<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sumber Wuni Indah Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/sumber-wuni-indah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/sumber-wuni-indah/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:33:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Sumber Wuni Indah Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/sumber-wuni-indah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tim Transisi Gen X SWI</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2018 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[periode]]></category>
		<category><![CDATA[program kerja]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Wuni Indah]]></category>
		<category><![CDATA[tim]]></category>
		<category><![CDATA[transisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1497</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti yang sudah sering disebut sebelumnya, salah satu kesalahan penulis selama menjabat sebagai ketua Karang Taruna adalah seringnya menyelesaikan sendiri tugas organisasi, terutama jika kondisi mendesak. Hal ini tentu menghambat proses kaderisasi anggota. Oleh karena itu sejak awal tahun, beberapa sebelum proses pergantian ketua, penulis memutuskan untuk membentuk semacam tim transisi. Harapannya, tim transisi inilah yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/">Tim Transisi Gen X SWI</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang sudah sering disebut sebelumnya, salah satu <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/">kesalahan penulis</a> selama menjabat sebagai ketua Karang Taruna adalah seringnya menyelesaikan sendiri tugas organisasi, terutama jika kondisi mendesak. Hal ini tentu menghambat proses kaderisasi anggota.</p>
<p>Oleh karena itu sejak awal tahun, beberapa sebelum proses pergantian ketua, penulis memutuskan untuk membentuk semacam tim transisi. Harapannya, tim transisi inilah yang akan menjadi tulang punggung organisasi di periode selanjutnya.</p>
<p><strong>Siapa Anggota Tim Transisi?</strong></p>
<p>Tim transisi terdiri dari dua orang senior: penulis selaku ketua dan Hersandi selaku bendahara. Tim juga berisikan anggota yang pada waktu itu sudah duduk di bangku kelas tiga dan akan lulus pada tahun 2018.</p>
<p>Total terdapat 5 orang, yakni Ekky, Angela, Paskah, Shanti, dan Phillip. Tiga nama yang disebutkan pertama merupakan bakal calon ketua Karang Taruna Gen X SWI periode 2018-2021, mengikuti masa jabatan ketua RW di Sumber Wuni Indah.</p>
<p><strong>Apa yang Dilakukan Tim Transisi?</strong></p>
<p>Tugas pertama yang wajib dilakukan oleh tim transisi ini adalah menyiapkan acara pemilihan ketua Karang Taruna yang diadakan pada tanggal 9 Juni 2018. Mereka harus menyusun <em>rundown </em>acara dan menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan.</p>
<p>Sebelum itu, grup Whatsapp tim transisi juga rajin mendiskusikan masalah-masalah yang terjadi di dalam organisasi. Penulis dan bendahara kerap menanyakan solusi kepada mereka.</p>
<p>Terkadang, kami juga meminta mereka mengambil kesimpulan atau hikmah yang bisa diambil dari setiap kejadian yang terjadi. Pelajaran apa yang kira-kira bisa mereka petik sebagai modal ketika nanti akan memimpin organisasi.</p>
<p><strong>Pemilihan Ketua</strong></p>
<p>Setelah beberapa bulan berjalan, sampailah pada puncak acara pemilihan ketua baru. Ketiga calon diberikan waktu untuk menjabarkan visi dan misi mereka jika terpilh nantinya.</p>
<div id="attachment_1502" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1502" class="wp-image-1502 size-large" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1502" class="wp-caption-text">Suasana Pemilihan</p></div>
<p>Selain itu, acara juga diisi dengan debat seperti yang dilakukan oleh calon presiden di televisi. Mereka harus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh moderator dan penonton.</p>
<p>Pada akhirnya, Angela terpilih menjadi ketua dengan meraih suara lebih dari 50%. Anggota yang datang mencapai 20 orang, belum termasuk yang melakukan pemilihan melalui WA karena berhalangan hadir.</p>
<p><strong>Sertijab</strong></p>
<p>Sertijab dilakukan pada tanggal 30 Juni 2018 setelah lebaran. Di sini, penulis melakukan laporan pertanggungjawaban selama menjabat sebagai ketua, program kerja (proker) apa saja yang terlaksana dan tidak terlaksana lengkap dengan alasannya.</p>
<p>Alhamdulillah, selama 666 hari masa kepemimpinan penulis, dari 29 proker yang direncanakan terdapat 19 proker yang terlaksana, 2 proker yang terhenti, dan 8 proker yang tidak terlaksana. Nanti akan penulis bahas lebih rinci pada tulisan berikutnya.</p>
<div id="attachment_1523" style="width: 775px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1523" class="size-full wp-image-1523" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47.jpg" alt="" width="765" height="537" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47.jpg 765w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47-300x211.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47-356x250.jpg 356w" sizes="(max-width: 765px) 100vw, 765px" /><p id="caption-attachment-1523" class="wp-caption-text">Proses Sertijab dengan Ketua Terpilih</p></div>
<p>Selain melaporkan proker, penulis juga menjelaskan perubahan divisi yang terjadi selama penulis menjabat. Total, terdapat 3 kali revisi untuk menyesuaikan organisasi dengan kurangnya anggota yang dimiliki.</p>
<p>Penulis juga membuatkan sebuah video yang menggambarkan perjalanan Karang Taruna dari awal pembentukanya hingga masa pergantian pengurus. Jika sempat, penulis akan segera mengunggahnya di Youtube.</p>
<p><strong>Posisi Penulis Sekarang</strong></p>
<p>Lantas, apakah penulis melepas begitu saja Karang Taruna yang telah dipimpinnya selama bertahun-tahun? Tentu tidak. Penulis masih terus memantau keadaan dari jauh.</p>
<p>Selain itu, ketua yang baru juga sering berkonsultasi ke penulis tentang banyak hal, mulai proker hingga masalah klasik tentang minimnya anggota yang aktif. Intinya, penulis tidak lepas tangan begitu saja karena penulis berposisi sebagai penasihat organisasi.</p>
<p>Semoga saja dengan terbentuknya tim transisi sebelum pergantian pengurus, Karang Taruna Gen X SWI periode sekarang bisa lebih baik dari Karang Taruna periode sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 18 Oktober 2018, terinspirasi setelah pulang sebentar ke Lawang dan bertemu dengan anggota Karang Taruna</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/">Tim Transisi Gen X SWI</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Permainan Perekat Kebersamaan (Tebak Satu Kata dan Hexagon War)</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/permainan-perekat-kebersamaan-tebak-satu-kata-dan-hexagon-war/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/permainan-perekat-kebersamaan-tebak-satu-kata-dan-hexagon-war/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 May 2018 05:58:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[Hexagon War]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kebersamaan]]></category>
		<category><![CDATA[kekeluargaan]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Wuni Indah]]></category>
		<category><![CDATA[tebak satu kata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=841</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu kunci tetap solidnya Karang Taruna (Katar) adalah adanya rasa kekeluargaan yang kental antar anggota. Apalagi, jika Katar tersebut belum genap dua tahun seperti Gen X SWI. Maka diperlukan ide-ide kreatif untuk mewujudkan hal tersebut. Rasa kekeluargaan bisa tercipta dari hal yang sederhana, seperti kumpul untuk bermain bersama untuk bermain UNO. Nah, agar tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/permainan-perekat-kebersamaan-tebak-satu-kata-dan-hexagon-war/">Permainan Perekat Kebersamaan (Tebak Satu Kata dan Hexagon War)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kunci tetap solidnya Karang Taruna (Katar) adalah adanya rasa kekeluargaan yang kental antar anggota. Apalagi, jika Katar tersebut belum genap dua tahun seperti Gen X SWI. Maka diperlukan ide-ide kreatif untuk mewujudkan hal tersebut.</p>
<p>Rasa kekeluargaan bisa tercipta dari hal yang sederhana, seperti kumpul untuk bermain bersama untuk bermain UNO. Nah, agar tidak mudah bosan, penulis beberapa kali menciptakan permainan yang terinspirasi dari berbagai sumber. Pada tulisan kali ini, penulis akan membahas permainan yang terinspirasi dari acara televisi, yakni Tebak Satu Kata dan Hexagon War.</p>
<p><strong>Tebak Satu Kata</strong></p>
<p>Permainan ini terinspirasi dari acara Tonight Show di NET TV. Cara bermainnya mudah. Satu tim terdiri dari dua orang yang berpasangan. Juri akan memberikan satu kata yang harus dijawab oleh pasangan kita. Kita hanya boleh memberikan petunjuk dengan satu kata. Jika pasangan kita gagal menjawab, maka lawan kita berkesempatan memanfaatkan kata yang telah kita ucapkan.</p>
<p>Contoh:</p>
<p>Kata yang harus dijawab: Sandal</p>
<p>A1: &#8220;Kaki&#8221;</p>
<p>A2: &#8220;Sepatu!&#8221; (SALAH)</p>
<p>B1: &#8220;Jepit&#8221;</p>
<p>B2: &#8220;SANDAL!&#8221; (BENAR)</p>
<div id="attachment_842" style="width: 960px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-842" class="size-full wp-image-842" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/download.jpg" alt="" width="950" height="530" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/download.jpg 950w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/download-300x167.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/download-768x428.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/download-356x199.jpg 356w" sizes="(max-width: 950px) 100vw, 950px" /><p id="caption-attachment-842" class="wp-caption-text">Tonight Show (http://zulu.id/video/17-17-4324/tonight-show-season-1/pelajaran-tentang-korea-yang-sangat-berarti-dari-sunny)</p></div>
<p>Permainan yang satu ini termasuk permainan yang sering menimbulkan gelak tawa di antara pemain. Terkadang, banyak sekali petunjuk-petunjuk yang diberikan sama sekali tidak nyambung dengan jawaban, sehingga mengacaukan jawaban tim lawan. Kadang, hal tersebut disengaja sebagai salah satu strategi untuk memenangkan permainan.</p>
<p>Dibutuhkan <em>chemistry </em>yang kuat antar pemain, sehingga pemain yang bertugas untuk menjawab dapat menangkap pesan yang dikirimkan oleh pasangannya. Penguasaan kata yang bervariasi juga turut mempengaruhi.</p>
<p><strong>Hexagon War</strong></p>
<p>Permainan selanjutnya terinspirasi oleh acara kuis berjudul sama yang dibawakan oleh Helmy Yahya. Sejatinya, permainan ini hanya dapat diikuti oleh lima orang karena hexagon memiliki lima sisi. Akan tetapi, di Gen X SWI kami tidak membatasi jumlah pemain.</p>
<p>Penulis biasanya mencari soal-soalnya di internet. Dengan <em>keyword </em>&#8220;soal Hexagon War&#8221;. akan muncul berbagai situs yang menyediakan pertanyaan-pertanyaan yang berasal dari kuis aslinya. Jika kehabisan soal, penulis buat sendiri saja dari buku-buku yang penulis miliki.</p>
<div id="attachment_843" style="width: 790px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-843" class="size-full wp-image-843" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/hexagonwar.jpg" alt="" width="780" height="500" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/hexagonwar.jpg 780w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/hexagonwar-300x192.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/hexagonwar-768x492.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/hexagonwar-356x228.jpg 356w" sizes="(max-width: 780px) 100vw, 780px" /><p id="caption-attachment-843" class="wp-caption-text">Kuis Hexagon War (https://media.iyaa.com/article/2016/09/Hexagon-War-Program-Game-Show-Terbaru-dari-Trans-7-3492342.html)</p></div>
<p>Permainannya sendiri adalah bagaimana kita bisa meraih poin tertinggi hingga babak final. Setiap babak terdiri dari 3 pertanyaan, setiap permainan terdiri dari 2 jawaban (A atau B), dan pemain dengan nilai terendah akan gugur di tiap babaknya.</p>
<p>Di awal permainan, pemain mendapatkan &#8220;modal&#8221; sebesar 50 poin. Setiap pertanyaan pemain bisa mempertaruhkan nilainya, jika benar ditambahkan, jika salah dikurangi. Pada babak awal, pemain hanya bisa mempertaruhkan maksimal separuh nilainya. Menjelang final, pemain dapat mempertaruhkan seluruh nilainya.</p>
<p>Contoh:</p>
<p>Pertanyaan: Siapa presiden pertama Amerika Serikat? A. George Washington B. Benyamin Franklin</p>
<p>Nilai A: 50 mempertaruhkan 20 menjawab A</p>
<p>Nilai B: 50 mempertaruhkan 15 menjawab B</p>
<p>Jawaban: A. George Washington</p>
<p>Maka nilai A bertambah 20 sehingga total menjadi 70. Sebaliknya, karena B salah, makanya nilainya dikurangi 15 menjadi 35.</p>
<p>Permainan ini bisa menambah wawasan pemainnya, meskipun terkadang pemain lebih banyak mengandalkan <em>feeling </em>daripada pengetahuan yang dimilikinya. Setidaknya, pemain akan sedikit berpikir untuk menentukan jawaban mana yang paling terlihat benar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 30 Mei 2018, setelah membuat konsep permainan kombinasi antara Ular Tangga, Werewolf, dan Monopoli</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/permainan-perekat-kebersamaan-tebak-satu-kata-dan-hexagon-war/">Permainan Perekat Kebersamaan (Tebak Satu Kata dan Hexagon War)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/permainan-perekat-kebersamaan-tebak-satu-kata-dan-hexagon-war/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Next Gen Development Project</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/next-gen-development-project/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/next-gen-development-project/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 May 2018 14:27:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[Next Gen Development Project]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Wuni Indah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=694</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berawal dari kekhawatiran bahwa penulis sebagai ketua Karang Taruna belum cukup memberi ilmu kepada generasi penerus, tercetuslah ide untuk membuat rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh anggota. Gagasan ini muncul ketika penulis berada di Pare dalam rangka persiapan tes IELTS. Konsep awalnya, anggota akan diberikan beberapa tugas, di mana masing-masing tugas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/next-gen-development-project/">Next Gen Development Project</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berawal dari kekhawatiran bahwa penulis sebagai ketua Karang Taruna belum cukup memberi ilmu kepada generasi penerus, tercetuslah ide untuk membuat rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh anggota.</p>
<p>Gagasan ini muncul ketika penulis berada di Pare dalam rangka persiapan tes IELTS. Konsep awalnya, anggota akan diberikan beberapa tugas, di mana masing-masing tugas memiliki esensinya sendiri.</p>
<p>Sebagai contoh, mereka harus menulis catatan tentang kegiatan sehari-hari mereka melalui aplikasi Google Kalender (yang penulis gunakan setiap hari). Tujuannya, agar mereka tahu seberapa banyak waktu yang tidak mereka gunakan sehari-hari. Padahal, kita harus memanfaatkan waktu yang kita miliki seefektif mungkin, mumpung masih muda.</p>
<p>Penulis serahkan konsep ini kepada teman-teman Karang Taruna yang seumuran dengan penulis. Salah satunya, sang bendahara bernama Pentol, memberi usul (setelah dipancing sedikit agar mengeluarkan idenya):</p>
<p>&#8220;<em>Kalau konsepnya seperti itu, pasti membosankan buat mereka. Lebih baik dibuat game yang edukatif agar pesertanya banyak.</em>&#8221;</p>
<p>Setelah ditimbang matang-matang, penulis setuju dengan pendapatnya. Konsep yang sudah berlembar-lembar dibuat penulis akhirnya tidak terpakai. Bersama-sama, kami menyusun konsep yang benar-benar baru, sesuai dengan usulan Pentol.</p>
<p>Akhirnya, disepakati bahwa pelaksanaan acara ini akan dilakukan pada akhir Desember, sewaktu anggota libur semester. Penulis memberi nama <strong>Next Gen Development Project, </strong>yang berarti sebuah proyek yang bertujuan untuk mengembangkan generasi penerus. Entah disadari atau tidak, namanya memang mirip dengan <em>recruitment </em>yang dilakukan oleh NET TV (Media Development Program).</p>
<p>Tujuan acarapun disederhanakan. Mengumpulkan semua anggota agar terlibat dalam acara ini. Yang penting mau kumpul dulu, yang lain bisa menyusul.</p>
<p><strong>Isi Acara Next Gen Development Project</strong></p>
<p>Pada awalnya, seluruh anggota dibagi menjadi tiga tim, yang ditentukan berdasarkan undian. Masing-masing tim berisi 6 anggota. Dalam waktu satu minggu, mereka harus bisa mengumpulan poin tertinggi yang bisa didapatkan dari berbagai permainan yang ada maupun dari menjawab pertanyaan seputar Karang Taruna.</p>
<p>Tiga tim yang mengikuti even adalah tim 1 yang dipimpin Hansen, tim 2 yang dipimpin Nia, dan tim 3 yang dipimpin Ekky. Next Gen diawali dengan wawancara dengan anggota seputar dirinya sendiri dan Karang Taruna. Tentu, yang telah melakukan mendapatkan poin tambahan.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>26 Desember 2017 (Tim 1 29; Tim 2 33; Tim 3 38)</strong></p>
<p>Permainan pertama yang dilombakan adalah basket pada tanggal 27 Desember 2017, di mana tim 3 berhasil meraih total poin tertinggi dengan skor 77.5. Kapten tim 3 menjadi bintang lapangan karena berhasil mencetak skor sebanyak 17 poin.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>27 Desember 2017 (Tim 1 67; Tim 2 68.5; Tim 3 77.5)</strong></p>
<p>Permainan selanjutnya diadakan keesokan harinya, yakni Tebak dengan Satu Kata. Untuk teknisnya akan dibahas pada tulisan lain. Kali ini tim 2 bermain dengan gemilang berkat <em>chemistry </em>yang dimiliki antara Abil dan Daffa. Pada hari kedua ini, mereka berhasil mengumpulkan skor 208.5.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>28 Desember 2017 (Tim 1 148; Tim 2 208.5; Tim 3 198.5)</strong></p>
<p>Tim 1 yang awalnya sama sekali tidak diunggulkan karena banyaknya anggota yang berhalangan hadir berhasil membuat kejutan pada permainan Hexagon Wars. Sang kapten, Hansen, berhasil memenangkan semua permainan, membuat timnya berhasil menyalip tim 2. Sayangnya, tim 3 pun tak kalah bermain dengan gemilang sehingga mereka berhasil mengamankan puncak klasemen.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>29 Desember 2017 (Tim 1 223; Tim 2 211.5; Tim 3 241.5)</strong></p>
<p>UNO yang disiplin menjadi lomba terakhir sebelum pelaksanaan malam puncak. Tim 2 berhasil membayar kegagalan mereka di lomba sebelumnya sehingga berhasil menyalip dominasi tim 3.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>30 Desember 2017 (Tim 1 252; Tim 2 265; Tim 3 261.5)</strong></p>
<p>Puncak acara Next Gen Development Project dimeriahkan dengan acara bakar-bakar. Pada malam ini, beberapa lomba dimainkan ulang untuk menambah poin peserta. Setelah pertarungan yang sengit, akhirnya tim 3 pimpinan Ekky berhasil menjuarai Next Gen Development Project dengan total nilai 336.5. Sedangkan <em>Most Valuable Player</em> (MVP) berhasil diraih oleh Hansen berkat pembacaan puisinya yang sangat menjiwai.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>31 Desember 2017 (Tim 1 300; Tim 2 302; Tim 3 336.5)</strong></p>
<div id="attachment_696" style="width: 586px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-696" class="size-large wp-image-696" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_0869-576x1024.jpg" alt="" width="576" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_0869-576x1024.jpg 576w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_0869-169x300.jpg 169w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_0869-143x255.jpg 143w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_0869.jpg 720w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /><p id="caption-attachment-696" class="wp-caption-text">MVP</p></div>
<p>Demikian acara Next Gen Development berlangsung selama kurang lebih satu minggu. Harapan kami mungkin tidak sepenuhnya tercapai, karena banyak anggota yang tetap tidak datang ketika acara. Setidaknya, rangkaian acara ini berhasil membuat anggota senang, setidaknya dengan hadiahnya (yang dialokasikan sebesar 850 ribu, dari uang kas dan donasi).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 11 Mei 2018, setelah mengikuti training pertama Asian Games</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/next-gen-development-project/">Next Gen Development Project</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/next-gen-development-project/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Werewolf Ala Sumber Wuni Indah</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/werewolf-ala-sumber-wuni-indah/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/werewolf-ala-sumber-wuni-indah/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2018 14:37:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Wuni Indah]]></category>
		<category><![CDATA[tim baik]]></category>
		<category><![CDATA[tim jahat]]></category>
		<category><![CDATA[villager]]></category>
		<category><![CDATA[werewolf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=518</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahu permainan Werewolf kan? Permainan yang mengajarkan kita untuk berbohong dan berpikir picik berargumentasi dengan emosional logis ini memang sangat seru, apalagi jika dimainkan dengan jumlah orang di atas 10. Karakter-karakter seperti Seer, Guardian Angel, hingga Gunner sudah banyak diketahui, terutama yang memainkan game ini di aplikasi Telegram. Akan tetapi, jika karakternya itu-itu saja, tentu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/werewolf-ala-sumber-wuni-indah/">Werewolf Ala Sumber Wuni Indah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahu permainan Werewolf kan? Permainan yang mengajarkan kita untuk <span style="text-decoration: line-through;">berbohong dan berpikir picik</span> berargumentasi dengan <span style="text-decoration: line-through;">emosional</span> logis ini memang sangat seru, apalagi jika dimainkan dengan jumlah orang di atas 10.</p>
<p>Karakter-karakter seperti Seer, Guardian Angel, hingga Gunner sudah banyak diketahui, terutama yang memainkan game ini di aplikasi Telegram.</p>
<p>Akan tetapi, jika karakternya itu-itu saja, tentu akan membosankan bukan? Apalagi rata-rata anggota Karang Taruna di Sumber Wuni Indah termasuk tipe orang mudah bosan terhadap sesuatu.</p>
<p>Oleh karena itu, kami mencoba untuk membuat karakter-karakter baru hasil imajinasi kami sendiri. Tidak tanggung-tanggung, kami menciptakan 22 karakter baru dengan perannya masing-masing.</p>
<p><strong>(Bukan) Warga Desa Biasa</strong></p>
<ol>
<li><strong>Wizard</strong></li>
</ol>
<p><em>“Mempunyai kemampuan untuk mengubah satu orang (siapapun) untuk menjadi villager biasa. Kemampuan ini hanya bisa digunakan satu kali”</em></p>
<ol start="2">
<li><strong>Switcher</strong></li>
</ol>
<p><em>“Apabila dia mendapatkan vote tertinggi, dia bisa memilih satu orang untuk menggantikan tempatnya. Kemampuan ini hanya bisa digunakan satu kali”</em></p>
<ol start="3">
<li><strong>Healer</strong></li>
</ol>
<p><em>“Memiliki kemampuan untuk menghidupkan orang yang sudah mati sebanyak satu kali”</em></p>
<ol start="4">
<li><strong>Giant</strong></li>
</ol>
<p><em>“Karena badannya yang besar, ia akan kebal sekali apabila dibunuh, baik karena dimakan Werewolf, dibunuh Serial Killer, maupun digantung oleh warga. Ia akan mati pada kesempatan kedua”</em></p>
<ol start="5">
<li><strong>Homeless</strong></li>
</ol>
<p><em>“Tunawisma yang tidak memiliki tempat tinggal. Setiap malam ia berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Apabila tim jahat memilih rumah Homeless, ia akan selamat karena ia memang tidak punya rumah. Akan tetapi ketika ia menginap di rumah sasaran tim jahat, ia akan ikut mati. Ia juga akan mati jika memilih rumah tim jahat” </em></p>
<ol start="6">
<li><strong>Magician</strong></li>
</ol>
<p><em>“Memiliki kemampuan untuk menonaktifkan kemampuan pemain lain selama satu malam. Bisa dilakukan setiap putaran”</em></p>
<ol start="7">
<li><strong>Stabber</strong></li>
</ol>
<p><em>“Apabila ia menjadi sasaran tim jahat, ia dapat mengorbankan orang lain. Kemampuan ini hanya bisa digunakan satu kali”</em></p>
<p><strong>Tim Jahat</strong></p>
<ol>
<li><strong>Alpha Werewolf (tim Werewolf)</strong></li>
</ol>
<p><em>“Alpha Werewolf dapat memilih satu korbannya untuk berubah menjadi Werewolf dan bergabung dengannya”</em></p>
<ol start="2">
<li><strong>Black Wizard (tim Werewolf)</strong></li>
</ol>
<p><em>“Mempunyai kemampuan untuk mengubah satu orang (kecuali werewolf) untuk menjadi werewolf. Kemampuan ini hanya bisa digunakan satu kali. Apabila Black Wizard memilih Werewolf, tidak berefek apapun”</em></p>
<ol start="3">
<li><strong>Two-Face (tim Two-Face)</strong></li>
</ol>
<p><em>“Apabila diterawang oleh Seer maupun dikunjungi Homeless, ia adalah villager biasa. Padahal, ia adalah pembunuh yang tak kalah kejam dari Serial Killer”</em></p>
<ol start="4">
<li><strong>Joker (tim Joker)</strong></li>
</ol>
<p><em>“Sang pangeran kejahatan, agent of chaos. Setiap malam ia bisa merekrut orang untuk masuk ke dalam timnya. Orang yang dipilih tetap memiliki kemampuannya, termasuk Werewolf dan Serial Killer sekalipun. Jika Joker mati, orang yang telah direkrut tetap menjadi tim Joker walaupun tidak tahu siapa saja yang termasuk ke dalam tim Joker. Tujuan Joker cuma satu, menciptakan kekacuan”</em></p>
<ol start="5">
<li><strong>Bandit (bebas memilih bergabung dengan tim jahat yang mana)</strong></li>
</ol>
<p><em>“Pencuri yang bisa besekongkol dengan tim jahat manapun. Setiap malam ia beraksi untuk mencuri berbagai peralatan. Pemain yang barangnya diambil oleh Bandit (contoh: Bandit mencuri pistol milik Gunner) akan kehilangan kemampuannya, hingga sang Bandit mati. Bandit baru bisa mencuri lagi apabila korban pencuriannya sudah mati.”</em></p>
<p><strong> </strong><strong>Tim Netral</strong></p>
<ol>
<li><strong>Stealer</strong></li>
</ol>
<p><em>“Memiliki kemampuan untuk mencuri kemampuan orang lain dan membuat orang tersebut menjadi warga desa biasa”</em></p>
<ol start="2">
<li><strong>Duplicator</strong></li>
</ol>
<p><em>“Sama seperti Doppel, namun tidak perlu menunggu orang yang dipilih mati untuk mengaktifkan kemampuannya”</em></p>
<p><strong>Gunner’s Family</strong></p>
<p>Gunner termasuk peran yang disukai oleh pemain Werewolf karena kemampuannya, walaupun karakter ini bisa membuat sombong pemainnya. Karena itu, dibuatlah beberapa variannya.</p>
<ol>
<li><strong>Snipper</strong></li>
</ol>
<p><em>“Sama seperti Gunner, ia memiliki dua peluru perak yang bebas ditembakkan kepada siapapun. Bedanya, ia hanya bisa menembak di malam hari”</em></p>
<ol start="2">
<li><strong>Suicide Squad</strong></li>
</ol>
<p><em>“Ia bisa membunuh dirinya sendiri sambil membawa satu orang untuk ikut mati”</em></p>
<ol start="3">
<li><strong>Weapon Supplier</strong></li>
</ol>
<p><em>“Apabila ia mati, ia bisa mewariskan satu pistol yang berisikan satu peluru kepada siapapun, termasuk tim jahat”</em></p>
<ol start="4">
<li><strong>Pupil Gunner</strong></li>
</ol>
<p><em>“Apabila Gunner mati atau tidak ada Gunner sama sekali, ia menjadi Gunner dengan satu peluru”</em></p>
<ol start="5">
<li><strong>Archer</strong></li>
</ol>
<p><em>“Bisa menembakkan panahnya satu kali di siang hari, namun langsung mengenai dua sasaran sekaligus”</em></p>
<p><strong>Mayor’s Emperor (Tim Villager)</strong></p>
<p>Pada permainan aslinya, Mayor hanya berfungsi ketika vote, karena nilainya votenya dihitung dua suara. Agar lebih seru, kemampuan Mayor kami tingkatkan lagi agar memiliki peranan yang vital sebagai kepala desa.</p>
<ol>
<li><strong>Mayor</strong></li>
</ol>
<p><em>“Kepala desa yang selalu ingin melindungi rakyatnya. Ia memiliki dua suara ketika vote dan bisa membatakan hasil vote sebanyak tiga kali”</em></p>
<ol start="2">
<li><strong>Guard</strong></li>
</ol>
<p><em>“Apabila Mayor menjadi target sasaran pembunuhan, Guard akan mengorbankan dirinya untuk melindungi sang Mayor”</em></p>
<ol start="3">
<li><strong>Executioner</strong></li>
</ol>
<p><em>“Tukang jagal desa. Apabila terdapat seorang Mayor, Executioner dapat memenggal satu kepala sesuai dengan arahan Mayor. Jika tidak ada Mayor, ia hanya seorang warga desa biasa yang berjualan daging”</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perpustakaan Nasional Lantai 24, 14 Maret 2018, ditulis karena permintaan dari Daffa, salah satu anggota Karang Taruna</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/werewolf-ala-sumber-wuni-indah/">Werewolf Ala Sumber Wuni Indah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/werewolf-ala-sumber-wuni-indah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SWI Barang Bekas</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/swi-barang-bekas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/swi-barang-bekas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2018 14:07:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[barang bekas]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[program kerja]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Wuni Indah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=504</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebenarnya ini bukan sesuatu hal yang baru, karena sudah banyak komunitas atau kelompok yang memiliki ide untuk menghasilkan uang dari barang bekas. Akan tetapi, tetap saja ada poin-poin yang bisa dipetik dari penyelenggaraan program kerja (proker) SWI Barang Bekas ini. Latar belakang dari proker ini adalah uang. Bukan matre, namun Karang Taruna membutuhkan pemasukan sebagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/swi-barang-bekas/">SWI Barang Bekas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya ini bukan sesuatu hal yang baru, karena sudah banyak komunitas atau kelompok yang memiliki ide untuk menghasilkan uang dari barang bekas. Akan tetapi, tetap saja ada poin-poin yang bisa dipetik dari penyelenggaraan program kerja (proker) SWI Barang Bekas ini.</p>
<p>Latar belakang dari proker ini adalah uang. Bukan matre, namun Karang Taruna membutuhkan pemasukan sebagai biaya operasional. Kita tidak bisa hanya mengandalkan uang kas bulanan karena anggota, terkadang, lupa membayar kewajibannya tersebut. Sehingga dibutuhkan sesuatu yang kreatif untuk menghasilkan uang.</p>
<p><strong>Pelaksanaan SWI Barang Bekas</strong></p>
<p>SWI Barang Bekas dilakukan setiap hari Minggu pagi, karena kalau hari lain banyak anggota yang bersekolah dan warganya pun harus bekerja. Acara dimulai jam tujuh pagi hingga jam sembilan pagi di balai RW. Warga bisa mengumpulan sendiri barang bekasnya, atau menghubungi pihak Karang Taruna agar barangnya diambil.</p>
<p>Bermodalkan kereta dorong untuk mengangkut barang, kami juga berkeliling perumahan untuk lebih banyak lagi menjaring barang bekas. Untunglah, kami memiliki toa alami yang suaranya tidak kalah dengan toa sungguhan.</p>
<p>Uang yang dihasilkan bervariasi, rata-rata sekitar 50 ribu setiap bulannya. Jika ada rejeki nomplok, misal ada yang menyumbang besi berkilo-kilo, uang yang masuk bisa mencapai angka 150 ribu.</p>
<p><strong>Permasalahan SWI Barang Bekas</strong></p>
<p>Saya tidak menganggap kurangnya barang bekas yang berhasil dikumpulkan sebagai sebuah permaslahan, karena sedikitnya barang dapat diatasi dengan menyimpannya terlebih dahulu untuk digabungkan dengan barang bekas yang akan didapat di bulan berikutnya.</p>
<p>Permasalahan terbesarnya adalah, anggota yang bangun siang. Proker ini memang dimulai pagi hari, selain karena tukang rombengnya biasa lewat di waktu ini, juga agar anggota tidak bisa menikmati<strong> bangun siang di hari libur</strong>.</p>
<p>Sebagai generasi penerus bangsa, seharusnya kita membiasakan diri bangun pagi, kapanpun.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Banyak sektor yang masih harus dibenahi agar proker ini dapat menjadi lumbung uang untuk Karang Taruna. Yang paling penting adalah penyampaian informasi kepada warganya harus dibuat lebih efektif daripada membuat edaran yang dibagi seminggu sebelum pelaksanaan.</p>
<p>Selain itu, anggota Karang Taruna sendiri pun kurang aktif dalam mengumpulkan barang-barang bekas. Seharusnya, anggota juga mempunyai wadah sendiri di rumah masing-masing untuk mengumpulkan, katakanlah, botol bekas.</p>
<p>Ke depannya, kami akan melakukan studi banding ke Karang Taruna lain yang memiliki proker serupa. Kami akan menilai, mana-mana saja yang dapat diterapkan di Perumahan Sumber Wuni Indah agar proker ini dapat berjalan lebih baik lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perpustakaan Nasional Lantai 24, 14 Maret 2018, setelah menulis artikel Merapikan Kamar, Merapikan Diri</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/swi-barang-bekas/">SWI Barang Bekas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/swi-barang-bekas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
