<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Robin Sharma Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/robin-sharma/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/robin-sharma/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Aug 2023 13:04:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Robin Sharma Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/robin-sharma/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca The Leader Who Had No Title</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-leader-who-had-no-title/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-leader-who-had-no-title/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Aug 2023 15:33:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Sharma]]></category>
		<category><![CDATA[self-improvement]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6757</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika sedang membaca buku The 5 AM Club karya Robin Sharma, Penulis menemukan satu lagi bukunya saat sedang jalan-jalan di toko buku yang berjudul The Leader Who Had No Title. Meskipun kurang menyukai The 5 AM Club, ada tiga alasan mengapa Penulis memutuskan untuk tetap membelinya. Pertama, karena bukunya cukup tipis. Kedua, mengangkat tema kepemimpinan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-leader-who-had-no-title/">[REVIEW] Setelah Membaca The Leader Who Had No Title</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika sedang membaca buku <em>The 5 AM Club </em>karya <strong>Robin Sharma</strong>, Penulis menemukan satu lagi bukunya saat sedang jalan-jalan di toko buku yang berjudul <em><strong>The Leader Who Had No Title</strong>.</em></p>



<p>Meskipun kurang menyukai <em>The 5 AM Club</em>, ada tiga alasan mengapa Penulis memutuskan untuk tetap membelinya. Pertama, karena bukunya cukup tipis. Kedua, mengangkat tema kepemimpinan. Ketiga, karena latar ceritanya tentang seorang penjaga toko buku.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis pun memutuskan untuk membelinya, hitung-hitung sebagai &#8220;kesempatan kedua&#8221; bagi Robin Sharma. Sayangnya, buku ini pun kurang Penulis sukai karena beberapa alasan yang sama dengan<em> </em>buku sebelumnya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/pesona-wanita-tanpa-ekspresi-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/pesona-wanita-tanpa-ekspresi-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/pesona-wanita-tanpa-ekspresi-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/pesona-wanita-tanpa-ekspresi-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/pesona-wanita-tanpa-ekspresi-banner-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/pesona-wanita-tanpa-ekspresi-banner.jpg 1280w " alt="Di Balik Wanita Tanpa Ekspresi" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/di-balik-wanita-tanpa-ekspresi/">Di Balik Wanita Tanpa Ekspresi</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul:&nbsp;<em>The Leader Who Had No Title</em></li>



<li>Penulis: Robin Sharma</li>



<li>Penerbit: Penerbit Bentang</li>



<li>Cetakan: Pertama</li>



<li>Tanggal Terbit: Agustus 2022</li>



<li>Tebal: 264 halaman</li>



<li>ISBN: 9786022919308</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p>Sama seperti <em>The 5 AM Club</em>, Robin Sharma berusaha menerangkan poin-poin yang ingin ia sampaikan melalui sebuah cerita. Kali ini, kita akan mengikuti kisah seorang mantan tentara yang kini menjadi penjaga toko buku bernama <strong>Blake Davis</strong>.</p>



<p>Blake merasa kalau hidupnya terasa hampa dan sama sekali tidak bermakna, apalagi setelah ia pulang dari medan pertempuran. Lantas, tiba-tiba ia bertemu dengan rekan kerja baru berusia 77 tahun yang bernama <strong>Tommy Flinn</strong>, yang ternyata merupakan teman ayahnya.</p>



<p>Singkat cerita, Tommy berjanji kepada Blake akan membuat hidupnya berubah total dengan seni memimpin tanpa jabatan. Untuk itu, Tommy pun membawa Blake ke guru-gurunya yang akan memberikan formula tersebut.</p>



<p>Lucunya, keempat orang tersebut sama-sama memiliki akronim untuk menyimpulkan apa inti ajaran mereka. Penulis akan menuliskan keempatnya agar Pembaca mendapatkan garis besar dari isi buku ini.</p>



<p><strong>1. Kita Tidak Butuh Jabatan untuk Memimpin &#8211; IMAGE</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>I</strong>nnovation (Inovasi)</li>



<li><strong>M</strong>astery (Menguasai)</li>



<li><strong>A</strong>utheticity (Autentisitas)</li>



<li><strong>G</strong>uts (Naluri)</li>



<li><strong>E</strong>thics (Etika)</li>
</ul>



<p><strong>2. Masa-Masa Bergejolak Membentuk Pemimpin Hebat &#8211; SPARK</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>S</strong>peak with Candor (Bicara Terus Terang)</li>



<li><strong>P</strong>rioritize (Tentukan Prioritas)</li>



<li><strong>A</strong>dversity Breeds Opportunity (Kesulitan Melahirkan Kesempatan)</li>



<li><strong>R</strong>espond Versus React (Respons Versus Reaksi)</li>



<li><strong>K</strong>udos to Everyone (Penghargaan untuk Setiap Orang)</li>
</ul>



<p><strong>3. Semakin Dalam Hubunganmu, Semakin Kuat Kepemimpinanmu &#8211; HUMAN</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>H</strong>elpfulness (Tolong-menolong)</li>



<li><strong>U</strong>nderstanding (Pengertian)</li>



<li><strong>M</strong>ingle (Membaur)</li>



<li><strong>A</strong>muse (Gembira)</li>



<li><strong>N</strong>urture (Merawat)</li>
</ul>



<p><strong>4. Untuk Menjadi Pemimpin Besar, Jadilah Orang Besar Terlebih Dulu &#8211; SHINE</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>S</strong>ee Clearly (Lihat dengan Saksama)</li>



<li><strong>H</strong>ealth is Wealth (Kesehatan Itu Bernilai)</li>



<li><strong>I</strong>nspiration Matters (Inspirasi Penting)</li>



<li><strong>N</strong>eglect Not Your Family (Jangan Abaikan Keluargamu)</li>



<li><strong>E</strong>levate Your Lifestyle (Tingkatkan Gaya Hidupmu)</li>
</ul>



<p>Setelah memperkenalkan Blake kepada empat guru yang mengajarkan ilmu kepemimpinan tersebut, Tommy meninggal dunia tak lama kemudian. Blake pun merasa hidupnya berubah, dan berusaha untuk menyebarkan apa yang diajarkan Tommy kepada orang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca The Leader Who Had No Title</h2>



<p>Dari segi cerita, sebenarnya <em>The Leader Who Had</em> <em>No Title </em>lebih terasa masuk akal dibandingkan <em>The 5 AM Club</em> yang bagi Penulis terasa aneh dan dangkal. Hanya saja, rasanya tetap tidak terlalu realistis dan sangat terkesan utopis. </p>



<p>Hampir semua peristiwa yang terjadi di buku ini terjadi hanya dalam satu hari. Tommy berhasil membawa Blake bertemu dengan empat gurunya (yang lebih muda darinya) dalam satu hari yang sama, dan semuanya bisa ditemui serta punya waktu untuk berbagi ilmu.</p>



<p>Untuk segi isinya sendiri, jujur saja Penulis tidak merasa telah mendapatkan sesuatu yang &#8220;mencerahkan hidup&#8221; seperti yang dirasakan oleh Blake. Poin-poin yang disampaikan biasa saja seperti seminar kepemimpinan pada umumnya, tidak ada yang spesial.</p>



<p>Apalagi, buku ini menggunakan banyak sekali akronim yang tentu agak sulit dihafalkan oleh orang-orang yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pertamanya. Penulis tidak bisa mengingat satu pun &#8220;formula&#8221; yang dibagikan buku ini.</p>



<p>Alhasil, buku ini pun selesai Penulis baca tanpa banyak meninggalkan kesan yang berarti. Ulasannya pun menjadi cukup pendek, karena tidak banyak hal menarik yang bisa dibahas. Oleh karena itu, Penulis tidak terlalu merekomendasikan buku ini.</p>



<p>Namun, setidaknya buku ini mengajak pembacanya untuk mengembangkan dirinya menjadi versi lebih baiknya, sehingga bisa menginspirasi orang lain. Itulah poin utama dari seni memimpin tanpa jabatan.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 7 Agustus 2023, terinspirasi setelah membaca <em>The Leader Who Had No Title </em>karya Robin Sharma</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-leader-who-had-no-title/">[REVIEW] Setelah Membaca The Leader Who Had No Title</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-leader-who-had-no-title/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca The 5 AM Club</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/review-setelah-membaca-the-5-am-club/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/review-setelah-membaca-the-5-am-club/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Jul 2023 14:03:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[bangun pagi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Sharma]]></category>
		<category><![CDATA[self-improvement]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6702</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menyadari dirinya kesulitan untuk bisa bangun pagi secara konsisten, Penulis pun mencari motivasi untuk bisa melakukannya. Salah satunya adalah dengan membaca buku berjudul The 5 AM Club karya Robin Sharma. Salah satu alasan lain Penulis memutuskan untuk membeli buku ini adalah karena Maudy Ayunda merekomendasikannya di kanal YouTube-nya. Bahkan, Penulis tidak mengintip isinya ketika di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/review-setelah-membaca-the-5-am-club/">[REVIEW] Setelah Membaca The 5 AM Club</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Menyadari dirinya kesulitan untuk bisa bangun pagi secara konsisten, Penulis pun mencari motivasi untuk bisa melakukannya. Salah satunya adalah dengan membaca buku berjudul <em><strong>The 5 AM Club </strong></em>karya <strong>Robin Sharma</strong>.</p>



<p>Salah satu alasan lain Penulis memutuskan untuk membeli buku ini adalah karena <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/jerome-dan-maudy-bicara-tentang-pendidikan/">Maudy Ayunda</a> merekomendasikannya di kanal YouTube-nya. Bahkan, Penulis tidak mengintip isinya ketika di <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/benarkah-era-toko-buku-akan-segera-berakhir/">toko buku</a> karena merasa percaya saja dengan rekomendasinya.</p>



<p>Alhasil, Penulis pun terkejut ketika membuka buku ini untuk pertama kalinya karena ternyata buku <em>self-improvement </em>ini dibalut dalam bentuk novel. Sempat tergeletak lama karena terasa membosankan, akhirnya Penulis berhasil menamatkan buku ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" style="border-color:#9e0b0f;"><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-banner.jpg 1200w " alt="Menatap 5 Tahun ke Depan Bersama Kabinet Merah Putih" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" style="color:#9e0b0f;">Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  style="color:#9e0b0f;"  href="https://whathefan.com/politik-negara/menatap-5-tahun-ke-depan-bersama-kabinet-merah-putih/">Menatap 5 Tahun ke Depan Bersama Kabinet Merah Putih</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul:&nbsp;<em>The 5 AM Club</em></li>



<li>Penulis: Robin Sharma</li>



<li>Penerbit: Penerbit Bhuana Ilmu Populer (BIP)</li>



<li>Cetakan: Ke-2</li>



<li>Tanggal Terbit: Agustus 2019</li>



<li>Tebal: 450 halaman</li>



<li>ISBN: 9786232161368</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p>Secara garis besar, hanya ada empat karakter yang ada di buku ini, yaitu <strong>Sang Pemikat</strong>, <strong>Miliuner</strong>, <strong>Pengusaha</strong>, dan <strong>Seniman</strong>. Sepanjang novel, hanya sang Miliuner yang memiliki nama, yakni Mr. Riley.</p>



<p>Di awal buku, diceritakan kalau Sang Pemikat sedang mengadakan sebuah &#8220;seminar motivasi&#8221;, di mana Pengusaha dan Seniman menjadi salah satu pesertanya. Miliuner juga hadir, walaupun ia menyamar menjadi seorang gelandangan nyentrik.</p>



<p>Ketika sedang mengisi seminar tersebut, tiba-tiba Sang Pemikat jatuh sakit dan acara pun berhanti. Lantas, terjadi pembicaraan tiga arah antara Pengusaha, Seniman, dan Miliuner. Singkat cerita, Pengusaha dan Seniman pun diundang oleh Miliuner ke Mauritania.</p>



<p>Selama di pulau tersebut, Miliuner dan Sang Pemikat (yang ternyata merupakan guru dari Miliuner) pun membagikan ilmu-ilmu terkait bagaimana bangun pagi pukul 5 pagi sangat berpengaruh dalam hidup yang sukses. Beberapa di antaranya adalah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Prinsip 20/20/20, di mana satu jam pertama setelah bangun jam 5 pagi adalah 20 menit aktivitas fisik seperti olahraga, 20 menit refleksi diri dan ibadah, dan 20 menit belajar</li>



<li>Prinsip 90/90/1, di mana selama 90 hari ke depan, fokuskan 90 menit untuk mengerjakan 1 hal yang paling penting</li>



<li>Prinsip 60/10, di mana setiap bekerja/belajar selama 60 menit, ambil istirahat selama 10 menit</li>
</ul>



<p>Di sela-sela penjabaran tersebut, terselip cerita dari para karakternya, termasuk kisah cinta antara Pengusaha dan Seniman, perjalanan keliling dunia mereka, bagaimana masalah perusahaan si Pengusaha akhirnya dibantu oleh Miliuner, dan lain sebagainya. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca The 5 AM Club</h2>



<p>Penulis memiliki ekspektasi yang cukup tinggi terhadap buku ini, mengingat Maudy Ayunda merekomendasikannya. Kenyataannya, bisa dibilang buku ini cukup mengecewakan di berbagai aspeknya.</p>



<p>Pertama dari segi penceritaan, bisa dibilang jalan ceritanya cukup buruk dan sama sekali tidak realistis. Coba bayangkan, seberapa besar kemungkinan kita diajak oleh seorang Miliuner &#8220;berlibur&#8221; ke pulau eksotis sembari mendapatkan ilmunya? <em>Near zero</em>.</p>



<p>Selain itu, permasalahan kantor yang dialami oleh Pengusaha juga terasa cuma &#8220;tempelan&#8221;. <em>Ending </em>dari permasalahan tersebut juga klise, di mana si Miliuner membantu penyelesaian tersebut dengan sangat mudahnya.</p>



<p>Pengembangan karakter Pengusaha dan Seniman pun terasa tidak <em>smooth</em> dan berubah secara drastis hanya dengan mendengar beberapa nasihat dari orang yang baru dikenal. Kisah cinta mereka juga sama sekali tidak berkesan.</p>



<p>Untuk segi <em>self-improvement</em>-nya, bisa dibilang buku ini terlalu bertele-tele. Poin-poin yang ingin disampaikan sebenarnya tidak terlalu banyak, sehingga ada banyak bagian yang seolah hanya untuk mempertebal buku saja.</p>



<p>Bagian 20/20/20 bisa dibilang menjadi bagian yang paling &#8220;berguna&#8221;, meskipun tentu untuk penerapannya bisa berbeda-beda. Penulis sendiri biasanya memiliki <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">rutinitas pagi</a> yang dibagi menjadi 30 menit ibadah, 45 menit olahraga, dan 30 menit baca buku.</p>



<p>Oleh karena itu, rasanya Penulis susah untuk merekomendasikan buku ini. Apalagi, buku ini cukup tebal dengan isi yang tidak seberapa. Jika ingin bangun pagi, yang paling penting adalah NIAT.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 16 Juli 2023, terinspirasi setelah membaca buku <em>The 5 AM Club </em>karya Robin Sharma</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/review-setelah-membaca-the-5-am-club/">[REVIEW] Setelah Membaca The 5 AM Club</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/review-setelah-membaca-the-5-am-club/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
