<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Liverpool Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/liverpool/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/liverpool/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Mar 2023 15:23:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Liverpool Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/liverpool/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sebuah Pengingat Kalau Kita Tidak Boleh Jumawa Saat Sedang di Atas</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/sebuah-pengingat-kalau-kita-tidak-boleh-jumawa-saat-sedang-di-atas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/sebuah-pengingat-kalau-kita-tidak-boleh-jumawa-saat-sedang-di-atas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Mar 2023 01:25:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[MU]]></category>
		<category><![CDATA[Premier League]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6391</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah kekalahan yang benar-benar memalukan terjadi ketika Manchester United (MU) bertandang ke Anfield, markas Liverpool. Bukan sekadar kekalahan, melainkan pembantaian dengan skor 7-0. Penulis sendiri tidak utuh menonton pertandingan tersebut karena awal pertandingannya berlangsung bersamaan dengan akhir dari balapan Bahrain GP. Saat jeda babak pertama, Penulis sempat tertidur. Sebelum tertidur, MU sedang dalam kondisi tertinggal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/sebuah-pengingat-kalau-kita-tidak-boleh-jumawa-saat-sedang-di-atas/">Sebuah Pengingat Kalau Kita Tidak Boleh Jumawa Saat Sedang di Atas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebuah kekalahan yang benar-benar memalukan terjadi ketika Manchester United (MU) bertandang ke Anfield, markas Liverpool. Bukan sekadar kekalahan, melainkan pembantaian dengan skor 7-0.</p>



<p>Penulis sendiri tidak utuh menonton pertandingan tersebut karena awal pertandingannya berlangsung bersamaan dengan <a href="https://whathefan.com/olahraga/banteng-tua-menyeruduk-di-awal-musim/">akhir dari balapan Bahrain GP</a>. Saat jeda babak pertama, Penulis sempat tertidur.</p>



<p>Sebelum tertidur, MU sedang dalam kondisi tertinggal 0-1. Ketika terbangun, tiba-tiba skor sudah berubah menjadi 0-5, sehingga Penulis untuk memutuskan mematikan televisi. Ternyata, masih ada tambahan dua gol lagi sehingga skor akhirnya menjadi 0-7.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Hasil yang Rasanya Tidak Diprediksi Siapa Pun</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Inside Anfield: Liverpool 7-0 Manchester United | UNSEEN FOOTAGE from record-breaking evening" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/C7F83DCeHQM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Bagi penggemar kedua tim, rasanya tidak ada yang memprediksi kalau MU akan dihajar habis-habisan seperti ini. Liverpool menang, pasti ada yang memprediksi, tapi tidak dengan skor 7-0 juga. MU benar-benar diubah menjadi meme berjalan.</p>



<p>Padahal, performa kedua tim di musim ini bisa dibilang kebalikan. MU sedang bagus-bagusnya, sedangkan Liverpool agak terpuruk. <a href="https://whathefan.com/olahraga/akhirnya-buka-puasa-gelar/">MU berhasil juara Carabao Cup</a>, Liverpool kena <em>comeback </em>dari Real Madrid dengan skor 2-5.</p>



<p>Berhubung mainnya di Anfield dan skuad MU juga kemungkinan besar kelelahan karena padatnya jadwal, Penulis sebenarnya tidak terlalu berharap banyak. Bisa menahan imbang saja sudah cukup.</p>



<p>Namun, yang terjadi ternyata adalah sebuah pembantaian yang memalukan hingga memecahkan rekor. Jika tidak salah ingat, ini adalah kekalahan telah MU yang ketiga musim ini, setelah melawan Brenford (0-4) dan Manchester City (3-6).</p>



<p>Bedanya, saat itu memang performa MU masih belum cukup bagus. Kekalahan kali ini terjadi justru ketika tim sedang berada di tren positif. Berhasil menang atas Barcelona, mengangkat piala pertama kali setelah enam tahun, hingga <em>comeback </em>saat melawan West Ham di FA Cup.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kenapa MU Bisa Kalah Separah Ini?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Liverpool 7-0 MU | Rusaknya Organisasi MU Oleh Pressing Liverpool" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/jRissQ-BVNw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Karena tidak menonton <em>full </em>pertandingannya, Penulis tidak benar-benar tahu mengapa MU bisa tampil seburuk ini. Namun, jika melihat analisis Ruang Taktik melalui video di atas, ada beberapa alasannya.</p>



<p>Pertama, strategi <em>pressing </em>Liverpool yang sempat hilang selama beberapa pertandingan kembali muncul. Lini depan dan tengah Liverpool berhasil melakukan <em>press </em>sehingga pemain belakang MU kesulitan untuk melakukan <em>build up </em>serangan.</p>



<p>Jika melihat <em>highlight</em>-nya, kemampuan individu pemain-pemain Liverpool di pertandingan ini juga terlihat kesetanan. Kita bisa melihat bagaimana Gakpo, Salah, dan lainnya mampu memporak-porandakan pertahanan MU. Bahkan Martinez pun terjungkal karena Salah.</p>



<p>Saat MU ketinggalan 0-1 di babak pertama, tentu mereka mengejar gol untuk menyamakan kedudukan. Masalahnya, Liverpool mampu melakukan <em>counter </em>dengan efektif dan mampu menyelesaikan peluang yang didapatkan dengan baik.</p>



<p>Setelah tertinggal 0-3, permainan MU buyar. Tidak ada lagi permainan kolektif, hanya ada 11 individu yang bermain bola. Ditambah mental yang mungkin <em>down</em>, MU pun harus pulang dengan malu karena skor akhir menunjukkan 0-7 untuk kemenangan Liverpool.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sebuah Pengingat Kalau Kita Tidak Boleh Jumawa Saat Sedang di Atas</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="LIVERPOOL BAN7AI HABIS MAN UNITED 7-0 DI ANFIELD WKWKWKWK MAKANYA JANGAN SOMBONG KELEN BIAWAKK!!!" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/yXzoy6p1xYw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis akui berkat kemenangan-kemenangan yang diraih oleh MU belakangan ini, <em>fans </em>(dan mungkin pemain) merasa jumawa dan di atas angin. Setelah berhasil meraih Carabao Cup, istilah tsunami trofi pun kembali digaungkan.</p>



<p>Bukannya tsunami trofi, nyatanya MU malah mendapatkan tsunami gol yang mengejutkan. Kanal YouTube Suara Chinoll benar-benar terdengar bahagia ketika membuat video kekalahan MU atas Liverpool ini. Harus diakui, MU kembali melawak malam itu.</p>



<p>Walaupun harus menahan malu (apalagi ada banyak teman Penulis yang langsung mem-<em>bully </em>Penulis), Penulis ada perasaan bersyukur atas kekalahan ini. Penulis menganggap kalau ini adalah pengingat agar kita tidak merasa jumawa ketika sedang berada di atas.</p>



<p>Terkadang rentetan kebahagiaan yang didapatkan (dalam hal ini, dari kemenangan MU) membuat kita lupa daratan. Kita seolah merasa kalau kebahagiaan itu akan berlangsung selamanya, tanpa mengetahui kalau akan ada waktunya kita akan jatuh lagi.</p>



<p>Semoga dengan kekalahan memalukan ini, Penulis, para penggemar MU, dan para pemain MU sendiri bisa memetik hikmah untuk tidak sombong ketika sedang di atas. Ketika saat jatuh tiba, malunya bukan main. Serius.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 7 Maret 2023, terinspirasi setelah kekalahan memalukan Manchester United atas Liverpool dengan skor 0-7</p>



<p>Foto: <a href="https://www.90min.com/posts/biggest-man-utd-defeats-following-7-0-thrashing-by-liverpool">90min</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/sebuah-pengingat-kalau-kita-tidak-boleh-jumawa-saat-sedang-di-atas/">Sebuah Pengingat Kalau Kita Tidak Boleh Jumawa Saat Sedang di Atas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/sebuah-pengingat-kalau-kita-tidak-boleh-jumawa-saat-sedang-di-atas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hikmah di Balik Tangis Salah dan Karius</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/hikmah-di-balik-tangis-salah-dan-karius/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/hikmah-di-balik-tangis-salah-dan-karius/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 May 2018 05:28:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[cedera]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champion]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Loris Karius]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Real Madrid]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[tangis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=836</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada final Liga Champion musim ini, penulis memutuskan untuk netral, sama seperti Partai Demokrat pada pemilihan presiden tahun 2014. Alasannya, tidak ada tim yang bisa didukung. Penulis sudah memutuskan ikatan batin dengan Real Madrid karena membuang Iker Casillas secara tidak pantas. Sedangkan Liverpool, merupakan rival abadi Manchester United yang notabene klub favorit penulis. Akan tetapi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/hikmah-di-balik-tangis-salah-dan-karius/">Hikmah di Balik Tangis Salah dan Karius</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada final Liga Champion musim ini, penulis memutuskan untuk netral, sama seperti Partai Demokrat pada pemilihan presiden tahun 2014. Alasannya, tidak ada tim yang bisa didukung. Penulis sudah memutuskan ikatan batin dengan Real Madrid karena membuang Iker Casillas secara tidak pantas. Sedangkan Liverpool, merupakan rival abadi Manchester United yang notabene klub favorit penulis.</p>
<p>Akan tetapi, bukan berarti penulis tidak mengikuti beritanya. Penulis melihat <em>live score </em>melalui aplikasi untuk mengikuti perkembangan pertandingan yang dimenangkan oleh Real Madrid 3-1 yang membuat klub asal Spanyol tersebut berhasil menjuarai Liga Champion tiga kali berturut-turut.</p>
<p>Di pertandingan ini, tangis jatuh dari dua pemain Liverpool, Mohamed Salah dan Loris Karius.</p>
<p><strong>Tangis Salah</strong></p>
<p>Mohamed Salah adalah salah satu pemain yang paling menonjol musim ini berkat penampilannya bersama Liverpool. Tentu fans berharap banyak kepadanya ketika menghadapi Real Madrid di Kiev.</p>
<p>Marcelo dibuat kerepotan oleh Salah, membuatnya jarang melakukan penetrasi ke depan. Selama 30 menit bermain, beberapa kali Salah mengancam gawang Keylor Navas.</p>
<p>Sayang, insiden jatuhnya Salah dan Ramos membuat bahunya dislokasi. Banyak pihak mengecam aksi Ramos yang dianggap melanggar sportifitas. Salah akhirnya harus ditarik ke luar lapangan karena tidak mungkin untuk bermain kembali.</p>
<p><div id="attachment_837" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-837" class="size-full wp-image-837" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/striker-liverpool-mohamed-salah_20180527_042312.jpg" alt="" width="700" height="393" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/striker-liverpool-mohamed-salah_20180527_042312.jpg 700w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/striker-liverpool-mohamed-salah_20180527_042312-300x168.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/striker-liverpool-mohamed-salah_20180527_042312-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-837" class="wp-caption-text">Salah dan Ramos (http://www.tribunnews.com/superskor/2018/05/27/cedera-mohamed-salah-bukan-hanya-salah-sergio-ramos-ini-buktinya)</p></div></p>
<p>Cedera yang dialami Salah ketika pertandingan tersebut mungkin bentuk kasih sayang Tuhan kepadanya. Mungkin, cedera yang diberikan Tuhan merupakan peringatan, agar tidak terbuai dengan segala pujian yang ia terima. Mungkin, Tuhan mengingatkan Salah bahwa ia juga manusia biasa yang bisa mengalami cedera.</p>
<p><strong>Tangis Karius</strong></p>
<p>Kekalahan Liverpool bisa dibilang akibat dua blunder yang dilakukan oleh kiper mereka, Loris Karius. Blunder pertama adalah kesalahan yang paling fatal dan tidak seharusnya terjadi di pertandingan sekelas final Liga Champion.</p>
<p>Merasa bersalah, Karius menghampiri penonton seusai pertandingan untuk meminta maaf. Permohonan maaf ini diiringi tangis yang seolah tak berujung. Sedihnya lagi, tak ada rekan satu timnya yang menghampiri dirinya, sama seperti ketika kiper Bayern Muenchen, Sven Ulreich, membuat blunder konyol saat timnya kalah dari Real Madrid juga di semifinal.</p>
<p><div id="attachment_839" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-839" class="size-large wp-image-839" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/loris_karius-real-madrid-liverpool-champions-league-1024x570.jpg" alt="" width="1024" height="570" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/loris_karius-real-madrid-liverpool-champions-league-1024x570.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/loris_karius-real-madrid-liverpool-champions-league-300x167.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/loris_karius-real-madrid-liverpool-champions-league-768x428.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/loris_karius-real-madrid-liverpool-champions-league-356x198.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/loris_karius-real-madrid-liverpool-champions-league.jpg 1300w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-839" class="wp-caption-text">Karius Minta Maaf (https://www.si.com/soccer/2018/05/26/loris-karius-goalkeeping-liverpool-real-madrid-champions-league-final)</p></div></p>
<p>Dengan adanya kejadian seperti ini, mungkin Karius sadar bahwa dirinya masih jauh dari bagus, sehingga ia harus berlatih lebih keras lagi di masa depan. Peristiwa ini akan menguatkan mentalnya dan meningkatkan motivasinya untuk menjadi penjaga gawang yang pantas bagi Liverpool.</p>
<p>Seandainya Liverpool memutuskan untuk menjualnya, Karius masih bisa membuktikannya di klub lain. Asal berlatih dengan giat dan berhasil mengatasi trauma pada pertandingan final tersebut, penulis yakin Karius masih memiliki masa depan di dunia sepakbola.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 30 Mei 2018, terinspirasi setelah kekalahan Liverpool dari Real Madrid pada pertandingan final Liga Champion di Kiev</p>
<p>Sumber Foto:</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/hikmah-di-balik-tangis-salah-dan-karius/">Hikmah di Balik Tangis Salah dan Karius</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/hikmah-di-balik-tangis-salah-dan-karius/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
