak penulis tuju. Penasaran, penulis coba tanya berapa harganya.</p>
<p>&#8220;Berapa pak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dua puluh lima ribu aja mas, dapat dua lauk.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ada rendang?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ada mas.&#8221;</p>
<p>Wah, kok lebih murah? Langsung saja penulis duduk dan memakan nasi padang kotak tersebut. Isinya lengkap, ada rendang, telur, kerupuk, sayur singkong, sayur nangka, air putih hingga pisang. Mau pinjam sendok pun dipinjamkan.</p>
<div id="attachment_530" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-530" class="size-large wp-image-530" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-21_17-59-11-1024x768.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-21_17-59-11-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-21_17-59-11-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-21_17-59-11-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-21_17-59-11-340x255.jpg 340w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-21_17-59-11.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-530" class="wp-caption-text">Paket Lengkap</p></div>
<p>Penulis bertanya kepada penjual, apa memang biasanya harganya segini? Bapak penjual menjawab bahwa ini harga khusus Jum&#8217;at. Harga normalnya bisa tiga hingga empat puluh ribu.</p>
<p>Alhadulillah, rezeki.</p>
<p>Setelah selesai makan, penulis menuju Cinema XXI di Taman Ismail Marzuki untuk menonton film Sekala Niskala dan Hongkong Kasarung. Pulangnya, penulis mampir ke masjid Istiqlal untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib, sekaligus sebagai pelipur lara karena gagal sholat di sana.</p>
<p>Bukan lara sih, toh penulis mendapat ganti pengalaman yang luar biasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 21 Maret 2018, terinspirasi dari pengalaman sholat di Masjid Cut Meutia</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://tengokberita.com/masjid-cut-meutia-awalnya-kantor-pengembang-perumahan-elit-pertama-di-indonesia/">http://tengokberita.com/masjid-cut-meutia-awalnya-kantor-pengembang-perumahan-elit-pertama-di-indonesia/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-sholat-jumat-di-masjid-cut-meutia/">Pengalaman Sholat Jum&#8217;at di Masjid Cut Meutia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-sholat-jumat-di-masjid-cut-meutia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
