<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>London Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/london/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/london/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Jul 2023 05:03:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>London Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/london/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koleksi Board Game #2: Ticket to Ride: London</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Mar 2023 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[London]]></category>
		<category><![CDATA[Ticket to Ride]]></category>
		<category><![CDATA[Ticket to Ride: London]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6334</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika memutuskan untuk membeli Monopoly, ada unsur sentimentil di sana karena Penulis sering memainkannya sejak kecil. Sama sekali tidak ada niatan untuk mulai terjun ke hobi board game seperti sekarang. Namun, seiring dengan seringnya Penulis bermain board game koleksi Mas Pandu, akhirnya muncul keinginan untuk membeli board game lain yang lebih tidak populer jika dibandingkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london/">Koleksi Board Game #2: Ticket to Ride: London</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika memutuskan untuk membeli <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-1-monopoly/">Monopoly</a>, ada unsur sentimentil di sana karena Penulis sering memainkannya sejak kecil. Sama sekali tidak ada niatan untuk mulai terjun ke hobi <em>board game </em>seperti sekarang.</p>



<p>Namun, seiring dengan seringnya Penulis bermain <a href="https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/"><em>board game </em>koleksi Mas Pandu</a>, akhirnya muncul keinginan untuk membeli <em>board game </em>lain yang lebih tidak populer jika dibandingkan Monopoly. Tentu Penulis melakukan &#8220;riset&#8221; agar tidak salah membeli <em>board game</em> baru. </p>



<p>Pada akhirnya, Penulis memutuskan untuk membeli <strong>Ticket to Ride: London</strong>. Ada dua alasannya. Pertama, ada unsur London-nya. Kedua, harganya relatif masih terjangkau (300 ribuan) jika dibandingkan dengan versi aslinya yang hampir 900 ribu.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Ticket to Ride: London</li>



<li>Desainer: Alan R. Moon</li>



<li>Publisher: Days of Wonder</li>



<li>Tahun Rilis: 2019</li>



<li>Jumlah Pemain: 2 &#8211; 4 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 15 &#8211; 30 menit</li>



<li>Rating BGG: 7.1</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1.33/5</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Ticket to Ride: London</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Ticket to Ride: London Review   with Tom Vasel" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/CJoQWYhqKKY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ticket to Ride: London memiliki konsep permainan yang sama dengan Ticket to Ride, hanya ada sedikit perbedaan minor, ukuran peta yang lebih kecil, dan tentu saja ada unsur kota London yang kuat, termasuk kehadiran pion bus <em>double decker </em>yang London banget.</p>



<p>Objektif dari permainan ini adalah mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya, yang bisa didapatkan melalui berbagai cara. Penulis akan menjelaskannya nanti, setelah menjelaskan apa saja komponen yang dimiliki oleh <em>board game </em>ini.</p>



<p>Selain peta yang menggambarkan kota London (di mana ada sentuhan Sherlock Holmes yang Penulis sukai), ada <strong>68 bus</strong> yang dibagi ke empat warna (masing-masing 17), <strong>44 kartu transportasi</strong>, <strong>20 kartu destinasi</strong>, dan <strong>4 penanda skor</strong> untuk mempermudah <em>tracking</em>.</p>



<p>Bus yang ada digunakan untuk mengklaim rute yang ada di peta. Untuk bisa mengklaim rute, kita harus memiliki kartu transportasi dan menyesuaikan dengan warnanya. Jadi jika di peta mensyaratkan tiga kartu merah, maka kita harus memiliki (atau ditambah Wild Card).</p>



<p>Perlu diingat setiap <strong>rute yang diklaim akan menghasilkan poin</strong>. Semakin panjang, semakin banyak poin yang akan ditambahkan. Rute dengan satu atau dua bus akan bernilai sesuai dengan jumlahnya, sedangkan rute 3 bus akan bernilai 4 dan rute 4 bus akan bernilai 7.</p>



<p>Kartu rute adalah <strong>misi yang harus diselesaikan untuk mendapatkan poin tambahan</strong>. Jika tidak mampu menyelesaikannya, maka poin yang tertera di kartu tersebut akan mengurangi total poin kita. Jadi, kita harus cermat dalam memiliki rute yang ingin diselesaikan.</p>



<p>Di awal permainan, masing-masing pemain akan mendapatkan dua kartu transportasi dan dua kartu rute, yang bisa dikembalikan salah satu jika merasa terlalu sulit untuk diselesaikan. Setelah itu, pemain harus memilih satu di antara tiga pilihan aksi yang bisa diambil, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Mengambil dua kartu transportasi atau satu jika mengambil Wild Card (bergambar bus)</li>



<li>Mengambil dua kartu rute dan minimal menyimpan satu</li>



<li>Mengklaim rute di peta jika memiliki kartu transportasi yang disyaratkan</li>
</ul>



<p>Permainan akan terus berjalan hingga salah satu pemain hanya menyisakan dua bus saja. Setelah itu, perhitungan skor pun akan dilakukan dan pemain dengan skor tertinggi akan menjadi pemenangnya.</p>



<p>Selain dua cara di atas (dari jumlah bus dan kartu rute yang selesai), pemain yang mampu menyambungkan semua titik dengan angka yang sama (ada 1-5) juga akan mendapatkan tambahan poin sesuai dengan angka yang berhasil disambungkan tersebut</p>



<p>Jika di versi aslinya, pemain dengan rute terpanjang tanpa terputus akan mendapatkan tambahan 10 poin. Sayangnya, dalam <em>rulebook </em>tidak dijelaskan apakah peraturan tersebut juga berlaku di sini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Ticket to Ride: London</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6336" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Jika dibandingkan dengan Monopoly yang cenderung mengandalkan <em>luck </em>dan sangat terasa senggol-senggolannya, Ticket to Ride: London lebih memerlukan strategi dan kecermatan, bahkan terasa terlalu &#8220;damai&#8221;.</p>



<p>Walau secara logika kita bisa memblokir rute lawan, pada kenyataannya itu sangat sulit dilakukan karena kita tidak tahu rute mana yang dibutuhkan lawan untuk menyelesaikan kartu rutenya. </p>



<p>Selain itu, jika kita hanya berfokus untuk menutup jalan lawan, kita juga akan menjadi kesulitan untuk mengumpulkan poin untuk diri kita sendiri. Penulis pernah mencobanya, dan hasilnya bisa dibilang <em>failed</em>.</p>



<p>Memang masih ada unsur <em>luck </em>di dalam <em>board game </em>ini, mengingat kita tidak akan pernah tahu kartu transportasi apa yang akan muncul di sebelah peta. Hanya saja, memang <em>game </em>ini terasa kurang menarik bagi yang suka dengan genre <em>push-your-luck</em>.</p>



<p>Penulis pribadi cukup senang dengan <em>board game </em>ini. Namun, karena tidak ada teman mainnya, Penulis jadi lebih sering bermain Ticket to Ride versi digital yang bisa dimainkan secara gratis di Board Game Arena. </p>



<p>Setelah membeli <em>board game </em>ini dan melihat kurangnya antusiasme dari teman-teman, Penulis sempat berpikir untuk tidak lagi membeli <em>board game </em>lagi. Buat apa punya <em>board game</em>, tapi tidak ada yang mau memainkannya?</p>



<p>Namun, ada satu <em>board game </em>yang terus terngiang-ngiang. Penulis mengenalnya dari Pandu, lantas memainkan versi digitalnya juga. Harganya cukup mahal waktu itu, Rp860 ribu, alasan lain yang membuat Penulis ragu.</p>



<p>Pada akhirnya, Penulis memutuskan untuk membuatnya dulu melalui peralatan seadanya, dan mencoba memainkannya bersama teman terlebih dahulu. Penulis mendesain sendiri, menggunting sendiri, dan memanfaatkan komponen dari <em>board game </em>lain.</p>



<p>Ternyata, mereka menyukainya, sehingga Penulis memutuskan untuk membelinya, menjadikannya <em>board game </em>ketiga Penulis, sekaligus menjadi <em>board game </em>favorit Penulis: <strong>Catan</strong>.</p>



<p><em>Selanjutnya -&gt; Catan</em></p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p>Lawang, 2 Maret 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri <em>board game </em>di blog ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london/">Koleksi Board Game #2: Ticket to Ride: London</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
