<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kepemimpinan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/kepemimpinan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/kepemimpinan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:30:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>kepemimpinan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/kepemimpinan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca The Leader Who Had No Title</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-leader-who-had-no-title/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-leader-who-had-no-title/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Aug 2023 15:33:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Sharma]]></category>
		<category><![CDATA[self-improvement]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6757</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika sedang membaca buku The 5 AM Club karya Robin Sharma, Penulis menemukan satu lagi bukunya saat sedang jalan-jalan di toko buku yang berjudul The Leader Who Had No Title. Meskipun kurang menyukai The 5 AM Club, ada tiga alasan mengapa Penulis memutuskan untuk tetap membelinya. Pertama, karena bukunya cukup tipis. Kedua, mengangkat tema kepemimpinan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-leader-who-had-no-title/">[REVIEW] Setelah Membaca The Leader Who Had No Title</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika sedang membaca buku <em>The 5 AM Club </em>karya <strong>Robin Sharma</strong>, Penulis menemukan satu lagi bukunya saat sedang jalan-jalan di toko buku yang berjudul <em><strong>The Leader Who Had No Title</strong>.</em></p>



<p>Meskipun kurang menyukai <em>The 5 AM Club</em>, ada tiga alasan mengapa Penulis memutuskan untuk tetap membelinya. Pertama, karena bukunya cukup tipis. Kedua, mengangkat tema kepemimpinan. Ketiga, karena latar ceritanya tentang seorang penjaga toko buku.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis pun memutuskan untuk membelinya, hitung-hitung sebagai &#8220;kesempatan kedua&#8221; bagi Robin Sharma. Sayangnya, buku ini pun kurang Penulis sukai karena beberapa alasan yang sama dengan<em> </em>buku sebelumnya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul:&nbsp;<em>The Leader Who Had No Title</em></li>



<li>Penulis: Robin Sharma</li>



<li>Penerbit: Penerbit Bentang</li>



<li>Cetakan: Pertama</li>



<li>Tanggal Terbit: Agustus 2022</li>



<li>Tebal: 264 halaman</li>



<li>ISBN: 9786022919308</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p>Sama seperti <em>The 5 AM Club</em>, Robin Sharma berusaha menerangkan poin-poin yang ingin ia sampaikan melalui sebuah cerita. Kali ini, kita akan mengikuti kisah seorang mantan tentara yang kini menjadi penjaga toko buku bernama <strong>Blake Davis</strong>.</p>



<p>Blake merasa kalau hidupnya terasa hampa dan sama sekali tidak bermakna, apalagi setelah ia pulang dari medan pertempuran. Lantas, tiba-tiba ia bertemu dengan rekan kerja baru berusia 77 tahun yang bernama <strong>Tommy Flinn</strong>, yang ternyata merupakan teman ayahnya.</p>



<p>Singkat cerita, Tommy berjanji kepada Blake akan membuat hidupnya berubah total dengan seni memimpin tanpa jabatan. Untuk itu, Tommy pun membawa Blake ke guru-gurunya yang akan memberikan formula tersebut.</p>



<p>Lucunya, keempat orang tersebut sama-sama memiliki akronim untuk menyimpulkan apa inti ajaran mereka. Penulis akan menuliskan keempatnya agar Pembaca mendapatkan garis besar dari isi buku ini.</p>



<p><strong>1. Kita Tidak Butuh Jabatan untuk Memimpin &#8211; IMAGE</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>I</strong>nnovation (Inovasi)</li>



<li><strong>M</strong>astery (Menguasai)</li>



<li><strong>A</strong>utheticity (Autentisitas)</li>



<li><strong>G</strong>uts (Naluri)</li>



<li><strong>E</strong>thics (Etika)</li>
</ul>



<p><strong>2. Masa-Masa Bergejolak Membentuk Pemimpin Hebat &#8211; SPARK</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>S</strong>peak with Candor (Bicara Terus Terang)</li>



<li><strong>P</strong>rioritize (Tentukan Prioritas)</li>



<li><strong>A</strong>dversity Breeds Opportunity (Kesulitan Melahirkan Kesempatan)</li>



<li><strong>R</strong>espond Versus React (Respons Versus Reaksi)</li>



<li><strong>K</strong>udos to Everyone (Penghargaan untuk Setiap Orang)</li>
</ul>



<p><strong>3. Semakin Dalam Hubunganmu, Semakin Kuat Kepemimpinanmu &#8211; HUMAN</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>H</strong>elpfulness (Tolong-menolong)</li>



<li><strong>U</strong>nderstanding (Pengertian)</li>



<li><strong>M</strong>ingle (Membaur)</li>



<li><strong>A</strong>muse (Gembira)</li>



<li><strong>N</strong>urture (Merawat)</li>
</ul>



<p><strong>4. Untuk Menjadi Pemimpin Besar, Jadilah Orang Besar Terlebih Dulu &#8211; SHINE</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>S</strong>ee Clearly (Lihat dengan Saksama)</li>



<li><strong>H</strong>ealth is Wealth (Kesehatan Itu Bernilai)</li>



<li><strong>I</strong>nspiration Matters (Inspirasi Penting)</li>



<li><strong>N</strong>eglect Not Your Family (Jangan Abaikan Keluargamu)</li>



<li><strong>E</strong>levate Your Lifestyle (Tingkatkan Gaya Hidupmu)</li>
</ul>



<p>Setelah memperkenalkan Blake kepada empat guru yang mengajarkan ilmu kepemimpinan tersebut, Tommy meninggal dunia tak lama kemudian. Blake pun merasa hidupnya berubah, dan berusaha untuk menyebarkan apa yang diajarkan Tommy kepada orang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca The Leader Who Had No Title</h2>



<p>Dari segi cerita, sebenarnya <em>The Leader Who Had</em> <em>No Title </em>lebih terasa masuk akal dibandingkan <em>The 5 AM Club</em> yang bagi Penulis terasa aneh dan dangkal. Hanya saja, rasanya tetap tidak terlalu realistis dan sangat terkesan utopis. </p>



<p>Hampir semua peristiwa yang terjadi di buku ini terjadi hanya dalam satu hari. Tommy berhasil membawa Blake bertemu dengan empat gurunya (yang lebih muda darinya) dalam satu hari yang sama, dan semuanya bisa ditemui serta punya waktu untuk berbagi ilmu.</p>



<p>Untuk segi isinya sendiri, jujur saja Penulis tidak merasa telah mendapatkan sesuatu yang &#8220;mencerahkan hidup&#8221; seperti yang dirasakan oleh Blake. Poin-poin yang disampaikan biasa saja seperti seminar kepemimpinan pada umumnya, tidak ada yang spesial.</p>



<p>Apalagi, buku ini menggunakan banyak sekali akronim yang tentu agak sulit dihafalkan oleh orang-orang yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pertamanya. Penulis tidak bisa mengingat satu pun &#8220;formula&#8221; yang dibagikan buku ini.</p>



<p>Alhasil, buku ini pun selesai Penulis baca tanpa banyak meninggalkan kesan yang berarti. Ulasannya pun menjadi cukup pendek, karena tidak banyak hal menarik yang bisa dibahas. Oleh karena itu, Penulis tidak terlalu merekomendasikan buku ini.</p>



<p>Namun, setidaknya buku ini mengajak pembacanya untuk mengembangkan dirinya menjadi versi lebih baiknya, sehingga bisa menginspirasi orang lain. Itulah poin utama dari seni memimpin tanpa jabatan.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 7 Agustus 2023, terinspirasi setelah membaca <em>The Leader Who Had No Title </em>karya Robin Sharma</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-leader-who-had-no-title/">[REVIEW] Setelah Membaca The Leader Who Had No Title</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-leader-who-had-no-title/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Kesalahan Saya Sebagai Pemimpin&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2018 14:58:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[beban]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1080</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis masih belajar agar dapat menjadi pemimpin yang baik, setidaknya bagi diri penulis sendiri. Dulu, ketika masih menjabat sebagai ketua Karang Taruna, terdapat satu kesalahan di antara kesalahan-kesalahan lainnya yang menurut penulis paling fatal, dan itu menjadi pembelajaran yang baik untuk penulis. Apa itu? Memikul beban sendirian. Karena sifat perfeksionis yang dimiliki, penulis seringkali merasa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/">Satu Kesalahan Saya Sebagai Pemimpin&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis masih belajar agar dapat menjadi pemimpin yang baik, setidaknya bagi diri penulis sendiri. Dulu, ketika masih menjabat sebagai ketua Karang Taruna, terdapat satu kesalahan di antara kesalahan-kesalahan lainnya yang menurut penulis paling fatal, dan itu menjadi pembelajaran yang baik untuk penulis. Apa itu?</p>
<p>Memikul beban sendirian.</p>
<p>Karena sifat perfeksionis yang dimiliki, penulis seringkali merasa tidak puas dengan kinerja anggota penulis. Selain itu, karena kurang telaten, penulis kerap mengerjakan tugas-tugas organisasi sendirian.</p>
<p>Jelas ini tidak sehat bagi organisasi. Oke, tugas organisasi memang selesai, tapi bagaimana dengan pengembangan anggota? Jika yang berpikir dan mengerjakan hanya ketua, lantas bagaimana anggotanya bisa belajar?</p>
<p>Ya, itu merupakan salah satu hal yang penulis sesali selama menjadi ketua Karang Taruna, dan penulis berusaha agar hal tersebut tidak terulang di kepengurusan selanjutnya. Caranya, ya mewanti-wanti agar jangan sampai ketua yang baru mengulangi kesalahan yang sama.</p>
<p>Akibat menanggung beban sendirian, penulis beberapa kali merasa kebingungan sendiri, merasa stres sendiri. Selain itu, teman-teman seangkatan penulis banyak yang sudah merintis karir di luar lingkungan, sehingga penulis merasa tidak ada tempat untuk melakukan <em>sharing</em>. Padahal, hal tersebut juga bisa dilakukan dengan angkatan yang lebih muda.</p>
<p>Memang, ada anggota yang pasif, ada yang aktif. Penulis rasa semua organisasi seperti itu. Yang seharusnya penulis lakukan adalah membagi apa yang penulis pikirkan tentang organisasi, terlepas apakah mereka memberikan respon atau tidak. Setidaknya, mereka akan memahami apa yang terjadi di organisasi.</p>
<p>Kesuksesan seorang pemimpin tidak hanya dilihat ketika mereka menjabat, tetapi apakah organisasi yang mereka pimpin bisa menjadi lebih baik ketika berganti kepemimpinan.</p>
<p>Semoga saja kesalahan yang penulis buat bisa diatasi oleh ketua yang baru. Tentu, dengan pendampingan dari penulis sendiri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kesalahan yang pernah dibuat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 2 Agustus 2018, terinspirasi ketika melihat kepanitian 17an yang baru</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/">Satu Kesalahan Saya Sebagai Pemimpin&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
