<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lomba Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/lomba/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/lomba/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:32:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>lomba Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/lomba/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menghayati Kemerdekaan Melalui Karang Taruna</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2018 09:56:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[jalan sehat]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[malam tasyakuran]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1179</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara sibuk dengan berbagai tugas sebagai sukarelawan dalam hajatan Asian Games, tulisan ini harus mundur sampai hari ini, empat hari setelah hari kemerdekaan kita. Tak apalah, bukankah ada yang mengatakan terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali? Karang Taruna Sumber Wuni Indah (bernama Gen X SWI) yang pernah penulis pimpin terbentuk setelah adanya rangkaian kegiatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">Menghayati Kemerdekaan Melalui Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gara-gara sibuk dengan berbagai tugas sebagai sukarelawan dalam hajatan Asian Games, tulisan ini harus mundur sampai hari ini, empat hari setelah hari kemerdekaan kita. Tak apalah, bukankah ada yang mengatakan terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali?</p>
<p>Karang Taruna Sumber Wuni Indah (bernama Gen X SWI) yang pernah penulis pimpin terbentuk setelah adanya rangkaian kegiatan dalam memperingati kemerdekaan republik kita tercinta pada tahun 2016. Di tempat penulis, secara garis besar terdiri dari tiga bagian besar: Lomba, Jalan Sehat, Malam Tasyakuran.</p>
<p><strong>Lomba Anti Mainstream</strong></p>
<p>Penulis pernah menjadi ketua panitia pada tahun 2014, setelah bertahun-tahun vakum karena bersamaan dengan bulan puasa Ramadhan. Pada tahun tersebut, penulis mengusulkan ide untuk menggabungkan lomba-lomba tradisional menjadi satu perlombaan marathon, seperti makan kerupuk, memasukkan pensil ke dalam botol hingga balap karung.</p>
<p>Tidak berpartisipasi pada tahun 2015 karena sedang magang di Tangerang, penulis mengusulkan ide lomba pindah kelereng yang anti <em>mainstream </em>pada tahun 2016. Terinspirasi dari acara Runningman, peserta akan memilih angka secara acak peralatan yang akan digunakan untuk memindahkan kelereng.</p>
<p>Mulai dari sumpit sampai sendok sup, hampir semua jenis peralatan dapur kami gunakan. Lomba ini dipersulit dengan peserta yang harus berpasangan dan saling membelakangi sambil mengapit sebuah balon.</p>
<div id="attachment_1180" style="width: 778px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1180" class="size-large wp-image-1180" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633-768x1024.jpg" alt="" width="768" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633-768x1024.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633-225x300.jpg 225w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633-191x255.jpg 191w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633.jpg 960w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><p id="caption-attachment-1180" class="wp-caption-text">Lomba Anti Mainstream</p></div>
<p>Di tahun berikutnya (2017), tidak terlalu banyak lomba yang anti <em>mainstream</em>. Mungkin hanya sandal <em>couple </em>(di mana peserta harus menemukan pasangan sandal) dan pindah pulau (di mana peserta yang terdiri dari tiga orang harus berpindah menggunakan potongan kardus) yang sedikit unik.</p>
<p>Pada tahun ini, penulis harus berada di Jakarta karena adanya tugas negara yang harus diselesaikan. Yang penulis dengar, ada lomba balap karung menggunakan helm yang terinspirasi dari Youtube.</p>
<p><strong>Jalan Sehat dan Bazaar</strong></p>
<p>Pertama kali diadakan pada tahun 2017, setelah bertahun-tahun tak pernah diadakan lagi karena berbagai alasan. Rutenya tidak terlalu jauh, mengingat banyak warga yang telah berusia sepuh.</p>
<p>Acara jalan sehat dilengkapi dengan bazaar dan pembagian <em>doorprize</em>. Tak lupa beberapa lomba untuk bapak dan ibu, yang tentunya tidak aneh-aneh.</p>
<p>Tahun ini, lagi-lagi dari yang penulis dengar, acara jalan sehat dan <em>bazaar</em> tetap berlangsung dan berjalan dengan lancar.</p>
<p><strong>Malam Tasyakuran</strong></p>
<p>Inilah puncak acara dari berbagai rangkaian kegiatan selama bulan Agustus. Para remaja selalu berusaha menyuguhkan sesuatu yang berbeda-beda, sesuai dengan tema yang diangkat.</p>
<p>Pada tahun 2014 ketika penulis menjadi ketua pelaksana, kami melakukan pembacaan puisi secara bergantian. Intinya, mengajak seluruh penonton untuk merefleksikan kemerdekaan.</p>
<p>Di tahun 2015, dari yang penulis dengar, remaja menampilkan semacam drama. Begitu pula pada tahun 2016, yang diketuai oleh Ekky, di mana para remaja tampil dengan adegan penjajahan tentara Jepang kepada bangsa Indonesia. Drama ini menggunakan rekaman anak teater SMP Negeri 1 Singosari.</p>
<div id="attachment_1181" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1181" class="size-large wp-image-1181" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1181" class="wp-caption-text">Penampilan Drama</p></div>
<p>Pada tahun 2017 ketika kepanitian dipimpin oleh Shanti, para remaja menampilkan drama anak-anak dan refleksi mengenai perbedaan generasi Indonesia melawan generasi kekinian. Inti dari penampilan remaja tersebut adalah mengajak para remaja untuk menjadi generasi yang mencintai budaya bangsa sendiri.</p>
<p>Tahun ini, ketika adik saya menjadi ketua panitia, drama yang ditampilkan adalah petualangan seorang kakak-adik yang menjelajah keliling Indonesia untuk mengetahui kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. Sayang, penulis tidak bisa menyaksikan penampilan tersebut.</p>
<p>Yang sama dari semua acara tersebut adalah ketika di akhir acara, warga secara bergantian dan bersama-sama bersenandung dengan riang gembira. Semua larut dalam kebahagiaan, sesuatu yang diharapkan oleh pendiri bangsa ini.</p>
<p><strong>Menghayati Kemerdekaan Melalui Karang Taruna</strong></p>
<p>Di sinilah pentingnya ikut Karang Taruna di lingkungan masing-masing. Kita bisa belajar untuk saling bahu-membahu dalam mempersiapkan acara, mulai dari yang paling remeh hingga yang membuat pusing kepala.</p>
<p>Kita hanya mempersiapkan acara, tidak perlu ikut serta berperang dan menumpahkan darah melawan penjajah. Kita hanya mengeluarkan peluh, tidak perlu mengorbankan nyawa.</p>
<p>Menyambut bulan kemerdekaan dengan suka cita, penulis yakini diharapkan oleh para pendiri bangsa ini. Mereka ingin masyarakat Indonesia merdeka dan bahagia dengan kemerdekaan tersebut.</p>
<p>Membuat peringatan dengan berbagai acara hanyalah satu tindakan kecil untuk menghargai jasa para pahlawan kita.</p>
<p>Karang Taruna, sebagai wadah berkumpulnya para remaja, penulis yakini sebagai tempat yang tepat untuk menghayati kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Grand Metropolitan Mal, Bekasi, 21 Agustus 2018, terinspirasi dari pengalaman penulis mengadakan acara peringatan kemerdekaan setiap tahunnya.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">Menghayati Kemerdekaan Melalui Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Next Gen Development Project</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/next-gen-development-project/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/next-gen-development-project/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 May 2018 14:27:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[Next Gen Development Project]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Wuni Indah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=694</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berawal dari kekhawatiran bahwa penulis sebagai ketua Karang Taruna belum cukup memberi ilmu kepada generasi penerus, tercetuslah ide untuk membuat rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh anggota. Gagasan ini muncul ketika penulis berada di Pare dalam rangka persiapan tes IELTS. Konsep awalnya, anggota akan diberikan beberapa tugas, di mana masing-masing tugas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/next-gen-development-project/">Next Gen Development Project</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berawal dari kekhawatiran bahwa penulis sebagai ketua Karang Taruna belum cukup memberi ilmu kepada generasi penerus, tercetuslah ide untuk membuat rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh anggota.</p>
<p>Gagasan ini muncul ketika penulis berada di Pare dalam rangka persiapan tes IELTS. Konsep awalnya, anggota akan diberikan beberapa tugas, di mana masing-masing tugas memiliki esensinya sendiri.</p>
<p>Sebagai contoh, mereka harus menulis catatan tentang kegiatan sehari-hari mereka melalui aplikasi Google Kalender (yang penulis gunakan setiap hari). Tujuannya, agar mereka tahu seberapa banyak waktu yang tidak mereka gunakan sehari-hari. Padahal, kita harus memanfaatkan waktu yang kita miliki seefektif mungkin, mumpung masih muda.</p>
<p>Penulis serahkan konsep ini kepada teman-teman Karang Taruna yang seumuran dengan penulis. Salah satunya, sang bendahara bernama Pentol, memberi usul (setelah dipancing sedikit agar mengeluarkan idenya):</p>
<p>&#8220;<em>Kalau konsepnya seperti itu, pasti membosankan buat mereka. Lebih baik dibuat game yang edukatif agar pesertanya banyak.</em>&#8221;</p>
<p>Setelah ditimbang matang-matang, penulis setuju dengan pendapatnya. Konsep yang sudah berlembar-lembar dibuat penulis akhirnya tidak terpakai. Bersama-sama, kami menyusun konsep yang benar-benar baru, sesuai dengan usulan Pentol.</p>
<p>Akhirnya, disepakati bahwa pelaksanaan acara ini akan dilakukan pada akhir Desember, sewaktu anggota libur semester. Penulis memberi nama <strong>Next Gen Development Project, </strong>yang berarti sebuah proyek yang bertujuan untuk mengembangkan generasi penerus. Entah disadari atau tidak, namanya memang mirip dengan <em>recruitment </em>yang dilakukan oleh NET TV (Media Development Program).</p>
<p>Tujuan acarapun disederhanakan. Mengumpulkan semua anggota agar terlibat dalam acara ini. Yang penting mau kumpul dulu, yang lain bisa menyusul.</p>
<p><strong>Isi Acara Next Gen Development Project</strong></p>
<p>Pada awalnya, seluruh anggota dibagi menjadi tiga tim, yang ditentukan berdasarkan undian. Masing-masing tim berisi 6 anggota. Dalam waktu satu minggu, mereka harus bisa mengumpulan poin tertinggi yang bisa didapatkan dari berbagai permainan yang ada maupun dari menjawab pertanyaan seputar Karang Taruna.</p>
<p>Tiga tim yang mengikuti even adalah tim 1 yang dipimpin Hansen, tim 2 yang dipimpin Nia, dan tim 3 yang dipimpin Ekky. Next Gen diawali dengan wawancara dengan anggota seputar dirinya sendiri dan Karang Taruna. Tentu, yang telah melakukan mendapatkan poin tambahan.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>26 Desember 2017 (Tim 1 29; Tim 2 33; Tim 3 38)</strong></p>
<p>Permainan pertama yang dilombakan adalah basket pada tanggal 27 Desember 2017, di mana tim 3 berhasil meraih total poin tertinggi dengan skor 77.5. Kapten tim 3 menjadi bintang lapangan karena berhasil mencetak skor sebanyak 17 poin.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>27 Desember 2017 (Tim 1 67; Tim 2 68.5; Tim 3 77.5)</strong></p>
<p>Permainan selanjutnya diadakan keesokan harinya, yakni Tebak dengan Satu Kata. Untuk teknisnya akan dibahas pada tulisan lain. Kali ini tim 2 bermain dengan gemilang berkat <em>chemistry </em>yang dimiliki antara Abil dan Daffa. Pada hari kedua ini, mereka berhasil mengumpulkan skor 208.5.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>28 Desember 2017 (Tim 1 148; Tim 2 208.5; Tim 3 198.5)</strong></p>
<p>Tim 1 yang awalnya sama sekali tidak diunggulkan karena banyaknya anggota yang berhalangan hadir berhasil membuat kejutan pada permainan Hexagon Wars. Sang kapten, Hansen, berhasil memenangkan semua permainan, membuat timnya berhasil menyalip tim 2. Sayangnya, tim 3 pun tak kalah bermain dengan gemilang sehingga mereka berhasil mengamankan puncak klasemen.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>29 Desember 2017 (Tim 1 223; Tim 2 211.5; Tim 3 241.5)</strong></p>
<p>UNO yang disiplin menjadi lomba terakhir sebelum pelaksanaan malam puncak. Tim 2 berhasil membayar kegagalan mereka di lomba sebelumnya sehingga berhasil menyalip dominasi tim 3.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>30 Desember 2017 (Tim 1 252; Tim 2 265; Tim 3 261.5)</strong></p>
<p>Puncak acara Next Gen Development Project dimeriahkan dengan acara bakar-bakar. Pada malam ini, beberapa lomba dimainkan ulang untuk menambah poin peserta. Setelah pertarungan yang sengit, akhirnya tim 3 pimpinan Ekky berhasil menjuarai Next Gen Development Project dengan total nilai 336.5. Sedangkan <em>Most Valuable Player</em> (MVP) berhasil diraih oleh Hansen berkat pembacaan puisinya yang sangat menjiwai.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>31 Desember 2017 (Tim 1 300; Tim 2 302; Tim 3 336.5)</strong></p>
<div id="attachment_696" style="width: 586px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-696" class="size-large wp-image-696" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_0869-576x1024.jpg" alt="" width="576" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_0869-576x1024.jpg 576w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_0869-169x300.jpg 169w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_0869-143x255.jpg 143w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_0869.jpg 720w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /><p id="caption-attachment-696" class="wp-caption-text">MVP</p></div>
<p>Demikian acara Next Gen Development berlangsung selama kurang lebih satu minggu. Harapan kami mungkin tidak sepenuhnya tercapai, karena banyak anggota yang tetap tidak datang ketika acara. Setidaknya, rangkaian acara ini berhasil membuat anggota senang, setidaknya dengan hadiahnya (yang dialokasikan sebesar 850 ribu, dari uang kas dan donasi).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 11 Mei 2018, setelah mengikuti training pertama Asian Games</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/next-gen-development-project/">Next Gen Development Project</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/next-gen-development-project/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
