<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mark Manson Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/mark-manson/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/mark-manson/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:21:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Mark Manson Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/mark-manson/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Membaca Segala-Galanya Ambyar</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-segala-galanya-ambyar/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-segala-galanya-ambyar/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2020 00:26:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[ambyar]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[Mark Manson]]></category>
		<category><![CDATA[Segala-galanya Ambyar]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3947</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kata ambyar mulai populer berkat almarhum Didi Kempot yang menggunakan istilah Sobat Ambyar untuk menyebut basis penggemarnya. Bahkan, kata ambyar telah resmi masuk ke dalam KBBI. Menurut Penulis, kepopuleran kata ambyar dimanfaatkan dengan baik oleh Penerbit Grasindo ketika menerjemahkan buku karya Mark Manson yang berjudul Everything is Fucked menjadi Segala-galanya Ambyar. Penulis, yang mulai mengurangi membaca buku self-improvement, pada akhirnya pun memutuskan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-segala-galanya-ambyar/">Setelah Membaca Segala-Galanya Ambyar</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kata <em><strong>ambyar</strong> </em>mulai populer berkat almarhum Didi Kempot yang menggunakan istilah <em>Sobat Ambyar </em>untuk menyebut basis penggemarnya. Bahkan, kata ambyar telah resmi masuk ke dalam KBBI.</p>
<p>Menurut Penulis, kepopuleran kata ambyar dimanfaatkan dengan baik oleh Penerbit Grasindo ketika menerjemahkan buku karya Mark Manson yang berjudul <strong><em>Everything is Fucked </em></strong>menjadi <strong><em>Segala-galanya Ambyar</em></strong>.</p>
<p>Penulis, yang mulai mengurangi membaca buku <em>self-improvement</em>, pada akhirnya pun memutuskan untuk membelinya.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Selain karena menggunakan kata ambyar pada judul, salah satu alasan Penulis membeli buku ini adalah faktor Mark Mansonnya sendiri. Untuk yang belum tahu, ia adalah Penulis buku <em><a href="https://whathefan.com/buku/motivasi-anti-mainstream-pada-sebuah-seni-untuk-bersikap-bodo-amat/">Seni untuk Bersikap Bodo Amat</a> </em>yang terkenal.</p>
<p>Buku ini memiliki subjudul <em>sebuah buku tentang harapan</em>. Artinya, buku ini akan mengupas secara dalam mengenai harapan dan apa artinya harapan pada kehidupan sekarang.</p>
<p>Ada dua bagian utama dari buku ini, yakni <strong>Harapan</strong> dan <strong>Segala-galanya Ambyar</strong>. Masing-masing bagian memiliki beberapa bab yang lebih mendetail.</p>
<p>Salah satu teknik yang biasa dimiliki oleh buku <em>self-improvement </em>adalah menggunakan cerita. Manson di awal buku sudah menyuguhkan kisah luar biasa dari seorang bernama <strong>Witold Pilecki</strong>.</p>
<p>Apa isitimewanya? Ia adalah saah satu anggota tentara rahasia Polandia yang sengaja masuk ke Auschwitz (kamp konsentrasi Nazi) untuk melakukan penyelidikan!</p>
<p>Keberanian yang dimiliki oleh Pilecki, menurut Manson, disebabkan adanya harapan untuk melihat negaranya, Polandia, menjadi negara yang merdekan dan berdaulat secara utuh.</p>
<p>Di bab-bab selanjutnya akan ditemukan contoh kisah-kisah lain yang memiliki relasi dengan harapan. Hanya saja karena buku ini termasuk baru, Penulis tidak akan bercerita terlalu mendetail mengenai isinya.</p>
<p>Tapi jujur, karena bagi Penulis bukunya cukup berat, Penulis tidak bisa begitu mengingat apa isinya.</p>
<h3>Setelah Membaca Buku <em>Segala-galanya Ambyar</em></h3>
<p>Dibandingkan dengan buku sebelumnya, buku ini terasa sangat filosofis sehingga Penulis merasa kesulitan untuk mencernanya. Mulai dari Plato sampai Tom Waits ia sebutkan di sini.</p>
<p>Gaya penulisannya yang kesannya <em>terserah gue </em>juga tetap dipertahankan di sini. Gaya humornya, caranya menyampaikan argumentasi, bagaimana ia cenderung skeptis, mirip dengan buku sebelumnya.</p>
<p>Bahkan ada sedikit kontroversi mengenai bab yang membahas bagaimana menciptakan agama akan mewujudkan harapan-harapan kita. Jujur, Penulis sedikit merasa risih ketika membaca bagian ini.</p>
<p>Walaupun begitu, buku ini tetap menarik untuk menambah sudut pandang kita dalam melihat harapan. Tapi secara umum, Penulis kurang bisa menikmati buku ini dan tidak bisa merekomendasikannya.</p>
<p>Yah, setidaknya Penulis jadi mengetahui kisah Pilecki, Nietzsche, dan yang lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nilainya: <strong>3.5/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 5 Juli 2020, terinspirasi setelah menamatkan buku <em>Segala-galanya Ambyar </em>karya Mark Manson</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-segala-galanya-ambyar/">Setelah Membaca Segala-Galanya Ambyar</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-segala-galanya-ambyar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Motivasi Anti-Mainstream Pada Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/motivasi-anti-mainstream-pada-sebuah-seni-untuk-bersikap-bodo-amat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/motivasi-anti-mainstream-pada-sebuah-seni-untuk-bersikap-bodo-amat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2018 08:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[mainstream]]></category>
		<category><![CDATA[Mark Manson]]></category>
		<category><![CDATA[negatif]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[prioritas]]></category>
		<category><![CDATA[review. motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat]]></category>
		<category><![CDATA[self-improvement]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1393</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sewaktu melihat judul buku ini dan membaca beberapa judul bab di daftar isinya, penulis merasa ragu untuk membelinya. Alasannya, isi buku ini nampaknya bertentangan dengan buku-buku self-improvement yang sudah penulis baca. Dan ternyata, memang benar. Ya, memang bukan bertentangan sepenuhnya sih, hanya beberapa poin saja. Yang jelas, buku ini akan memotivasi kita dengan cara yang sedikit berbeda jika dibandingkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/motivasi-anti-mainstream-pada-sebuah-seni-untuk-bersikap-bodo-amat/">Motivasi Anti-Mainstream Pada Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sewaktu melihat judul buku ini dan membaca beberapa judul bab di daftar isinya, penulis merasa ragu untuk membelinya. Alasannya, isi buku ini nampaknya bertentangan dengan buku-buku <em>self-improvement</em> yang sudah penulis baca. Dan ternyata, memang benar.</p>
<p>Ya, memang bukan bertentangan sepenuhnya sih, hanya beberapa poin saja. Yang jelas, buku ini akan memotivasi kita dengan cara yang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan kata-kata motivator pada umumnya. Kalo kata teman penulis, mengajak kita berpikir positif dengan cara yang berbeda.</p>
<p><strong>Apa Isi Buku Ini?</strong></p>
<p>Buku ini terdiri dari 9 bab yang berbeda. Perlu diketahui, buku ini merupakan kumpulan tulisan Mark Manson di blognya, sehingga bahasa penulisannya seperti penulisan blog pada umumnya yang terkesan santai. Dan tentu, banyak kalimat-kalimat yang kurang senonoh sebagai bahan candaan atau sarkastik.</p>
<p>Jika dilihat dari judulnya, Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat (atau <em>The Subtle Art of Not Giving F*ck </em>pada versi aslinya), buku ini pada intinya akan mengajak kita untuk memilih mana yang patut diprioritaskan, mana hal-hal tidak penting yang harus disingkirkan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">I don&#8217;t like my mind right now<br />
Stacking up problems that are so unnecessary</p>
<p style="text-align: center;">Linkin Park- Heavy</p>
</blockquote>
<p>Pada salah satu bagian awal di buku ini tertulis hukum keterbalikan, yang kurang lebih menyatakan bahwa:</p>
<blockquote><p>Hasrat untuk mengejar semakin banyak pengalaman positif sesungguhnya adalah sebuah pengalaman negatif. Sebaliknya, secara paradoksal, penerimaan seseorang terhadap pengalaman negatif justru merupakan sebuah pengalaman positif.</p></blockquote>
<p>Bagaimana maksudnya? Yang penulis tangkap, terkadang hal-hal positif harus diraih dengan pengorbanan mengalami pengalaman negatif. Jika ingin meraih badan yang bagus, maka kita harus berkorban dengan makan-makanan sehat dan rutin berolahraga. Kegiatan-kegiatan tersebut jelas membutuhkan <em>effort </em>lebih, inilah yang dimaksud pengalaman negatif di sini.</p>
<p>Bagian yang cukup membuat penulis berpikir keras terdapat pada bab 3 yang berjudul Anda Tidak Istimewa. Bukankah motivator selalu meyakinkan kita bahwa kita harus menjadi orang yang luar biasa dan jangan pernah menjadi orang rata-rata.</p>
<p>Masalahnya, jika semua orang luar biasa, maka <em>tidak </em>ada orang yang luar biasa bukan? Jika semua orang menjadi <em>luar biasa</em>, maka tidak ada lagi orang yang <em>luar biasa </em>karena telah menjadi <em>biasa. </em>Kalimat ini benar-benar membuat penulis butuh beberapa menit untuk menenangkan diri karena penulis selalu tidak ingin menjadi orang rata-rata.</p>
<p>Selain itu, buku ini juga mengajak kita untuk menyederhanakan pola pikir kita. Nikmati hal-hal sederhana seperti kebersamaan keluarga, waktu yang dihabiskan dengan teman-teman, dan lain sebagainya.</p>
<p>Sayangnya, bab-bab menimbulkan pergolakan batin hanya ada di bagian awal buku ini. Bab-bab selanjutnya kurang lebih sama dengan buku-buku motivasi lainnya, tentu dengan gaya penulisan Manson sebagai seorang blogger.</p>
<p>Mungkin karena lima bab terakhir mengajak kita untuk mengubah penderitaan, kegagalan menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk hidup kita. Terutama pada bab terakhir, buku ini mengajak untuk merenungi kematian dan mengonversinya menjadi sesuatu yang positif.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Penulis merekomendasikan buku ini untuk penggemar buku <em>self-improvement </em>yang sudah dewasa. Buku ini memotivasi dengan cara yang berbeda dari motivator <em>mainstream</em>. Ketebalan buku ini juga tipis, tidak setebal buku-buku Anthony Robbins maupun Stephen R. Corey, membuatnya nyaman untuk dijadikan teman perjalanan.</p>
<p>Buku ini penting untuk menyeimbangkan pola pikir kita. Menjadi terlalu positif, seperti yang tertulis di buku ini, tidak baik untuk kita. Terkadang, kita memaksakan diri berpikir positif untuk menutup-nutupi kenyataan yang terjadi. Mengapa tidak kita hadapi saja kenyataan tersebut?</p>
<p>Nilainya <strong>4.0/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 27 September 2018, terinspirasi setelah menamatkan buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat tulisan Mark Manson</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/motivasi-anti-mainstream-pada-sebuah-seni-untuk-bersikap-bodo-amat/">Motivasi Anti-Mainstream Pada Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/motivasi-anti-mainstream-pada-sebuah-seni-untuk-bersikap-bodo-amat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
