<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>politisasi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/politisasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/politisasi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2018 04:19:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>politisasi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/politisasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Politisasi Terorisme</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/politisasi-terorisme/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/politisasi-terorisme/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 May 2018 04:19:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[#kamitidaktakut]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[politisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rocky Gerung]]></category>
		<category><![CDATA[Ruhut Sitompul]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=752</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di tengah badai bencana yang mengguncang Indonesia, masih saja ada orang-orang yang mempolitisasi kejadian ini demi keuntungannya sendiri. Ada yang dari kubu pro-pemerintah ada yang dari kubu oposisi, sama saja. Berikut tweet dari Ruhut Sitompul yang terkenal sebagai loyalis presiden Jokowi. Apa perlu mengaitkan kejadian yang mengoreskan luka bangsa Indonesia ini dengan Jokowi 2 periode? Terserah bapak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/politisasi-terorisme/">Politisasi Terorisme</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah badai bencana yang mengguncang Indonesia, masih saja ada orang-orang yang mempolitisasi kejadian ini demi keuntungannya sendiri. Ada yang dari kubu pro-pemerintah ada yang dari kubu oposisi, sama saja.</p>
<p>Berikut <em>tweet </em>dari Ruhut Sitompul yang terkenal sebagai loyalis presiden Jokowi.</p>
<div id="attachment_753" style="width: 863px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-753" class="wp-image-753 size-large" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdH1AmLU8AAiHPP-1-853x1024.jpg" alt="" width="853" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdH1AmLU8AAiHPP-1-853x1024.jpg 853w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdH1AmLU8AAiHPP-1-250x300.jpg 250w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdH1AmLU8AAiHPP-1-768x922.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdH1AmLU8AAiHPP-1-213x255.jpg 213w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdH1AmLU8AAiHPP-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 853px) 100vw, 853px" /><p id="caption-attachment-753" class="wp-caption-text">Tweet Ruhut Sitompul (www.twitter.com)</p></div>
<p>Apa perlu mengaitkan kejadian yang mengoreskan luka bangsa Indonesia ini dengan Jokowi 2 periode? Terserah bapak jika mati-matian ingin mendukung Jokowi 2 periode, tapi memanfaatkan bom Surabaya untuk meraup simpati jelas merugikan bapak sendiri. Masyarakat sudah cukup cerdas untuk memilah mana yang baik mana yang buruk.</p>
<p>Dari pihak oposisi, seperti Fahri Hamzah dan Fadli Zon pun memanfaatkan kejadian ini untuk menyerang pemerintahan. Berikut tweet dari Fahri Hamzah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_754" style="width: 793px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-754" class="size-full wp-image-754" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_104828.jpg" alt="" width="783" height="682" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_104828.jpg 783w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_104828-300x261.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_104828-768x669.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_104828-293x255.jpg 293w" sizes="(max-width: 783px) 100vw, 783px" /><p id="caption-attachment-754" class="wp-caption-text">Tweet Fahri Hamzah (www.twitter.com)</p></div>
<p>Mungkin <em>tweet </em>tersebut merupakan kritikan bung Fahri terhadap pemerintah yang seringkali menyudutkan agama tertentu sehingga terciptalah iklim yang tidak kondusif antar umat beragama. Tetap saja, menyebutkan itu ketika suasana duka rasanya kurang bijak dan dapat menyakiti beberapa pihak.</p>
<p><strong>Saling Lempar Tanggung Jawab</strong></p>
<p>Lucunya, berbagai elemen yang ada di Indonesia saling melempar tudingan terkait penyebab terjadinya aksi teror tersebut. Beberapa menuduh DPR lama sekali menyelesaikan revisi UU Terorisme, tidak seperti RUU MD3 yang kilat.</p>
<p>Pihak DPR mengelak, dengan mengatakan bahwa pemerintah lah yang sering mengulur penyelesaian RUU Terorisme. Yasonna Laoly sebagai Menhunkam mengelak fakta tersebut dan balik menyalahkan DPR. Presiden Jokowi menyatakan bahwa akan membuat Perppu apabila hingga bulan Juni RUU Terorisme belum rampung juga.</p>
<p>Menurut penulis, revisi UU Terorisme bukan solusi dari permasalahan teror ini. Bukankah selama ini pihak kepolisian telah menangkap banyak sekali pelaku terorisme, termasuk bom panci yang sempat ramai. Lalu, mengapa revisi undang-undang yang disalahkan, jika dengan undang-undang yang lama bisa digunakan untuk sementara waktu.</p>
<p>Ada juga yang menyalahkan pihak polisi dan intelijen, kenapa bisa bobol berkali-kali dalam rentang waktu yang dekat? Bukankah biasanya mereka dapat meringkus terduga teroris dengan sigap? Apa karena sang teroris kali ini terlalu lihai sehingga dapat melewati celah-celah keamanan? Jelas, para aparat keamanan negara mendapatkan tekanan yang cukup tinggi dari masyarakat.</p>
<p>Rocky Gerung mengungkapkan permasalahan ini pada <em>twitter</em>-nya.</p>
<div id="attachment_757" style="width: 796px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-757" class="size-full wp-image-757" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_111113.jpg" alt="" width="786" height="378" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_111113.jpg 786w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_111113-300x144.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_111113-768x369.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_111113-356x171.jpg 356w" sizes="(max-width: 786px) 100vw, 786px" /><p id="caption-attachment-757" class="wp-caption-text">Tweet Rocky Gerung (www.twitter.com)</p></div>
<p><strong>#KAMITIDAKTAKUT</strong></p>
<p>Di luar mencari siapa yang salah, masyarakat menyatakan keberaniannya dengan menggunakan hashtag <strong>#kamitidaktakut</strong>. Tidak salah, namun apakah penggunaan hashtag di media sosial efektif menjadi solusi dari permasalahan yang ada? Bisa jadi, setidaknya hashtag tersebut digunakan untuk menguatkan satu sama lain.</p>
<p>Hanya saja, kita perlu mencari solusi yang lebih aplikatif di lapangan. Penulis sendiri belum tahu solusi apa yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini, mungkin hanya sekedar waspada dan segera melapor jika melihat orang yang mencurigakan.</p>
<p>Banyak yang berspekulasi bahwa rentetan kejadian ini memiliki sesuatu yang lebih besar daripada yang nampak di permukaan. Ada yang mengatakan pengalihan isu, ada yang mengatakan ingin mengadu domba, ada yang mengatakan penghancuran Islam dari dalam, macam-macam.</p>
<p>Semoga saja segala prasangka tersebut salah, meskipun kita harus tetap waspada.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 16 Mei 2018, setelah membaca <em>tweet </em>dari beberapa pejabat publik.</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://www.portal-islam.id/2016/08/antara-ruhut-sitompul-dan-fahri-hamzah.html">http://www.portal-islam.id/2016/08/antara-ruhut-sitompul-dan-fahri-hamzah.html</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/politisasi-terorisme/">Politisasi Terorisme</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/politisasi-terorisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
