<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>live action Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/live-action/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/live-action/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Oct 2022 03:25:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>live action Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/live-action/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Menonton Rurouni Kenshin The Beginning</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2021 11:15:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[live action]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Rurouni Kenshin]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>
		<category><![CDATA[sinema]]></category>
		<category><![CDATA[The Final]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5205</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awalnya Penulis sempat bingung, kenapa yang judul The Final lebih tayang dulu daripada yang The Beginning. Ternyata, yang The Beginning merupakan prekuel dari film-film Rurouni Kenshin. Beberapa adegan membuat film ini terlihat melakukan proses syuting bersamaan dengan film Rurouni Kenshin yang pertama. Padahal, proses syuting-nya dilakukan bersamaan dengan The Final. Jika film-film sebelumnya lebih banyak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/">Setelah Menonton Rurouni Kenshin The Beginning</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Awalnya Penulis sempat bingung, kenapa yang judul <em>The Final </em>lebih tayang dulu daripada yang <em>The Beginning</em>. Ternyata, yang <em>The Beginning </em>merupakan prekuel dari film-film <em>Rurouni Kenshin</em>.</p>



<p>Beberapa adegan membuat film ini terlihat melakukan proses <em>syuting </em>bersamaan dengan film <em>Rurouni Kenshin </em>yang pertama. Padahal, proses <em>syuting</em>-nya dilakukan bersamaan dengan <em>The Final</em>.</p>



<p>Jika film-film sebelumnya lebih banyak adegan <em>action</em>-nya, <em>The Beginning </em>mampu menyajikan formula yang berbeda dengan drama yang cukup bikin sesak dada. <strong>SPOILER ALERT!!!!</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita <em>Rurouni Kenshin: The Beginning</em></h2>



<p>Film ini bercerita tentang masa lalu <strong>Kenshin Himura</strong> (Takeru Satoh) ketika ia masih menjadi seorang <em>Battousai</em> demi era baru Jepang. Jujur, Penulis tidak terlalu paham politik di film ini, tapi Penulis masih bisa memahaminya.</p>



<p>Satu ketika, Kenshin menghabisi beberapa orang yang pro dengan Keshogunan Tokugawa di Kyoto. Ada satu orang yang tidak ingin mati karena ada wanita yang akan dinikahinya. Berkat tekadnya, ia berhasil meninggalkan goresan di pipi Kenshin.</p>



<p>Suatu malam, Kenshin melindungi seorang wanita dari gangguan beberapa laki-laki yang mengaku sebagai patriot. Ternyata, yang ia lindungi adalah <strong>Yukishiro Tomoe</strong> (Kasumi Arimura). Sebagai tanda terima kasih, ia bekerja dan tinggal di tempat penginapak Kenshin.</p>



<p>Singkat cerita, tempat persembunyian Kenshin dan kelompoknya diketahui oleh kelompok <em>Shinsengumi </em>pimpinan <strong>Saitō Hajime</strong> (Yōsuke Eguchi). Ia pun harus kabur dari Kyoto dan tinggal bersama Tomoe karena mereka berdua saling jatuh cinta.</p>



<p>Ternyata, Tomoe merupakan calon istri dari orang yang meninggalkan luka di pipi Kenshin. Tomoe dimanfaatkan oleh kelompok <em>Yaminobu </em>pimpinan <strong>Tatsumi </strong>(Kazuki Kitamura).</p>



<p>Mengetahui fakta tentang Tomoe akan menghancurkan perasaan Kenshin. Meskipun berhasil mengalahkan beberapa orang <em>Yaminobu</em>, kekuatan Kenshin banyak berkurang dan penglihatannya terganggu ketika berhadapan dengan Tatsumi.</p>



<p>Saat Tatsumi hendak menghabisi Kenshin, Tomoe datang menghalangi dan tanpa sengaja Kenshin menebas mereka berdua secara bersamaan. Saat sekarat, Tomoe meninggalkan bekas luka di pipi kiri Kenshin, membuat simbol X yang legendaris.</p>



<p>Pada akhir perang, restorasi akhirnya terlaksana di Jepang. Semenjak itu, Kenshin bersumpah tidak akan membunuh lagi seumur hidupnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton <em>Rurouni Kenshin: The Beginning </em> </h2>



<p>Entah hanya perasaan Penulis saja, tapi rasanya film <em>Kenshin </em>yang terakhir ini menjadi yang paling sadis dan berdarah-darah. Fokusnya pada masa lalu Kenshin ketika masih menjadi seorang <em>Battousai</em> mungkin menjadi alasannya, terutama di adegan pembuka.</p>



<p>Hanya ada 2 karakter lama yang muncul di film ini, yakni Kenshin dan Saitō. Tomoe muncul beberapa kali di film <em>The Final</em>, tapi hanya dalam adegan <em>flashback</em>. </p>



<p>Melihat masa lalu Kenshin begitu menarik, di mana hatinya yang tulus berlawanan dengan tekadnya untuk membentuk era baru Jepang. Hal tersebut membuat ia terkadang menjadi ragu jika harus membunuh.</p>



<p>Drama yang dimiliki film ini cukup mengena bagi Penulis, karena seorang wanita yang ingin balas dendam atas kematian kekasihnya harus jatuh cinta dengan pembunuh kekasihnya. Ia justru harus menerima fakta bahwa dirinya hanya dijadikan alat semata.</p>



<p>Dari segi cerita, Penulis paling menyukai <em>The Beginning</em> dibandingkan empat film lainnya. Jika mencari adegan <em>action-</em>nya, Penulis lebih menyukai film keduanya, <em>Kyoto Inferno</em>.</p>



<p>Sayang sekali film ini akan menjadi seri terakhir dari <em>live-action Rurouni Kenshin</em>. Tidak apa-apa, daripada dipaksakan untuk membuat seri barunya tapi mengorbankan kualitas seperti <em>franchise </em>yang identik dengan <em>family </em>itu.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 9 Agustus 2021, terinspirasi setelah menonton <em>Rurouni Kenshin: The Beginning</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.netflix.com/id-en/title/81313229">Netflix</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/">Setelah Menonton Rurouni Kenshin The Beginning</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Rurouni Kenshin: The Final</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2021 11:08:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[live action]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Rurouni Kenshin]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>
		<category><![CDATA[sinema]]></category>
		<category><![CDATA[The Beginning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5198</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika ditanya apa film live-action terbaik yang mengadaptasi anime, kebanyakan orang akan menjawab trilogi Rurouni Kenshin. Penulis sangat sepakat dan rasanya belum ada adaptasi anime yang levelnya menyamainya. Penulis menonton Rurouni Kenshin atau Samurai X sejak kecil, meskipun tidak terlalu ingat dengan detail ceritanya. Penulis hanya ingat beberapa karakternya yang ikonik, di mana trilogi film [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/">Setelah Menonton Rurouni Kenshin: The Final</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika ditanya apa film <em>live-action </em>terbaik yang mengadaptasi anime, kebanyakan orang akan menjawab trilogi <em>Rurouni Kenshin</em>. Penulis sangat sepakat dan rasanya belum ada adaptasi anime yang levelnya menyamainya.</p>



<p>Penulis menonton <em>Rurouni Kenshin </em>atau <em>Samurai X </em>sejak kecil, meskipun tidak terlalu ingat dengan detail ceritanya. Penulis hanya ingat beberapa karakternya yang ikonik, di mana trilogi film tersebut dapat menggambarkannya secara cukup presisi.</p>



<p>Oleh karena itu, ketika mendengar kabar kalau <em>live-action Rurouni Kenshin </em>akan merilis 2 film baru, Penulis menjadi sangat bersemangat untuk menontonnya. Bagaimana pendapat Penulis tentang keduanya? <strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita <em>Rurouni Kenshin: The Final</em></h2>



<p><em>The Final </em>bercerita tentang konflik antara <strong>Kenshin Himura</strong> (Takeru Satoh) dan adik iparnya, <strong>Yukishiro Enishi</strong> (Mackenyu Arata) yang merupakan ketua gang mafia di Shanghai, China. Enishi juga yang menjadi penyuplai senjata untuk Shisio Makoto. </p>



<p>Di awal film kita melihat adegan <em>action </em>yang <em>epic </em>ketika pihak kepolisian pimpinan <strong>Saitō Hajime</strong> (Yōsuke Eguchi) menangkap Enishi di stasiun, walau pada akhirnya ia bisa dibebaskan berkat campur tangan Shanghai.</p>



<p>Ternyata, Enishi memiliki dendam terhadap Kenshin karena ia menganggapnya sebagai pembunuh kakak perempuannya, <strong>Yukishiro Tomoe</strong> (Kasumi Arimura). Ia pun memiliki rencana untuk membuat hidup Kenshin menderita.</p>



<p>Menyadari siapa musuhnya, Kenshin memutuskan untuk bercerita tentang masa lalunya kepada teman-temannya, termasuk kisahnya dengan Tomoe yang merupakan mantan istrinya. Kisah ini akan lebih dijelaskan di film berikutnya.</p>



<p>Konflik antara keduanya pun terus berlangsung, hingga akhirnya Enishi menculik <strong>Kamiya Kaoru</strong> (Emi Takei). Kenshin pun berusaha menyelamatkan Kaoru dengan berusaha menerobos markas Enishi dengan bantuan beberapa orang.</p>



<p>Ada sedikit kejutan di mana <strong>Seta Sōjirō</strong> (Ryūnosuke Kamiki) tiba-tiba muncul dan membantu Kenshin. Pertarungan akhir pun terjadi antara Kenshin melawan Enishi secara sengit.</p>



<p>Kenshin bahkan membiarkan dirinya ditikam oleh Enishi dan meminta maaf atas kematian Tomoe. Pada akhinrya, Enishi masuk penjara dan mendapatkan <em>diary </em>dari kakaknya, membuatnya memahami apa yang dirasakan kakaknya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton <em>Rurouni Kenshin: The Final </em></h2>



<p>Dibandingkan dengan tiga film sebelumnya, rasanya film ini masih berada di bawahnya. Alur ceritanya sedikit <em>dragging </em>dan terlalu banyak adegan <em>flashback </em>yang diulang-ulang sehingga terasa sedikit membosankan.</p>



<p>Adegan <em>action</em>-nya, terutama adegan Enishi di kereta api, memiliki koreografi yang keren dan menjadi salah satu favorit Penulis. Pertarungan terakhir antara Kenshin dan Enishi juga keren.</p>



<p>Penulis agak merasa ganjil dengan kemunculan <strong>Sōjirō</strong> di film ini. Penulis menyukai karakternya dari dulu, tapi rasanya kemunculannya di sini agak sedikit dipaksakan.</p>



<p>Ketika mengecek <em>rating</em>-nya di IMDb, film ini memiliki nilai paling rendah jika dibandinkan empat film lainnya, yakni 7.2. Mungkin, <em>The Final </em>sedikit terbanting dari film-film sebelumnya.</p>



<p>Terlepas dari kekuarangan dan sedikit rasa tidak puas, Penulis cukup menikmati film ini. <em>The Final </em>masih menjadi adaptasi anime yang sangat layak untuk ditonton.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 9 Agustus 2021, terinspirasi setelah menonton <em>Rurouni Kenshin: The Final</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.polygon.com/22540609/rurouni-kenshin-the-final-review-netflix">Polygon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/">Setelah Menonton Rurouni Kenshin: The Final</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Gintama 2: Rules are Made to Be Broken</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-gintama-2-rules-are-made-to-be-broken/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-gintama-2-rules-are-made-to-be-broken/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2018 09:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Gintama]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[live action]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1634</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis mendapatkan tiket gratis menonton film Gintama 2: Rules are Made to Be Broken dari kantor untuk screening, sehingga penulis berkesempatan menonton terlebih dahulu sebelum jadwal perdananya tayang. Sebelumnya, penulis belum pernah menonton serial anime atau membaca manganya. Penulis hanya sebatas tahu bahwa anime ini merupakan salah satu anime terkocak yang pernah ada. Banyaknya episode yang dimiliki [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-gintama-2-rules-are-made-to-be-broken/">Setelah Menonton Gintama 2: Rules are Made to Be Broken</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis mendapatkan tiket gratis menonton film <strong>Gintama 2: Rules are Made to Be Broken</strong> dari kantor untuk <em>screening</em>, sehingga penulis berkesempatan menonton terlebih dahulu sebelum jadwal perdananya tayang.</p>
<p>Sebelumnya, penulis belum pernah menonton serial anime atau membaca manganya. Penulis hanya sebatas tahu bahwa anime ini merupakan salah satu anime terkocak yang pernah ada. Banyaknya episode yang dimiliki adalah alasan kenapa penulis urung menontonnya.</p>
<p>Namun justru karena hal itulah penulis mengiyakan sewaktu ditawari menonton versi <em>live action</em>-nya. Penulis menganggap film ini adalah pintu masuk yang tepat untuk memasuki dunia Gintama.</p>
<p><strong>Kelebihan Film Gintama 2</strong></p>
<p>Penulis sudah tertawa bahkan sebelum filmnya dimulai. Bagaimana tidak, kemunculan logo Warner Bros selaku produsennya diulang tiga kali, di mana setiap pengulangan ada saja hal-hal yang lucu.</p>
<p>Hal pertama yang penulis lakukan (setelah filmnya benar-benar dimulai) adalah mengidentifikasi karakternya. Penulis hanya mengetahui karakter utamanya (yang penulis kira bernama Gintama) yang bernama <strong>Sakata Gintoki </strong>(Oguri Shun).</p>
<p>Penulis mulai mememahami karakter-karakter lain seperti <strong>Shinpachi Shimura</strong> (Suda Masaki) dan <strong>Kagura </strong>(Hashimoto Kanna). Selain itu terdapat pula divisi kepolisian khusus yang bernama <strong>Shinsengumi.</strong></p>
<p><div id="attachment_1637" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1637" class="size-large wp-image-1637" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/joi-gintama-la2-fi-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/joi-gintama-la2-fi-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/joi-gintama-la2-fi-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/joi-gintama-la2-fi-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/joi-gintama-la2-fi-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/joi-gintama-la2-fi.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1637" class="wp-caption-text">via jurnalotaku.com</p></div></p>
<p>Setelah itu, penulis menikmati saja alur filmnya. Meskipun belum pernah menonton animenya, penulis bisa merasakan komedi khas Gintama benar-benar dihadirkan pada <em>live action</em>-nya ini. Tawa lepas dari penonton lain hampir selalu bergaung, terutama ketika awal film sebelum konflik memuncak.</p>
<p>Akting yang dilakukan pemainnya pun mengagumkan. Jelas tidak mudah untuk menirukan <em>gimmick </em>yang terdapat pada anime, namun para pemeran berhasil melakukannya dengan sangat baik.</p>
<p>Gintama adalah anime yang terkenal memparodikan anime lain. Dari beberapa, yang paling penulis ingat adalah kemunculan dokter <strong>Blackjack </strong>lengkap dengan <strong>Pinoko</strong>-nya.</p>
<p>Ketika mereka berdua muncul, para penonton terlihat bingung. Jelas saja, anime ini tidak begitu populer di Indonesia. Penulis beruntung pernah melihatnya sewaktu kecil di saluran <strong>Animax</strong>, hingga menjadi <a href="http://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/tentang-novel-leon-dan-kenji-buku-1/">sumber inspirasi novel <strong>Leon dan Kenji</strong></a>.</p>
<p><strong>Kekurangan Film Gintama 2</strong></p>
<p>Penulis menikmatinya sebagai film komedi, namun sebagai keseluruhan cerita, film Gintama 2 memiliki beberapa kekurangan.</p>
<p>Pertama, terlalu banyak dialog-dialog yang terlalu berputar-putar sehingga membuat penonton akan merasa bosan. Mungkin karena diangkat dari anime. Lihat saja Naruto atau Luffy, berapa banyak kalimat yang diucapkannya ketika menghadapi musuh-musuhnya.</p>
<p>Kedua, banyak sekali perpindahan pemain yang tiba-tiba pindah begitu saja. Sebagai contoh, pertarungan antara <strong>Ito Kamotaro </strong>(Miura Haruma) dan <strong>Hijikata Toshiro </strong>(Yagira Yuuya) yang terjadi di luar kereta secara mendadak pindah ke dalam kereta.</p>
<p><div id="attachment_1636" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1636" class="size-large wp-image-1636" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Gintama-LA-1024x513.jpg" alt="" width="1024" height="513" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Gintama-LA-1024x513.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Gintama-LA-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Gintama-LA-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Gintama-LA-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Gintama-LA.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1636" class="wp-caption-text">via idnation.net</p></div></p>
<p>Kalau boleh jujur, memang banyak sekali kejanggalan yang terjadi di sepanjang adegan kereta, terutama ketika <strong>Kondo Isao</strong> (Nakamura Kankuro) berusaha diselamatkan oleh <strong>Okita Sogo</strong> (Yoshizawa Ryo).</p>
<p>Terakhir, animasinya begitu buruk. Bahkan lebih bagus animasi pada film <strong>Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212</strong>. Apalagi adegan ketika Kagura menahan mobil polisi dengan kedua tangannya.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Penulis tentu mebandingkan film ini dengan <em>live-action </em>yang pernah penonton. Penulis sudah melihat trilogi <em>live action </em>dari Samurai X, dan menurut penulis film tersebut sangat bagus dengan jalan cerita yang sesuai dengan cerita aslinya.</p>
<p>Jika pembaca menginginkan film komedi, film ini boleh ditonton. Namun jika mengharapkan film dengan jalan cerita yang mengagumkan, penulis rasa tidak akan merekomendasikan film ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 7 November 2018, terinspirasi setelah menonton Gintama 2: Rules are Made to Be Broken</p>
<p>Photo: <a href="http://anigate.id">anigate.id</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-gintama-2-rules-are-made-to-be-broken/">Setelah Menonton Gintama 2: Rules are Made to Be Broken</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-gintama-2-rules-are-made-to-be-broken/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
