<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sakit Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/sakit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/sakit/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Sep 2021 14:25:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>sakit Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/sakit/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kadang Waktu pun Tak Bisa Mengobati Sakit Hati</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2021 14:16:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[sakit hati]]></category>
		<category><![CDATA[terluka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5284</guid>

					<description><![CDATA[<p>So they say that timeTakes away the pain&#8230;but I&#8217;m still the same Heartache (35XXXVV) &#8211; One OK Rock Rasanya semua manusia pernah mengalami sakit hati. Walaupun seringkali disebabkan oleh masalah percintaan, banyak hal lain yang bisa menyebabkan kita merasa sakit hati seperti omongan orang lain. Memang, sakit hati paling lekat maknanya dengan cinta. Perasaan tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati/">Kadang Waktu pun Tak Bisa Mengobati Sakit Hati</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-right is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>So they say that time<br>Takes away the pain<br>&#8230;but I&#8217;m still the same</p><cite>Heartache (35XXXVV) &#8211; One OK Rock</cite></blockquote>



<p></p>



<p>Rasanya semua manusia pernah mengalami sakit hati. Walaupun seringkali disebabkan oleh masalah percintaan, banyak hal lain yang bisa menyebabkan kita merasa sakit hati seperti omongan orang lain.</p>



<p>Memang, sakit hati paling lekat maknanya dengan cinta. Perasaan tak berbalas, dikhianati dengan kejam, hubungan yang berakhir begitu saja, ditikung, ada banyak peristiwa yang bisa kita ambil sebagai contoh.</p>



<p>Orang-orang sering bilang kalau sakit hati juga akan sembuh seiring dengan berjalannya waktu. <em><strong>Time will heals</strong></em>. Benarkah begitu?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Berbagai Cara Obati Sakit Hati</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5286" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Apa Obat Sakit Hati? (<a href="https://unsplash.com/@diana_pole">Diana Polekhina</a>)</figcaption></figure>



<p>Sama seperti penyakit lain, sakit hati pun tentu ada obatnya. Setiap orang memiliki obatnya masing-masing sesuai dengan kepribadian, lingkungan, pengalaman, tingkat sakit hati, dan lain sebagainya. Penulis akan coba jabarkan beberapa di antaranya. </p>



<p>Secara logika, manusia akan<strong> berusaha membenci orang yang membuatnya merasa saki</strong>t hati. Bahkan, tak jarang orang yang memiliki sifat pendendam akan berusaha untuk membuat orang tersebut merasakan sakit yang lebih parah lagi.</p>



<p>Selain itu, kadang kita membutuhkan orang lain untuk bisa melupakan si penyebab sakit hati. <strong>Mencurahkan perhatian dan kasih sayang ke orang lain</strong> bisa menjadi obat yang cukup ampuh. Dengan kata lain, mencari orang lain sebagai &#8220;pelampiasan&#8221;.</p>



<p>Kadang tempat di mana kita berada bisa menjadi penyebab sakit hati. Oleh karena itu, &#8220;kabur&#8221; dan <strong>pindah ke tempat baru</strong> bisa membantu kita untuk melupakan sakit hati tersebut. Hanya saja, kondisi pandemi seperti sekarang membuat aktivitas ini cukup sulit dilakukan.</p>



<p>Ada juga yang memutuskan untuk <strong>fokus memperbaiki diri sendiri</strong>, menemukan versi dirinya yang lebih baik lagi. Kejadian kelam yang telah terjadi dijadikan titik balik dalam hidupnya. Ia berusaha melakukan interopeksi demi menemukan apa yang bisa diperbaiki dari dirinya.</p>



<p><strong>Menyibukkan diri</strong> dengan banyak hal juga menjadi salah satu alternatif untuk mengalihkan sakit hati kita. Ada yang sibuk dengan berbagai aktivitas produktif, namun tidak sedikit yang terjebak dalam kegiatan kurang bermanfaat dengan dalih &#8220;pelarian&#8221;.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mana Pilihan Penulis?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5288" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Fokus Memperbaiki Diri Sendiri (<a href="https://unsplash.com/@jonathanborba">Jonathan Borba</a>)</figcaption></figure>



<p>Kalau Penulis harus sampai mengalami sakit hati yang menyakitkan, pilihan membenci orang dan mencari orang baru sebagai &#8220;pelampiasan&#8221; sepertinya akan dikesampingkan. </p>



<p>Mau sesakit apapun luka yang diberi oleh orang lain, Penulis akan <strong>berusaha untuk tidak membalas sakit tersebut</strong>. Memang susah, tapi bisa dilakukan jika kita bisa berusaha untuk menerimanya dengan ikhlas dan mau memaafkannya.</p>



<p>Mencari orang lain sebagai &#8220;pelampiasan&#8221; juga bukan <em>style </em>Penulis. Jika harus membuka hati untuk orang baru, Penulis harus bisa mengobati sakit hatinya terlebih dahulu. <strong>Jangan sampai orang lain terkena getah dari sakit yang kita alami</strong>.</p>



<p>Penulis pernah &#8220;kabur&#8221; untuk jangka waktu yang cukup panjang dan cukup efektif. Hanya saja, sekali lagi kondisi pandemi seperti ini membuat mobilitas kita sangat terhambat.</p>



<p>Obat yang Penulis pilih secara pribadi adalah fokus memperbaiki diri dan menyibukkan diri dengan kegiatan yang positif. Bisa dibilang, ini obat yang susahnya bukan main karena perasaan kita sendiri masih kacau.</p>



<p>Dibutuhkan<strong> tekad dan keinginan yang kuat </strong>demi mengalahkan rasa sakit yang ada di dalam hati. Terkadang kita harus memaksa diri untuk terus melangkah maju, walau perih kadang masih terasa begitu mengiris.</p>



<p>Hanya saja, meskipun terkadang sudah melakukan banyak hal, sakit hati masih saja terus terasa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Berdampingan dengan Luka</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5290" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sabar, Kadang Sakit Hati Memang Susah Hilangnya (<a href="https://unsplash.com/@bernard_">Bernard</a>)</figcaption></figure>



<p>Kembali ke paragraf awal, di mana Penulis sempat menyebut <em>time will heals</em>. Selain mencoba berbagai obat yang tersedia, kita juga berpikir kalau waktu pada akhirnya akan pelan-pelan mengobati luka tersebut.</p>



<p>Sayangnya, bahkan <strong>waktu pun terkadang tidak bisa berbuat apa-apa untuk menangani sakit hati kita</strong>.</p>



<p>Ada yang masih merasakan sakit hati walau waktu telah berlalu selama satu bulan, tiga bulan, enam bulan, satu tahun, dua tahun, bahkan seumur hidupnya. Kita seolah tidak bisa berdamai dengan sakit hati ini.</p>



<p>Berbagai obat sudah dicoba dan tidak ada yang berhasil. Kegagalan ini yang kadang menyebabkan orang terjerumus ke jalan yang salah ketika sedang sakit hati. Mabuk, narkoba, seks bebas, dan lain-lain.</p>



<p>Jika memang kita kesulitan untuk mengobati sakit hati tersebut, cobalah untuk <strong>hidup berdampingan rasa sakit</strong> tersebut. </p>



<p>Ketika sakit tersebut teringat atau terasa secara tiba-tiba, coba disenyumi saja, yang sabar, sembari menyugesti diri untuk ikhlas. Memang masih akan terasa sakit, tapi setidaknya kita bisa mengendalikan respon kita terhadap rasa sakit tersebut.</p>



<p>Kalaupun waktu tidak bisa mengobati sakit kita, setidaknya kita <strong>bisa hidup dengan rasa sakit</strong> tersebut tanpa mengganggu kehidupan kita sehari-hari. Memang terdengar utopis dan belum teruji, tapi tidak ada ruginya untuk dicoba.</p>



<p>Jadikan rasa sakit yang seolah tak ada habisnya tersebut untuk menyusun kehidupan menjadi lebih baik lagi. Jadikan pelajaran agar kesalahan yang membuat kita merasa sakit tidak terulang lagi di masa depan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Pada akhirnya, kita semua hanya manusia biasa yang memiliki perasaan. Kita memiliki tingkat daya tahan dalam menerima sakit yang berbeda-beda. Ada yang bisa pulih dengan cepat, ada yang kesulitan untuk bisa menerima rasa sakit tersebut.</p>



<p>Apa yang bisa kita lakukan adalah respon terhadap rasa sakit tersebut. Apakah rasa sakit itu akan menjadi <em>turning table </em>kita atau justru malah menjerumuskan kita, semua pilihan ada di tangan kita.</p>



<p>Jika Pembaca ingin mencari inspirasi yang terkait dengan masalah perasaan, silakan mampir ke rubrik <a href="https://whathefan.com/category/rasa/">Tentang Rasa</a>, rubrik terbaru dari <strong>Whathefan</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 23 September 2021, terinspirasi dari&#8230;</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@bernard_"><a href="https://unsplash.com/@aronvisuals">Aron Visuals on <em>Unsplash</em></a></a> </p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati/">Kadang Waktu pun Tak Bisa Mengobati Sakit Hati</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semakin Tinggi Harapannya, Semakin Sakit Jatuhnya</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/semakin-tinggi-harapannya-semakin-sakit-jatuhnya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/semakin-tinggi-harapannya-semakin-sakit-jatuhnya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2021 10:15:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ekspetasi]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh]]></category>
		<category><![CDATA[kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5145</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bung Karno pernah membuat quote yang berbunyi, &#8220;bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.&#8221; Sayangnya realita berbicara lain, setidaknya menurut Penulis. Ketika kita memiliki harapan yang tinggi, jatuhnya juga akan tinggi. Kalau jatuhnya tinggi, rasa sakit yang diterima pun akan begitu terasa. Hal ini bisa berlaku di mana pun, entah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/semakin-tinggi-harapannya-semakin-sakit-jatuhnya/">Semakin Tinggi Harapannya, Semakin Sakit Jatuhnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bung Karno pernah membuat <em>quote </em>yang berbunyi, &#8220;<em>bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang</em>.&#8221;</p>



<p>Sayangnya realita berbicara lain, setidaknya menurut Penulis. Ketika kita memiliki harapan yang tinggi, jatuhnya juga akan tinggi. Kalau jatuhnya tinggi, <strong>rasa sakit yang diterima pun akan begitu terasa</strong>.</p>



<p>Hal ini bisa berlaku di mana pun, entah itu masa depan, cita-cita, karir, percintaan, dan lain sebagainya. Semua hal yang bisa membuat kita berharap dapat membuat kita merasa sakit juga.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Bersiap untuk Merasa Kecewa</h2>



<p>Tulisan ini terinspirasi dari salah satu video dari Jerome Polin ketika ia membuat video ulang tahunnya. Pembaca bisa menonton videonya di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="(10C3-110Ln(e)+13) TAHUN! AWALNYA MAU NGEPRANK, EH MALAH..." width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/MFAO1o5Dp8g?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ada satu <em>quote </em>darinya yang sangat cocok untuk tema tulisan kali ini, yakni:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Gak ada salahnya berekspetasi, tapi juga harus mempersiapkan hati untuk menerima fakta yang tidak menyenangkan.&#8221;</p><cite>Jerome Polin</cite></blockquote>



<p>Sebenarnya tidak ada yang salah dengan berharap, toh itu salah satu sifat dasar manusia. Hanya saja, kita juga harus mempersiapkan hati apabila yang diharapkan tidak terjadi.</p>



<p>Contohnya adalah kisah Jerome yang berharap akan diberikan kejutan oleh teman-temannya ketika jam 12 tepat. Ternyata tidak ada yang datang, walau akhirnya jam 1 lewat sedikit ada beberapa orang yang memberi kejutan.</p>



<p>Ketika kita berharap pada sesuatu, maka kita harus mempersiapkan diri apabila <a href="https://whathefan.com/karakter/dikecewakan-ekspektasi/">harapan tersebut tidak terjadi</a>. Jangan hanya membayangkan senangnya saja, kecewanya pun harus dipersiapkan.</p>



<p>Penulis akan mengambil contoh harapan tentang hubungan kita dengan seseorang. Anggaplah kita menyayangi seseorang dan berharap bisa menjadi pasangannya. Sayangnya, harapan kita tidak terkabul karena cinta kita bertepuk sebelah tangan.</p>



<p>Salah seorang <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kok-mainnya-sama-anak-kecil/">&#8220;adik&#8221; Penulis</a> pernah berkata bahwa ketika ia sudah memutuskan untuk menyayangi seseorang, ia telah sadar perasaan tersebut sudah sepaket dengan perasaan kecewa.</p>



<p>Dalam contoh ini, berharap orang memberikan rasa sayang yang sebesar kita berikan bisa menimbulkan kekecewaan jika tidak terealisasi. Maka dari itu, ketika memutuskan untuk menyayangi seseorang, kita harus bersiap menelan pil terpahitnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Agar Jatuhnya Tidak Sakit</h2>



<p>Secara garis besar, ada dua cara yang bisa kita lakukan agar kita tidak terlalu merasa sakit ketika terjatuh: <strong>ekspetasinya yang diturunkan</strong> atau <strong>kitanya yang harus menguatkan diri</strong>.</p>



<p>Cara pertama, kita harus bisa mengukur seberapa ekspetasi yang dikeluarkan. Jangan sampai ekspetasi tersebut tidak realistis sehingga kemungkinan tidak jatuhnya kecil.</p>



<p>Mengelola harapan jelas bukan perkara mudah. Untuk masalah ini, kita harus menyadari bahwa ada kalanya kita tidak berhasil mendapatkan apa yang kita inginkan dan percaya akan mendapatkan ganti yang lebih baik.</p>



<p>Cara kedua, ibaratnya seperti lagu <em>Terlatih Patah Hati </em>karya The Rain feat Endank Soekamti. Kita harus menempa diri hingga menjadi sosok yang tangguh dan seringnya hal ini bisa terjadi karena telah terbiasa.</p>



<p>Kalau kitanya bisa bertahan dari rasa sakit dan kecewa apapun, mau jatuh setinggi apapun kita akan tetap merasa kuat dan hanya merasa sedikit terluka. Dengan kepala tegak kita bisa kembali melanjutkan hidup.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Mengulang perkataan Jerome, tidak ada yang salah dari berekspetasi. Hanya saja, kita juga harus mempersiapkan diri jika hal yang diinginkan tidak terjadi.</p>



<p>Semakin tinggi harapan, semakin tinggi pula jatuhnya jika tidak kesampaian. Oleh karena itu, kita yang harus pintar-pintar mengelola harapan atau melatih diri menjadi sosok yang bisa menahan sakitnya terjatuh.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 31 Juli 2021, terinspirasi setelah menonton video dari Jerome Polin</p>



<p>Foto: <a href="https://novocom.top/view/2e361f-anime-girl-falling-from-the-sky-base/">Anime Girl Falling From The Sky Base &#8211; Novocom.top</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/semakin-tinggi-harapannya-semakin-sakit-jatuhnya/">Semakin Tinggi Harapannya, Semakin Sakit Jatuhnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/semakin-tinggi-harapannya-semakin-sakit-jatuhnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sakit Bisa Datang dari Pikiran, Obatnya Juga Begitu</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/sakit-bisa-datang-dari-pikiran-obatnya-juga-begitu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/sakit-bisa-datang-dari-pikiran-obatnya-juga-begitu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2021 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5055</guid>

					<description><![CDATA[<p>Satu-dua minggu terakhir, kesehatan Penulis tengah memburuk karena berbagai jenis penyakit. Bukan Covid-19, hanya komplikasi dari flu, meriang, sakit kepala, sedikit batuk, serta asam lambung. Dari dulu, Penulis memang rentan terkena penyakit-penyakit ringan. Untungnya, sembuhnya pun termasuk cepat dan mudah. Penulis jarang terkena penyakit yang mengharuskan dirinya pergi ke dokter dan memakan banyak obat. Oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/sakit-bisa-datang-dari-pikiran-obatnya-juga-begitu/">Sakit Bisa Datang dari Pikiran, Obatnya Juga Begitu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Satu-dua minggu terakhir, kesehatan Penulis tengah memburuk karena berbagai jenis penyakit. Bukan Covid-19, hanya komplikasi dari flu, meriang, sakit kepala, sedikit batuk, serta asam lambung.</p>



<p>Dari dulu, Penulis memang rentan terkena penyakit-penyakit ringan. Untungnya, sembuhnya pun termasuk cepat dan mudah. Penulis jarang terkena penyakit yang mengharuskan dirinya pergi ke dokter dan memakan banyak obat.</p>



<p>Oleh karena itu, ketika Penulis memutuskan untuk pergi ke dokter seperti yang terakhir ini, artinya sakitnya juga cukup parah. Bahkan, mungkin ini rekor sakit terlama Penulis selama dewasa.</p>



<p>Hanya bisa terbaring lemah di atas kasur membuat Penulis banyak berpikir seminggu terakhir ini. Salah satunya adalah tentang bagaimana pikiran bisa membuat kita sakit, sekaligus menjadi obatnya.</p>





<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Semua orang yang kenal Penulis, walaupun tidak dekat, tahu kalau Penulis adalah tipe orang yang pemikir. Dari hal penting hingga yang remeh, semua dipikirkan.</p>



<p>Orang yang pemikir cenderung mudah terserang penyakit seperti sakit kepala dan asam lambung. Kemungkinan, Penulis pun bisa sakit lama seperti ini karena sedang ada pikiran yang mengganggu.</p>



<p>Pikiran yang stres juga bisa menurunkan imun tubuh kita. Maka dari itu, kita semua dianjurkan tetap berpikir positif selama pandemi ini agar tubuh kita bisa tetap sehat walau terkena virus tersebut.</p>



<p>Sakit itu datangnya bisa datang karena pikiran. Untungnya, obatnya juga bisa datang dari pikiran.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Ketika kita sakit, kita memiliki kecenderungan untuk meminum obat. Bisa beli sendiri di apotek, bisa melalui resep dokter. Bisa obat kimiawi, bisa juga obat herbal.</p>



<p>Hanya saja, obat-obat tersebut akan menjadi percuma jika tidak diiringi oleh <em>mindset </em>yang kuat. Kita harus bisa berpikir optimis kalau penyakit ini akan segera diangkat.</p>



<p>Kita harus bisa melawan penyakit yang datang dengan kekuatan pikiran kita. Iya, obat-obatan akan membantu, tapi semua yang kita telan akan menjadi percuma jika kita menolak untuk sembuh.</p>



<p>Jika pikiran bisa menimbulkan penyakit, maka pikiran pun juga bisa menjadi obatnya.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Sebagai orang yang kerap <em>overthinking</em>, sakit kepala hingga asam lambung sudah seperti makanan sehari-hari bagi Penulis. Maka dari itu, Penulis selalu sedia <em>Fresh Care </em>sebagai obatnya.</p>



<p>Hanya saja, <em>Fresh Care </em>semata tidak akan bisa mengobati sakit Penulis jika tidak diiringi <em>mindset </em>kalau Penulis akan sembuh. Terkadang sulit, tapi Penulis berusaha untuk bisa melakukannya.</p>



<p>Oleh karena itu, jika Pembaca juga tipe orang yang mudah sakit karena pikirannya, coba pelan-pelan dilawan dengan kekuatan pikiran. Tidak mudah, tapi bisa.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 17 Juli 2021, terinspirasi dari lamanya sakit yang baru saja terjadi pada dirinya</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@enginakyurt">engin akyurt</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/sakit-bisa-datang-dari-pikiran-obatnya-juga-begitu/">Sakit Bisa Datang dari Pikiran, Obatnya Juga Begitu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/sakit-bisa-datang-dari-pikiran-obatnya-juga-begitu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
