<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>stay Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/stay/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/stay/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Sep 2021 13:30:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>stay Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/stay/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kalau Mau Stay ya Stay, Kalau Mau Leave ya Leave, Bebas</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/kalau-mau-stay-ya-stay-kalau-mau-leave-ya-leave-bebas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/kalau-mau-stay-ya-stay-kalau-mau-leave-ya-leave-bebas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2021 13:29:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[leave]]></category>
		<category><![CDATA[Pergi]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[relasi]]></category>
		<category><![CDATA[stay]]></category>
		<category><![CDATA[tinggal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5281</guid>

					<description><![CDATA[<p>People come and go atau people come, people go. Istilah ini sering kita dengar untuk menggambarkan bahwa orang-orang yang kita kenal dalam hidup akan datang dan pergi pada waktunya. Kalau kita menengok ke belakang, ada banyak sekali orang-orang yang datang ke kehidupan kita. Keluarga, tetangga, teman SD, teman SMP, teman SMA, teman kuliah, teman les, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/kalau-mau-stay-ya-stay-kalau-mau-leave-ya-leave-bebas/">Kalau Mau Stay ya Stay, Kalau Mau Leave ya Leave, Bebas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>People come and go</em> atau <em>people come, people go</em>. Istilah ini sering kita dengar untuk menggambarkan bahwa orang-orang yang kita kenal dalam hidup akan datang dan pergi pada waktunya.</p>



<p>Kalau kita menengok ke belakang, ada banyak sekali orang-orang yang datang ke kehidupan kita. Keluarga, tetangga, teman SD, teman SMP, teman SMA, teman kuliah, teman les, teman kerja, teman pengajian, dan lain sebagainya.</p>



<p>Dari banyaknya orang yang kita kenal, mungkin hanya beberapa yang tetap <em>keep in touch </em>dengan kita hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, <em>circle </em>kita semakin mengecil dan mengerucut.</p>



<p>Ada beberapa yang memilih untuk <em>stay </em>dengan kita, entah karena kecocokan, merasa satu frekuensi, asyik diajak nongkrong, dan lainnya. Hanya saja, tak jarang ada yang memutuskan untuk <em>leave </em>dengan beragam alasan.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Memaksa Orang untuk <em>Stay</em></h2>



<p>Baik <em>stay </em>maupun <em>leave</em>, masing-masing memiliki alasannya masing-masing. Kadang kita bisa tahu alasannya, kadang kita dibuat penasaran setengah mati hingga jadi menebak-nebak alasannya.</p>



<p>Penulis sendiri tipikal orang yang berusaha menahan orang-orang yang penting baginya untuk <em>stay </em>selama mungkin di kehidupan Penulis. Kalau bisa terus disambung, kenapa harus diputus hubungannya?</p>



<p>Memang terkadang ada saja pertikaian atau perselisihan. Ada yang sepele, tapi tak jarang ada masalah besar hingga membuat hubungan renggang. Namun, hal tersebut bisa dibenahi bersama jika masing-masing punya kesadaran akan kesalahannya.</p>



<p>Akan tetapi, sekarang Penulis menyadari bahwa <strong>menahan orang untuk <em>stay </em>di saat yang bersangkutan tidak ingin hanya akan membuat kita merasa sakit hati.</strong></p>



<p>Terlepas dari apapun alasannya hingga mereka ingin pergi dari kehidupan kita, kita sebenarnya tidak punya hak untuk memengaruhi pilihannya tersebut. Berusaha membujuk boleh saja, tapi jangan sampai berlebihan, apalagi sampai mengemis-ngemis.</p>



<p>Mulai sekarang, Penulis tidak akan memaksa orang lain untuk <em>stay </em>di kehidupan Penulis apapun alasannya. Kalau mau <em>leave </em>ya <em>monggo </em>saja, Penulis akan berusaha ikhlas menerima kenyataan tersebut. Kalaupun Penulis merasa sakit hati, ya sudah mau diapa juga.</p>



<p>Yang bisa Penulis lakukan hanyalah mendoakan yang terbaik untuknya. Semoga mereka yang <em>leave </em>dari kehidupan Penulis bisa menemukan kehidupan yang lebih baik lagi untuk mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menghargai Orang yang <em>Stay</em></h2>



<p>Daripada menghabiskan waktu dan tenaga demi menahan orang untuk <em>stay</em>, lebih baik kita mengalokasikannya kepada orang yang mau <em>stay </em>di kehidupan kita. Kita harus bisa lebih berusaha menghargai mereka.</p>



<p>Kita juga harus bersyukur kepada orang-orang yang sudah berkenan untuk <em>stay </em>di kehidupan kita. Apalagi Penulis merasa dirinya sebagai pribadi yang agak &#8220;sulit&#8221;, sehingga Penulis sangat menghargai orang-orang yang mau <em>stay</em>.</p>



<p>Daripada memusingkan dan menangisi orang-orang yang <em>leave</em>, <strong>lebih baik Penulis mencurahkan perhatian dan kepedulian kepada orang-orang yang <em>stay</em></strong>. </p>



<p>Penulis merasa senang mereka mau <em>stay</em>, sehingga merasa kalau dirinya butuh melakukan sesuatu sebagai gantinya. Penulis akan berusaha untuk menjadi &#8220;orang yang baik&#8221; untuk mereka dan siap kapanpun dimintai bantuan.</p>



<p>Orang-orang yang mau <em>stay </em>di kehidupan Penulis sangat berarti untuk Penulis, sehingga Penulis akan berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan mereka. Potensi konflik sebisa mungkin diminimalisir.</p>



<p>Seandainya orang-orang yang <em>stay </em>tersebut akhirnya memutuskan untuk <em>leave</em>, Penulis akan berterima kasih kepada mereka karena pernah hadir di kehidupan Penulis. Sedih pasti, tapi yang namanya <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apa-yang-bisa-kita-kendalikan/">pertemuan memang pasti memiliki perpisahan.</a></p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Saat ini, Penulis tengah berusaha menerapkan prinsip hidup, <strong>&#8220;Kalau mau <em>stay </em>ya <em>stay</em>, kalau mau <em>leave </em>ya <em>leave</em>, bebas.&#8221;</strong></p>



<p>Penulis menyadari bahwa meskipun kita kerap berjalan beriringan dengan orang lain, akan datang masanya kita akan berpisah jalan. Seperti yang sudah disinggung di atas, penyebabnya ada bermacam-macam.</p>



<p>Kita tidak bisa mengendalikan apakah orang akan <em>stay </em>atau <em>leave </em>dari kehidupan kita. Satu-satunya <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apa-yang-bisa-kita-kendalikan/">yang bisa kita kendalikan</a> adalah respon kita terhadap keputusan mereka tersebut.</p>



<p>Daripada sakit hati karena merasa ditinggalkan, lebih baik kita berusaha untuk menerima kenyataan tersebut dengan ikhlas. Daripada menyumpahi hal buruk kepada mereka, lebih baik kita bersyukur dan berterima kasih atas semua kenangan yang telah diberikan.</p>



<p>Pada akhirnya, <em>people come and go</em>. Kita tidak bisa menahan orang lain untuk tetap <em>stay </em>bersama kita selamanya, sekalipun kita sangat menginginkannya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 16 September 2021, terinspirasi dari pengalaman pribadi</p>



<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/@d-ng-nhan-324384">Dương Nhân · Photography (pexels.com)</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/kalau-mau-stay-ya-stay-kalau-mau-leave-ya-leave-bebas/">Kalau Mau Stay ya Stay, Kalau Mau Leave ya Leave, Bebas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/kalau-mau-stay-ya-stay-kalau-mau-leave-ya-leave-bebas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
