<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Inggris Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/inggris/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/inggris/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2021 09:21:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Inggris Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/inggris/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Revolusi karena Pajak</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2021 09:21:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4738</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika mendengar kata pajak, apa yang akan terbesit pertama kali di pikiran kita? Jawabannya bisa yang standar seperti kewajiban hingga yang anti mainstream seperti dikorupsi. Sebagai orang awam, kita diberi tahu kalau pajak merupakan salah satu pemasukan negara agar memiliki anggaran. Pajak juga banyak sekali macamnya, setidaknya di negara kita. Pajak penghasilan, pajak makan, pajak mendirikan bangunan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/">Revolusi karena Pajak</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika mendengar kata pajak, apa yang akan terbesit pertama kali di pikiran kita? Jawabannya bisa yang standar seperti kewajiban hingga yang anti <em>mainstream </em>seperti dikorupsi.</p>
<p>Sebagai orang awam, kita diberi tahu kalau pajak merupakan <strong>salah satu pemasukan negara</strong> agar memiliki anggaran.</p>
<p>Pajak juga banyak sekali macamnya, setidaknya di negara kita. Pajak penghasilan, pajak makan, pajak mendirikan bangunan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Akhir-akhir ini, pemerintah kerap disorot karena terlihat memungut pajak hampir di segala sektor yang dulunya tidak tersentuh pajak.</p>
<p>Pemerintah pasti punya pertimbangannya sendiri. Hanya saja, jika dilakukan berlebihan juga akan membuat masyarakat merasa gerah.</p>
<p>Di dalam sejarah, setidaknya <strong>ada dua revolusi yang dimulai akibat adanya pajak yang menyengsarakan rakyat</strong>.</p>
<h1>Revolusi Prancis, 1789-1799</h1>
<div id="attachment_4739" style="width: 750px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4739" class="size-large wp-image-4739" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1-1024x607.jpeg" alt="" width="740" height="439" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1-1024x607.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1-300x178.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1-768x455.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><p id="caption-attachment-4739" class="wp-caption-text">Revolusi Prancis (<a href="https://time.com/4402553/bastille-day-history-july-14/">Time Magazine</a>)</p></div>
<p>Selama berabad-abad, <strong>Prancis telah dipimpin oleh Monarki absolut</strong>. Sesuatu yang berlangsung secara absolut biasanya akan runtuh, apalagi jika pemimpinnya tidak bisa mengatasi krisis yang sedang melanda negerinya.</p>
<p>Itulah yang terjadi pada Prancis ketika <strong>Louis XVI</strong> naik takhta. Dari komik biografi Napoleon Bonaparte yang pernah Penulis baca, ia adalah raja yang gemar menggelar pesta dan hidup bermewah-mewahan.</p>
<p>Istrinya, <strong>Ratu Marie Antoinette</strong> yang terkenal karena kecantikannya, juga merupakan tipe orang yang pemboros dan sama sekali tidak memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.</p>
<p>Perang melawan Inggris dan upaya membantu Amerika Serikat meraih kemerderkaan sangat merugikan Prancis dari sisi finansial. Apalagi, gaya hidup istana sangat berbanding terbalik dengan kehidupan rakyatnya yang begitu sengsara.</p>
<p>Solusi apa yang ditawarkan? <strong>Menaikkan pajak masyarakat kelas bawah</strong>.</p>
<p>Padahal, penerapan pajak di Prancis sudah begitu timpang di mana tekanan terbesar justru diberikan kepada masyarakat miskin. Kaum bangsawan justru mendapatkan banyak keringanan.</p>
<p>Revolusi pun akhirnya dimulai, ditandai dengan <strong>penyerbuan penjara Bastille</strong>. Rakyat yang sudah muak dengan monarki yang memimpin mereka mulai bertindak, termasuk memenggal kepala orang-orang istana. Louis XVI dan istrinya yang cantik pun berakhir di <em>guillotine.</em></p>
<p>Tentu ada banyak penyebab lain yang membuat revolusi ini terjadi, tapi penerapan pajak ke masyarakat kelas bawah menjadi salah satu yang paling utama.</p>
<h1>Revolusi Kemerdekaan Amerika Serikat, 1775-1783</h1>
<div id="attachment_4740" style="width: 750px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4740" class="size-large wp-image-4740" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2-1024x607.jpg" alt="" width="740" height="439" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><p id="caption-attachment-4740" class="wp-caption-text">Revolusi Amerika Serikat (<a href="https://www.history.com/news/american-revolution-french-role-help">History</a>)</p></div>
<p>Tanah Amerika terlihat begitu menjanjikan semenjak <strong>Christopher Colombus</strong> mendaratkan kakinya di benua ini. Upaya untuk menemukan jalan ke Asia lewat Barat justru membuat bangsa Eropa menemukan dunia baru.</p>
<p>Sayangnya, <strong>dampaknya begitu destruktif terhadap penduduk asli Amerika</strong>. Perlahan tapi pasti, mereka mulai tergusur oleh bangsa kulit putih yang membawa persenjataan lengkap dan pasukan yang terlatih.</p>
<p>Benua Amerika yang begitu luas menjadi rebutan negara-negara kuat seperti <strong>Inggris</strong>, <strong>Prancis</strong>, hingga <strong>Spanyol</strong>. Mereka mengklaim berbagai wilayah sebagai milik mereka, merebut dari pemilik aslinya dengan berbagai macam cara.</p>
<p>Inggris adalah salah satu negara yang menguasai benua Amerika bagian utara. Mereka kerap berebutan dengan Prancis. Biaya ekspedisi dan perang membuat Inggris mengeluarkan banyak uang dan otomatis membuat mereka mengalami krisis keuangan.</p>
<p>Solusi apa yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris? <strong>Menarik pajak rakyat mereka sendiri yang hidup di daerah koloni</strong>. Orang Inggris yang berada di Amerika pun tidak menyukai keputusan ini dan mengganggapnya inkonstitusional.</p>
<p>Perlawanan dimulai dari peristiwa <em><strong>Boston Tea Party</strong> </em>yang terjadi pada tahun 1773. Peristiwa ini dipicu adanya pajak terhadap teh Britania dan membuat orang-orang koloni membuang semua muatan teh pada kapal Inggris.</p>
<p>Ketegangan semakin berlanjut hingga akhirnya muncul <strong>deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat</strong> yang terjadi pada tanggal <strong>4 Juli 1776</strong>. Setelah itu, perang pun ters berkecamuk hingga akhirnya Inggris mengakui kedaulatan Amerika Serikat.</p>
<h1>Penutup</h1>
<p>Penulis jelas tidak berharap kalau di Indonesia akan muncul semacam revolusi karena pemerintah menerapkan kebijakan pajak yang berlebihan. Sampai sekarang semua regulasi masih terlihat masuk akal dan dapat diterima.</p>
<p>Tulisan ini bertujuan untuk mengingatkan kita semua kalau kebijakan pajak yang kurang bijak bisa memicu pergolakan di masyarakat. Mungkin tidak seekstrem Revolusi Prancis dan Amerika Serikat, tapi bisa saja terjadi dalam skala yang lebih kecil.</p>
<p>Sejauh kita merdeka, upaya rakyat terbesar untuk menumbangkan rezim otoriter terjadi pada tahun 1998. Setelah itu, kita memasuki era demokrasi yang cenderung lebih aman dan tidak dipimpin oleh pemerintah yang sewenang-wenang.</p>
<p>Atau, benarkah seperti itu?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 10 Maret 2021, terinspirasi dari berita-berita seputar pajak</p>
<p>Foto: <a href="https://theculturetrip.com/europe/france/articles/10-facts-about-the-french-revolution-you-need-to-know/">Culture Trip</a></p>
<p>Sumber Artikel:</p>
<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Prancis">Revolusi Prancis &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</a><br />
<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Revolusi_Amerika_Serikat">Perang Revolusi Amerika Serikat &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/">Revolusi karena Pajak</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Johnny English Strikes Again</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-johnny-english-strikes-again/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-johnny-english-strikes-again/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Sep 2018 08:00:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[agen]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Johnny English]]></category>
		<category><![CDATA[mata-mata]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Rowan Atkinson]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1397</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rowan Atkinson akan selalu menjadi aktor idola penulis sampai kapanpun. Wajar jika penulis langsung menontong film Johnny English Strikes Again pada hari perdana penayangannya di Indonesia. Ini merupakan serial Johnny English ketiga, setelah serial pertama tayang pada tahun 2003 dan Johnny English Reborn pada tahun 2011. Tayang kembali setelah kurang lebih tujuh tahun tentu membuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-johnny-english-strikes-again/">Setelah Menonton Johnny English Strikes Again</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rowan Atkinson akan selalu menjadi aktor idola penulis sampai kapanpun. Wajar jika penulis langsung menontong film Johnny English Strikes Again pada hari perdana penayangannya di Indonesia. Ini merupakan serial Johnny English ketiga, setelah serial pertama tayang pada tahun 2003 dan Johnny English Reborn pada tahun 2011.</p>
<p>Tayang kembali setelah kurang lebih tujuh tahun tentu membuat penulis berekspetasi tinggi. Sayang, ekspetasi tersebut harus diakhiri dengan kekecewaan yang mendalam.</p>
<p><strong>Mengulang Pola yang Sama</strong></p>
<p>Pertama, film ini mengulang pola yang sama dengan kedua film sebelumnya, terutama dengan Johnny English (JE) yang pertama:</p>
<ol>
<li>Menjadi satu-satunya agen yang bisa dimintai tolong</li>
<li>Mendapatkan rekan yang lebih pintar dari English</li>
<li>Bertemu wanita cantik yang nantinya jadi partner</li>
<li>Mencurigai orang yang benar</li>
<li>Orang lain tidak percaya dengan kecurigaan English</li>
<li>Berbuat konyol sehingga diberhentikan dari tugas</li>
<li>Membuktikan bahwa ia benar</li>
<li>Penjahatnya tertangkap/tewas</li>
<li>Nama baiknya pulih</li>
</ol>
<p>Kedua, karena polanya sama tentu membuat film ini dengan sangat mudah tertebak. Sama sekali tidak ada <em>plot twist </em>yang terjadi di film ini (mungkin ada satu). Selain itu, penulis menebak bahwa murid-murid English yang tampil pada awal film akan membantu untuk menyelesaikan misi, dan ternyata hal tersebut tidak terjadi.</p>
<p>Sekarang mari kita bahas pengulangan pola yang telah disebutkan di atas. English yang sudah pensiun menjadi satu-satunya agen yang bisa dimintai tolong setelah data MI7 telah diretas. Pada JE pertama, English menjadi satu-satunya agen yang tersisa setelah semua agen tewas.</p>
<div id="attachment_1402" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1402" class="size-large wp-image-1402" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/wNEsGAHws1UATmZfnjNBRi2Ln5-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/wNEsGAHws1UATmZfnjNBRi2Ln5-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/wNEsGAHws1UATmZfnjNBRi2Ln5-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/wNEsGAHws1UATmZfnjNBRi2Ln5-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/wNEsGAHws1UATmZfnjNBRi2Ln5-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/wNEsGAHws1UATmZfnjNBRi2Ln5.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1402" class="wp-caption-text">JE Pertama (https://www.themoviedb.org/movie/9486-johnny-english/images/backdrops)</p></div>
<p>Pola kedua, English ditemani oleh Bough kembali (setelah pada JE kedua English berpartner dengan orang lain). Setelah itu, mereka bertemu dengan wanita cantik yang awalnya dicurigai sebagai musuh dan berakhir sebagai partner (<a href="https://www.imdb.com/name/nm0001386/?ref_=tt_cl_t12">Natalie Imbruglia</a> pada JE 1 dan <a class="unstyled articleLink" href="https://www.rottentomatoes.com/celebrity/olga_kurylenko"><span title="Olga Kurylenko">Olga Kurylenko</span> </a>pada JE 3).</p>
<p>Pada JE 1, English bisa menebak dengan benar siapa dalang pencurian mahkota kerajaan Inggris. Pada JE 3, dengan bantuan Bough, English mengetahui siapa dalang dalam peretasan yang menyerang Inggris. Sayangnya, tidak ada yang percaya dengan asumsi ini, selain Bough tentunya.</p>
<p>Karena tidak dipercaya, English mati-matian membuktikan bahwa ia benar. Sayangnya, kekonyolan yang ia buat membuatnya diberhentikan dari tugasnya. Dengan bantuan Bough dan partner wanitanya, akhirnya English berhasil membuktikan bahwa ia benar dan nama baiknya pun pulih kembali.</p>
<p>Lihat, pada paragraf terakhir di atas penulis tidak perlu menyebutkan JE yang ke berapa karena memang <em>ending</em>-nya sama-sama seperti itu.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Hal yang sedikit berbeda pada JE 3 adalah pengetahuan English tentang alat-alat. Ia sudah lumayan mengetahui apa fungsi suatu alat, berbeda dengan dua JE sebelumnya yang sering sok tahu. Mungkin karena sudah memasuki usia pensiun.</p>
<p>Selain itu di awal film, ketika pensiunan mata-mata sedang berkumpul, penulis kaget karena mendengar suara Albus Dumbledore. Benar saja, ternyata Michael Gambon menjadi <em>cameo </em>pada film tersebut.</p>
<p>Pendapat pribadi penulis, sekuel keduanya yang berjudul Johnny English Reborn masih lebih baik dari sekuel ketiganya ini. Setidaknya, polanya tidak terlalu mirip dengan seri pertamanya dan mampu lumayan buat tegang penontonnya ketika English terpengaruh obat untuk membunuh perdana menteri.</p>
<p>Film ini tetap memiliki kelucuan yang sanggup mengocok perut penontonnya, walaupun tidak sampai terpingkal-pingkal. Setidaknya, film ini bisa menjadi kerinduan penulis melihat akting aktor favortinya, Rowan Atkinson.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 29 September 2018, terinspirasi setelah menonton Johnny English Strikes Again</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://teaser-trailer.com/johnny-english-strikes-again-movie-trailer/">https://teaser-trailer.com/johnny-english-strikes-again-movie-trailer/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-johnny-english-strikes-again/">Setelah Menonton Johnny English Strikes Again</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-johnny-english-strikes-again/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terobsesi Oleh Inggris</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Feb 2018 17:02:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Chevening]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[LoA. kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester Metropolitan University]]></category>
		<category><![CDATA[Union Jack]]></category>
		<category><![CDATA[United Kingdom]]></category>
		<category><![CDATA[University of Birkbeck]]></category>
		<category><![CDATA[University of Reading]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=422</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dilihat dari gambar yang tertera sebagai gambar utama, nampak penulis sangat menyukai Inggris. Mulai dari wallpaper laptop, tepak, selimut, seprei hingga kursi semua bermotif Union Jack. Belum lagi jam dinding yang tidak masuk ke dalam frame. Lantas mengapa penulis begitu terobsesi dengan negara Ratu Elizabeth tersebut? Mungkin alasan pertama, suka dengan motif benderanya. Sebagai penggemar hal-hal unik, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/">Terobsesi Oleh Inggris</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dilihat dari gambar yang tertera sebagai gambar utama, nampak penulis sangat menyukai Inggris. Mulai dari <em>wallpaper</em> laptop, tepak, selimut, seprei hingga kursi semua bermotif <em>Union Jack</em>. Belum lagi jam dinding yang tidak masuk ke dalam <em>frame</em>. Lantas mengapa penulis begitu terobsesi dengan negara Ratu Elizabeth tersebut?</p>
<p>Mungkin alasan pertama, suka dengan motif benderanya. Sebagai penggemar hal-hal unik, jelas bendera Inggris Raya masuk ke dalam kategori tersebut. Sebenarnya Nepal juga memiliki bendera yang unik, sayangnya agak susah mencari aksesori bercorak bendera Nepal.</p>
<p>Alasan kedua, sekaligus alasan utama, penulis adalah penggemar berat serial Mr. Bean sejak kecil. Kesukaan akan kotanya, kehidupan masyarakat di sana seperti yang tercermin pada keseharian tokoh yang diperankan oleh Rowan Atkinson tersebut, melekat pada memori penulis hingga sekarang.</p>
<p><strong>Bermimpi Ke Inggris</strong></p>
<p>Sebenarnya penulis hanya berani berkhayal ke sana, tanpa tahu bagaimana bisa meraih impian tersebut. Lantas, setelah berbagai kejadian yang terjadi (bisa dibaca di cerpen Titik-Titik Kehidupan), penulis menemukan bahwa salah satu caranya adalah dengan melanjutkan studi ke sana. Karena biaya kuliah di sana sama dengan satu unit Innova (belum termasuk biaya hidup, tiket pesawat, dan lain-lain), maka penulis harus bisa mendapatkan beasiswa.</p>
<p>Beruntung, ketika sedang persiapan untuk tes IELTS di Kampung Inggris, Pare, penulis mengetahui beasiswa <em>Chevening </em>dari pemerintah Inggris. Dengan modal nekat (karena dibutuhkan pengalaman kerja dua tahun, dan penulis hanya menggunakan pengalaman dari <em>startup</em>), penulis mendaftar beasiswa tersebut dengan tiga pilhan kampus, <em>University of Reading</em>, <em>University of Birkbeck, </em>dan <em>Manchester Metropolitan University </em>dengan jurusan <em>Information Management/Information System.</em></p>
<div id="attachment_424" style="width: 759px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-424" class="size-full wp-image-424" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/chevening_logo_solas_2-750x400.jpg" alt="" width="749" height="181" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/chevening_logo_solas_2-750x400.jpg 749w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/chevening_logo_solas_2-750x400-300x72.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/chevening_logo_solas_2-750x400-356x86.jpg 356w" sizes="(max-width: 749px) 100vw, 749px" /><p id="caption-attachment-424" class="wp-caption-text">Chevening Scholarship (https://www.arch2o.com/chevening-scholarships-applications-open-20172018-chevening-awards/)</p></div>
<p>Awal November tahun kemarin, setelah melakukan pendaftaran <em>Chevening</em>, penulis pergi ke Yogyakarta untuk datang ke acara <em>education fair</em> untuk bertemu dengan perwakilan dari <em>Reading </em>dan <em>Manchester</em>. Di sana penulis bercerita bahwa telah memilih kampus-kampus tersebut untuk beasiswa <em>Chevening</em>.</p>
<p>Entah karena telah bertemu dengan mereka atau memang karena berkas-berkas penulis memenuhi syarat, penulis berhasil mendapatkan <em>LoA </em>dari kedua kampus tersebut.</p>
<p><strong>Ujian Pertama</strong></p>
<p><em>LoA </em>yang didapatkan penulis masih bersifat <em>conditional</em>, yang artinya masih bersyarat. Agar berubah menjadi <em>unconditional</em>, penulis harus mengirimkan sertifikat IELTS di atas 6.5 dan surat rekomendasi dari dosen ataupun atasan. Surat rekomendasi sudah dikantongi berkat komunikasi yang intens dengan dosen pembimbing skripsi dan atasan selama penulis kerja di Surabaya. Artinya, kurang nilai IELTS, sesuatu yang penulis tekuni selama empat bulan.</p>
<p>Dengan alasan <em>feeling </em>dan saran dari beberapa orang, penulis memutuskan untuk melakukan tes di Yogyakarta bersama seorang teman penulis sejak kuliah. Alhamdulillah, dua minggu setelah tes, penulis berhasil mendapatkan nilai yang dibutuhkan untuk mencari beasiswa.</p>
<p><strong>Bukan Akhir dari Mimpi</strong></p>
<p>Setelah mendapatkan <em>LoA unconditional, </em>nilai IELTS dan paspor, maka penulis melakukan <em>update </em>terhadap lamaran beasiswa penulis di situs <em>Chevening</em> dengan harapan bisa memperbesar peluang untuk lolos ke tahap wawancara.</p>
<p>Sayang, belum rezeki penulis untuk terbang ke Inggris.</p>
<p>Padahal, tiga hari sebelum pengumuman, penulis bertemu dengan Irem Oscoy, perwakilan dari <em>University of Reading</em>, di JW Marriot Surabaya dalam acara <em>education fair </em>juga. Di sana penulis bertanya tentang ini itu, termasuk bagaimana memberitahukan kepada pihak kampus bahwa kita tidak bisa membayar deposit awal karena masih menunggu beasiswa.</p>
<div id="attachment_425" style="width: 630px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-425" class="size-full wp-image-425" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/5991931412_72263a8235_b2-620x330.jpg" alt="" width="620" height="330" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/5991931412_72263a8235_b2-620x330.jpg 620w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/5991931412_72263a8235_b2-620x330-300x160.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/5991931412_72263a8235_b2-620x330-356x189.jpg 356w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-425" class="wp-caption-text">Henley, University of Reading (https://sparknewspaper.co.uk/news/henley-business-school-rises-in-the-rankings/)</p></div>
<p>Tidak apa-apa, masih ada 999 jalan lain menuju Inggris. Bagaimana caranya, penulis belum tahu, setidaknya penulis tidak akan menyerah untuk menemukan ke 999 jalan tersebut. Berhenti percaya terhadap mimpi bukanlah pilihan penulis, walaupun jalan terjal harus dilalui untuk itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 21 Februari 2018, setelah <em>sharing </em>dengan Nabilla, Angela, dan Claudia perihal <em>next step </em>yang harus diambil</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/">Terobsesi Oleh Inggris</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
