<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>perilaku Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/perilaku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/perilaku/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Aug 2021 03:46:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>perilaku Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/perilaku/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Beradaptasi dengan Lingkungan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/beradaptasi-dengan-lingkungan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/beradaptasi-dengan-lingkungan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jun 2018 03:23:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pergaulan]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=859</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Ah, kayaknya aku gak bakal deh diterima sama mereka.&#8221; &#8220;Ah, kalo aku gabung ke situ paling aku cuma diem.&#8221; &#8220;Ah, mereka kayaknya enggak suka sama aku.&#8221; &#8220;Ah, aku enggak butuh mereka, aku lebih suka sendiri.&#8221; Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran yang menggantung di dalam hati kita ketika kita merasa ragu untuk bergabung dalam pembicaraan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/beradaptasi-dengan-lingkungan/">Beradaptasi dengan Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Ah, kayaknya aku gak bakal deh diterima sama mereka.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, kalo aku gabung ke situ paling aku cuma diem.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, mereka kayaknya enggak suka sama aku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, aku enggak butuh mereka, aku lebih suka sendiri.&#8221;</p>
<p>Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran yang menggantung di dalam hati kita ketika kita merasa ragu untuk bergabung dalam pembicaraan yang telah dimulai oleh sekelompok orang. Penulis bisa berkata demikian karena penulis alami sendiri :).</p>
<p>Kita terlalu rumit dengan pikiran kita sendiri hingga menjustifikasi orang lain seenak kita. Padahal, belum tentu praduga-praduga tersebut terbukti. Bukankah membuat kesimpulan tanpa data adalah kesalahan besar?</p>
<p>Bisa berbaur dengan lingkungan baru merupakan salah satu teknik adaptasi yang dibutuhkan dalam kehidupan bersosial. Syarat pertama agar bisa melakukan hal tersebut, ya membuang segala prasangka-prasangka tersebut.</p>
<p>Coba bayangkan situasi sebagai berikut:</p>
<p><em>Budi baru saja pindah ke Sumber Wuni. Di hari pertamanya, ia mencoba untuk bermain ke lapangan untuk mengenal teman-teman sekampungnya. Ketika sampai di lapangan, ia melihat sekumpulan remaja sedang bercengkerama di pinggir lapangan. Apa yang harus dilakukan Budi?</em></p>
<p>Jika yang ada di benak Budi adalah pikiran-pikiran yang ada di awal tulisan, tentu ia akan memutuskan untuk balik badan. Atau minimal, duduk agak jauh dari tempat mereka berkumpul, menunggu diajak bergabung oleh mereka.</p>
<p>Akan tetapi, karena Budi adalah anak yang berpikir positif, maka ia berusaha untuk langsung bergabung dengan mereka dan memperkenalkan diri. Dan ternyata, remaja-remaja tersebut sangat <em>welcome </em>terhadap Budi.</p>
<p>Ketika awal-awal, mungkin kita akan lebih banyak diam mendengarkan pembicaraan mereka, dan ini sangat normal. Sebagai orang baru, tentu kita harus mengetahui dulu bagaimana kebiasaan, sifat, gaya bahasa teman-teman baru kita. Jangan sampai kita sok membaur dengan gaya kita sendiri karena hal tersebut dapat membuat risih orang lain.</p>
<p>Misalkan saja, orang Jakarta pindah ke Malang, tentu ia tidak dapat menggunakan bahasa <em>gue lo </em>dalam tempo cepat terhadap orang Jawa yang menggunakan <em>aku awakmu </em>yang bertempo lambat. Anak baru tersebut kemungkinan besar akan dicap &#8220;mentang-mentang dari Jakarta jadi sombong&#8221;.</p>
<p>Beradaptasi tentu memerlukan waktu untuk penyesuaian. Manfaatkanlah waktu-waktu di awal perkenalan sebagai momen untuk mengobservasi orang-orang di lingkungan baru. Ketika merasa sudah bisa menyesuaikan diri, cobalah untuk bergabung lebih dalam lagi dengan mereka.</p>
<p>Idealnya, kita yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kita, bukan sebaliknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 10 Juni 2018, terinspirasi ketika malam setelah pemilihan ketua Karang Taruna periode 2018-2021</p>
<p>Sumber foto: <a href="http://www.tv3.ie/xpose/article/lifestyle/258356/Signs-your-childs-lonely-and-10-tips-on-how-to-help-them">http://www.tv3.ie/xpose/article/lifestyle/258356/Signs-your-childs-lonely-and-10-tips-on-how-to-help-them</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/beradaptasi-dengan-lingkungan/">Beradaptasi dengan Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/beradaptasi-dengan-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
