<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mencoba Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/mencoba/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/mencoba/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2021 10:54:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>mencoba Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/mencoba/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berhenti Berpikir</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/berhenti-berpikir/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/berhenti-berpikir/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2021 10:59:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[mencoba]]></category>
		<category><![CDATA[mulai]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[overthinking]]></category>
		<category><![CDATA[pemikir]]></category>
		<category><![CDATA[peragu]]></category>
		<category><![CDATA[ragu]]></category>
		<category><![CDATA[sifat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4389</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam banyak kesempatan, Penulis kerap bercerita kalau dirinya termasuk orang yang pemikir. Segala sesuatu, termasuk yang tidak penting, dipikir sampai jadi overthinking. Penulis menyadari bahwa sifat pemikir itu bermata dua: di satu sisi membuat kita berhati-hati dalam membuat keputusan, di satu sisi membuat kita menjadi seorang peragu. Sifat pemikir yang dimiliki Penulis cenderung membawa dirinya ke [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/berhenti-berpikir/">Berhenti Berpikir</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam banyak kesempatan, Penulis kerap bercerita kalau dirinya termasuk <a href="https://whathefan.com/karakter/suka-duka-seorang-pemikir/">orang yang pemikir</a>. Segala sesuatu, termasuk yang tidak penting, dipikir sampai jadi <em>overthinking</em>.</p>
<p>Penulis menyadari bahwa sifat pemikir itu bermata dua: di satu sisi membuat kita berhati-hati dalam membuat keputusan, di satu sisi membuat kita menjadi seorang peragu.</p>
<p>Sifat pemikir yang dimiliki Penulis cenderung membawa dirinya ke poin yang kedua. Oleh karena itu, terkadang Penulis memiliki keinginan untuk <strong>berhenti berpikir</strong>.</p>
<h3><em>Akhirnya Tidak Melakukan Apa-Apa&#8230;</em></h3>
<div id="attachment_4391" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4391" class="wp-image-4391 size-large" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/berhenti-berpikir-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/berhenti-berpikir-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/berhenti-berpikir-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/berhenti-berpikir-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/berhenti-berpikir-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4391" class="wp-caption-text">Jadi Peragu (<a href="https://unsplash.com/@krakenimages">krakenimages</a>)</p></div>
<h3><span style="font-size: 16px;">Karena sifat pemikir yang dimiliki, Penulis cenderung </span><strong style="font-size: 16px;">lama ketika akan membuat sebuah keputusan</strong><span style="font-size: 16px;">. </span><span style="font-size: 16px;">Harus ada variabel sebanyak mungkin agar bisa merasa yakin.</span></h3>
<p>Tidak hanya itu, Penulis juga kerap membayang <strong><em>worst cases </em>apa saja yang bisa terjadi</strong>. Harapannya, jika sampai kejadian Penulis sudah siap untuk melakukan antisipasi.</p>
<p>Hanya saja, terkadang <strong>apa yang akan dilakukan tidak jadi dilakukan</strong> karena terlalu banyak berpikir. Bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu, dan seterusnya.</p>
<p>Kita mendadak ragu karena membayangkan sesuatu yang buruk akan terjadi dan kita tidak bisa mengatasinya dengan baik.</p>
<p>Segala keraguan tersebut sering menggema di dalam pikiran yang akhirnya menimbulkan<strong> rasa takut sebelum mencoba</strong>. Dengan kata lain, menyerah sebelum berperang.</p>
<p>Padahal, kebanyakan <a href="https://whathefan.com/karakter/85-kekhawatiran-tidak-pernah-terjadi/"><strong>kekhawatiran yang kita pikiran tidak pernah terjadi</strong></a>. Semua hanya ada di dalam imajinasi kita tanpa ada realisasinya.</p>
<h3><em>Gimana Nanti Kalau&#8230;</em></h3>
<div id="attachment_4392" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4392" class="size-large wp-image-4392" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/berhenti-berpikir-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/berhenti-berpikir-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/berhenti-berpikir-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/berhenti-berpikir-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/berhenti-berpikir-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4392" class="wp-caption-text">Bising di Dalam Pikiran (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@usmanyousaf">Usman Yousaf</a>)</p></div>
<p>Sifat terlalu banyak berpikir ini bisa menghambat perkembangan kita sebagai manusia. Ketika hendak memulai hal baru, pikiran-pikiran negatif begitu mendominasi diri.</p>
<p>Contohnya adalah ketika Penulis mencoba untuk menjadi seorang <strong><em>freelancer</em></strong>. Sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia tersebut, ada banyak pertanyaan yang muncul di dalam diri.</p>
<p><em>Gimana nanti kalau aku enggak bisa menyelesaikan proyek yang diberikan oleh klien?</em></p>
<p><em>Gimana nanti kalau aku udah ngejarin proyek tapi klien malah kabur dan enggak bayar kewajibannya?</em></p>
<p><em>Gimana nanti kalau udah buat aku ternyata enggak ada klien yang tertarik?</em></p>
<p><em>Gimana nanti kalau udah buat terus aku malah enggak bisa mengatur waktu dan baik sehingga proyek akan lewat </em>deadline<em>?</em></p>
<p><em>Gimana nanti kalau, gimana nanti kalau, gimana nanti kalau, gimana nanti kalau, gimana nanti kalau&#8230;</em></p>
<blockquote><p>OH PLEASE STOP!!! STOP THINKING!!! JUST DO IT!!! JUST TRY IT!!!</p></blockquote>
<p>Inilah yang kerap terjadi pada diri Penulis, terus membayangkan sesuatu yang buruk hingga akhirnya tidak jadi melangkah maju ataupun mencoba sesuatu yang baru.</p>
<p>Terkadang, kita perlu berhenti berpikir. <strong>Lakukan saja sebisanya</strong> dengan usaha semaksimal mungkin. Itu saja sudah cukup.</p>
<p><strong>Yang penting mulai saja dulu dan berhenti berpikir yang tidak penting!!! Hasil dipikir belakangan saja!!!</strong></p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Tidak semua hal bisa dilakukan tanpa berpikir terlebih dahulu. Banyak hal dalam kehidupan yang membutuhkan pertimbangan matang-matang. Pernikahan, memulai bisnis, <em>resign</em>, dan lainnya.</p>
<p>Ketika memiliki niatan untuk berbuat buruk, mencuri misanya, sebaiknya justru dipikir-pikir terlebih dulu apa saja konsekuensinya agar tidak jadi melakukannya.</p>
<p>Hanya saja, jangan sampai karakter terlalu pemikir ini menghambat langkah kita untuk maju. Coba saja dulu,  mulai saja dulu. Kalau memang ternyata tidak bisa, ya sudah berhenti.</p>
<p>Jangan mau dikuasai oleh kekhawatiran yang belum tentu akan terjadi. Jangan mau kalah dengan ketakutan akan terjadinya kemungkinan-kemungkinan terburuk.</p>
<p>Dalam hidup, terkadang kita perlu berhenti berpikir dan lakukan saja apa yang ingin dilakukan. Berhenti jadi seorang peragu dan tukang khawatir, yang penting mulai saja dulu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 9 Februari 2021, terinspirasi dari dirinya sendiri yang memiliki sifat pemikir berlebihan</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@chalis007">胡 卓亨</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/berhenti-berpikir/">Berhenti Berpikir</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/berhenti-berpikir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Berhenti karena Tidak Bisa</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/jangan-berhenti-karena-tidak-bisa/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/jangan-berhenti-karena-tidak-bisa/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2018 13:43:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[keyakinan]]></category>
		<category><![CDATA[mencoba]]></category>
		<category><![CDATA[menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[tidak bisa]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1075</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kita berkata tidak bisa sebelum mencobanya? Seandainya pernah, tidak masalah, karena itu manusiawi. Yang penting, setelah membaca tulisan ini kita tidak akan berkata tidak bisa sebelum mencobanya. Dalam beberapa pengalaman penulis, seringkali penulis memutuskan untuk berhenti karena merasa tidak bisa. Contohnya, sewaktu lulus kuliah, penulis tidak melamar beasiswa karena merasa &#8220;tidak akan bisa tembus, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/jangan-berhenti-karena-tidak-bisa/">Jangan Berhenti karena Tidak Bisa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah kita berkata tidak bisa sebelum mencobanya? Seandainya pernah, tidak masalah, karena itu manusiawi. Yang penting, setelah membaca tulisan ini kita tidak akan berkata tidak bisa sebelum mencobanya.</p>
<p>Dalam beberapa pengalaman penulis, seringkali penulis memutuskan untuk berhenti karena merasa tidak bisa. Contohnya, sewaktu lulus kuliah, penulis tidak melamar beasiswa karena merasa &#8220;tidak akan bisa tembus, saingannya banyak&#8221;.</p>
<p>Untunglah, pola pikir tersebut sudah berubah, sehingga penulis mencoba untuk mengajukan beasiswa ke berbagai negara. Hasilnya? Ya, memang belum ada yang tembus, tapi semangat untuk mendapatkan beasiswa belumlah luntur.</p>
<p>Contoh kecil lainnya, ketika penulis kerja bakti memasang umbul-umbul, terdapat remaja yang berkali-kali mengatakan tidak bisa melakukan apa yang diperintahkan. Pertama, menyimpul benang umbul-umbul agar cukup panjang diikat. Kedua, naik ke atas tangga untuk mengikat umbul-umbul di tempat yang tinggi.</p>
<p>Salah seorang teman penulis sampai kesal dibuatnya hingga berkata &#8220;terus isomu opo? (terus bisamu apa?)&#8221;. Dia pun hanya tersenyum kecut diberi pertanyaan seperti itu.</p>
<p>Kata <strong>tidak bisa</strong> tidak boleh diucapkan sebelum ada <strong>usaha</strong> yang menyertai. Yang penting coba dulu, bisa atau tidak urusan belakang. Jangan pernah kalah sebelum berperang, menyerah sebelum mencoba.</p>
<p>Pada salah satu episode Yakitate! Japan, anime yang menceritakan seputar dunia perotian, diceritakan terdapat satu orang yang berkeyakinan seperti ini:</p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Jika kali ini gagal, maka selanjutnya pasti berhasil, jika 1000 kali gagal, maka yang ke 1001 pasti berhasil.&#8221;</em></p>
<p>Kekuatan keyakinan yang luar biasa bukan? Pola pikir seperti itulah yang dimiliki oleh rata-rata orang sukses. Mereka mencoba berbagai cara untuk mengubah <strong>tidak bisa </strong>menjadi <strong>bisa</strong>.</p>
<p>Terkadang memang ada hal yang tidak bisa kita lakukan, contoh kecilnya penulis tidak bisa bersiul hingga sekarang karena faktor genetik. Tidak apa, yang menjadi masalah bukan tidak bisanya, tapi tidak adanya kemauan untuk mencoba.</p>
<p>Oleh karena itu, kita harus berusaha semaksimal mungkin, jangan sampai kata tidak bisa ke luar sebelum ada usaha untuk mencobanya terlebih dahulu. Semangat!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 2 Agustus 2018, terinpirasi ketika memasang umbul-umbul dalam rangka menyambut dirgahayu Republik Indonesia yang ke 73</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://unsplash.com/photos/ug5t9ibJBbc">https://unsplash.com/photos/ug5t9ibJBbc</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/jangan-berhenti-karena-tidak-bisa/">Jangan Berhenti karena Tidak Bisa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/jangan-berhenti-karena-tidak-bisa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
