<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>revolusi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/revolusi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/revolusi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:21:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>revolusi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/revolusi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Revolusi karena Pajak</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2021 09:21:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4738</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika mendengar kata pajak, apa yang akan terbesit pertama kali di pikiran kita? Jawabannya bisa yang standar seperti kewajiban hingga yang anti mainstream seperti dikorupsi. Sebagai orang awam, kita diberi tahu kalau pajak merupakan salah satu pemasukan negara agar memiliki anggaran. Pajak juga banyak sekali macamnya, setidaknya di negara kita. Pajak penghasilan, pajak makan, pajak mendirikan bangunan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/">Revolusi karena Pajak</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika mendengar kata pajak, apa yang akan terbesit pertama kali di pikiran kita? Jawabannya bisa yang standar seperti kewajiban hingga yang anti <em>mainstream </em>seperti dikorupsi.</p>
<p>Sebagai orang awam, kita diberi tahu kalau pajak merupakan <strong>salah satu pemasukan negara</strong> agar memiliki anggaran.</p>
<p>Pajak juga banyak sekali macamnya, setidaknya di negara kita. Pajak penghasilan, pajak makan, pajak mendirikan bangunan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Akhir-akhir ini, pemerintah kerap disorot karena terlihat memungut pajak hampir di segala sektor yang dulunya tidak tersentuh pajak.</p>
<p>Pemerintah pasti punya pertimbangannya sendiri. Hanya saja, jika dilakukan berlebihan juga akan membuat masyarakat merasa gerah.</p>
<p>Di dalam sejarah, setidaknya <strong>ada dua revolusi yang dimulai akibat adanya pajak yang menyengsarakan rakyat</strong>.</p>
<h1>Revolusi Prancis, 1789-1799</h1>
<div id="attachment_4739" style="width: 750px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4739" class="size-large wp-image-4739" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1-1024x607.jpeg" alt="" width="740" height="439" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1-1024x607.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1-300x178.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1-768x455.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><p id="caption-attachment-4739" class="wp-caption-text">Revolusi Prancis (<a href="https://time.com/4402553/bastille-day-history-july-14/">Time Magazine</a>)</p></div>
<p>Selama berabad-abad, <strong>Prancis telah dipimpin oleh Monarki absolut</strong>. Sesuatu yang berlangsung secara absolut biasanya akan runtuh, apalagi jika pemimpinnya tidak bisa mengatasi krisis yang sedang melanda negerinya.</p>
<p>Itulah yang terjadi pada Prancis ketika <strong>Louis XVI</strong> naik takhta. Dari komik biografi Napoleon Bonaparte yang pernah Penulis baca, ia adalah raja yang gemar menggelar pesta dan hidup bermewah-mewahan.</p>
<p>Istrinya, <strong>Ratu Marie Antoinette</strong> yang terkenal karena kecantikannya, juga merupakan tipe orang yang pemboros dan sama sekali tidak memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.</p>
<p>Perang melawan Inggris dan upaya membantu Amerika Serikat meraih kemerderkaan sangat merugikan Prancis dari sisi finansial. Apalagi, gaya hidup istana sangat berbanding terbalik dengan kehidupan rakyatnya yang begitu sengsara.</p>
<p>Solusi apa yang ditawarkan? <strong>Menaikkan pajak masyarakat kelas bawah</strong>.</p>
<p>Padahal, penerapan pajak di Prancis sudah begitu timpang di mana tekanan terbesar justru diberikan kepada masyarakat miskin. Kaum bangsawan justru mendapatkan banyak keringanan.</p>
<p>Revolusi pun akhirnya dimulai, ditandai dengan <strong>penyerbuan penjara Bastille</strong>. Rakyat yang sudah muak dengan monarki yang memimpin mereka mulai bertindak, termasuk memenggal kepala orang-orang istana. Louis XVI dan istrinya yang cantik pun berakhir di <em>guillotine.</em></p>
<p>Tentu ada banyak penyebab lain yang membuat revolusi ini terjadi, tapi penerapan pajak ke masyarakat kelas bawah menjadi salah satu yang paling utama.</p>
<h1>Revolusi Kemerdekaan Amerika Serikat, 1775-1783</h1>
<div id="attachment_4740" style="width: 750px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4740" class="size-large wp-image-4740" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2-1024x607.jpg" alt="" width="740" height="439" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><p id="caption-attachment-4740" class="wp-caption-text">Revolusi Amerika Serikat (<a href="https://www.history.com/news/american-revolution-french-role-help">History</a>)</p></div>
<p>Tanah Amerika terlihat begitu menjanjikan semenjak <strong>Christopher Colombus</strong> mendaratkan kakinya di benua ini. Upaya untuk menemukan jalan ke Asia lewat Barat justru membuat bangsa Eropa menemukan dunia baru.</p>
<p>Sayangnya, <strong>dampaknya begitu destruktif terhadap penduduk asli Amerika</strong>. Perlahan tapi pasti, mereka mulai tergusur oleh bangsa kulit putih yang membawa persenjataan lengkap dan pasukan yang terlatih.</p>
<p>Benua Amerika yang begitu luas menjadi rebutan negara-negara kuat seperti <strong>Inggris</strong>, <strong>Prancis</strong>, hingga <strong>Spanyol</strong>. Mereka mengklaim berbagai wilayah sebagai milik mereka, merebut dari pemilik aslinya dengan berbagai macam cara.</p>
<p>Inggris adalah salah satu negara yang menguasai benua Amerika bagian utara. Mereka kerap berebutan dengan Prancis. Biaya ekspedisi dan perang membuat Inggris mengeluarkan banyak uang dan otomatis membuat mereka mengalami krisis keuangan.</p>
<p>Solusi apa yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris? <strong>Menarik pajak rakyat mereka sendiri yang hidup di daerah koloni</strong>. Orang Inggris yang berada di Amerika pun tidak menyukai keputusan ini dan mengganggapnya inkonstitusional.</p>
<p>Perlawanan dimulai dari peristiwa <em><strong>Boston Tea Party</strong> </em>yang terjadi pada tahun 1773. Peristiwa ini dipicu adanya pajak terhadap teh Britania dan membuat orang-orang koloni membuang semua muatan teh pada kapal Inggris.</p>
<p>Ketegangan semakin berlanjut hingga akhirnya muncul <strong>deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat</strong> yang terjadi pada tanggal <strong>4 Juli 1776</strong>. Setelah itu, perang pun ters berkecamuk hingga akhirnya Inggris mengakui kedaulatan Amerika Serikat.</p>
<h1>Penutup</h1>
<p>Penulis jelas tidak berharap kalau di Indonesia akan muncul semacam revolusi karena pemerintah menerapkan kebijakan pajak yang berlebihan. Sampai sekarang semua regulasi masih terlihat masuk akal dan dapat diterima.</p>
<p>Tulisan ini bertujuan untuk mengingatkan kita semua kalau kebijakan pajak yang kurang bijak bisa memicu pergolakan di masyarakat. Mungkin tidak seekstrem Revolusi Prancis dan Amerika Serikat, tapi bisa saja terjadi dalam skala yang lebih kecil.</p>
<p>Sejauh kita merdeka, upaya rakyat terbesar untuk menumbangkan rezim otoriter terjadi pada tahun 1998. Setelah itu, kita memasuki era demokrasi yang cenderung lebih aman dan tidak dipimpin oleh pemerintah yang sewenang-wenang.</p>
<p>Atau, benarkah seperti itu?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 10 Maret 2021, terinspirasi dari berita-berita seputar pajak</p>
<p>Foto: <a href="https://theculturetrip.com/europe/france/articles/10-facts-about-the-french-revolution-you-need-to-know/">Culture Trip</a></p>
<p>Sumber Artikel:</p>
<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Prancis">Revolusi Prancis &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</a><br />
<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Revolusi_Amerika_Serikat">Perang Revolusi Amerika Serikat &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/">Revolusi karena Pajak</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Revolusi Diri karena Steve Jobs</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2018 12:13:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[out of the box]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Walter Isaacson]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=439</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain tanggal lahir pembalap legendaris Formula 1 Alain Prost, 24 Februari juga merupakan tanggal lahir mendiang Steve Jobs, salah satu pendiri Apple. Oleh karena itu, pada tulisan kali ini penulis ingin menulis sedikit tentang orang yang sering menyebutkan kata revolusioner pada presentasinya tersebut. Steve Jobs by Walter Isaacson Buku pertama tentang Steve Jobs yang penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/">Revolusi Diri karena Steve Jobs</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain tanggal lahir pembalap legendaris Formula 1 Alain Prost, 24 Februari juga merupakan tanggal lahir mendiang Steve Jobs, salah satu pendiri Apple. Oleh karena itu, pada tulisan kali ini penulis ingin menulis sedikit tentang orang yang sering menyebutkan kata revolusioner pada presentasinya tersebut.</p>
<p><strong>Steve Jobs by Walter Isaacson</strong></p>
<p>Buku pertama tentang Steve Jobs yang penulis beli adalah biografi resminya yang ditulis oleh Walter Isaacson. Sebelum itu, penulis tidak mengetahui apa-apa tentang Jobs, kecuali ia adalah pendiri Apple yang terkenal karena produk-produk premiumnya. Alasan penulis ingin membeli buku tersebut adalah diharapkan bisa menambah motivasi penulis yang sedang studi di jurusan Informatika.</p>
<p>Memang benar, banyak sekali motivasi-motivasi yang penulis dapatkan dari buku tersebut. Meskipun sangat tebal, penulis telah menghabiskannya dua kali karena Isaacson selaku penulis bisa menceritakan kehidupan Jobs dengan apik.</p>
<p>Buku ini adalah buku favorit nomer satu penulis, dan bisa dibilang buku ini turut &#8220;merevolusi&#8221; pola pikir penulis yang sebelumnya hanya terbawa arus begitu saja.</p>
<p><strong>Membiasakan Diri Melampaui Batas</strong></p>
<p>Ketika membaca biografi tersebut, penulis menangkap bahwa Jobs adalah seorang yang visioner. Ia melihat beberapa langkah ke depan dan selalu menargetkan sesuatu yang bagi orang lain melampaui batas. Sifat ini, ditambah dengan perfeksionisnya, membuat banyak orang yang stres ketika bekerja dengan Steve Jobs. Lagipula, Jobs dikenal kejam terhadap bawahannya yang tidak bisa memenuhi ekspetasinya.</p>
<div id="attachment_442" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-442" class="size-large wp-image-442" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-1024x698.jpg" alt="" width="1024" height="698" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-1024x698.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-300x205.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-768x524.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-356x243.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-442" class="wp-caption-text">Berpikir Melampaui Batas</p></div>
<p>Karakter ini penulis hayati ketika merefleksi diri untuk mengubah sifat penulis yang jarang menargetkan diri. Penulis sadar, bahwa hidup tanpa target sama dengan menyetir tanpa tujuan. Kita tidak akan pernah tahu kemana kita akan membawa kendaraan &#8220;hidup&#8221; kita dan hanya berputar-putar tanpa arah yang jelas.</p>
<p><strong>Berpikir Di Luar Kotak (atau Tanpa Kotak Sama Sekali)</strong></p>
<p>Sifat menginspirasi lain yang dimiliki oleh Jobs adalah pola pikirnya yang sering kali tidak terpikirkan oleh orang lain. Ia bukan penemu yang original (contoh: GUI pada Macintosh dicuri dari XEROX PARC), namun ialah yang membuat penemuan tersebut menjadi terkenal dan digunakan oleh khalayak umum.</p>
<div id="attachment_443" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-443" class="size-large wp-image-443" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-1024x683.jpg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-443" class="wp-caption-text">Jobs dan Macintosh</p></div>
<p>Pemutar musik bukanlah barang baru ketika iPod diluncurkan. Namun iPodlah yang memulai perpindahan dari musik analog menjadi musik digital. iPhone bukanlah handphone dengan teknologi <em>touchscreen</em> pertama, namun iPhonelah yang memulai revolusi industri ponsel genggam (hingga membuat Nokia yang mengusai pasar ketika itu terjun bebas).</p>
<p>Mengapa Jobs bisa melakukan hal tersebut? Bagi penulis, jawabannya adalah karena ia berpikir di luar kotak ketika pesaing masih berpikir di dalam kotak. Bahkan, terkadang ia tidak menganggap ada kotak sama sekali (Jobs terkenal suka melanggar aturan, dan ini tidak baik untuk ditiru). Berani berbeda bukanlah sesuatu yang mudah, terlebih di masa kini.</p>
<p><strong>Buku Steve Jobs Lainnya</strong></p>
<p>Tulisan ini akan sangat panjang jika penulis menuliskan semua inspirasi yang didapatkan dari buku tersebut. Pada tulisan kali ini, penulis menyukupkannya hanya dengan dua poin di atas. Penulis ingin membahas buku-buku tentang Steve Jobs lainnya.</p>
<p>Setelah buku tersebut, penulis semakin penasaran dengan Steve Jobs dan Apple. Beberapa buku yang penulis beli setelah itu adalah:</p>
<ul>
<li>Inside Steve&#8217;s Brain dan Jony Ive (kepala designer Apple, salah satu anak emas Jobs) karya Leander Kahney</li>
<li>Apple vs Google karya Fred Vogelstein</li>
<li>Life by Design karya George Beahm</li>
<li>Inside Apple karya Adam Lashinsky</li>
</ul>
<p>Selain itu, ketika ada even <strong>Big Bad Wolf </strong>yang mengobral buku impor, penulis memborong banyak sekali buku terkait Steve Jobs, termasuk versi asli biografi karya Isaacson. Buku-buku impor tentang Steve Jobs yang penulis miliki antara lain:</p>
<ul>
<li>Kompilasi Majalah Time</li>
<li>The Apple Revolution karya Luke Dormehl</li>
<li>Steve Jobs: The Man Who Thought Different karya Karen Blumenthal</li>
<li>iWoz karya Steve Wozniak (pendiri Apple selain Jobs) bersama Gina Smith</li>
<li>Becoming Steve Jobs karya Brent Schlender dan Rick Tetzeli</li>
</ul>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Jobs adalah manusia biasa yang tak lepas dari kekurangan. Masa muda Jobs adalah salah satu sisinya yang sama sekali tidak ingin penulis tiru. Namun penulis harus memberikan kredit spesial kepada Steve Jobs dan Walter Isaacson sebagai penulis biografinya, karena telah merevolusi pola pikir penulis seperti yang sering dilakukan Jobs dan Apple kepada industri digital.</p>
<p>Andai penulis tidak pernah membaca buku tersebut, penulis tidak tahu apakah pola pikir mengikuti arus yang dimiliki akan dapat berganti dengan pola pikir selalu menaruh target di depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 24 Februari 2018, setelah (lumayan) sembuh dari flu yang melanda sejak pagi.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/">Revolusi Diri karena Steve Jobs</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
