<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>organisasi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/organisasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/organisasi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:31:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>organisasi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/organisasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tahun Baru Ala Karang Taruna</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2018 18:43:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[katar]]></category>
		<category><![CDATA[kebersamaan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1934</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun baru, bagi Karang Taruna (Katar) yang pernah penulis pimpin, merupakan salah satu momen yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan antar anggotanya. Pada tulisan ini penulis ingin berbagi tentang dua acara yang pernah dilaksanakan. Tahun Baru 2017 Karena baru terbentuk pada tanggal 3 September 2016, maka pergantian tahun dari 2016 ke 2017 merupakan momen [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/">Tahun Baru Ala Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun baru, bagi Karang Taruna (Katar) yang pernah penulis pimpin, merupakan salah satu momen yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan antar anggotanya. Pada tulisan ini penulis ingin berbagi tentang dua acara yang pernah dilaksanakan.</p>
<h3>Tahun Baru 2017</h3>
<p>Karena <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/kelahiran-gen-x-swi/">baru terbentuk</a> pada tanggal <strong>3 September 2016</strong>, maka pergantian tahun dari 2016 ke 2017 merupakan momen tahun baru pertama yang bisa dirayakan oleh Karang Taruna.</p>
<p>Inti acaranya sederhana saja, kumpul bersama sambil bakar-bakar dan menikmati hidangan bersama-sama. Dana acara seperti ini biasanya dibiayai oleh anggota-anggota Katar yang senior seumuran penulis.</p>
<p>Makanan favorit untuk dibakar? Sosis jumbo seharga 63 ribu satu pak berisi 12 + 1. Waktu itu ada juga yang menyumbang ayam untuk dibakar. Untuk urusan makanan, tidak pernah ada rasa khawatir kekurangan, pasti ada aja yang memberi.</p>
<div id="attachment_1937" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1937" class="size-large wp-image-1937" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1937" class="wp-caption-text">Makanan Favorit Bersama</p></div>
<p>Daripada makan-makan, acara seperti ini justru lebih nikmat ketika menyiapkan acaranya. Bagaimana seluruh anggota organisasi berbagi tugas demi menyiapkan makanan yang akan disantap bersama, walau terkadang ada anggota yang malas bekerja.</p>
<p>Selain makan-makan, acara ini juga diisi acara tukar kado dengan budget di bawah 10 ribu, di mana penulis memberikan buku biografi <strong>Rhoma Irama</strong> yang penulis dapatkan secara gratis.</p>
<p>Acara ditutup dengan bertukar pesan dan kesan kepada masing-masing anggota melalui sebuah buku catatan kecil. Penulis masih menyimpan buku tersebut sampai sekarang, bahkan penulis bawa ke Jakarta.</p>
<p>Keesokan harinya, tentu yang harus dilakukan adalah membereskan sisa-sisa acara kemarin. Lokasi acaranya sendiri dilaksanakan di A-17 yang kebetulan dimiliki oleh salah satu anggota Katar.</p>
<p>Dengan demikian, berakhirlah perayaan tahun baru pertama Karang Taruna Gen X SWI. Oh iya, tanpa mercon ya!</p>
<h3>Tahun Baru 2018</h3>
<p>Karena ingin memberikan nilai lebih dibandingkan acara tahun 2017, penulis memiliki ide untuk menjadikan malam pergantian tahun lebih bermakna. Caranya, dengan mengadakan <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/next-gen-development-project/">Next Gen Development Project</a>.</p>
<p>Agenda ini berlangsung selama kurang lebih satu minggu, di mana anggota Katar terbagi menjadi tiga tim dan harus bisa mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Malam tahun baru digunakan sebagai malam puncak acara.</p>
<div id="attachment_1938" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1938" class="size-large wp-image-1938" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1938" class="wp-caption-text">Pemenang Next Gen Development Project</p></div>
<p>Penulis sudah membahasnya di tulisan sebelumnya, sehingga tidak akan penulis ulangi lagi. Yang jelas, peserta acara tersebut lebih sedikit jika dibandingkan acara sebelumnya. Alasannya, mungkin banyak yang sudah memiliki acara sendiri.</p>
<p>Tentu yang namanya malam puncak tidak akan lengkap jika tidak ada bakar-bakarnya. Oleh karena itu, selain menentukan pemenang pertandingan ini, kami juga melakukan ritual yang sama dengan tahun kemarin: bakar-bakar.</p>
<h3><strong>Tahun Baru 2019</strong></h3>
<p>Pada pergantian tahun 2019 ini, penulis yang sudah pensiun dari Katar telah berada di Jakarta demi melanjutkan hidupnya. Yang penulis tahu, tahun ini tidak ada perayaan tahun baru dikarenakan banyak anggotanya yang sedang berlibur dengan keluarganya masing-masing.</p>
<p>Tidak apa-apa, gantian. Mereka juga berhak kumpul dan menghabiskan malam tahun baru bersama keluarga mereka. Apalagi, tahun ini tahun baru terjadi bersamaan dengan libur panjang sekolah, sehingga banyak yang keluar kota.</p>
<p>Kalau boleh jujur, penulis memang agak sedih karena sudah tidak bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan mereka. Hampir dua tahun bersama membuat penulis merasa memiliki ikatan yang kuat dengan mereka, walaupun mereka belum tentu merasakan hal yang sama.</p>
<p>Meskipun begitu, penulis tetap mendoakan yang terbaik untuk Karang Taruna di bawah kepengurusan yang baru. Semoga mereka makin solid dan dapat melaksanakan program kerja yang telah diagendakan.</p>
<p>Semoga <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/membangun-fondasi-organisasi/">fondasi organisasi</a> yang telah penulis dan rekan-rekan bangun mampu menopang organisasi yang kini dikelola oleh adik-adik penulis ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melawai, 1 Januari 2019, terinspirasi setelah melamunkan apa yang dilakukan para anggota Katar di saat pergantian tahun 2019</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/">Tahun Baru Ala Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alasan dan Prioritas</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/alasan-dan-prioritas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/alasan-dan-prioritas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2018 08:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[prioritas]]></category>
		<category><![CDATA[tanggungjawab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1430</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agak berat sebenarnya membuat tulisan ini, penulis seperti mengakui dosa di masa lampau. Akan tetapi, untuk kebaikan kita semua, terlebih diri penulis sendiri, penulis harus menuliskannya agar tidak mengulanginya lagi di masa yang akan datang. Penulis dan Organisasi Penulis aktif di banyak organisasi sejak duduk di bangku SMP, mulai OSIS hingga pers kampus. Di semua [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/alasan-dan-prioritas/">Alasan dan Prioritas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Agak berat sebenarnya membuat tulisan ini, penulis seperti mengakui dosa di masa lampau. Akan tetapi, untuk kebaikan kita semua, terlebih diri penulis sendiri, penulis harus menuliskannya agar tidak mengulanginya lagi di masa yang akan datang.</p>
<p><strong>Penulis dan Organisasi</strong></p>
<p>Penulis aktif di banyak organisasi sejak duduk di bangku SMP, mulai OSIS hingga pers kampus. Di semua organisasi tersebut, penulis tidak bisa menonjol di semua organisasi yang penulis ikuti. Hanya menjadi anggota rata-rata yang ketidakhadirannya tidak terlalu berpengaruh. Pernah sih di organisasi kampus menjadi wakil ketua, namun karena ada masalah membuat penulis harus mundur dari organisasi tersebut.</p>
<p>Apa penyebabnya? Dulu, penulis sering menyalahkan faktor eksternal. Contohnya, merasa lingkungan organisasi yang kurang membuat nyaman dan terlalu memprioritaskan studi. Apalagi yang penulis salahkan? Merasa dirinya introvert sehingga susah untuk berbaur dengan lingkungan.</p>
<p>Namun setelah penulis renungi, sebenarnya hanya satu permasalahannya. Penulis kurang aktif dalam berorganisasi. Penulis tidak menempatkan tanggungjawab organisasi sebagai prioritas.</p>
<div id="attachment_1432" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1432" class="size-large wp-image-1432" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/maxresdefault-2-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/maxresdefault-2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/maxresdefault-2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/maxresdefault-2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/maxresdefault-2-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/maxresdefault-2.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1432" class="wp-caption-text">Prioritas (fearlessmotivation.com)</p></div>
<blockquote><p>Ada istilah yang menyebutkan bahwa tidak ada yang namanya <strong>tidak sempat</strong>. Yang ada <strong>tidak diprioritaskan</strong>.</p></blockquote>
<p>Agar bisa menghindari tugas organisasi, munculah beribu alasan. Alasan  selalu mudah dicari, tidak perlu berbohong. Misal, ada kegiatan OSIS, kita berasalan bahwa kita tidak ingin ketinggalan pelajaran di kelas.</p>
<p>Paragraf ketiga merupakan contoh-contoh alasan lain yang kita kemukakan untuk mengelak dari tanggungjawab. Kita melakukan itu semua, salah satu dasarnya adalah tidak menempatkan apa yang seharusnya menjadi tanggungjawab pada daftar prioritas diri kita.</p>
<p><strong>Menebus Dosa Melalui Karang Taruna</strong></p>
<p>Setelah menyadari kesalahan tersebut, penulis berusaha menebus kesalahannya ketika menjabat sebagai ketua Karang Taruna. Penulis mencurahkan perhatian sepenuh hati dan berkomitmen mengembangkan organisasi ini.</p>
<p>Atau malah sebaliknya, gara-gara penulis menjabat sebagai ketua Karang Taruna, penulis menyadari betapa bernilainya sebuah komitmen. Sesuatu yang tidak penulis lihat karena dari dulu penulis hanya menjadi anggota dalam sebuah organisasi, tidak pernah menjadi pemimpin.</p>
<p>Namanya organisasi, apalagi diisi oleh remaja yang emosinya belum stabil, tentu sering terjadi kasus anggota tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Atau yang lebih parah, tidak hadir dengan alasan yang dibuat-buat.</p>
<p>Ketika menghadapi hal tersebut, penulis merasa ditampar oleh masa lalu. Penulis disadarkan, bahwa inilah yang dirasakan oleh teman-teman organisasi ketika penulis berbuat hal yang sama. Betapa menyakitkan ketika orang-orang yang kita harapkan tidak bisa membantu karena kurangnya komitmen mereka.</p>
<div id="attachment_1433" style="width: 560px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1433" class="size-full wp-image-1433" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/17352241_1734646530199022_6659031832524928109_n.png" alt="" width="550" height="295" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/17352241_1734646530199022_6659031832524928109_n.png 550w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/17352241_1734646530199022_6659031832524928109_n-300x161.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/17352241_1734646530199022_6659031832524928109_n-356x191.png 356w" sizes="(max-width: 550px) 100vw, 550px" /><p id="caption-attachment-1433" class="wp-caption-text">Karma (https://www.facebook.com/karmacambodia/</p></div>
<p>Penulis percaya hukum karma, apa yang kita beri apa yang kita terima, apa yang kita tanam itu yang kita petik. Penulis merasa <em>dihukum</em> atas kesalahan-kesalahan masa lalu dengan terulangnya apa yang penulis lakukan dulu pada organisasi yang pernah penulis ikuti.</p>
<p>Jika ada teman-teman organisasi yang membaca tulisan ini, penulis minta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan yang pernah penulis buat. Penulis telah menyadari kesalahannya, dan semoga tidak akan terjadi lagi di masa depan.</p>
<p>Dan untuk pembaca, semoga bisa memetik hikmah dari sepercik kisah penulis ini, terutama generasi-generasi yang lebih muda dari penulis. Jangan sampai kesalahan penulis terulang pada kalian.</p>
<p>Ketika kalian masuk ke dalam organisasi tanpa paksaan, itu menandakan kalian harus mengikat komitmen dengannya dan masukkan kepentingan organisasi pada daftar prioritas kalian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 4 Oktober 2018, terinspirasi setelah menerungi kesalahan di masa lalu</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/9VPtNW84vGI?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Patryk Sobczak</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/contemplation?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/alasan-dan-prioritas/">Alasan dan Prioritas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/alasan-dan-prioritas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cinta di Dalam Organisasi</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/cinta-di-dalam-organisasi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/cinta-di-dalam-organisasi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2018 15:11:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[asmara]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[puppy love]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=987</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sewaktu magang di Tangerang, penulis baru mengetahui ada peraturan tertulis bahwa pasangan suami-istri tidak boleh berada di satu divisi yang sama. Ketika itu penulis heran, mengapa harus dilarang? Jawabannya penulis temukan ketika memimpin Karang Taruna. Memang yang namanya cinta memiliki potensi terselubung untuk menimbulkan gelombang yang dapat menggoyahkan organisasi. Dalam bekerja, jelas kita dituntut untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-di-dalam-organisasi/">Cinta di Dalam Organisasi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sewaktu magang di Tangerang, penulis baru mengetahui ada peraturan tertulis bahwa pasangan suami-istri tidak boleh berada di satu divisi yang sama. Ketika itu penulis heran, mengapa harus dilarang?</p>
<p>Jawabannya penulis temukan ketika memimpin Karang Taruna. Memang yang namanya cinta memiliki potensi terselubung untuk menimbulkan gelombang yang dapat menggoyahkan organisasi.</p>
<p>Dalam bekerja, jelas kita dituntut untuk profesional. Ada masalah apapun, kita harus bisa menyelesaikan tugas-tugas kita tanpa terpengaruh masalah pribadi. Bisa dianggap, kita harus menutup mata untuk sementara terhadap masalah tersebut demi pekerjaan.</p>
<p>Akan tetapi, adakah manusia sempurna yang dapat bekerja dengan baik di bawah tekanan masalah pribadi? Ada yang sanggup, ada yang tidak, penulis sendiri tidak tahu mana yang lebih dominan.</p>
<p>Oleh karena itu kini penulis menyadari betapa pentingnya peraturan tersebut diterapkan pada beberapa perusahaan. Seandainya ada pertengkaran rumah tangga, tentu akan mempengaruhi kinerja perusahaan apabila mereka berada pada departemen yang sama.</p>
<p>Bagaimana jika hal tersebut terjadi di Karang Taruna? Jelas tidak mungkin terjadi, karena tidak ada anggota yang sudah menikah.</p>
<p>Akan tetapi, yang namanya remaja, tentu wajar jika tumbuh benih-benih cinta yang belum matang. Dalam bahasa Inggris disebut <em>puppy love </em>alias cinta monyet. Apakah itu juga berpotensi mengganggu stabilitas organisasi?</p>
<p>Jawabannya: <strong>SANGAT MEMPENGARUHI!!!</strong></p>
<div id="attachment_989" style="width: 638px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-989" class="size-full wp-image-989" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/n-ANGER-TEENAGER-628x314.jpg" alt="" width="628" height="314" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/n-ANGER-TEENAGER-628x314.jpg 628w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/n-ANGER-TEENAGER-628x314-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/n-ANGER-TEENAGER-628x314-356x178.jpg 356w" sizes="(max-width: 628px) 100vw, 628px" /><p id="caption-attachment-989" class="wp-caption-text">Labil (https://www.huffingtonpost.com/steve-zanella/anger-is-a-gift_b_7064520.html)</p></div>
<p>Emosi yang dimiliki oleh remajanya masih sangat labil, mudah untuk berubah-ubah. Apalagi, remaja cenderung mendramatisasi kisah asmaranya (walaupun orang dewasa pun terkadang juga melakukannya, bahkan membawa permasalahan tersebut ke televisi).</p>
<p>Gejala yang paling ringan adalah anggota tersebut menjadi jarang keluar untuk beberapa hari. Mereka memilih untuk mengurung diri dan meratapi nasib, menghindari pertemuan dengan (mantan) kekasih.</p>
<p>Yang lebih parah? Membuat kekacauan yang dapat menghancurleburkan organisasi. Apakah hal ini tidak berlebihan? Tidak, banyak cara untuk melakukannya, seperti melalaikan tanggungjawab, menghasut anggota yang lain, dan lain sebagainya. Mereka seolah ingin balas dendam, ingin semua orang merasakan penderitaannya.</p>
<p>Lantas bagaimana cara mencegah timbulnya benih-benih cinta tersebut? Ya susah sih emang kalau mau mencegah, toh yang namanya cinta timbul begitu saja, kadang karena terbiasa.</p>
<p>Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mengurangi dampak-dampak kerusakan yang dapat terjadi jika pasangan dalam organisasi sedang bertikai satu sama lain. Kemampuan ketua dan anggota lainnya dalam mengatasi konflik sangat diperlukan di sini.</p>
<p>Selain itu, menjalin komunikasi dari hati ke hati juga dapat menjadi senjata yang ampuh untuk meredam ego yang mereka miliki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 11 Juli 2018, terinspirasi dari banyak hal</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.firstmet.com/dating-blog/love-work-4-ways-to-handle-office-romance/">https://www.firstmet.com/dating-blog/love-work-4-ways-to-handle-office-romance/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-di-dalam-organisasi/">Cinta di Dalam Organisasi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/cinta-di-dalam-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangun Fondasi Organisasi</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/membangun-fondasi-organisasi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/membangun-fondasi-organisasi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jun 2018 06:21:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[fondasi]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[kaderisasi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kepengurusan]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=864</guid>

					<description><![CDATA[<p>Begitu terpilih menjadi ketua Karang Taruna pertama pada tanggal 3 September 2016, penulis langsung menyadari apa yang harus penulis lakukan ke depannya. Sama seperti bangunan, pertama kali yang harus dibangun adalah fondasi. Kok fondasi? Bukannya pondasi? Berdasarkan KBBI, ternyata yang benar adalah fondasi pakai F. Fondasi memiliki makna: dasar bangunan yang kuat, biasanya (terdapat) di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/membangun-fondasi-organisasi/">Membangun Fondasi Organisasi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Begitu terpilih menjadi ketua Karang Taruna pertama pada tanggal 3 September 2016, penulis langsung menyadari apa yang harus penulis lakukan ke depannya. Sama seperti bangunan, pertama kali yang harus dibangun adalah fondasi.</p>
<p>Kok fondasi? Bukannya pondasi? Berdasarkan KBBI, ternyata yang benar adalah fondasi pakai F. Fondasi memiliki makna:</p>
<p style="text-align: center;"><em>dasar bangunan yang <span style="text-decoration: underline;">kuat</span>, biasanya (terdapat) di bawah permukaan tanah tempat bangunan itu didirikan; fundamen</em></p>
<p>Nah, penulis akan menggarisbawahi kata kuat. Kekuatan fondasi sangat mempengaruhi bangunan yang didirikan di atasnya. Apabila fondasinya lemah, maka bangunan akan mudah roboh.</p>
<p>Lantas, bagaimana caranya membangun fondasi organisasi yang kuat? Banyak hal yang telah penulis dan rekan-rekan lainnya lakukan. Sebut saja main bersama, bakar-bakar, dan kegiatan yang memperat rasa kekeluargaan antar anggota.</p>
<p>Dari segi keorganisasian, banyak sekali proker yang diwacanakan. Jika dihitung, total terdapat 29 program kerja (proker) yang direncanakan. Tidak semua proker dapat berhasil dilaksanakan, karena memang salah satu alasan banyaknya proker diajukan adalah untuk mengetahui mana yang mungkin untuk dikerjakan dan mana yang tidak.</p>
<p>Dari ke 29 proker, terdapat 16 proker yang telah dilaksanakan dan 13 proker yang tidak pernah terlaksana dengan berbagai macam alasan. Ini akan menjadi modal untuk kepengurusan berikutnya dalam menyusun proker untuk tiga tahun ke depan.</p>
<p>Dari segi kaderisasi anggota, anggota akan digilir untuk menerima tanggungjawab proker, mulai dari yang ringan seperti penanggungjawab SWI Mengajar hingga ketua panitia peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Semua ini dilakukan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anggota.</p>
<p>Lalu, apakah fondasi yang telah penulis dirikan bersama teman-teman lainnya akan mampu menopang bangunan organisasi di atasnya? Yang bisa menjawab hal ini adalah kepengurusan berikutnya. Penulis yakin bahwa kepengurusan berikutnya mampu mendirikan bangunan organisasi yang indah, di bawah fondasi yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya :).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 10 Juni 2018, terinspirasi setelah secara mendadak disuruh Pentol memberikan sedikit wejangan.</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://bbccon.com/foundation.php">http://bbccon.com/foundation.php</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/membangun-fondasi-organisasi/">Membangun Fondasi Organisasi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/membangun-fondasi-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
