<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nyinyir Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/nyinyir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/nyinyir/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Oct 2026 01:29:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>nyinyir Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/nyinyir/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bahkan Hobi Baca Buku pun Tak Luput dari Nyinyiran Orang</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/bahkan-hobi-baca-buku-pun-tak-luput-dari-nyinyiran-orang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/bahkan-hobi-baca-buku-pun-tak-luput-dari-nyinyiran-orang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2026 01:29:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[nyinyir]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8930</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis selalu mem-branding dirinya sebagai orang yang gemar membaca buku. Bukan demi pencitraan, tapi memang benar-benar hobi membaca sejak kecil. Oleh karena itu, banyak artikel review buku di blog ini. Penulis juga suka membagikan buku yang sedang dibacanya di media sosial. Seringnya, Penulis membaca di rumah tentu saja, terutama di kamar. Akan tetapi, waktu masih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/bahkan-hobi-baca-buku-pun-tak-luput-dari-nyinyiran-orang/">Bahkan Hobi Baca Buku pun Tak Luput dari Nyinyiran Orang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penulis selalu mem-<em>branding </em>dirinya sebagai <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/bagaimana-caranya-agar-semangat-membaca-buku/">orang yang gemar membaca buku</a>. Bukan demi pencitraan, tapi memang benar-benar hobi membaca sejak kecil. Oleh karena itu, banyak artikel <em>review </em>buku di blog ini. Penulis juga suka membagikan buku yang sedang dibacanya di media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seringnya, Penulis membaca di rumah tentu saja, terutama di kamar. Akan tetapi, waktu masih tinggal di Jakarta, Penulis sering membaca buku di transportasi umum seperti Trans Jakarta dan KRL. Daripada <em>doomscrolling </em>mulu, lebih baik baca sesuatu yang lebih bermanfaat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, belakangan ini Penulis kerap menemukan sebuah fenomena yang terkesan <em>nyinyir </em>terhadap orang-orang yang suka membaca buku di ruang publik. Menurut mereka, para pembaca ini hanya ingin terlihat sok keren di mata orang lain. Benarkah demikian?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/hannah-busing-643544-unsplash-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/hannah-busing-643544-unsplash-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/hannah-busing-643544-unsplash-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/hannah-busing-643544-unsplash-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/hannah-busing-643544-unsplash.jpg 1280w " alt="Menengok ke Belakang karena 10-Year Challenge" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menengok-ke-belakang-karena-10-year-challenge/">Menengok ke Belakang karena 10-Year Challenge</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Menengok Tingkat Literasi Kita</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/hobi-baca-buku-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8962" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/hobi-baca-buku-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/hobi-baca-buku-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/hobi-baca-buku-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/hobi-baca-buku-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Harusnya Jadi Budaya Kita (<a href="https://www.pexels.com/@delot/">Ludovic Delot</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia memiliki tingkat literasi yang cukup rendah. Berdasarkan data terbaru dari skor literasi membaca PISA pada tahun 2025, kita hanya mendapatkan skor <strong>365</strong>. Walaupun naik 6 poin, tapi kita tetap berada di<strong> peringkat 74</strong> dari 90 negara yang berpartisipasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika menengok Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) pada bulan Maret 2026, skor kita hanya<strong> 40,6 </strong>dan<strong> tergolong rendah</strong>. Perpustakaan Nasional mengumumkan pada tahun 2025 kalau Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) nasional hanya berada di angka <strong>54,80 </strong>atau<strong> tergolong rendah</strong> juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan lupakan juga data dari World’s Most Literate Nations Ranked oleh Central Connecticut State University (CCSU) yang dilakukan pada Maret 2016 silam. Kita berada di <strong>peringkat 60 dari 61 negara</strong>, hanya berada di atas negara Botswana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data-data di atas menjelaskan bahwa kegiatan membaca memang bukan menjadi budaya kita. Bahkan di antara keluarga maupun teman Penulis, sangat sedikit orang yang menunjukkan kegemaran membaca mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini makin diperparah dengan <strong>makin mahalnya harga buku</strong>. Ketika ke toko buku, Penulis kerap merasa kaget ketika melihat label harga di belakang buku. Seringnya, Penulis sampai harus menunggu ada momen diskon dari toko buku agar bisa mendapatkan bukunya dengan harga yang lebih terjangkau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang, ketika ke acara pameran buku seperti Big Bad Wolf dan Semesta Buku, jumlah pengunjungnya cukup padat. Ketika Penulis ke Gramedia, pasti ada saja orang yang sedang mempertimbangkan buku mana yang akan dibeli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis mencoba untuk memperluas <em>circle </em>pertemanan bukunya. Belum sampai tahapan ikut sebuah komunitas, tapi sudah sering <em>mutualan </em>di Threads dengan orang-orang yang juga antusias membaca buku. Penulis sering meninggalkan komentar di pos-pos seputar buku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari uraian di atas, kita bisa memahami kalau orang yang hobi membaca itu sudah termasuk langka. Sayangnya, justru jumlah yang sedikit tersebut masih harus kena <em>nyinyir </em>dari netizen yang menganggap mereka hanyalah <em>performative reader</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Orang yang Membaca di Ruang Publik Selalu Performative Reader?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/hobi-baca-buku-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-8934" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/hobi-baca-buku-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/hobi-baca-buku-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/hobi-baca-buku-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/10/hobi-baca-buku-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Membaca di Tempat Umum (<a href="https://unsplash.com/@ahmetkurt">Ahmet Kurt</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Istilah <em>performative reader </em>ditujukan untuk <strong>orang-orang yang kelihatannya membaca, tapi untuk tujuan agar terlihat intelektual, <em>cultured</em>, estetik, atau bahkan <em>edgy</em></strong>. Mereka tidak benar-benar memahami apa yang dibaca, yang penting apa yang terlihat di mata orang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa ciri dari <em>performative reader </em>ini, mulai <strong>hobi membawa buku tebal atau klasik ke tempat umum seperti kafe dan kereta</strong>, <strong>sering foto bukunya entah itu <em>selfie </em>maupun memamerkan bukunya yang jadi &#8220;warna-warni&#8221;</strong>, hingga <strong>membagikan kutipan yang dianggap keren atau <em>related</em></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini semakin parah dengan adanya <strong>joki baca buku</strong> yang juga tak kalah ramai dibicarakan. Orang yang mau terlihat keren, tapi malas untuk menyelesaikan sebuah buku, bisa memanfaatkan jasa ini. Mereka juga akan mendapatkan berbagai foto estetik yang bisa dipamerkan ke media sosialnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada teman Penulis yang menyarankan Penulis menjajal <em>opportunity </em>ini, tapi Penulis menolak dengan alasan tak tega kalau harus mencoret-coret buku ataupun menempelinya dengan <em>sticky notes</em>. <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-mulai-mencatat-apa-yang-sedang-saya-baca/">Catatan kecil Penulis</a> tetap menjadi andalan untuk menulis semua poin penting yang Penulis temukan di buku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buku pun seolah hanya <strong>menjadi alat validasi </strong>bagi para <em>performative reader </em>ini. Mereka ingin dipandang sebagai sosok yang ini itu berdasarkan bacaan keren yang sedang mereka tunjukkan di ruang publik tanpa benar-benar memahami isi buku yang sedang dipegangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya saja,<strong> tidak semua orang yang membaca di tempat umum adalah <em>performative reader</em></strong>. Itu adalah generalisasi yang cukup menghakimi. Bisa jadi orang tersebut memang benar-benar suka membaca. Mereka membaca di kafe karena ingin ganti suasana, <a href="https://whathefan.com/cerpen/perempuan-yang-membaca-buku-di-peron-stasiun/">mereka membaca di kereta agar waktunya bisa digunakan lebih produktif</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hobi membaca itu sudah cukup langka, jadi jangan membuat hal tersebut semakin langka lagi. Alasan yang sama juga berlaku bagi orang-orang yang kerap menjadi &#8220;polisi&#8221; bacaan dan merendahkan bacaan orang lain, terutama buku-buku populer yang <em>mainstream</em>. Sudah mau membaca buku saja bagus, jangan malah dihakimi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis akan berusaha sesuai kapasitasnya untuk mendukung aktivitas membaca buku menjadi kebiasaan yang natural bagi masyarakat Indonesia. Siapa pun yang ingin meminjam buku milik Penulis, silakan, syaratnya hanya tolong kembalikan dalam kondisi yang tidak rusak!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 20 Oktober 2026, terinspirasi setelah membaca di media sosial mengenai <em>nyinyiran</em> yang ditujukan kepada orang yang suka membaca buku di tempat umum</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/bahkan-hobi-baca-buku-pun-tak-luput-dari-nyinyiran-orang/">Bahkan Hobi Baca Buku pun Tak Luput dari Nyinyiran Orang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/bahkan-hobi-baca-buku-pun-tak-luput-dari-nyinyiran-orang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
