<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>solusi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/solusi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/solusi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Mar 2019 17:31:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>solusi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/solusi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Udah, Gitu Aja?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2019 16:48:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[fokus]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[panik]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>
		<category><![CDATA[tenang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2099</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis termasuk tipe orang yang tertutup. Hanya kepada orang-orang tertentu saja penulis kerap berbagi cerita walaupun juga tak terlalu sering. Semenjak menulis blog ini, penulis juga belajar untuk lebih terbuka melalui tulisan-tulisannya. Pertanyaan Balik yang Mencerahkan Salah satu di antara sedikitnya orang-orang tersebut adalah, tentu saja, orang tua penulis. Apalagi semenjak penulis bekerja di ibu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/">Udah, Gitu Aja?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis termasuk tipe orang yang tertutup. Hanya kepada orang-orang tertentu saja penulis kerap berbagi cerita walaupun juga tak terlalu sering. Semenjak menulis blog ini, penulis juga belajar untuk lebih terbuka melalui tulisan-tulisannya.</p>
<h3>Pertanyaan Balik yang Mencerahkan</h3>
<p>Salah satu di antara sedikitnya orang-orang tersebut adalah, tentu saja, orang tua penulis. Apalagi semenjak penulis bekerja di ibu kota, tentu saja penulis sering bercerita bagaimana kehidupan dan kerja penulis di sini.</p>
<div id="attachment_2101" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2101" class="size-large wp-image-2101" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de-1024x683.jpg" alt="" width="800" height="534" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2101" class="wp-caption-text">Telepon Orang Tua (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@hazardos">Hassan OUAJBIR</a>)</p></div>
<p>Yang namanya merantau ke kota orang tentu ada saja permasalahan yang muncul. Ketika masalah tersebut muncul, terbit keinginan untuk berbicara kepada orang tua agar hati terasa lebih tenang.</p>
<p>Pernah ketika pulang kantor, penulis menelepon ayah untuk mendiskusikan masalah yang sedang dihadapi. Masalah tersebut penulis anggap cukup berat dan susah dicari jalan keluarnya.</p>
<p>Setelah berbicara panjang lebar, ayah penulis hanya bertanya balik:</p>
<blockquote><p>Udah, gitu aja?</p></blockquote>
<p>Begitu mendengar pertanyaan tersebut, secara otomatis penulis langsung berpikir &#8220;iya juga ya, cuma gitu aja masalahnya&#8221;. Penulis pun hanya tertawa hambar karena merasa tercerahkan.</p>
<h3>Fokus Pada Solusi</h3>
<p>Memang, tidak semua masalah yang kita hadapi termasuk kategori &#8220;udah, gitu aja&#8221;. Akan tetapi, dari pertanyaan ayah tersebut penulis mengambil kesimpulan, bahwa masalah apapaun yang kita hadapi, jangan pernah dibesar-besarkan dan berfokus pada penyelesaian.</p>
<div id="attachment_2100" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2100" class="size-large wp-image-2100" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a-1024x683.jpg" alt="" width="800" height="534" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2100" class="wp-caption-text">Fokus Pada Solusi (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@pawelskor">Paul Skorupskas</a>)</p></div>
<p>Penulis adalah orang yang mudah panik, sehingga sangat jarang bisa menyikapi suatu permasalahan dengan tenang. Menyadari kekurangan tersebut, tentu harus ada solusinya. Salah satunya, ya jangan mudah panik ketika menghadapi masalah.</p>
<p>Beberapa tahun terakhir ini, penulis berusaha menerapkan prinsip hidup <strong>fokus kepada solusi</strong>. Jadi, ketika kita sudah tahu masalah apa yang sedang dihadapi, jangan <em>mbulet </em>dengan masalahnya. Bukannya mencari solusi, kita malah sibuk mendebat permasalahannya.</p>
<p><em>Wah kok bisa muncul masalah gini sih, wah seharusnya enggak boleh ada masalah kayak gini, wah ini gara-gara dia sampai timbul masalah berat</em>.</p>
<p>Begitu menghadapi masalah, seharusnya kita langsung fokus pada apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki keadaan. Memang, yang namanya manusia biasa pasti merasa <em>down</em>-nya ketika berjumpa dengan masalah. Itu wajar, selama tak berlebihan.</p>
<p>Ketika sudah menemukan solusi, kita curahkan perhatian dan tenaga untuk melaksanakan solusi tersebut. Bagaimana jika ternyata solusi tersebut tidak berhasil? Ya coba cari solusi lain yang belum dicoba. Terus begitu hingga kita benar-benar menemukan caranya.</p>
<p><em>Tapi kan ada masalah yang begitu berat hingga tidak bisa ditemukan solusinya? </em></p>
<p>Penulis <em>sih </em>meyakini janji Tuhan, bahwa Ia tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan makhluk-Nya. Berbekal keyakinan tersebut, penulis percaya akan selalu ada jalan keluar dari setiap permasalahan yang ada.</p>
<h3>Memanfaatkan &#8220;Udah Gitu Aja&#8221;</h3>
<p>Sekali lagi, tidak semua permasalahan bisa dijawab dengan &#8220;udah, gitu aja?&#8221;. Ada beberapa permasalahan yang tidak bisa disepelekan, walaupun tetap harus segera dicarikan solusi terbaiknya dengan ketenangan.</p>
<p>Pertanyaan &#8220;udah gitu aja&#8221; bisa digunakan sebagai rem ketika kita mulai membesar-besarkan masalah yang sebenarnya tidak terlalu besar. Ketika pikiran mulai merumitkan diri, coba urai permasalahannya hingga kita bisa melontarkan pertanyaan tersebut kepada diri sendiri.</p>
<p>Ambil analogi bermain rubik. Ketika melihat posisi tiap kotaknya yang berantakan, mungkin kita akan mengeluh dan merasa tidak tahu harus berbuat apa agar warnanya menjadi teratur dan seragam di tiap sisinya.</p>
<p>Namun, begitu melihat tutorialnya di internet, mungkin kita akan berujar &#8220;oh, udah gitu aja?&#8221;. Ketika kita bisa bertanya seperti itu, tandanya kita sudah lebih tenang dan bisa berfokus kepada penyelesaian masalah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 26 Januari 2019, terinspirasi setelah bercerita tentang suatu permasalahan kepada ayah penulis.</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@olav_ahrens">Olav Ahrens Røtne</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/">Udah, Gitu Aja?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>(Bukan) Pendengar yang Baik</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2018 17:46:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>
		<category><![CDATA[mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=962</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selama ini penulis sering menganggap dirinya seorang pendengar yang baik. Ketika ada orang yang bercerita kepada penulis, penulis akan berusaha mendengarkannya sepenuh hati dan memberikan masukan-masukan yang penulis anggap cocok. Apalagi setelah membaca buku tulisan John C. Maxwell yang memaparkan beberapa tips agar bisa menjadi pendengar yang baik, penulis semakin besar kepala. Dalam buku yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/">(Bukan) Pendengar yang Baik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini penulis sering menganggap dirinya seorang pendengar yang baik. Ketika ada orang yang bercerita kepada penulis, penulis akan berusaha mendengarkannya sepenuh hati dan memberikan masukan-masukan yang penulis anggap cocok.</p>
<p>Apalagi setelah membaca buku tulisan John C. Maxwell yang memaparkan beberapa tips agar bisa menjadi pendengar yang baik, penulis semakin besar kepala. Dalam buku yang penulis lupa judulnya, ada empat hal yang membantu kita menjadi pendengar yang baik:</p>
<ol>
<li><strong>Berfokus Pada</strong> <strong>Orangnya</strong>, dan tunggu hingga ia selesai bercerita</li>
<li><strong>Jangan Tutupi Telinga Anda</strong></li>
<li><strong>Dengarkan dengan Agresif</strong>, dengarkan dengan penuh perhatian</li>
<li><strong>Simaklah dengan Tujuan untuk Memahami</strong></li>
</ol>
<p>Ternyata itu semua salah besar! Setidaknya, ada yang salah dari cara penulis mendengar. Ini baru penulis sadari ketika membaca buku <em>Men are from Mars, Women are from Venus</em> karangan John Gray,terutama di bab 2.</p>
<p>Ketika ada wanita yang menceritakan permasalahannya, mereka <strong>tidak menginginkan</strong> <strong>solusi</strong><em>.</em> Mereka <strong>hanya ingin didengar</strong> dan mendapatkan<strong> empati yang tulus</strong> dari pendengarnya.</p>
<div id="attachment_964" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-964" class="size-full wp-image-964" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_.jpg" alt="" width="900" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_-356x178.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-964" class="wp-caption-text">Beda Perlakuan (via www.huffingtonpost.com)</p></div>
<p>Pantas saja sewaktu ada teman perempuan penulis bercerita dan penulis berusaha menghadirkan solusi, ia justru semakin cemberut. Tentu penulis merasa bingung karena merasa tidak ada yang salah dengan solusi penulis.</p>
<p>Lain halnya jika yang bercerita pria. Karena berlandaskan logika, mereka bercerita dengan berharap akan adanya jawaban dari masalah yang sedang mereka hadapi. Mereka ingin bertukarpikiran untuk membuka cakrawala pikiran mereka. Wanita tidak membutuhkan itu, kecuali jika mereka memang memintanya di awal sebelum bercerita.</p>
<p>Masalahnya, pria memang cenderung berorientasi pada penyelesaian masalah, sehingga setiap cerita yang ia dengar dianggap sedang mencari penyelesaian. Perbedaan inilah yang sering kali mengakibatkan pertikaian antara pria dan wanita.</p>
<p>Setelah mengetahui fakta ini, penulis berusaha menata ulang pola pikir penulis dalam mendengarkan orang lain berdasarkan gendernya. Menghadirkan solusi untuk pria, mendengarkan penuh empati untuk wanita.</p>
<p>Semoga saja tidak ada lagi perasaan sombong dalam diri penulis yang merasa dirinya pendengar yang baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 5 Juni 2018, terinspirasi setelah membaca buku <em>Men are from Mars, Women are from Venus</em></p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://www.theguardian.com">www.theguardian.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/">(Bukan) Pendengar yang Baik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
