<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>literasi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/literasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/literasi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jun 2023 02:18:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>literasi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/literasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Benarkah Era Toko Buku akan Segera Berakhir?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/benarkah-era-toko-buku-akan-segera-berakhir/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/benarkah-era-toko-buku-akan-segera-berakhir/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 14:29:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[toko buku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6621</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, toko buku Gunung Agung yang legendaris resmi tutup. Penulis sendiri hanya pernah sekali berkunjung ke toko yang ada di daerah Kwitang. Tampaknya, memang toko buku yang satu ini harus mengakui kekalahannya melawan zaman. Merasa penasaran dengan kasus ini, Penulis pun menonton video dari Dr. Indrawan Nugroho yang berjudul &#8220;Kiamat Toko Buku&#8221;. Secara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/benarkah-era-toko-buku-akan-segera-berakhir/">Benarkah Era Toko Buku akan Segera Berakhir?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu lalu, toko buku Gunung Agung yang legendaris resmi tutup. Penulis sendiri hanya pernah sekali berkunjung ke toko yang ada di daerah Kwitang. Tampaknya, memang toko buku yang satu ini harus mengakui kekalahannya melawan zaman.</p>



<p>Merasa penasaran dengan kasus ini, Penulis pun menonton video dari Dr. Indrawan Nugroho yang berjudul &#8220;Kiamat Toko Buku&#8221;. Secara logika, tentu hal ini masuk akal mengingat kita memang tengah berada di era digital, sehingga keberadaan buku fisik terasa tak relevan lagi.</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis ingin membahas mengenai toko buku dan bagaimana zaman makin mendorongnya ke pinggir dari perspektif pribadi, mengingat Penulis adalah orang yang cukup rajin untuk mampir ke toko buku.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Pada Dasarnya, Tingkat Literasi Kita Sudah Rendah</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6623" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Apakah Pembaca Suka Membaca? (<a href="https://www.pexels.com/@gabby-k/">Monstera</a>)</figcaption></figure>



<p>Mungkin para pembaca sudah tahu kalau negara kita tercinta memiliki tingkat literasi yang rendah. Berdasarkan data dari Program for International Student Assessment (PISA) di tahun 2019, Indonesia hanya <strong>menempati peringkat 62 dari 70 negara</strong>.</p>



<p>Data lain dari UNESCO menunjukan bahwa persentase orang Indonesia yang suka membaca adalah<strong> 0,0001% atau 1:1000</strong>. Jadi, dari 273 juta penduduk Indonesia, yang gemar membaca sekitar 273 ribu orang saja. </p>



<p>Kalau mau menggunakan logika kasar, dengan rendahnya tingkat literasi, maka tingkat daya beli masyarakat terhadap buku tentu akan ikut rendah. Setidaknya, masih ada sarana yang menyediakan buku gratis seperti perpustakaan.</p>



<p>Jika melihat sekitar, Penulis juga jarang menemukan teman atau kenalan yang juga memiliki hobi membaca, dan lebih jarang lagi yang membeli buku. Maka dari itu, tak heran jika banyak teman yang meminjam ke Penulis jika sedang ingin membaca sesuatu.</p>



<p>Apalagi, kita sudah dibuat tergantung sedemikian besar dengan gawai, sehingga keberadaan buku semakin terasa tidak diperlukan. Ketika buku terasa tidak dibutuhkan, toko buku pun perlahan akan terus ditinggalkan, hingga akhirnya harus menyerah dan tutup.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Toko Buku Sudah Kehilangan Relevansinya?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6625" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tutup karena Sudah Tidak Relevan? (<a href="https://megapolitan.kompas.com/read/2023/05/23/05000011/nostalgia-di-toko-gunung-agung-kwitang-bukan-sekadar-toko-buku-?page=all">Kompas</a>)</figcaption></figure>



<p>Dulu ketika masih kuliah, dalam satu bulan setidaknya Penulis bisa ke toko buku hingga dua kali. Kadang beli, kadang cuma lihat-lihat. Bagi Penulis, toko buku seolah memiliki suasana magis yang membuat kita merasa berada di alam yang berbeda.</p>



<p>Belakangan ini, Penulis semakin jarang ke toko buku karena beberapa alasan. Selain karena merasa bukunya sudah terlalu banyak, Penulis juga sudah tidak membaca sebanyak dulu. Sekarang, paling hanya 15-30 menit per hari, bahkan sering tidak membaca sama sekali.</p>



<p>Apakah ini menjadi semacam pembenaran kalau toko buku memang sudah kehilangan relevansinya? Tentu tidak, karena ini hanya contoh dari satu individu. Penulis yakin<strong> toko buku akan tetap ada</strong>, terutama yang mampu menyesuaikan diri dengan zaman.</p>



<p>Memang, sekarang kita dimudahkan dengan adanya <em>marketplace </em>atau toko buku <em>online</em>. Namun, bagi Penulis pribadi, keberadaan toko buku fisik rasanya tidak akan tergantikan begitu saja. Mungkin akan ada yang tutup, tapi pasti ada yang berhasil bertahan.</p>



<p>&#8220;Kenikmatan&#8221; ketika mata memperhatikan buku demi buku, rak demi rak, tak bisa digantikan dengan <em>scroll </em>di <em>marketplace</em>. Apalagi, di toko buku kita bisa membaca sekilas apa isi buku tersebut, sehingga bisa menambah keyakinan untuk membeli suatu buku.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Harus Dilakukan oleh Toko Buku agar Bertahan?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6624" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Benarkah-Era-Toko-Buku-akan-Segera-Berakhir-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Akankah Segera Menyusul Gunung Agung, atau Justru Berhasil Bertahan? (<a href="https://indonesiaemasgroup.com/buku-terbitan-ieg-kini-tersedia-di-gramedia/?v=7c1f12124b9e">Indonesia Emas Group</a>)</figcaption></figure>



<p>Berdasarkan video yang dibuat oleh Dr. Indrawan Nugraha, ada banyak cara yang bisa dilakukan toko buku agar bisa bertahan. Salah satunya adalah menjadikan toko buku bukan sekadar jualan buku, tapi menjadi <strong>tempat berkumpulnya komunitas</strong>.</p>



<p>Jika selama ini toko buku terkesan individual karena orang-orang hanya membeli buku yang diinginkan, maka di masa depan toko buku justru harus terbuka dan menyediakan tempat nongkrong atau berdiskusi. Beberapa toko buku di Indonesia sudah menerapkan hal tersebut.</p>



<p>Bahkan, tak jarang toko buku sekarang<strong> menggandeng <em>brand </em>F&amp;B atau bahkan membuka <em>brand </em>mereka sendiri</strong>. Jadi, setelah berbelanja buku, pengunjung dapat bersantai menikmati kopi sembari membaca buku yang baru saja dibeli.</p>



<p>Selain itu, sekarang rasanya <strong>jarang toko buku hanya menjual buku</strong>. Gramedia misalnya, terkenal karena juga menjual alat tulis, alat olahraga, pernak-pernik, dekorasi, mainan, dan lain sebagainya. Ini bisa menarik pengunjung yang tidak suka buku.</p>



<p>Tentu masih ada cara lain yang telah atau akan dilakukan oleh toko buku. Dengan jatuhnya Gunung Agung bukan berarti toko buku yang lain akan mengikuti jejaknya. Pada akhirnya, semua dituntut untuk sekreatif mungkin agar bisa bertahan di era modern ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 26 Juni 2023, terinspirasi setelah menonton <a href="https://www.youtube.com/watch?v=f62II5G49KY&amp;t=434s">video Dr. Indrawan Nurgroh</a>o yang membahas mengenai kiamat toko buku</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/@abby-chung-371167/">Abby Chung</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.whiteboardjournal.com/ideas/human-interest/literasi-indonesia-peringkat-62-dari-70-apakah-peningkatan-kualitas-perpustakaan-daerah-bisa-membantu/">Literasi Indonesia Peringkat 62 dari 70, Apakah Peningkatan Kualitas Perpustakaan Daerah Bisa Membantu? &#8211; Whiteboard Journal</a></li>



<li><a href="https://www.kominfo.go.id/content/detail/10862/teknologi-masyarakat-indonesia-malas-baca-tapi-cerewet-di-medsos/0/sorotan_media">Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo.go.id)</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/benarkah-era-toko-buku-akan-segera-berakhir/">Benarkah Era Toko Buku akan Segera Berakhir?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/benarkah-era-toko-buku-akan-segera-berakhir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Racun Literasi Pada Platform Digital</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/racun-literasi-pada-platform-digital/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/racun-literasi-pada-platform-digital/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2018 00:57:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[anak muda]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[pembaca]]></category>
		<category><![CDATA[racun]]></category>
		<category><![CDATA[vulgar]]></category>
		<category><![CDATA[wattpad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1830</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain lewat blog ini, penulis juga menerbitkan novel penulis (Leon dan Kenji &#38; Distopia Bagi Kia) di platform digital seperti Wattpad dan Storial. Walaupun belum mendapat pembaca di Storial, novel penulis sudah lumayan banyak dibaca di Wattpad (sekitar 500 kali). Akan tetapi, penulis memiliki keprihatinan mendalam terhadap konten-konten yang ada di Wattpad. Bukannya iri, tapi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/racun-literasi-pada-platform-digital/">Racun Literasi Pada Platform Digital</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain lewat blog ini, penulis juga menerbitkan novel penulis (<a href="http://whathefan.com/category/leon-dan-kenji-buku-1/">Leon dan Kenji</a> &amp; <a href="http://whathefan.com/category/distopia-bagi-kia/">Distopia Bagi Kia</a>) di platform digital seperti <strong>Wattpad</strong> dan <strong>Storial</strong>. Walaupun belum mendapat pembaca di Storial, novel penulis sudah lumayan banyak dibaca di Wattpad (sekitar 500 kali).</p>
<p>Akan tetapi, penulis memiliki keprihatinan mendalam terhadap konten-konten yang ada di Wattpad. Bukannya iri, tapi penulis merasa miris melihat genre novel yang banyak dibaca dan mendapat banyak like adalah genre yang berbau <strong>seks</strong> dan <strong><em>fan fiction</em></strong>.</p>
<h3>Novel Vulgar untuk Semua</h3>
<p>Menurut teman penulis, sejak dulu memang banyak sekali novel-novel seperti itu. Yang membuat penulis merasa kaget, pembuat novel-novel itu adalah usia anak sekolah, bahkan masih duduk di bangku SMP!</p>
<p>Pantas saja, tanpa bermaksud sombong, sewaktu penulis mencoba membaca salah satu cerita tersebut, penulisannya masih carut-marut. Salah meletakkan tanda baca, <a href="http://whathefan.com/sosialpolitik/perang-diksi-tanpa-makna/">penggunaan diksi</a> yang kurang tepat, serta alur cerita yang terkesan tidak beraturan.</p>
<p>Penulis sangat menyayangkan fenomena ini harus terjadi di ranah dunia literasi. Memang bagus, dengan hadirnya platform digital tingkat literasi kita meningkat. Tapi jika jenis bacaan yang dibaca seperti itu, jelas hal tersebut menjadi racun yang berbahaya.</p>
<p>Apalagi penulis kemarin mendapatkan pesan WhatsApp dari ibu, tentang seorang pemilik penerbit kecil merasa terkejut ketika ada dua anak SMP yang menerbitkan novel dewasa dengan kata-kata tidak seronok! Apalagi, mereka dengan bangga mengakui bahwa mereka adalah seorang <strong>fujoshi</strong>!</p>
<p>Apa itu fujoshi? Fujoshi (<strong>腐女子</strong>) adalah sebutan dari bahasa Jepang untuk perempuan yang menyukai cerita di mana laki-laki menyukai laki-laki atau sering disingkat <strong>BxB</strong>. Mengerikan bukan jika sejak usia sekolah mereka sudah melihat sesuatu yang secara norma dan agama tidak benar?</p>
<h3>Pengaruh Novel Vulgar terhadap Pola Pikir</h3>
<p>Mau mengakui atau tidak, apa yang kita baca dan tonton akan mempengaruhi pola pikir kita. Apabila sejak remaja kita menonton hal-hal yang berbau vulgar, tentu lama kelamaan kita akan terbawa dan terpengaruh dengan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Apalagi mereka menggunakan <em>oppa </em>favorit mereka untuk menyalurkan fantasi liar mereka. Penulis menjadi merasa prihatin terhadap para <em>oppa </em>tersebut karena dijadikan obyek untuk novel vulgar.</p>
<p>Mereka terkadang menggunakan alasan &#8220;<a href="http://whathefan.com/karakter/batasan-kebebasan-berekspresi/">kebebasan berekspresi</a>&#8221; atau dalih &#8220;jangan fokus pada kevulgarannya, tapi pada ceritanya&#8221;. Mereka mungkin tidak sadar bahwa tulisan mereka akan membawa dampak yang buruk kepada para pembacanya.</p>
<p>Sayangnya, Wattpad tidak bisa melakukan penyaringan terhadap konten-konten seperti itu. Mungkin karena mereka mengusung konsep <em>free for all</em>, sehingga siapapun bisa menerbitkan apapun, sama seperti di media sosial (ya walaupun di Facebook dan Instagram lebih ketat proses penyaringannya).</p>
<p>Tentu kita tidak ingin generasi muda terpengaruh hal-hal seperti itu. Yang bisa kita lakukan hanya bisa berusaha mengingatkan orang-orang terdekat kita untuk menjauhi hal-hal seperti itu. Kalaupun mereka tetap membandel dengan alasan &#8220;Hak Asasi&#8221;, setidaknya kita sudah berusaha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, terinspirasi setelah melihat novel-novel di Wattpad yang begitu vulgar</p>
<p>Foto: <a href="https://picjumbo.com/young-woman-reading-a-book-on-her-ipad/">picjumbo.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/racun-literasi-pada-platform-digital/">Racun Literasi Pada Platform Digital</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/racun-literasi-pada-platform-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
