<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Hunting Party Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/the-hunting-party/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/the-hunting-party/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 12:38:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>The Hunting Party Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/the-hunting-party/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Linkin Park dan The Hunting Party</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2020 13:39:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<category><![CDATA[The Hunting Party]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak ingin mengulangi kesalahan ketika album&#160;Living Things&#160;rilis, Penulis benar-benar memantau kabar terbaru dari Linkin Park. Siapa tahu, mereka akan merilis album baru dua tahun kemudian. Benar saja, pada tahun 2014 Linkin Park mengeluarkan album keenam mereka yang diberi judul&#160;The Hunting Party.&#160;Jujur, Penulis sangat menyukai&#160;art cover&#160;dari album ini. Rasanya sangat artistik. Selain itu, isi lagu di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">Linkin Park dan The Hunting Party</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tidak ingin mengulangi kesalahan ketika album&nbsp;<em>Living Things&nbsp;</em>rilis, Penulis benar-benar memantau kabar terbaru dari Linkin Park. Siapa tahu, mereka akan merilis album baru dua tahun kemudian.</p>



<p>Benar saja, pada tahun 2014 Linkin Park mengeluarkan album keenam mereka yang diberi judul&nbsp;<em><strong>The Hunting Party</strong>.&nbsp;</em>Jujur, Penulis sangat menyukai&nbsp;<em>art cover&nbsp;</em>dari album ini. Rasanya sangat artistik.</p>



<p>Selain itu, isi lagu di album ini juga berbeda dari album-album sebelumnya. Singkatnya, album ini terdengar sangat rusuh!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Rock Murni</h1>



<p>Satu poin yang membuat album ini sangat berbeda dibandingkan dengan dua album sebelumnya adalah minimnya sentuhan elektronik pada lagu-lagunya. Benar-benar terdengar seperti lagu <em>rock&nbsp;</em>murni.</p>



<p>Penulis sampai berpikir apa peran sang DJ, Mr. Han, di album ini. Lagu-lagunya benar-benar menonjolkan instrumen musik&nbsp;<em>rock </em>yang sangat berat, keras, dan kental<em>.</em></p>



<p>Banyak yang menganggap Linkin Park sedang melawan arus, mengingat band lain mencoba menyesuaikan diri dengan zaman. Semua eksperimen yang telah dilakukan ditinggalkan demi instrumen musik&nbsp;<em>rock&nbsp;</em>tradisional.</p>



<p>Selain itu, untuk pertama kalinya Linkin Park menggandeng musisi lain di dalam albumnya. Mereka adalah <strong>Page Hamilton</strong> (Helmet), <strong>Daron Malakian</strong> (System of a Down), <strong>Tom Morello</strong> (Race Against the Machine), dan <strong>Rakim</strong>.</p>



<p>Itulah beberapa alasan yang membuat Penulis merasa kalau album yang satu ini sangat rusuh!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Lagu-Lagu <em>The Hunting Party</em></h1>



<p>Album ini berisikan 12 lagu, di mana 2 lagu hanya berperan sebagai&nbsp;<em>interlude</em>. Lagu pembuka dari lagu ini adalah&nbsp;<em><strong>Keys to the Kingdom</strong>. </em>Penulis setuju lagu ini dijadikan sebagai&nbsp;<em>track&nbsp;</em>nomor satu karena mampu merepresntasikan kerusuhan album ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Keys To The Kingdom - Linkin Park (The Hunting Party)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/ZPlUjhroNd4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Diawali dengan suara teriakan Chester, kita akan mendengar&nbsp;<em>rap&nbsp;</em>Mike yang diiringi dengan dentuman musik yang makin menjelang akhir makin keras. Penulis cukup menyukai lagu ini.</p>



<p>Album berlanjut dengan lagu&nbsp;<strong><em>All for Nothing</em></strong>, di mana Linkin Park menggandeng Page Hamilton yang merupakan gitaris dan vokalis band Helmet.</p>



<p>Dengan aliran&nbsp;<em>hip-hop&nbsp;</em>di bagian awal, lagu ini terdengar seperti lagu&nbsp;<em>punk</em>. Permainan gitar Brad Delson benar-benar sangat menonjol di sini, tentu dengan bantuan dari Page.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Guilty All The Same (Official Lyric Video) - Linkin Park (feat. Rakim)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/cEaEdLQbAFM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>Single&nbsp;</em>pertama yang rilis dari album ini adalah&nbsp;<strong><em>Guilty All the Same</em></strong>. Untuk pertama kalinya, Linkin Park menggandeng seorang&nbsp;<em>rapper&nbsp;</em>lain untuk mengisi pos yang biasanya diisi oleh Mike.&nbsp;<em>Rapper </em>yang dipilih adalah Rakim.</p>



<p>Intro lagu ini cukup panjang, lebih dari satu menit. Durasi lagunya sendiri hampir menyentuh angka enam. Didominasi oleh suara gitar dan drum yang agresif, mendengarkan lagu ini seolah memancing kita untuk berbuat kerusuhan.</p>



<p>Setelah itu, ada lagu&nbsp;<em><strong>The Summoning</strong>&nbsp;</em>yang berperan sebagai&nbsp;<em>interlude&nbsp;</em>dari lagu&nbsp;<em><strong>War</strong>.&nbsp;</em>Lagu ini mirip dengan lagu&nbsp;<em>Victimized&nbsp;</em>dari album sebelumnya. Durasinya pendek, namun vokal Chester sangat kuat. Bedanya, lagu ini tidak memiliki bagian&nbsp;<em>rap</em>.</p>



<p>Selanjutnya ada lagu&nbsp;<em><strong>Wasteland</strong>&nbsp;</em>yang awalnya tidak Penulis sukai karena terdengar berantakan. Setelah didengar ulang dan menonton video konsernya, Penulis jadi menyukai lagu ini. Lagu ini menjadi lagu ketiga di mana Mike melakukan&nbsp;<em>rap</em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Until It&#039;s Gone [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/oM-XJD4J36U?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>Outro</em> dari <em>Wasteland</em> juga menjadi pembuka untuk lagu selanjutnya, <strong><em>Until It&#8217;s Gone</em></strong>. Lagu ini menjadi salah satu lagu yang masih memiliki efek elektronik yang tidak terlalu menonjol. Walaupun begitu, Penulis kurang menyukai lagu ini.</p>



<p>Sama seperti sebelumnya,&nbsp;<em>outro&nbsp;</em>dari lagu ini juga terhubung dengan lagu selanjutnya,&nbsp;<strong><em>Rebellion</em></strong>. Nah, kalau lagu ini sangat Penulis sukai. Selain karena permainan gitar yang ditunjukkan oleh Daron Malkian, Penulis juga menyukai liriknya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Rebellion (Official Lyric Video) - Linkin Park (feat. Daron Malakian)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/OCy5461BtTg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Lagu ini menggunakan&nbsp;<em>riff </em>gitar yang cepat dan hentakan drum yang dinamis, membuat kita akan bersemangat ketika mendengarkannya. Mike menyanyi di lagu ini walaupun bukan bagian&nbsp;<em>rap</em>. Ada juga bagian Chester melakukan&nbsp;<em>screaming</em>.</p>



<p><em><strong>Mark the Graves</strong>&nbsp;</em>yang menjadi lagu selanjutnya benar-benar tidak Penulis sukai. Sangat terdengar berantakan seolah yang menyanyikan bukan Linkin Park. Penulis tidak ragu untuk memberikan lagu ini bintang dua di iTunes.</p>



<p>Selanjutnya ada lagu instrumen berjudul&nbsp;<em><strong>Drawbar</strong>,&nbsp;</em>di mana Tom Morello dari Race Against the Machine ikut mengambil bagian. Berbeda dengan lagu&nbsp;<em>Cure for the Itch&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>Session</em>, tidak terdengar suara elektronik di lagu ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Final Masquerade [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/i8q8fFs3kTM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Di antara semua lagu,&nbsp;<em><strong>Final Masquerade</strong>&nbsp;</em>adalah lagu favorit Penulis di album ini. Lagu ini dideskripsikan sebagai genre&nbsp;<em>rock&nbsp;</em>alternatif atau&nbsp;<em>hard rock</em>. Nuansanya mirip dengan lagu&nbsp;<em>What I&#8217;ve Done</em>.</p>



<p>Tempo lagunya tidak terlalu cepat, namun sangat enak didengarkan. Chester tidak perlu melakukan&nbsp;<em>screaming&nbsp;</em>untuk menunjukkan kemampuan vokalnya yang luar biasa.</p>



<p>Album ditutup dengan lagu&nbsp;<em><strong>A Line in the Sand</strong>&nbsp;</em>yang juga tidak Penulis sukai sama sekali. Alasannya sama dengan lagu&nbsp;<em>Mark the Graves</em>, begitupun dengan ratingnya di iTunes Penulis.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Penutup</h1>



<p>Bagi penggemar lagu-lagu&nbsp;<em>rock,&nbsp;</em>album ini akan disukai setelah sebelumnya Linkin Park gemar melakukan eksperimen. Nyaris tidak ada sentuhan elektronik sekali, sehingga bagi beberapa fans album ini terdengar aneh.</p>



<p>Penulis pun sejujurnya kurang menyukai album ini, walaupun menyukai beberapa lagu di dalamnya seperti&nbsp;<em>Wasteland</em>,&nbsp;<em>Rebellion,&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>Final Masquerade.</em></p>



<p>Bagi Penulis, yang namanya Linkin Park harus mampu menggabungkan musik&nbsp;<em>rock, electronic, </em>hingga&nbsp;<em>hip-hop</em>. Lagu yang memiliki video klip juga hanya dua, <em>Until It&#8217;s Gone </em>dan <em>Final Masquerade. </em>Tapi yang namanya fans, Penulis tetap mendengarkan album ini.</p>



<p>Setelah mendengarkan album ini, Penulis berharap di album selanjutnya Linkin Park akan kembali seperti dulu lagi. Harapan tersebut tidak terkabul, karena Linkin Park semakin berubah drastis!</p>



<p>Album selanjutnya,&nbsp;<em><strong>One More Light</strong>. Stay Tuned!</em></p>



<p>Kebayoran Lama, 19 April 2020, terinspirasi karena ingin menulis serial artikel tentang Linkin Park</p>



<p>Foto: <a href="https://www.amazon.com/Hunting-Party-Linkin-Park/dp/B00K03VZ1K">Amazon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">Linkin Park dan The Hunting Party</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
