<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SWI English Day Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/swi-english-day/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/swi-english-day/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:33:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>SWI English Day Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/swi-english-day/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SWI English Day</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/swi-english-day/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/swi-english-day/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2018 14:15:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[SWI English Day]]></category>
		<category><![CDATA[SWI Mengajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=458</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelum menargetkan diri untuk bisa melanjutkan studi ke luar negeri dengan beasiswa, penulis sudah meyakini betapa pentingnya menguasai bahasa Inggris sebagai modal untuk bersaing dalam mencari peluang, apapun bentuknya. Keyakinan ini diamini pula oleh semua anggota Karang Taruna ketika rapat perdana Karang Taruna, sesaat setelah pembentukannya, sehingga tercapai kesepakatan adanya program kerja (proker) SWI English [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/swi-english-day/">SWI English Day</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum menargetkan diri untuk bisa melanjutkan studi ke luar negeri dengan beasiswa, penulis sudah meyakini betapa pentingnya menguasai bahasa Inggris sebagai modal untuk bersaing dalam mencari peluang, apapun bentuknya. Keyakinan ini diamini pula oleh semua anggota Karang Taruna ketika rapat perdana Karang Taruna, sesaat setelah pembentukannya, sehingga tercapai kesepakatan adanya program kerja (proker) SWI English Day.</p>
<p><strong>Bentuk Awal SWI English Day</strong></p>
<p>Pada mulanya, kami sepakat untuk memilih satu hari khusus untuk menggunakan bahasa Inggris baik ketika pertemuan langsung maupun lewat WA. Hari yang kami pilih adalah Kamis, entah apa waktu itu pertimbangannya. Apabila terdapat <em>vocab </em>yang tidak diketahui, anggota dapat menulis dalam bahasa Indonesia dengan diberi tanda kurung.</p>
<p>Selain alasan yang telah disebutkan di atas, proker ini juga bertujuan untuk melatih <em>daily conversation </em>anggota, sehingga kemampuan bahasa Inggris mereka tidak sebatas teori saja.</p>
<p>Sayang, setelah beberapa bulan proker ini dihentikan karena banyaknya anggota, terutama yang masih sekolah, merasa kesusahan. Hukuman yang telah disepakati apabila berbicara dengan bahasa selain Inggris pun susah untuk diterapkan.</p>
<p><strong>SWI English Day Reborn</strong></p>
<p>Setelah vakum beberapa tahun, sepulang penulis merantau ke Pare untuk mencari ilmu, proker ini berusaha diadakan kembali meskipun berbeda konsep. Tidak lagi digunakan dalam percakapan, melainkan menjadi kelas khusus ketika SWI Mengajar. Pesertanya, anggota Karang Taruna yang tidak memiliki tanggungan pekerjaan rumah. Pengajarnya, ya penulis ini, karena yang lain sudah sibuk bekerja.</p>
<div id="attachment_461" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-461" class="size-large wp-image-461" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-18-1024x768.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-18-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-18-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-18-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-18-340x255.jpg 340w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-18.jpg 1040w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-461" class="wp-caption-text">Disisipkan pada SWI Mengajar</p></div>
<p>Penulis mencoba untuk mengadaptasi berbagai metode yang penulis dapatkan ketika berada di Pare. Uji coba pertama, penulis menggunakan cara percakapan bebas. Anggota harus menceritakan sesuatu yang berhubungan dengan topik dalam bahasa Inggris. Ini kurang efektif, karena banyak anggota yang bingung mau cerita apa. Harus ada metode lain yang lebih menarik.</p>
<p><strong>Menggunakan Metode dari Pare</strong></p>
<p>Di salah satu tempat kursus, ada metode di mana kelas dimulai dengan cerita sang tutor disertai dengan catatan <em>vocab </em>di papan tulis. Setelah selesai bercerita dan menulis arti dari semua kata yang ada di papan, peserta kursus harus tebak-tebakan <em>vocab </em>baru tersebut.</p>
<p>Saya gunakan metode ini, namun bukan saya yang bercerita, melainkan Carolina dari Caracas, Venezuela. Bukan mendatangkan bule, melainkan memanfaatkan <em>podcast </em>yang ada di <em>Play Store</em>. Anggota akan mendengarkan cerita seorang perantau yang datang ke Inggris untuk kuliah di <em>Newcastle</em>.</p>
<div id="attachment_463" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-463" class="size-large wp-image-463" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-37-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-37-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-37-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-37-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-37-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-37.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-463" class="wp-caption-text">Vocab-Vocab yang Ditemukan Pada Percakapan Carolina</p></div>
<p>Setelah selesai mendengarkan <em>podcast </em>tersebut sebanyak dua kali (satu kali <em>podcast </em>berkisar antara 2-3 menit), anggota akan penulis tanyai beberapa pertanyaan terkait dengan cerita yang baru saja mereka dengarkan. Tujuannya, untuk mengetahui seberapa jauh mereka memahami percakapan dalam bahasa Inggris.</p>
<p>Kelas dilanjutkan dengan <em>conversation </em>singkat menggunakan <em>vocab-vocab </em>baru yang telah tertulis di papan. Jadi, dalam satu malam, anggota mempelajari tiga bidang sekaligus, <em>listening, vocabulary</em>, dan <em>conversation</em>. Terkadang diselingi pula dengan mencari perbedaan <em>vocab </em>yang mirip, seperti <em>true</em> dan <em>thru</em>.</p>
<p><strong>Selingan Agar Tidak Jenuh</strong></p>
<p>Penulis memahami bahwa banyak anggota yang cepat merasa bosan dengan sesuatu. Oleh karena itu, dibutuhkan selingan agar mereka tetap semangat dalam belajar bahasa Inggris. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan musik.</p>
<p>Bagaimana caranya? Penulis mencari lirik dari sebuah lagu (yang sekiranya tidak pernah didengar oleh anggota), lalu menghapus beberapa kata. Nantinya anggota harus mengisi kata-kata yang kosong tersebut, istilahnya <em>fill the blank</em>. Pemilihan lagu berdasarkan pemilihan subyektif penulis, lagu mana yang kira-kira <em>pronounce-</em>nya jelas. Setelah selesai, seperti biasa akan dibahas <em>vocab-vocab </em>yang tidak dimengerti oleh anggota.</p>
<div id="attachment_462" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-462" class="size-large wp-image-462" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-10-1024x768.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-10-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-10-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-10-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-10-340x255.jpg 340w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-10.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-462" class="wp-caption-text">Jawaban dari Fill the Blank</p></div>
<p>Delapan lagu dari delapan artis yang berbeda telah penulis coba. Dari semuanya, salah satu anggota berpendapat yang paling mudah adalah lagu dari Simple Plan, karena selain pengucapannya yang jelas, liriknya pun menggunakan bahasa yang sudah diketahui.</p>
<p>Setelah <em>fill the blank </em>ini, penulis mencoba untuk menggabungkannya dengan Carolina. Belum teruji karena baru satu anggota yang mencoba metode ini, namun setidaknya secara tidak langsung anggota juga latihan <em>reading. </em>Mungkin ke depannya metode ini yang akan sering dipakai, semua tergantung anggota.</p>
<p>Selingan lainnya adalah latihan <em>spelling</em> yang biasanya menggunakan nama orang maupun kota.</p>
<p><strong>Masa Depan SWI English Day</strong></p>
<p>Lalu bagaimana jika penulis sudah lengser dari jabatannya sebagai pengemban amanah ketua Karang Taruna? Apakah akan berakhir begitu saja karena tidak ada pengajar?</p>
<p>Jujur, itu terserah penerus Karang Taruna, mau tetap diadakan atau tidak. Yang jelas, penulis percaya ada anggota yang bisa menggantikan peran penulis sebagai pengajar SWI English Day. Tidak perlu menjelaskan teori tentang <em>tenses</em>, yang penting adalah membiasakan diri dengan bahasa Inggris.</p>
<p>Besar harapan penulis agar metode-metode yang telah dicoba tetap dilakukan, bahkan dikembangkan lebih baik lagi oleh generasi penerus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 5 Maret 2018, setelah tertidur pulas karena lelah naik kereta selama 16 jam.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/swi-english-day/">SWI English Day</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/swi-english-day/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
