<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>joki Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/joki/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/joki/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2026 12:05:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>joki Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/joki/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fenomena Joki &#8220;Unik&#8221;: Ketika Dahaga akan Validasi Jadi Ladang Cuan untuk Orang Lain</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-joki-unik-ketika-dahaga-akan-validasi-jadi-ladang-cuan-untuk-orang-lain/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-joki-unik-ketika-dahaga-akan-validasi-jadi-ladang-cuan-untuk-orang-lain/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2026 11:13:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[joki]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[validasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8976</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis suka berdiskusi dengan teman-temannya, baik secara langsung maupun via WhatsApp. Topik yang didiskusikan pun bisa bermacam-macam, mulai yang serius hingga yang relatif santai. Senang saja jika ada teman untuk bertukar pikiran. Nah, belum lama ini, Penulis berdiskusi dengan salah satu kawannya yang bernama Jojo. Topiknya pun menarik, di mana dia kerap membagikan berbagai fenomena [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-joki-unik-ketika-dahaga-akan-validasi-jadi-ladang-cuan-untuk-orang-lain/">Fenomena Joki &#8220;Unik&#8221;: Ketika Dahaga akan Validasi Jadi Ladang Cuan untuk Orang Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penulis suka berdiskusi dengan teman-temannya, baik secara langsung maupun via WhatsApp. Topik yang didiskusikan pun bisa bermacam-macam, mulai yang serius hingga yang relatif santai. Senang saja jika ada teman untuk bertukar pikiran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, belum lama ini, Penulis berdiskusi dengan salah satu kawannya yang bernama <strong>Jojo</strong>. Topiknya pun menarik, di mana dia kerap membagikan berbagai <strong>fenomena joki yang &#8220;unik&#8221;</strong>. Penulis yang semakin jarang <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/apakah-mesin-pencari-akan-tergantikan-oleh-media-sosial/">bermain media sosial</a> ini pun sampai terkejut ketika diberi tahu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tulisan kali ini, Penulis ingin membagikan apa saja yang kami diskusikan terkait fenomena ini, termasuk apa penyebab dari menjamurnya joki-joki aneh ini hingga bagaimana dahaga akan validasi bisa menjadi ladang cuan untuk orang lain.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Header-via-pakistyles.com_-300x184.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Header-via-pakistyles.com_-300x184.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Header-via-pakistyles.com_-768x472.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Header-via-pakistyles.com_-356x219.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Header-via-pakistyles.com_.jpg 900w " alt="Ritual untuk Bangun Pagi" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/ritual-untuk-bangun-pagi/">Ritual untuk Bangun Pagi</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Fenomena Joki Bukanlah Hal Baru, tapi&#8230;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/fenomena-joki-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-8983" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/fenomena-joki-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/fenomena-joki-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/fenomena-joki-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/fenomena-joki-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Joki 3-in-1 (<a href="https://www.antarafoto.com/id/view/587674/jasa-joki-3-in-1">Antara News</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sebenarnya, pekerjaan sebagai joki bukanlah hal baru. Waktu kecil, Penulis ingat ketika ada aturan 3-in-1 diberlakukan di jalan-jalan tertentu di Jakarta, ada joki-joki yang bisa disewa agar mobil kita bisa melintasi jalan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada juga joki yang bisa menggantikan kita untuk mengerjakan soal ujian atau tes, walaupun rasanya sekarang akan terasa lebih sulit. Kalau contoh yang lebih modern, joki <em>game</em> tertentu juga cukup ramai. Belakangan juga ada jasa nemenin ngopi dan jalan-jalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, <strong>alasan untuk menggunakan jasa joki-joki di atas masih terasa masuk akal</strong>. Joki 3-in-1 agar kita bisa melewati jalan yang memang harus dilewati, joki ujian biar bisa lulus ujian (tentu ini tidak dibenarkan), joki <em>game </em>pun karena pemainnya ingin melewati <em>grinding </em>yang melelahkan atau mencapai level tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa tahun lalu, mungkin Pembaca masih ingat dengan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-pengakuan-sosial-menjadi-kebutuhan-pokok/">fenomena joki Strava</a>, di mana orang akan memamerkan hasil larinya, tapi yang lari justru orang lain. Nah, joki-joki unik yang diberitahukan Jojo kepada Penulis bisa dibilang cukup membuat geleng-geleng kepala. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis akan sebutkan beberapa joki tersebut: <strong>joki baca buku</strong>, <strong>joki minum kopi</strong>, hingga <strong>joki nonton konser</strong>. Penulis bahkan menemukan ada yang membuka jasa joki <a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-michael-carrick/">nonton Manchester United</a>, tapi Penulis meyakini kalau ini hanya <em>troll post</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Awal diskusi ini pun bermula dari Jojo yang merekomendasikan Penulis untuk menjadi joki baca buku, karena dia tahu betapa <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-membaca-buku-untuk-mengurangi-candu-media-sosial/">kutu bukunya Penulis</a>. Nantinya, Penulis harus memberi banyak catatan atau menempel <em>sticky notes </em>agar pembayar jasa bisa terlihat pintar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari tiga contoh di atas, ada kesamaan dengan joki Strava, yakni <strong>menggunakan orang lain untuk bisa mendapatkan sesuatu yang bisa dipamerkan ke orang lain, tanpa perlu melakukannya sendiri</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Banyak Bermunculan Joki Aneh?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/fenomena-joki-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-8984" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/fenomena-joki-2-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/fenomena-joki-2-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/fenomena-joki-2-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/fenomena-joki-2.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Contoh Joki Baca Buku (<a href="https://x.com/MrOngDedy/status/2110254922025648201">X</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis dan Jojo menemukan beberapa jawaban mengapa fenomena joki &#8220;unik&#8221; ini makin menjamur. Salah satunya adalah <strong>haus akan validasi dari orang lain</strong>. Di era media sosial yang makin memudahkan kita untuk melihat kehidupan orang lain, hal ini akan makin lumrah terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita mungkin bisa berlogika kalau memang ingin pamer buku yang sedang dibaca, ya baca bukunya. Kalau mau pamer lagi nonton konser, ya datang ke konsernya. Hanya saja, ternyata tidak semua bisa berpikiran seperti itu. Analoginya, ingin terlihat keren tanpa benar-benar berusaha untuk keren.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alasan lainnya adalah<strong> <em>fear out missing out </em>alias FOMO</strong>. Mungkin karena melihat <em>story </em>orang membagikan buku yang dibaca, kopi yang diminum di kafe viral, atau konser yang seru, mereka jadi ingin ikut-ikutan agar dianggap keren atau <em>cultured </em>juga. Kalau kata Jojo<em>, </em>mereka ini<em> </em>&#8220;<em>kebelet aesthetic</em>.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, bisa juga orang-orang sampai harus &#8220;berbohong&#8221; sampai menggunakan jasa joki adalah <strong>demi mendapatkan <em>engagement</em></strong><em>. </em>Seperti yang kita tahu, ketika postingan kita mendapatkan banyak <em>likes </em>maupun komentar, hal tersebut akan memberikan suntikan dopamin. Itulah yang dikejar oleh mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini makin diperparah dengan <strong>adanya jasa-jasa persewaan barang </strong>seperti iPhone, tas <em>branded</em>, <em>lanyard</em>, bahkan pacar. Bedanya, seringnya barang-barang tersebut didapat demi mendapatkan validasi secara<em> </em>luring, sedangkan jasa joki kebanyakan untuk mendapatkan validasi secara daring.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau melihat ini dari sudut pandang lain,<strong> kebutuhan validasi orang lain justru menjadi ladang uang bagi orang lain</strong>. Bagi yang jeli melihat pasar dan apa yang sedang dibutuhkan, mereka akan menyediakan jasa joki tersebut. Terbukti, ada (kalau bukan banyak) yang menggunakan jasa tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ketika Identitas Menjadi Penuh Kepalsuan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis dan Jojo sama-sama merasa ada sesuatu yang lebih berbahaya dari fenomena joki ini, yakni bagaimana <strong>identitas manusia menjadi penuh kepalsuan</strong>. Demi mendapatkan pengakuan dari orang lain, kita jadi rela untuk menipu orang lain dan diri kita sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai menulis artikel ini pun Penulis masih susah untuk menerima adanya fenomena ini, bagaimana kita rela mengeluarkan uang demi mendapatkan validasi dari orang lain. Padahal, sejatinya <strong>validasi terpenting itu harus datang dari diri sendiri</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seandainya alasan mereka sampai berbuat seperti itu adalah karena tuntutan lingkungannya, ya mungkin yang salah memang lingkungannya. <strong>Lingkungan yang tepat tidak akan menuntut kita untuk berubah menjadi orang lain dan membuat kita memaksakan diri</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau memang tidak suka lari pagi, tidak suka baca buku, lambungnya tidak kuat minum kopi, atau belum punya uang untuk nonton konser, <strong>ya tidak perlu <em>upload story</em></strong>. Percayalah, hidup yang tenang (dan mungkin membosankan) itu juga bisa dinikmati, kok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin Penulis juga bisa membuka jasa &#8220;joki&#8221; sebagai tambahan pemasukan <em>in this economy</em>. Penulis terpikir untuk menjadi joki &#8220;pemberi validasi yang <em>soft-spoken</em>&#8220;. Kira-kira, apakah ada pasarnya?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 24 Oktober 2026, terinspirasi setelah ngobrol dengan Jojo terkait fenomena joki yang semakin hari semakin aneh ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-joki-unik-ketika-dahaga-akan-validasi-jadi-ladang-cuan-untuk-orang-lain/">Fenomena Joki &#8220;Unik&#8221;: Ketika Dahaga akan Validasi Jadi Ladang Cuan untuk Orang Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-joki-unik-ketika-dahaga-akan-validasi-jadi-ladang-cuan-untuk-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
