<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tanggungjawab Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/tanggungjawab/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/tanggungjawab/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:30:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>tanggungjawab Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/tanggungjawab/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Memantau dari Jauh</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/memantau-dari-jauh/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/memantau-dari-jauh/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2018 14:09:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[penasihat]]></category>
		<category><![CDATA[pengurus]]></category>
		<category><![CDATA[tanggungjawab]]></category>
		<category><![CDATA[transisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1689</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tinggal dan bekerja di Jakarta tidak lantas membuat penulis meninggalkan begitu saja Karang Taruna (Katar) yang sudah dipimpin selama 666 hari. Penulis masih senantiasa memantau dari jauh tentang perkembangan Katar di bawah kepengurusan yang baru. Penulis masih menjalin komunikasi yang intens dengan ketua yang baru, karena mau bagaimanapun dia masih tetap butuh bimbingan untuk mengemban [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/memantau-dari-jauh/">Memantau dari Jauh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tinggal dan bekerja di Jakarta tidak lantas membuat penulis meninggalkan begitu saja <strong>Karang Taruna</strong> (Katar) yang sudah dipimpin selama 666 hari. Penulis masih senantiasa memantau dari jauh tentang perkembangan Katar di bawah kepengurusan yang baru.</p>
<p>Penulis masih menjalin komunikasi yang intens dengan ketua yang baru, karena mau bagaimanapun dia masih tetap butuh bimbingan untuk mengemban amanah yang sudah diserahkan kepadanya.</p>
<p>Dalam struktur yang sah, memang penulis masih berposisi sebagai <strong>dewan penasihat</strong>, sehingga wajar jika sering mendapatkan permintaan untuk memberikan masukan.</p>
<p>Hal seperti ini sangat wajar dalam berorganisasi. Dalam persepsi penulis, tetap berperan meskipun sudah turun jabatan adalah hal yang wajib dilakukan, apalagi dalam sebuah organisasi sosial yang anggotanya masih dalam usia sekolah.</p>
<p>Mereka yang selama ini diarahkan untuk berbuat apa, kini harus bisa memutuskan sendiri apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan program kerja. Mereka yang selama ini cenderung <strong>pasif</strong> harus berubah menjadi <strong>aktif</strong>.</p>
<p>Tentu tidak ada yang mudah dari masa transisi. Pada skala besar, lihat saja masa transisi dari orde baru ke reformasi. Pasti ada saja permasalahan yang akan dihadapi karena adanya perubahan.</p>
<p>Akan tetapi, justru dengan adanya permasalahan akan membuat mereka semakin dewasa dalam menyikapinya. Hal tersebut akan membuat mereka menyadari bahwa kini di pundak mereka terdapat tanggungjawab yang besar.</p>
<p>Penulis dan rekan dewan penasihat lainnya menyadari hal ini. Langkah awal mereka akan kami dampingi. Namun seiring waktu, kami akan meninggalkan mereka berjalan sendiri dan <strong>memantau mereka dari jauh</strong>.</p>
<p>Ya, mungkin seperti orangtua yang sedang melihat anaknya telah tumbuh dewasa dan akan hidup mandiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 18 November 2018, terinspirasi dari diskusi soal pengadaan kalender Karang Taruna</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/TFATaOllUC8?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Evan Kirby</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/telescope?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/memantau-dari-jauh/">Memantau dari Jauh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/memantau-dari-jauh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alasan dan Prioritas</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/alasan-dan-prioritas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/alasan-dan-prioritas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2018 08:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[prioritas]]></category>
		<category><![CDATA[tanggungjawab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1430</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agak berat sebenarnya membuat tulisan ini, penulis seperti mengakui dosa di masa lampau. Akan tetapi, untuk kebaikan kita semua, terlebih diri penulis sendiri, penulis harus menuliskannya agar tidak mengulanginya lagi di masa yang akan datang. Penulis dan Organisasi Penulis aktif di banyak organisasi sejak duduk di bangku SMP, mulai OSIS hingga pers kampus. Di semua [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/alasan-dan-prioritas/">Alasan dan Prioritas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Agak berat sebenarnya membuat tulisan ini, penulis seperti mengakui dosa di masa lampau. Akan tetapi, untuk kebaikan kita semua, terlebih diri penulis sendiri, penulis harus menuliskannya agar tidak mengulanginya lagi di masa yang akan datang.</p>
<p><strong>Penulis dan Organisasi</strong></p>
<p>Penulis aktif di banyak organisasi sejak duduk di bangku SMP, mulai OSIS hingga pers kampus. Di semua organisasi tersebut, penulis tidak bisa menonjol di semua organisasi yang penulis ikuti. Hanya menjadi anggota rata-rata yang ketidakhadirannya tidak terlalu berpengaruh. Pernah sih di organisasi kampus menjadi wakil ketua, namun karena ada masalah membuat penulis harus mundur dari organisasi tersebut.</p>
<p>Apa penyebabnya? Dulu, penulis sering menyalahkan faktor eksternal. Contohnya, merasa lingkungan organisasi yang kurang membuat nyaman dan terlalu memprioritaskan studi. Apalagi yang penulis salahkan? Merasa dirinya introvert sehingga susah untuk berbaur dengan lingkungan.</p>
<p>Namun setelah penulis renungi, sebenarnya hanya satu permasalahannya. Penulis kurang aktif dalam berorganisasi. Penulis tidak menempatkan tanggungjawab organisasi sebagai prioritas.</p>
<div id="attachment_1432" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1432" class="size-large wp-image-1432" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/maxresdefault-2-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/maxresdefault-2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/maxresdefault-2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/maxresdefault-2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/maxresdefault-2-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/maxresdefault-2.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1432" class="wp-caption-text">Prioritas (fearlessmotivation.com)</p></div>
<blockquote><p>Ada istilah yang menyebutkan bahwa tidak ada yang namanya <strong>tidak sempat</strong>. Yang ada <strong>tidak diprioritaskan</strong>.</p></blockquote>
<p>Agar bisa menghindari tugas organisasi, munculah beribu alasan. Alasan  selalu mudah dicari, tidak perlu berbohong. Misal, ada kegiatan OSIS, kita berasalan bahwa kita tidak ingin ketinggalan pelajaran di kelas.</p>
<p>Paragraf ketiga merupakan contoh-contoh alasan lain yang kita kemukakan untuk mengelak dari tanggungjawab. Kita melakukan itu semua, salah satu dasarnya adalah tidak menempatkan apa yang seharusnya menjadi tanggungjawab pada daftar prioritas diri kita.</p>
<p><strong>Menebus Dosa Melalui Karang Taruna</strong></p>
<p>Setelah menyadari kesalahan tersebut, penulis berusaha menebus kesalahannya ketika menjabat sebagai ketua Karang Taruna. Penulis mencurahkan perhatian sepenuh hati dan berkomitmen mengembangkan organisasi ini.</p>
<p>Atau malah sebaliknya, gara-gara penulis menjabat sebagai ketua Karang Taruna, penulis menyadari betapa bernilainya sebuah komitmen. Sesuatu yang tidak penulis lihat karena dari dulu penulis hanya menjadi anggota dalam sebuah organisasi, tidak pernah menjadi pemimpin.</p>
<p>Namanya organisasi, apalagi diisi oleh remaja yang emosinya belum stabil, tentu sering terjadi kasus anggota tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Atau yang lebih parah, tidak hadir dengan alasan yang dibuat-buat.</p>
<p>Ketika menghadapi hal tersebut, penulis merasa ditampar oleh masa lalu. Penulis disadarkan, bahwa inilah yang dirasakan oleh teman-teman organisasi ketika penulis berbuat hal yang sama. Betapa menyakitkan ketika orang-orang yang kita harapkan tidak bisa membantu karena kurangnya komitmen mereka.</p>
<div id="attachment_1433" style="width: 560px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1433" class="size-full wp-image-1433" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/17352241_1734646530199022_6659031832524928109_n.png" alt="" width="550" height="295" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/17352241_1734646530199022_6659031832524928109_n.png 550w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/17352241_1734646530199022_6659031832524928109_n-300x161.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/17352241_1734646530199022_6659031832524928109_n-356x191.png 356w" sizes="(max-width: 550px) 100vw, 550px" /><p id="caption-attachment-1433" class="wp-caption-text">Karma (https://www.facebook.com/karmacambodia/</p></div>
<p>Penulis percaya hukum karma, apa yang kita beri apa yang kita terima, apa yang kita tanam itu yang kita petik. Penulis merasa <em>dihukum</em> atas kesalahan-kesalahan masa lalu dengan terulangnya apa yang penulis lakukan dulu pada organisasi yang pernah penulis ikuti.</p>
<p>Jika ada teman-teman organisasi yang membaca tulisan ini, penulis minta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan yang pernah penulis buat. Penulis telah menyadari kesalahannya, dan semoga tidak akan terjadi lagi di masa depan.</p>
<p>Dan untuk pembaca, semoga bisa memetik hikmah dari sepercik kisah penulis ini, terutama generasi-generasi yang lebih muda dari penulis. Jangan sampai kesalahan penulis terulang pada kalian.</p>
<p>Ketika kalian masuk ke dalam organisasi tanpa paksaan, itu menandakan kalian harus mengikat komitmen dengannya dan masukkan kepentingan organisasi pada daftar prioritas kalian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 4 Oktober 2018, terinspirasi setelah menerungi kesalahan di masa lalu</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/9VPtNW84vGI?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Patryk Sobczak</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/contemplation?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/alasan-dan-prioritas/">Alasan dan Prioritas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/alasan-dan-prioritas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengukur Keikhlasan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/mengukur-keikhlasan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/mengukur-keikhlasan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jan 2018 10:45:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Karang]]></category>
		<category><![CDATA[kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[swi]]></category>
		<category><![CDATA[tadarusan]]></category>
		<category><![CDATA[tanggungjawab]]></category>
		<category><![CDATA[taruna]]></category>
		<category><![CDATA[x]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saya mendapat pelajaran hidup pada hari Sabtu kemarin. Pada hari tersebut, untuk pertama kalinya di Karang Taruna kampung saya mengadakan program kerja (proker) tadarusan di luar bulan Ramadhan. Tujuannya, agar proker-proker yang dimiliki Karang Taruna tidak hanya bersifat duniawi saja. Sejak awal tahun saya sudah membuatkan jadwal kegiatan agar para anggota tahu kapan ada proker. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mengukur-keikhlasan/">Mengukur Keikhlasan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mendapat pelajaran hidup pada hari Sabtu kemarin. Pada hari tersebut, untuk pertama kalinya di Karang Taruna kampung saya mengadakan program kerja (proker) tadarusan di luar bulan Ramadhan. Tujuannya, agar proker-proker yang dimiliki Karang Taruna tidak hanya bersifat duniawi saja.</p>
<p>Sejak awal tahun saya sudah membuatkan jadwal kegiatan agar para anggota tahu kapan ada proker. Di jadwal tersebut tercantum pula penanggung jawab harian untuk proker-proker tertentu. Untuk tadarusan edisi pertama ini, kebetulan di pegang oleh Daffa, salah satu anggota Katar di divisi Agama dan Lingkungan.</p>
<p>Setelah siangnya rapat dengan teman-teman Kodingdong terkait <em>branding</em> dan perancangan produk baru, saya sholat Maghrib di masjid Al-Ikhlas. Saya sengaja tidak mengingatkan anggota, sekedar ingin tahu sampai mana tanggung jawab mereka.</p>
<p>Dan ternyata, ketika saya sampai di masjid, tidak ada remaja anggota Karang Taruna yang berbaris di shaf sholat. Saya masih berusaha tenang, berusaha untuk berpikir positif, siapa tahu mereka telat datang ke masjid.</p>
<p>Setelah salam, benar saja, ada dua remaja yang ikut sholat berjamaah di masjid. Sayangnya, dari gelagat mereka, sepertinya mereka tidak tahu ada acara tadarusan. Sang kakak nampak terburu-buru pulang, sehingga menyisakan adiknya. Maka saya ajak dia untuk &#8220;duet&#8221; dan bersyukurlah dia bersedia.</p>
<p>Disini saya sudah sedikit gusar dan kecewa, mengapa para remaja penerus ini melupakan tanggungjawabnya. Namun saya sudah bertekad, berapa pun yang datang, <em>the show must go on</em>.</p>
<p>Alhamdulillah ketika menyimak Hisyam, remaja yang bersedia untuk tadarusan berdua, saya tiba-tiba mendapatkan pencerahan. Saya mendapatkan gagasan yang sangat baik.</p>
<p><em>&#8220;Jika kamu merasa kecewa, maka keikhlasanmu patut dipertanyakan.&#8221;</em></p>
<p>Kutipan tersebut membuat amarah dan kegusaran saya yang sudah diubun-ubun mereda. Saya bertanya kembali kepada diri saya.</p>
<p><em>&#8220;Sebenarnya apa tujuanmu melakukan semua ini?&#8221;</em></p>
<p>Sebagai ketua, saya harus bisa membantu mereka menjadi generasi penerus yang menopang nama Karang Taruna. Untuk melakukan itu, saya butuh kesabaran dan keikhlasan. Lalu, buat apa saya kecewa?</p>
<p>Hasilnya, ketika pulang dari masjid selepas Isya&#8217;, emosi saya sudah lenyap walaupun masih ada sisa-sisa kejengkelan. Ketika bertemu dengan beberapa anggota dan mereka menjelaskan alasan mereka (semua kompak, lupa!), saya pun hanya melontarkan kekecewaan yang sedikit dibumbui guyonan. Setelah itu seperti kebiasaan kami ketika malam minggu, main PES 2013.</p>
<p>Mulai sekarang, ketika saya mulai merasa kecewa, saya akan mengingatkan diri saya sendiri bahwa itu tandanya saya tidak ikhlas dalam melakukan sesuatu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 7 Januari 2018, setelah main PES 2013 dan gagal menjadi juara karena tidak menggunakan Manchester United</p>
<p>Sumber Gambar: https://epicpew.com/how-saints-disappointment/</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mengukur-keikhlasan/">Mengukur Keikhlasan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/mengukur-keikhlasan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
