<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kulari ke pantai Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/kulari-ke-pantai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/kulari-ke-pantai/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jul 2018 14:34:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>kulari ke pantai Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/kulari-ke-pantai/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Menonton Kulari ke Pantai (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2018 14:24:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kulari ke pantai]]></category>
		<category><![CDATA[saudara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=997</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menghargai Perbedaan Cekcok yang terjadi antara Sam dan Happy diakibatkan oleh tidak adanya sikap menghargai perbedaan. Happy yang hidup di perkotaan dengan lingkungan yang serba elit tidak bisa menerima perbedaan yang dimiliki Sam. Akan tetapi, dengan berjalannya waktu sepanjang perjalanan menuju pantai G-Land, mereka berdua saling belajar untuk memahami satu sama lain dari berbagai peristiwa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-2/">Setelah Menonton Kulari ke Pantai (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Menghargai Perbedaan</strong></p>
<p>Cekcok yang terjadi antara Sam dan Happy diakibatkan oleh tidak adanya sikap menghargai perbedaan. Happy yang hidup di perkotaan dengan lingkungan yang serba elit tidak bisa menerima perbedaan yang dimiliki Sam.</p>
<p>Akan tetapi, dengan berjalannya waktu sepanjang perjalanan menuju pantai G-Land, mereka berdua saling belajar untuk memahami satu sama lain dari berbagai peristiwa yang mereka alami.</p>
<p><strong>Harta Berupa Saudara</strong></p>
<p>Saudara adalah harta berharga yang patut untuk disyukuri atas kehadirannya. Jika tidak percaya, tanyakan saja kepada kawan-kawan yang terlahir dengan status anak tunggal. Mayoritas jawaban menyatakan bahwa mereka sangat mendambakan saudara dalam kehidupan mereka.</p>
<p>Sayang sekali, beberapa pasangan kakak-adik yang telah diberi anugerah ini justru lebih milih untuk ribut satu sama lain. Mereka menganggap saudara mereka hanya sebagai pengganggu, bukan sebagai partner dalam mengarungi kehidupan.</p>
<p>Sam dan Happy memang bukan saudara kandung, mereka pun kerap bertengkar karena berbagai alasan. Akan tetapi pada akhirnya mereka menyadari betapa pentingnya seorang saudara, meskipun hanya sebatas sepupu. Oleh karena itu, film ini sangat saya rekomendasikan kepada kakak-adik yang sering bertengkar :).</p>
<p><strong>Pertemanan Bersyarat</strong></p>
<p>Alasan Happy mau ikut <em>tour </em>bersama Sam adalah janji dari kedua orangtua mereka. Mereka menjanjikan akan mengijinkan Happy untuk ikut datang ke konser bersama teman-temannya, sekelompok anak perempuan yang namanya saya lupa.</p>
<p>Datang ke konser bersama, di mana mereka datang hanya demi <em>story </em>Instagram, merupakan syarat untuk bergabung dengan kelompok tersebut. Sam menyadari keganjilan ini dan berusaha menyadarkan Happy bahwa pertemanan dengan syarat bersifat semu.</p>
<p>Dalam kehidupan nyata pun, jangan sampai kita mencari teman yang membutuhkan syarat agar bisa berteman dengannya. Masih banyak orang-orang yang mau berkawan dengan kita secara tulus tanpa syarat.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Film anak <strong>Kulari ke Pantai</strong>, yang disutradarai oleh Riri Reza dan diproduksi oleh Mira Lesmana, menunjukkan bahwa film dengan alur yang sederhana pun dapat memikat penonton. Tidak dibutuhkan alur rumit seperti film-film Hollywood, cukup dengan kejadian sehari-hari yang kita alami.</p>
<p>Pesan-pesan yang ingin disampaikan pun, setidaknya bagi penulis, sudah tersampaikan dengan baik. Semua penulis rangkum dalam tulisan-tulisan ini.</p>
<p>Entah film ini masih ada di bioskop atau tidak, namun jika ada penulis sangat merekomendasikan film ini untuk ditonton bersama keluarga. Bangga film Indonesia!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 18 Juli 2018, terinspirasi setelah menonton film Kulari ke Pantai</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.femina.co.id/agenda/film-anak-terbaru-dari-miles-film-kulari-ke-pantai-segera-rilis-rebut-tiket-nobarnya-di-sini">https://www.femina.co.id/agenda/film-anak-terbaru-dari-miles-film-kulari-ke-pantai-segera-rilis-rebut-tiket-nobarnya-di-sini</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-2/">Setelah Menonton Kulari ke Pantai (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Kulari ke Pantai (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2018 13:52:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[akur]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kulari ke pantai]]></category>
		<category><![CDATA[saudara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=991</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rencananya, penulis mau menonton film ini bersama satu teman kuliah. Berhubung mendadak mendapatkan undangan untuk mengikuti training sebagai volunteer Asian Games, maka penulis jadi menonton sendirian di Mall Daan Mogot, Jakarta. Sejak membaca sinopsisnya, penulis memutuskan bahwa film ini harus ditonton. Selain itu, banyak testimoni yang mengatakan bahwa film ini sangat direkomendasikan termasuk salah satu komikus favorit penulis, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-1/">Setelah Menonton Kulari ke Pantai (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rencananya, penulis mau menonton film ini bersama satu teman kuliah. Berhubung mendadak mendapatkan undangan untuk mengikuti <em>training </em>sebagai <em>volunteer</em> Asian Games, maka penulis jadi menonton sendirian di Mall Daan Mogot, Jakarta.</p>
<p>Sejak membaca sinopsisnya, penulis memutuskan bahwa film ini harus ditonton. Selain itu, banyak testimoni yang mengatakan bahwa film ini sangat direkomendasikan termasuk salah satu komikus favorit penulis, Muhammad Mirsad dari <em>Mice Cartoon</em>.</p>
<p>Hubungan saudara yang tidak akur yang jadi sinopsi menjadi daya tarik tersendiri bagi penulis. Bagaimana tidak, penulis banyak menjumpai pasangan kakak-adik yang kurang harmonis semasa menjabat sebagai ketua Karang Taruna. Penulis berharap bisa menemukan inspirasi dari film yang dibintangi oleh Marsha Timothy ini.</p>
<p><strong>Sekilas Tentang Kulari ke Pantai</strong></p>
<p>Ketika film mulai, penulis sempat terkejut karena ternyata ketidak akuran yang terjadi bukan antar saudara kandung, melainkan saudara sepupu. Tak apa, pasti tetap ada nilai-nilai kehidupan yang bisa dipetik.</p>
<p>Sam, yang berusia 10 tahun, besar di pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, biasa dekat dengan alam karena rumahnya yang dekat pantai. Sebaliknya, Happy, 12 tahun, merupakan tipikal anak yang berusaha untuk menjadi <em>hits </em>dan senantiasa menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.</p>
<div id="attachment_994" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-994" class="size-full wp-image-994" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/21628_film-kulari-ke-pantai.jpg" alt="" width="700" height="465" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/21628_film-kulari-ke-pantai.jpg 700w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/21628_film-kulari-ke-pantai-300x199.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/21628_film-kulari-ke-pantai-356x236.jpg 356w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-994" class="wp-caption-text">Sam dan Happy (http://bobo.grid.id/read/08682053/video-berkenalan-dengan-pemain-dan-pembuat-film-kulari-ke-pantai?page=all)</p></div>
<p>Pertengkaran mereka ketika ulang tahun Oma mereka menimbulkan ide bagi ibunda Happy untuk ikut perjalanan darat bersama Sam dan ibunya, Uci. Sebagai informasi, Sam berencana melakukan perjalanan darat untuk menuju Banyuwangi demi bertemu dengan <em>surfer</em> idolanya .Ibu dari Happy berharap perjalanan tersebut Happy bisa belajar banyak.</p>
<p>Penulis tidak akan menceritakan cerita perjalanan tersebut, karena sama saja dengan <em>spoiler</em>. Penulis akan menuliskan beberapa poin yang bisa dipetik dari film ini.</p>
<p><strong>Bangga Menggunakan Bahasa Indonesia</strong></p>
<p>Terdapat satu <em>scene </em>di mana mereka bertemu dengan Dani, seorang bule yang lahir dan besar di Papua. Happy merasa heran karena seorang bule dengan fasihnya berbicara bahasa Indonesia. Bahkan, ia berusaha mengajaknya bicara dengan menggunakan bahasa Inggris.</p>
<p>Dani pun menyindirnya dengan halus, dengan berkata:</p>
<p><em>&#8220;Kau sedang di Indonesia, ya gunakanlah bahasa Indonesia. Kalau terlalu sering menggunakan bahasa lain nanti kau lupa dengan bahasamu sendiri.&#8221;</em></p>
<div id="attachment_993" style="width: 490px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-993" class="size-full wp-image-993" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/hqdefault.jpg" alt="" width="480" height="360" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/hqdefault.jpg 480w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/hqdefault-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/hqdefault-340x255.jpg 340w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><p id="caption-attachment-993" class="wp-caption-text">Kakak Dani (youtube.com)</p></div>
<p>Jleb! Penulis merasa ditampar dengan halus oleh dialog ini, karena penulis sendiri terkadang menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. Benar, jika ngobrol dengan sesama orang Indonesia, untuk apa menggunakan bahasa Inggris? Bukankah kita memiliki bahasa persatuan, bahasa Indonesia.</p>
<p>Note: Ketika mengetik tulisan ini, penulis pun masih membalas <em>chat </em>dengan bahasa Inggris, hahaha.</p>
<p>Kecuali, digunakan dengan tujuan belajar, bukan memamerkan kemampuan. Tentu dengan membiasakan diri membuat kita akan semakin terlatih dalam menggunakan bahasa Inggris. Tapi, yang tahu niat kan diri kita sendiri.</p>
<p><em>Bersambung&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 18 Juli 2018, terinspirasi setelah menonton film Kulari ke Pantai</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.femina.co.id/agenda/film-anak-terbaru-dari-miles-film-kulari-ke-pantai-segera-rilis-rebut-tiket-nobarnya-di-sini">https://www.femina.co.id/agenda/film-anak-terbaru-dari-miles-film-kulari-ke-pantai-segera-rilis-rebut-tiket-nobarnya-di-sini</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-1/">Setelah Menonton Kulari ke Pantai (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
