<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pemuda Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/pemuda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/pemuda/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:30:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>pemuda Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/pemuda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kenapa Menghabiskan Waktu untuk Karang Taruna?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2019 17:39:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[katar]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[organigasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2132</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika sudah pernah membaca artikel Dulu Kerja di Mana?, mungkin para pembaca sekalian sudah paham bahwa penulis telah mengalokasikan sebagian (besar) waktunya setelah lulus untuk Karang Taruna. Pertanyaannya, mengapa? Karang Taruna yang pernah penulis pimpin berdiri sejak tahun 2016 setelah rangkaian acara peringatan kemerdekaan Indonesia berakhir. Penulis melihat adanya potensi yang dimiliki oleh remaja-remaja di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">Kenapa Menghabiskan Waktu untuk Karang Taruna?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika sudah pernah membaca artikel <a href="http://whathefan.com/pengalaman/dulu-kerja-di-mana/">Dulu Kerja di Mana?</a>, mungkin para pembaca sekalian sudah paham bahwa penulis telah mengalokasikan sebagian (besar) waktunya setelah lulus untuk Karang Taruna. Pertanyaannya, mengapa?</p>
<p>Karang Taruna yang pernah penulis pimpin berdiri sejak tahun 2016 setelah <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">rangkaian acara peringatan kemerdekaan Indonesia</a> berakhir. Penulis melihat adanya potensi yang dimiliki oleh remaja-remaja di tempat penulis tinggal (untuk cerita lengkapnya, bisa dibaca di artikel <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/kelahiran-gen-x-swi/">Kelahiran Gen X SWI</a>).</p>
<p>Semenjak kelahirannya, Karang Taruna memiliki begitu banyak program kerja seperti <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar/">SWI Mengajar</a>, <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/swi-english-day/">SWI English Day</a>, hingga <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/swi-barang-bekas/">SWI Barang Bekas</a>. Ada juga acara spesial seperti <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/next-gen-development-project/">Next Gen Development Project</a> dan <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/gen-x-swi-awards/">Gen X SWI Awards</a>.</p>
<p>Semua proker tersebut tentu bukan tanpa kendala. Mengatur anggota yang rata-rata masih berada di usia sekolah bukan perkara mudah. Salah satu yang sering memicu emosi penulis adalah kurang aktifnya anggota ketika sedang rapat.</p>
<p>Beberapa anggota cenderung pasif ketika rapat dan menerima apapun keputusan yang diambil. Padahal, diadakannya rapat internal bertujuan untuk meningkatkan sikap kritis anggota. Jika di forum kecil saja tak bersuara, bagaimana di tempat yang lebih besar?</p>
<p>Selain itu, banyaknya anggota yang enggan untuk ikut serta ketika ada kegiatan Karang Taruna juga cukup membuat penulis stres. Memang itu hak mereka untuk tidak berpartisipasi, tapi bukankah salah satu tujuan dibentuknya Karang Taruna adalah sebagai tempat berkumpulnya para remaja?</p>
<p>Contoh dua masalah tersebut tidak membuat penulis patah semangat. Sebaliknya, penulis jadi semakin ingin membantu mereka untuk berkembang menjadi generasi yang lebih aktif (walaupun yang bersangkutan belum tentu ingin dibantu).</p>
<p>Jadi, mungkin jawaban pertanyaan &#8220;kenapa menghabiskan waktu untuk Karang Taruna?&#8221; adalah penulis ingin menyalurkan kepedulian penulis terhadap perkembangan generasi muda Indonesia mulai dari lingkup terkecil, yakni lingkungan penulis sendiri.</p>
<p>Untuk pribadi penulis sendiri, dengan aktif di Karang Taruna (apalagi sebagai ketua), penulis bisa berkontribusi untuk lingkungan penulis. Penulis tidak ingin hanya hidup sekadar &#8220;menumpang tidur&#8221;. Penulis ingin meninggalkan jejak, jejak yang kini sedang dilanjutkan oleh <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/tim-transisi-gen-x-swi/">ketua baru</a>.</p>
<p>Jawaban terakhir dari pertanyaan tersebut adalah penulis memiliki misi pribadi sebagai seorang ketua untuk <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/membangun-fondasi-organisasi/">membangun fondasi organisasi</a> yang kuat. Demi kuatnya fondasi tersebut, penulis harus mengalokasikan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.</p>
<p>Karang Taruna dengan kepengurusan yang baru sudah berjalan sekitar enam bulan. Tentu mereka akan mengalami kendala, apalagi penulis cukup dominan ketika memimpin, dan itu merupakan <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/">satu kesalahan penulis sebagai ketua</a>.</p>
<p>Penulis sekarang hanya bisa <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/memantau-dari-jauh/">memantau mereka dari jauh</a>, mengamati bagaimana mereka mengelola organisasi yang telah kami bangun bersama-sama. Tentu penulis mengharapkan mereka bisa lebih sukses, karena dengan demikian, penulis tidak perlu menyesal telah mengorbankan waktu demi mereka.</p>
<p>Ah, seharusnya penulis tak perlu merasa menyesal apapun yang terjadi. Bukankah yang namanya cinta <a href="http://whathefan.com/renungan/cinta-tak-perlu-merasa-berkorban/">sejatinya tidak perlu merasa berkorban</a>?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 5 Februari 2019, terinspirasi setelah mengamati perkembangan Karang Taruna setelah 6 bulan penulis tinggal</p>
<p>Foto:</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">Kenapa Menghabiskan Waktu untuk Karang Taruna?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru Ala Karang Taruna</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2018 18:43:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[katar]]></category>
		<category><![CDATA[kebersamaan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1934</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun baru, bagi Karang Taruna (Katar) yang pernah penulis pimpin, merupakan salah satu momen yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan antar anggotanya. Pada tulisan ini penulis ingin berbagi tentang dua acara yang pernah dilaksanakan. Tahun Baru 2017 Karena baru terbentuk pada tanggal 3 September 2016, maka pergantian tahun dari 2016 ke 2017 merupakan momen [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/">Tahun Baru Ala Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun baru, bagi Karang Taruna (Katar) yang pernah penulis pimpin, merupakan salah satu momen yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan antar anggotanya. Pada tulisan ini penulis ingin berbagi tentang dua acara yang pernah dilaksanakan.</p>
<h3>Tahun Baru 2017</h3>
<p>Karena <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/kelahiran-gen-x-swi/">baru terbentuk</a> pada tanggal <strong>3 September 2016</strong>, maka pergantian tahun dari 2016 ke 2017 merupakan momen tahun baru pertama yang bisa dirayakan oleh Karang Taruna.</p>
<p>Inti acaranya sederhana saja, kumpul bersama sambil bakar-bakar dan menikmati hidangan bersama-sama. Dana acara seperti ini biasanya dibiayai oleh anggota-anggota Katar yang senior seumuran penulis.</p>
<p>Makanan favorit untuk dibakar? Sosis jumbo seharga 63 ribu satu pak berisi 12 + 1. Waktu itu ada juga yang menyumbang ayam untuk dibakar. Untuk urusan makanan, tidak pernah ada rasa khawatir kekurangan, pasti ada aja yang memberi.</p>
<div id="attachment_1937" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1937" class="size-large wp-image-1937" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1937" class="wp-caption-text">Makanan Favorit Bersama</p></div>
<p>Daripada makan-makan, acara seperti ini justru lebih nikmat ketika menyiapkan acaranya. Bagaimana seluruh anggota organisasi berbagi tugas demi menyiapkan makanan yang akan disantap bersama, walau terkadang ada anggota yang malas bekerja.</p>
<p>Selain makan-makan, acara ini juga diisi acara tukar kado dengan budget di bawah 10 ribu, di mana penulis memberikan buku biografi <strong>Rhoma Irama</strong> yang penulis dapatkan secara gratis.</p>
<p>Acara ditutup dengan bertukar pesan dan kesan kepada masing-masing anggota melalui sebuah buku catatan kecil. Penulis masih menyimpan buku tersebut sampai sekarang, bahkan penulis bawa ke Jakarta.</p>
<p>Keesokan harinya, tentu yang harus dilakukan adalah membereskan sisa-sisa acara kemarin. Lokasi acaranya sendiri dilaksanakan di A-17 yang kebetulan dimiliki oleh salah satu anggota Katar.</p>
<p>Dengan demikian, berakhirlah perayaan tahun baru pertama Karang Taruna Gen X SWI. Oh iya, tanpa mercon ya!</p>
<h3>Tahun Baru 2018</h3>
<p>Karena ingin memberikan nilai lebih dibandingkan acara tahun 2017, penulis memiliki ide untuk menjadikan malam pergantian tahun lebih bermakna. Caranya, dengan mengadakan <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/next-gen-development-project/">Next Gen Development Project</a>.</p>
<p>Agenda ini berlangsung selama kurang lebih satu minggu, di mana anggota Katar terbagi menjadi tiga tim dan harus bisa mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Malam tahun baru digunakan sebagai malam puncak acara.</p>
<div id="attachment_1938" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1938" class="size-large wp-image-1938" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1938" class="wp-caption-text">Pemenang Next Gen Development Project</p></div>
<p>Penulis sudah membahasnya di tulisan sebelumnya, sehingga tidak akan penulis ulangi lagi. Yang jelas, peserta acara tersebut lebih sedikit jika dibandingkan acara sebelumnya. Alasannya, mungkin banyak yang sudah memiliki acara sendiri.</p>
<p>Tentu yang namanya malam puncak tidak akan lengkap jika tidak ada bakar-bakarnya. Oleh karena itu, selain menentukan pemenang pertandingan ini, kami juga melakukan ritual yang sama dengan tahun kemarin: bakar-bakar.</p>
<h3><strong>Tahun Baru 2019</strong></h3>
<p>Pada pergantian tahun 2019 ini, penulis yang sudah pensiun dari Katar telah berada di Jakarta demi melanjutkan hidupnya. Yang penulis tahu, tahun ini tidak ada perayaan tahun baru dikarenakan banyak anggotanya yang sedang berlibur dengan keluarganya masing-masing.</p>
<p>Tidak apa-apa, gantian. Mereka juga berhak kumpul dan menghabiskan malam tahun baru bersama keluarga mereka. Apalagi, tahun ini tahun baru terjadi bersamaan dengan libur panjang sekolah, sehingga banyak yang keluar kota.</p>
<p>Kalau boleh jujur, penulis memang agak sedih karena sudah tidak bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan mereka. Hampir dua tahun bersama membuat penulis merasa memiliki ikatan yang kuat dengan mereka, walaupun mereka belum tentu merasakan hal yang sama.</p>
<p>Meskipun begitu, penulis tetap mendoakan yang terbaik untuk Karang Taruna di bawah kepengurusan yang baru. Semoga mereka makin solid dan dapat melaksanakan program kerja yang telah diagendakan.</p>
<p>Semoga <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/membangun-fondasi-organisasi/">fondasi organisasi</a> yang telah penulis dan rekan-rekan bangun mampu menopang organisasi yang kini dikelola oleh adik-adik penulis ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melawai, 1 Januari 2019, terinspirasi setelah melamunkan apa yang dilakukan para anggota Katar di saat pergantian tahun 2019</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/">Tahun Baru Ala Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bill Gates dan Sumpah Pemuda</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/bill-gates-dan-sumpah-pemuda/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/bill-gates-dan-sumpah-pemuda/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2018 11:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Bill Gates]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1555</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kenapa di saat hari peringatan sumpah pemuda penulis malah menulis tentang tokoh asing? Apa Indonesia tidak memiliki pemuda yang pantas untuk dijadikan judul? Kenapa harus Bill Gates? Sederhana sih alasannya, karena Bill Gates memiliki tanggal lahir yang sama meskipun beda tahun dengan peringatan sumpah pemuda. Pilihan Jalan Hidup Bill Gates William Henry “Bill” Gates III [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bill-gates-dan-sumpah-pemuda/">Bill Gates dan Sumpah Pemuda</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa di saat hari peringatan sumpah pemuda penulis malah menulis tentang tokoh asing? Apa Indonesia tidak memiliki pemuda yang pantas untuk dijadikan judul? Kenapa harus Bill Gates?</p>
<p>Sederhana sih alasannya, karena Bill Gates memiliki tanggal lahir yang sama meskipun beda tahun dengan peringatan sumpah pemuda.</p>
<p><strong>Pilihan Jalan Hidup Bill Gates</strong></p>
<p><strong>William Henry “Bill” Gates III </strong>lahir di Seatle, Washington, Amerika Serikat, pada tanggal 28 Oktober 1955, tahun yang sama dengan <a href="http://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/">Steve Jobs</a>. Pada usia ke 20 ia telah mendirikan Microsoft bersama rekannya, almarhum Paul Allen.</p>
<p>Terkenal sebagai tokoh teknologi, mungkin banyak yang belum tahu bahwa awalnya orang tua Bill Gates menginginkan anaknya menjadi seorang pengacara. Tapi seperti yang kita ketahui, Gates memutuskan untuk tidak menuruti permintaan orangtuanya dan<strong> lebih memilih jalan hidupnya sendiri</strong>.</p>
<div id="attachment_1557" style="width: 1018px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1557" class="size-full wp-image-1557" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/large_lIChSUew-4_dE2cdLaptHxn_8y8_65n7fIgxk-XZ-M.jpg" alt="" width="1008" height="435" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/large_lIChSUew-4_dE2cdLaptHxn_8y8_65n7fIgxk-XZ-M.jpg 1008w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/large_lIChSUew-4_dE2cdLaptHxn_8y8_65n7fIgxk-XZ-M-300x129.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/large_lIChSUew-4_dE2cdLaptHxn_8y8_65n7fIgxk-XZ-M-768x331.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/large_lIChSUew-4_dE2cdLaptHxn_8y8_65n7fIgxk-XZ-M-356x154.jpg 356w" sizes="(max-width: 1008px) 100vw, 1008px" /><p id="caption-attachment-1557" class="wp-caption-text">via weforum.org</p></div>
<p>Coba sekarang bayangkan seandainya <strong>Microsoft</strong> tidak pernah ada, apakah yang akan terjadi?</p>
<p><a href="http://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Apple</a> akan memonopoli dunia? Ataukah ada perusahaan baru yang akan menggantikan posisi Microsoft? Apakah kita akan mengerjakan tugas menggunakan <em>Lotus</em>, perangkat <em>office</em> buatan IBM?</p>
<p>Banyak sekali yang dapat terjadi seandainya Bill Gates mengikuti keinginan orang tuanya. Coba kita berimajinasi seandainya Bill Gates menjadi seorang pengacara.</p>
<p>Bayangkan seorang Bill Gates berada di meja sidang, sedang membela seorang terdakwa. Bayangkan ia sedang mendebat pihak yang menuntut di hadapan hakim.</p>
<p>Mungkin dia tidak akan terkenal dan sesukses sekarang apabila hanya menjadi seorang pengacara, dibandingkan menjadi seorang bos Microsoft.</p>
<p><strong>Hidup adalah Pilihan, Pemuda Harus Bisa Memilih</strong></p>
<p>Kehidupan milik kita adalah sepenuhnya pilihan kita. Orangtua boleh memberikan masukan, namun keputusan tetap di tangan kita sebagai yang menjalani hidup.</p>
<p>Bill Gates memilih <em>dropout</em> dari <strong>Harvard</strong> untuk membuat perusahaan. Bukan berarti kita harus <em>dropout </em>juga sepertinya. Poinnya adalah bersungguh-sungguh dengan pilihan yang diambil, jalan manapun yang diambil.</p>
<div id="attachment_1558" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1558" class="wp-image-1558 size-large" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/o-HARVARD-UNIVERSITY-BUILDING-facebook-1024x512.jpg" alt="" width="1024" height="512" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/o-HARVARD-UNIVERSITY-BUILDING-facebook-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/o-HARVARD-UNIVERSITY-BUILDING-facebook-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/o-HARVARD-UNIVERSITY-BUILDING-facebook-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/o-HARVARD-UNIVERSITY-BUILDING-facebook-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/o-HARVARD-UNIVERSITY-BUILDING-facebook.jpg 2000w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1558" class="wp-caption-text">via collegeconsensus.com</p></div>
<p>Di hari sumpah pemuda ini, masih banyak pemuda yang galau dalam menentukan pilihannya. Jangankan pilihan hidup, <strong>memilih mana pasangan saja sudah membuat dirinya galau sepanjang hari</strong>.</p>
<p>Lebih parahnya jika bertemu dengan pemuda lain yang berbeda pilihan. Kita akan merasa paling benar dan kelompok lain pasti salah. Dengan mudahnya kita terpecah belah hanya karena berbeda pilihan.</p>
<p>Bagaimana bisa menjadi pemuda yang bisa mengubah bangsa ini, jika <strong>mudah terhalang oleh masalah sepele</strong>. Sadarlah bahwa kita adalah generasi penerus bangsa, yang akan menjalankan negara ini beberapa tahun mendatang.</p>
<p>Bagaimana bisa menjadi pemuda yang akan memimpin bangsa ini, jika <strong>perbedaan kecil saja sudah menyulut pertikaian</strong>. Sebagai sesama anak bangsa, sudah sepatutnya kita bahu-membahu membangun bangsa.</p>
<div id="attachment_1581" style="width: 760px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1581" class="size-full wp-image-1581" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/1858114607.jpg" alt="" width="750" height="500" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/1858114607.jpg 750w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/1858114607-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/1858114607-356x237.jpg 356w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><p id="caption-attachment-1581" class="wp-caption-text">via nasional.kompas.com</p></div>
<p><strong>90 tahun yang lalu</strong>, di bawah ancaman penjajah, para pemuda mengucapkan sumpah yang mempersatukan mereka. Apakah kita mau mengecewakan mereka yang telah susah payah mempersatukan kita?</p>
<p>Latihlah mulai sekarang <a href="http://whathefan.com/buku/motivasi-anti-mainstream-pada-sebuah-seni-untuk-bersikap-bodo-amat/">untuk bisa memilah</a>, mana masalah yang memang harus dipikirkan dan mana masalah yang harus diabaikan. Pemuda yang mengucapkan sumpah 90 tahun lalu tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal yang remeh temeh .</p>
<p>Latihlah mulai sekarang untuk bisa menghargai perbedaan yang ada. Janganlah jadi pemuda yang dengan mudahnya merasa paling benar dan tidak bisa menerima perbedaan pendapat.</p>
<p>Jadilah pemuda yang berani mengambil pilihan, jadilah pemuda yang berani mengambil resiko. Jadilah pemuda penggerak negara, jadilah pemuda yang tetap menghayati makna sumpah pemuda.</p>
<p>Selamat memperingati <strong>Sumpah Pemuda</strong>, dan selamat ulang tahun untuk <strong>Bill Gates</strong>!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 27 Oktober 2018, pernah dimuat pada oyibanget.com dengan judul Sumpah Pemuda dan Bill Gates</p>
<p>Photo: <a href="http://cnbc.com">cnbc.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bill-gates-dan-sumpah-pemuda/">Bill Gates dan Sumpah Pemuda</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/bill-gates-dan-sumpah-pemuda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Corat-Coret Seragam Setelah Hardiknas</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/corat-coret-seragam-setelah-hardiknas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/corat-coret-seragam-setelah-hardiknas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 May 2018 15:35:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[corat-coret]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[seragam]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=702</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hingga kini, penulis masih belum dapat menemukan arti dari tradisi kelulusan yang dilakukan oleh pelajar: Corat-coret Seragam. Ketika penulis lulus pun sama sekali tidak ada ketertarikan untuk melakukannya. Biarlah penulis dianggap culun, melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas bukan gaya penulis. Ada yang menganggap itu merupakan ekspresi kebebasan mereka setelah menjalani masa-masa sekolah selama 12 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corat-coret-seragam-setelah-hardiknas/">Corat-Coret Seragam Setelah Hardiknas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hingga kini, penulis masih belum dapat menemukan arti dari tradisi kelulusan yang dilakukan oleh pelajar: Corat-coret Seragam. Ketika penulis lulus pun sama sekali tidak ada ketertarikan untuk melakukannya. Biarlah penulis dianggap culun, melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas bukan gaya penulis.</p>
<p>Ada yang menganggap itu merupakan ekspresi kebebasan mereka setelah menjalani masa-masa sekolah selama 12 tahun (atau lebih, bagi yang pernah tinggal kelas). Hubungan antara kebebasan dan corat-coret apa? Bebas mencorat-coret di seragam maksudnya?</p>
<p>Ada yang menganggap itu merupakan aspirasi pelajar setelah ujian yang begitu menyita waktu dan tenaga. Penulis pun tidak sepakat dengan sistem kelulusan yang dimiliki oleh kita, akan tetapi bagaimana aspirasi tersampaikan jika bentuknya corat-coret?</p>
<p>Emangnya kenapa? Toh enggak ada salahnya.</p>
<p>Salah atau tidak kalau kita melakukan sesuatu yang tidak ada manfaatnya? Coba sebutkan satu saja manfaat corat-coret seragam.</p>
<p>Jadi kenang-kenangan masa SMA yang warna-warni.</p>
<p>Kenapa kenang-kenangannya berupa seragam yang dicoret-coret? Kenapa bukan berupa sumbangan seragam kita kepada anak-anak yang membutuhkan? Ambil foto waktu menyerahkan, jadi kenang-kenangan deh.</p>
<p><strong>Satu Hari Setelah Hardiknas</strong></p>
<p>Pengumuman kelulusan tahun ini tepat satu hari setelah hari pendidikan nasional (hardiknas). Entah ini hardiknas yang ke berapa, yang jelas corat-coret seragam perlu kita masukkan ke dalam renungan.</p>
<p>Seandainya Ki Hadjar Dewantara masih hidup, bagaimana ekspresi beliau melihat siswa-siswa yang dulu ia perjuangkan agar mendapatkan pendidikan mencorat-coret seragam yang selama ini telah menemani mereka belajar? Sedihkah, atau malah justru senang melihat euforia mereka?</p>
<p>Selain itu, setelah meninggalkan bangku sekolah, justru mereka akan memasuki dunia yang benar-benar baru, dunia yang terkadang membuat kita berpikir bahwa fisika maupun kimia yang telah dipelajari tidak akan berguna. Mereka akan menghadapi kenyataan sebagai orang dewasa, bukan lagi anak-anak yang digandeng orang tuanya.</p>
<p>Lantas, bukankah kelulusan sekolah seharusnya tidak dirayakan? Justru, kita harus banyak berusaha dan berdoa agar dapat bertahan di antara kerasnya persaingan hidup. Sehingga, alangkah lebih baik jika kelulusan diwarnai dengan kegiatan doa bersama, memohon kemudahan untuk menghadapi apa yang merintang di depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 11 Mei 2018, terinspirasi setelah jalan-jalan di dalam kampus IPB</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://ranahkehidupanku.blogspot.co.id/2016/04/tradisi-corat-coret-seragam-selepas-uan.html">http://ranahkehidupanku.blogspot.co.id/2016/04/tradisi-corat-coret-seragam-selepas-uan.html</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corat-coret-seragam-setelah-hardiknas/">Corat-Coret Seragam Setelah Hardiknas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/corat-coret-seragam-setelah-hardiknas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
