<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>persahabatan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/persahabatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/persahabatan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Jan 2021 10:32:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>persahabatan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/persahabatan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Syair Hari Terakhir</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/syair-hari-terakhir/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/syair-hari-terakhir/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2018 14:51:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[Asian Games]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[stadion Patriot]]></category>
		<category><![CDATA[syair]]></category>
		<category><![CDATA[volunteer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1210</guid>

					<description><![CDATA[<p>Stadion Patriot, hari terakhir Bermetamorfosis menjadi syair Berawal dari formulir Kita mulai sebagai amatir Kerja keras hingga tergelincir Kadang terjungkir Hingga menjadi mahir Walau sering dicibir Peristiwa terjadi secara bergilir Permainan yang menyihir Gol yang dianulir Pemain yang menyisir Tim yang tersingkir Hingga makanan yang mubazir Pemimpin yang mondar-mandir Sibuk dengan daftar hadir Bergerak bagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/syair-hari-terakhir/">Syair Hari Terakhir</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Stadion Patriot, hari terakhir<br />
Bermetamorfosis menjadi syair</p>
<p>Berawal dari formulir<br />
Kita mulai sebagai amatir<br />
Kerja keras hingga tergelincir<br />
Kadang terjungkir<br />
Hingga menjadi mahir<br />
Walau sering dicibir</p>
<p>Peristiwa terjadi secara bergilir<br />
Permainan yang menyihir<br />
Gol yang dianulir<br />
Pemain yang menyisir<br />
Tim yang tersingkir<br />
Hingga makanan yang mubazir</p>
<p>Pemimpin yang mondar-mandir<br />
Sibuk dengan daftar hadir<br />
Bergerak bagai petir<br />
Terkadang duduk di pinggir<br />
Membuat kami khawatir<br />
Tenaganya akan terforsir</p>
<p>Perkawanan yang cair<br />
Menjadi sebotol eliksir<br />
Berharga bagai batu safir<br />
Yang tergeletak di antara pesisir<br />
Bersinar di antara butir pasir<br />
Di dalam hati kita ukir</p>
<p>Perpisahan terasa getir<br />
Kata tak terucap dari bibir<br />
Berubah menjadi desir<br />
Semua pengalaman nadir<br />
Dengan lembut ia mengalir<br />
Seolah membentuk takdir</p>
<p>Kayuringin, 28 Agustus 2018, terinspirasi hari terakhir bekerja sebagai volunteer Asian Games di Stadion Patriot</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/syair-hari-terakhir/">Syair Hari Terakhir</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/syair-hari-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menggadaikan Persahabatan Demi Cinta</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/menggadaikan-persahabatan-demi-cinta/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/menggadaikan-persahabatan-demi-cinta/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2018 03:51:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[gadai]]></category>
		<category><![CDATA[pegadaian]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1011</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernah ada suatu masa, ketika penulis masih labil dan belum memahami betapa pentingnya sahabat. Pernah ada suatu masa, di mana penulis dibutakan oleh cinta seolah tidak bisa hidup tanpanya. Semoga dengan adanya tulisan ini, bisa dijadikan pelajaran bersama untuk kita semua. Apakah kalian pernah ke pegadaian untuk menggadaikan barang? Kita menyerahkan barang kita untuk ditukarkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/menggadaikan-persahabatan-demi-cinta/">Menggadaikan Persahabatan Demi Cinta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah ada suatu masa, ketika penulis masih labil dan belum memahami betapa pentingnya sahabat. Pernah ada suatu masa, di mana penulis dibutakan oleh cinta seolah tidak bisa hidup tanpanya. Semoga dengan adanya tulisan ini, bisa dijadikan pelajaran bersama untuk kita semua.</p>
<p>Apakah kalian pernah ke pegadaian untuk menggadaikan barang? Kita menyerahkan barang kita untuk ditukarkan dengan sejumlah uang, yang bisa ditebus jika kita bisa mengembalikan uang yang dipinjam. Jika melewati tanggal jatuh tempo, maka hanguslah barang yang kita gadaikan.</p>
<p>Dalam kasus percintaan, mari kita jadikan proses transaksi tersebut menjadi sebuah analogi.</p>
<p>Seringkali, termasuk pengalaman penulis, kita sering dibutakan oleh cinta sesaat. Kita merasa cinta tersebut begitu berarti sehingga kita rela melakukan apapun, termasuk menggadaikan persahabatan.</p>
<p>Apa maksudnya? Yang digadaikan adalah waktu, tenaga, perhatian dan lain sebagainya yang biasanya kita berikan kepada sahabat. Kita menjadi acuh, meninggalkan sahabat karena lebih memprioritas sosok yang baru saja hadir di kehidupan kita.</p>
<p>Kenapa menggunakan istilah gadai? Karena ketika kita sudah sadar bahwa cinta tersebut hanya semu semata, kita ingin mengambil kembali apa yang telah &#8220;digadaikan&#8221; karena cinta sesaat tersebut.</p>
<p>Untunglah jika sahabat yang kita tinggalkan pemaaf dan mau menerima kita kembali. Bagaimana jika tidak? Ya hanguslah persahabatan tersebut, sama seperti barang pegadaian yang telah lewat jatuh temponya. Yang tersisa hanyalah penyesalan.</p>
<p>Oleh karena itu, jangan pernah sekalipun menggadaikan persahabatan demi cinta, apalagi bagi kalian yang masih duduk di bangku sekolah. Usia kalian insyaAllah masih panjang, manfaatkanlah waktu sebaik mungkin, luangkan waktu untuk orang-orang yang lebih layak mendapatkan perhatianmu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 20 Juli 2018, terinspirasi dari pengalaman masa lalu</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.pexels.com/photo/backlit-dawn-foggy-friendship-697243/">https://www.pexels.com/photo/backlit-dawn-foggy-friendship-697243/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/menggadaikan-persahabatan-demi-cinta/">Menggadaikan Persahabatan Demi Cinta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/menggadaikan-persahabatan-demi-cinta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
